Cinta Tulus Aisyah

Cinta Tulus Aisyah
Episode 73


__ADS_3

Acara peresmian apartement hampir dimulai. Geo merapikan jas nya melihat arloji menunggu Farel dan Aisyah didepan kamar.


Farel keluar dari kamar menggandeng Aisyah dengan penampilan yang memukau hasil kinerja dari tim perias profesional di negara itu.


"Kalian siap?"


"Hm, kita berangkat sekarang."


Geo yang kemudian keluar dari resto membuka pintu limousine mewah disana.


"Terimakasih Geo."


Geo pun menutup pintu limousine kemudian menuju tempat nya.


"Bismillah."


Aisyah berdo'a berusaha menetral kan suasana yang tidak bisa dipungkiri merasa tegang disana.


"Bagaimana jika mereka datang melukai mu?"


"Semua akan baik baik saja, Percaya lah?!."


ujar Farel sambil mengecup tangan lembut Aisyah.


Aisyah mengangguk.


"Jalan Geo."


"Baik.


Geo menginjak pedal gas membawa limousine menembus kota Kairo menuju bangunan apartement mewah milik Farel Ramadhian.


Tentu dengan pengawalan yang super ketat oleh para bodyguard suruhan Geo juga orang orang suruhan sekertaris Rey dibawah perintah Felisya.


Dari kejauhan Felisya terus mengawasi sekitar Apartement tempat diselenggarakannya acara dengan teropong yang sedang Ia gunakan.


Belum ada gerak gerik mencurigakan disana.


Tampak Limousine mewah berhenti di depan Apartement.


" Itu pasti Farel dan Aisyah. "


Gumam Felisya dalam hati.


Geo keluar kemudian membukakan pintu untuk Aisyah dan Farel turun dari sana.


"Silahkan "


Farel menggenggam tangan Aisyah menginjak karpet merah yang menghampar disana disambut para pengunjung dan tamu undangan yang telah hadir menunggu sang CEO datang. Reporter dari berbagai stasiun TV meliput dan mengabadikan momen disana. Seketika moment itu membanjiri berita di internet juga beberapa stasiun TV yang menyiarkan secara Live.


Aisyah berjalan diatas karpet merah dengan memegangi lengan Farel. Sedangkan Geo berada tepat dibelakang kedua nya menatap awas dengan mata elang nya menatap sekeliling.


"Aku gugup."


ujar Aisyah.


"Tidak akan terjadi apa apa, Percayalah."


Farel mempererat genggaman nya mengulas senyum disana.


"Istri tuan Farel sangat cantik, pantas saja mustahil untuk didekati." ujar salah satu wanita disana.


"Mereka begitu serasi, Cantik dan tampan." kata wanita lain nya dengan masih terus memandang Aisyah dengan takjub.

__ADS_1


Acara pun dimulai dengan Farel memberi sambutan kemudian mengenal kan Aisyah istri nya. Mengecup tangan lembut itu didepan semua orang.


Pemotongan pita dilakukan. telah secara resmi dibuka nya apartement mewah di kawasan elite kota Kota Kairo.


Disambut tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir kemudian acara selanjut nya menikmati hidangan dengan artis ibu kota yang ikut memeriahkan acara itu yang disiarkan secara live di setasiun Tv.


Itu adalah Idea agar membuat Aziz sulit untuk melancarkan aksi nya.


Felisya terus mengamati dengan memeriksa cctv yang terpasang di setiap sudut ruangan.juga orang orang nya yang tetap siaga di lapangan untuk mencegah kemungkinan buruk terjadi.


Acara selesai, Farel dan Aisyah masuk kedalam limousine dengan Geo mengendarai mobil itu disana.


"Ada apa Geo?"


Farel menatap Geo yang tampak diam sejak tadi.


"Orang orang Aziz muncul disana, namun tidak melakukan pergerakan apapun." ujar nya.


"Sungguh?!"


Farel mengerutkan dahi.


Geo mengangguk.


"Mungkin dia akan lebih geram karena nama khamed sudah dihapus dari daftar kepemilikan saham."


"Bagaimana kau melakukan nya?" Farel memicingkan mata nya.


"Banyak cara untuk itu." Geo pun menghela.


"Apa artinya ini sudah berahir?"


tanya Aisyah.


