Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 96


__ADS_3

Jakarta.


Semua sesuai rencana. Dekorasi pernikahan indah menghiasi Kediaman Gunatama.


Farel dan Aisyah yang mempersiapkan semuanya bersama bu Inah dan Bram anak dari sekertaris Rey.


Sebagai tanda terimakasih atas apa yang telah Geo dan Felisya lakukan dulu.


Semua undangan telah tersebar. Bram pun bekerja dengan sangat baik seperti biasa.


Pengganggu yang ingin mengambil alih perusahaan telah mendekam di dalam jeruji besi.


Tidak lagi perlu dihawatirkan.


"Apa hari ini mereka akan datang?."


Aisyah berkata pada Farel yang sedang mengamati tim dekorator untuk menghias kamar utama.


"Pesan terahir Geo mengatakan begitu sayang."


Berkata sambil melihat arloji.


"Beristirahat lah, Kau terlihat lelah. Nanti kesehatan mu terganggu."


Memeluh Aisyah dari belakang mencium bahu Aisyah disana.


"Kak Farel, disini banyak orang. Aku malu."


"Kenapa harus malu."


Ferel mengherdikkan bahu.


"Kak Farel hentikan."


Cegah Aisyah, Karena bibir itu mulai men..cium kemana mana.


"Kalau begitu, kembali ke kamar mu."


Senyum kemenangan mengembang.


Aisyah memajukan bibir nya kembali menuju kamar tamu.


******


London.


"Cepatlah sedikit Glory, kau lama sekali."


Pekik Ibu nya Geo yang telah berada di dalam mobil tidak sabar lagi menunggu.


"Tunggu...?! Sabar lah sedikit Glory. ini pertama kali nya aku jalan jalan keluar negeri."


Balas Elis keluar dari rumah dan mengunci pintu.


"Jhose lihatlah kakak mu akan menikah. Maka serius lah dengan satu wanita. Agar kau bisa secepatnya menyusul."


Celetuk Elis sambil duduk di belakang pengemudi.


Tidak ada respon dari yang diajak bicara.


Geo beserta keluarga nya hendak pergi ke Jakarta


dengan Jhose, Glory dan Elis menuju bandara menggunakan mobil yang berbeda.


Felisya menatap jalanan,hening suasana di dalam mobil. Masih terasa tidak percaya, Geo membawa keluarganya ke Jakarta untuk membincangkan pernikahan mereka dan bersilaturahmi.


Geo beserta keluarga nya menaiki pesawat Jet Pribadi milik Felisya.


Armada besi menerbangkan mereka menuju Kota Jakarta.


Telah menunggu Bram dan para bodyguard lain nya. Menyambut kedatangan Felisya, Geo beserta keluarga nya.


Felisya menuruni pesawat disambut sedikit membungkuk dari Bram dan para bodyguard seperti biasa.


Bram membuka pintu limousine."Silahkan."


Semua pun masuk ke dalam mobil Limousine di sana.


Mobil melaju melewati ramainya kota jakarta diikuti mobil lain yang memberi pengawalan ketat untuk Felisya. Hingga sampai di depan gerbang Kediaman keluarga Gunatama. Security membuka gerbang itu.


Sedikit membungkuk menghormati mobil yang baru saja datang.


Mobil terparkir sempurna di halaman. Felisya keluar dari mobil tergegun dengan apa yang dia lihat.


Dekorasi pernikahan mewah dengan nuansa putih disana.


"Geo?."


Felisya menoleh pada Geo.


"Kita menikah besok pagi."

__ADS_1


Berkata datar tanpa ekspresi seperti biasa.


"Besok?."


Ujar Felisya tidak percaya.


"Apa Kau keberatan?."


Geo berkerut dahi.


"Tidak Geo, Aku senang sekali."


Hati Felisya tersentuh, Dia bahkan tidak tahu jika Geo mempersiapkan ini untuk nya.


Felisya melangkah masuk menggandeng Glory ibu nya Geo. Telah menunggu Aisyah dan Farel juga bu Inah disana.


Aisyah menghambur memeluk Felisya.


"Aisyah..."


Felisya mendekap erat Aisyah.


"Persiapkan dirimu."


Aisyah melepas pelukan nya.


"Aisyah ini luar biasa."


Berkata dengan wajah berkaca kaca.


"Kau senang?."


Menyentuh pipi Felisya dengan kedua tangan.


"Tentu saja Aku bahagia."


Aisyah memeluk Glory."Anda pasti ibu nya Geo."


"ya Aku lah Ibu nya Geo. Apa kau istri nya Farel, saudara Felisya?"


Aisyah mengangguk.Sambil tersenyum ramah.


