
Dunia tanpamu rasanya sangat sepi, tak bisa melihatmu rasanya pasti akan sangat menyiksa hari- hariku, senyumku pun akan hilang bersama kepergianmu, dan kehilanganmu adalah mimpi terburuk bagiku, kamu adalah kebahagian terbesarku, kepergianmu adalah kesedihan terdalamku......entah bagaimana caranya aku meyakinkan diriku ini untuk tetap tegar disaat dirimu tak lagi disampingku, biarkanlah aku terus berharap jika kamu akan kembali lagi untukku.
Khalisa saat ini seperti raga yang kehilangan nyawa, duduk termenung dilantai rumah sakit, tatapannya begitu kosong, hanya ada airmata yang terus mengalir dari mata indahnya.
Suara langkah kaki terdengar dilorong rumah sakit, Nova dan Dayu yang sudah datang terlihat sedikit berlari untuk menghampiri Khalisa, melihat Khalisa sekarang perasaan mereka jadi tidak enak, mereka yakin sesuatu yang buruk telah terjadi.
"ada apa Khalisa?" tanya Nova berlutut didepan Khalisa.
Khalisa hanya terdiam, tak menjawab Nova yang sudah sangat mencemaskannya, Nova yang melihat kesedihan dimata sahabatnya itu hanya bisa menarik Khalisa kedalam pelukannya, Novapun ikut menangis.
"ngomong ke gue sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Nova kembali sambil mengelus kepala Khalisa.
Bukan kata- kata yang keluar dari mulut Khalisa tapi justru malah suara isak tangis yang semakin histeris.
"tolong jangan seperti ini, kalo lo gak ngomong, gimana gue bisa tahu apa yang terjadi, gue sama Dayu khawatir liat lo seperti ini". kata Nova berusaha menenangkan Khalisa.
Dayu yang sejak tadi hanya diam akhirnya ikut berbicara menenangkan Khalisa.
" tarik dan buang napas dalam- dalam agar lo tenang, setelah itu baru bicara pelan- pelan saja". ucap Dayu ikut berjongkok didepan Khalisa.
"Irsyad....irsyad...". ucap Khalisa terbata- bata.
" Irsyad kenapa?".tanya Nova penasaran
"tadi gue ketemu tante Mira terus...". ucap Khalisa terputus karena merasa tak sanggup untuk mengatakannya.
" terus apa?"
"tante Mira bilang Irsyad meninggal". ucap Khalisa kembali menanggis.
" apa kata lo?gak mungkin sahabat gue pergi secepat itu". sahut Dayu terduduk lemas dilantai.
"gue juga gak percaya pasti tante Mira bohong". sahut Nova kesal ." lo tenang aja gue dan Dayu bakal temuin Irsyad, Irsyad pasti lagi dirawat dirumah sakit ini".
"tapi tante Mira bilang kalo Irsyad udah dibawa kebandung untuk dimakamkan". ucap Khalisa.
__ADS_1
" tante Mira benar- benar keterlaluan, gue sahabat Irsyad dari kecil bahkan gak dikasih tahu sama sekali..!!". kata Dayu penuh kemarahan.
"gue yakin tante Mira berbohong, sebaiknya kita cari tante Mira dan kita paksa tante Mira untuk mengatakan keberadaan Irsyad". ajak Nova yang sudah berdiri bersiap untuk mencari tante Mira.
Dengan dibantu Nova dan Dayu Khalisa mencoba berdiri, berusaha menguatkan tubuhnya yang lemah, mereka segera menyusuri setiap lorong rumah sakit mencari keberadaan orangtua Irsyad, namun sepertinya mereka sudah terlambat karena tante Mira dan om Evan baru saja meninggalkan rumah sakit.
Khalisa merasa harapannya untuk bisa menemui Irsyad telah sirna, bahkan bertemu untuk terakhir kalinya pun mereka tidak bisa, padahal Khalisa ingin sekali melihat wajah Irsyad meskipun untuk yang terakhir kalinya.