Ciii...tttttt......!!!!...


Tiba tiba datang mobil sport warna merah mendahului kemudian berputar 90 derajat. menghadang mereka membuat Geo menginjak rem mendadak.


"Allahu Akbar."


Aisyah refleks berteriak.


Geo mengeluarkan revolver dari dalam jas yang Ia kenakan bersiap membidik menunggu siapa yang menghadang disana. Suasana tegang terjadi, Aisyah meremas tangan Farel. Dengan Farel menatap tajam pada pintu mobil yang menghadang mereka perlahan terbuka.


Kaki jenjang dibalut celana hitam melekat pada kulit keluar dari pintu mobil, yang ternyata seorang wanita dengan revolver ditangan nya.


"FELISYA..???"


Pekik Aisyah.


"Keluarlah dari sini. Mobil ini akan meledak 15 menit lagi."


"Apa?!."Farel dan Aisyah terperangah.


"Bawa Aisyah dan Farel pergi, Aku akan membawa mobil ini jauh dari sini."


"Tapi?!..."Felisya tampak menghawatirkan Geo.


"Cepat.. !!.."


Farel dan Aisyah keluar dari sana bergegas menuju mobil didepan nya.


Felisya menginjak pedal gas melesat menjauh dari sana.

__ADS_1


Meraih radio HT dan berbicara disana."Selamatkan Geo sekarang!."


"Aku tidak menyangka mereka mengejar mu sampai kemari."Lirik Felisya pada Farel yang duduk disebelah nya.


"Entahlah.. Aziz sangat menginginkan kematian ku." Farel menghela.


Felisya semakin menekan kaki nya pada pedal gas melajukan mobil melesat dengan kecepatan tinggi.


"Ya Tuhan.. lindungi Geo." gumam Felisya.


Dooooooorrrrrrrr......?!!!!...


Mobil Meledak di padang pasir menciptakan api dengan asap menguap dan debu pasir berterbangan.


***


Geo melangkah sambil merapikan jas nya.


Langkah cool itu disambut Felisya yang bersandar di mobil nya telah menunggu dengan cemas sebelum sebelum itu.


"Kau tidak apa apa?"


"Sial nya membuat ku berguling di padang pasir."


Memang demikian, Geo sebelum nya melompat dari mobil sebelum meledak dan berguling di padang pasir.


Felisya mengulas senyum samar masuk kedalam mobil diikuti dengan Geo. Felisya melesatksn mobil nya hendak menuju resto tempat sebelum nya Felisya menurunkan mereka.


"Katakan sejak kapan kau kemari?"


tatapan penuh intimidasi dari Geo.


"Ayolah Geo.. kau ini bicara apa.."


Jawaban tanpa dosa khas Felisya dengan memperlihatkan gigi nya.


"Kau mengikuti ku?'


Geo beralih menatap lurus kedepan.


" Apa aku terlihat kurang kerjaan, hingga mengikuti mu?"


Felisya melirik kan mata nya mengarah pada Geo.


"Aku hanya ingin tau, Bagaimana kau merayu ibu ku hingga bisa kemari?"


"Ibu mu sangat luar biasa."


" Nyonya Glory begitu menyayangi mu, apa kau tau itu?"Felisya meninggikan alisnya


Geo hanya diam tak bergeming. Felisya terus melajukan mobil nya hingga sampai didepan resto.Geo turun lebih dulu, sedangkan Felisya masih berada ditempat nya menatap punggung tegap yang terus berlalu menjauhi nya.


Felisya bergumam."Kau tau Geo, butuh waktu lama untuk meyakinkan ibu mu. Hingga aku memohon untuk mengikuti mu kemari. benar Geo, aku mengikuti mu dan mencemaskan mu. Kau tau, hati ku menghangat ketika dia mengatakan aku menantu nya. Dan begitu menyukai ku."


Felisya menghela, entah perasaan apa ini.


"Ya Tuhan Felisya.. apa yang kau fikirkan?." Felisya berusaha menampar dirinya dari lamunan menyadarkan diri kemuadian keluar menuju resto melangkah masuk kedalam sana.


-


-


Terimakasih sudah mendukung Cinta Tulus Aisyah...Maaf masih banyak kekurangan...

__ADS_1


Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian semua...


__ADS_2