Saling menyapa dan beramah tamah begitupun bu Inah dan Elis.


"Anak nakal!! Kau menikah tapi tidak mengundang ku?!."


Glory menarik telinga Farel.


"Au..Sakit. Ampun madam, Maaf kan aku."


"Ini semua ulah mu! Sialan."


Geo bergedik tanpa ekspresi.


Semua terkekeh disana.


Prosesi adat sebelum menikah langsung di laksanakan singkat. Mulai dari prosesi siraman hingga melukis tangan menggunakan hena.


Tidak lupa menyiapkan tim spa dari klinik kecantikan ternama untuk mempersiapkan Felisya.


"Kulit anda indah sekali nona."


Gumam salah satu tim Spa sambil mengusap lulur pada tubuh Felisya.


Seluruh tubuh Felisya dipijat hingga Ia tertidur.


"Nyaman sekali."


Ritual Spa diahiri dengan berendam air bunga di dalam bathtub.


"Ya Tuhan, Ini nyaman sekali."


Felisya keluar dari kamar menuruni tangga dengan mengenakan hijab dikepala.


"Bram, Antarkan aku dan Geo."


"Baik nona."


Geo terdiam di dalam mobil. Ketika melihat Felisya berwajah sendu. Mobil melaju melewati ramainya kota Jakarta. Felisya singgah sebentar di toko bunga.


Perjalanan semakin sepi hingga mobil terparkir di depan pintu gerbang yang tinggi.


Pemakaman.


Itu lah yang Geo Fikirkan saat ini.


Sebuah pemakaman khusus untuk orang orang tertentu di pusat kota.


Felisya keluar dari mobil sebelum Bram membukakan pintu.


Berjalan melewati pemakaman menuju pusara milik tuan dan nyonya Gunatama terlihat dari nama pada nisan masing masing.

__ADS_1


Geo mengikuti dari belakang. Sedangkan Bram tetap menunggu di dalam mobil.


Felisya merendahkan tubuh nya.


"Ini papa dan mama ku."


Menjelaskan tanpa di tanya.


Geo merendahkan diri dan menabur bunga.


"Pa, Ma ini Geo."


Menyentuh lengan Geo.


" Pria yang aku cintai yang akan menikah dengan ku esok. Aku datang kesini untuk mendo'akan kalian dan meminta restu pada Papa dan Mama.


Meski terlihat lucu meminta restu di pemakaman karena kalian telah tiada."


Menunduk menangis.


Hik...hik...


Geo terenyuh mengusap kepala Felisya yang tertutup hijab. Geo semakin ingin melindungi wanita yang sedang menangis di depan pusara orang tua nya.


"Maaf kan aku Pa..Ma..."


Felisya melantunkan ayat ayat suci beserta do'a do'a untuk mendo'akan Mendiang orang tua nya.


Geo hanya diam menunduk mendengarkan hikmat hingga Felisya selesai.


"Terimakasih ma, Sudah melahirkan aku."


Lirih Felisya.


"Oh ya ma, Geo sangat tampan bukan?."


Hehe.. Tertawa khas Felisya.


Geo menekan telunjuk nya di dahi Felisya.


"Apa yang kau bicarakan? Dasar bodoh..!! "


"Hai Geo. Jangan memaki ku didepan orang tua ku."


Felisya bangkit kemudian berdecak pinggang.


"Aku tidak memaki"


Geo pun bangkit kemudian berlalu meninggalkan Felisya.


"Geo..Tunggu?!. Kau mengumpat kan itu sama saja."


Berlari mengejar Geo.


"Ahir nya kau mengakui jika aku benar benar tampan."


Seketika Geo berbalik.


Brugh...


Felisya menabrak tubuh Geo.


"Aaauuu...Sakit."


Pekik Felisya.


"Kau yang menabrak ku!.Agresif sekali."


Mengecil kan volume pada kata yang terahir.


"APA?!. Agresif?."


"Astaga Geo..?! Mangnya aku gila, menerjang mu di atas pemakaman???."


Berdecak pinggang lagi.


Geo tergelak.


Kemudian Felisya berlalu meninggalkan Geo dengan kesal.


"Bisa bisanya mengatai ku se enak hati! Dasar menyebalkan."


Memasuki mobil masih terus menggerutu.


"Ada apa lagi nona?."


"Diam kau Bram. Ini bukan urusan mu. Kau dan Geo sama saja. Menyebalkan."


Felisya melengos.


"Aku? Apa salah ku nona."

__ADS_1


Gumam Bram dalam hati.


Geo masih tertawa hingga keluar dari pemakaman. Menetralkan dirinya ketika telah melihat Bram disana.


__ADS_2