" apa lo baik- baik aja?" tanya Nova merasa iba pada sahabatnya itu.
Khalisa hanya bisa menggangguk lemah menjawab Nova, suaranya seperti tertahan ditenggorokkan.
"lo gak usah khawatir, sekarang kita susul mereka kebandung". ucap Dayu, mengajak Khalisa dan Nova keparkiran mobil rumah sakit.
" kamu yakin bebs". tanya Nova memastikan ajakan Dayu.
"iya, aku juga mau ketemu Irsyad untuk yang terakhir kalinya jika benar apa yang tante Mira katakan soal Irsyad". kata Dayu berusaha menutupi rasa sedihnya.
Tanpa banyak bicara lagi mereka segera masuk kedalam mobil, melakukan perjalanan mereka malam itu juga kebandung, mereka tak ingin terlambat lagi dan kehilangan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Irsyad.
" gimana?" tanya Nova
"Irsyad gak ada disini, satpam itu bilang gak tahu apa- apa, mungkin Irsyad dikediaman kedua orangtuanya". kata Dayu langsung menginjak gas mobilnya tak ingin membuang waktu lagi.
Tak membutuhkan waktu lama mereka telah sampai dikediaman kedua orangtua Irsyad, mereka terlihat heran karena rumah orangtua Irsyad juga terlihat sepi, mereka memutuskan untuk menunggu dipinggir jalan sambil mengamati dari jauh rumah orangtua Irsyad. Setelah cukup lama menunggu akhirnya orangtua irsyad terlihat memasuki halaman rumah besar mereka, dayu buru- buru menjalankan mobilnya untuk menghampiri kedua orangtau Irsyad.
" om Evan, tante Mira tunggu..!!" panggil Dayu menghentikan langkah mereka.
Merasa seseorang memanggil nama mereka secara bersamaan mereka menoleh.
'"Dayu, ada apa?" tanya om Evan terkejut melihat kedatangan Dayu.
"aku ingin bertemu dengan Irsyad".
" maaf tapi Irsyad tidak disini, kami baru saja memakamkannya".
__ADS_1
"kenapa buru- buru sekali". protes Dayu.
" memang didesa lain dengan kota jakarta, disini tidak baik menunda pemakaman orang yang sudah me inggal, harus segera dimakamkan,lagi pula tak ada alasan kami untuk menundanya". sahut tante Mira.
"tante tega pada Khalisa, mengapa tak membiarkan Khalisa bertemu dengan suaminya padahal untuk yang terakhir kalinya". ceplos Nova.
" aku tidak peduli, dia yang sudah me
buat anakku tercinta kehilangan nyawanya". ketus tante Mira.
"tidak perlu sebagai mertua setidaknya sebagai sesama manusia, dimana rasa empatimu". omel Nova yang merasa jengkel.
" kau tidak perlu ikut campur masalah kami, urus saja dirimu sendiri". sahut tante Mira yang juga mulai merasa kesal mendengar ucapan Nova.
"tante aku sahabat Irsyad mengapa tante tidak memberitahuku". protes Dayu
" kau memang sahabat Irsyad tapi kau juga dekat dengan mereka, aku tidak ingin wanita ini menginjakkan kakinya dipemakaman Irsyad, aku ingin anakku beristirahat dengan tenang".
Khalisa tak lagi bisa membendung airmatanya yang sejak tadi berusaha ia tahan.
"sebaiknya kalian pergi dari rumahku karena kami ingin beristirahat". usir tante Mira.
" tante aku mohon, beritahu aku dimana Irsyad dimakamkan". ucap Khalisa berlutut dikaki tante Mira.
"aku tidak akan memberitahumu meskipun kau mencium kakiku, dimana dirimu yang angkuh saat aku bertamu dirumahmu waktu itu, apakah kau sekarang menyesal dengan keputusanmu yang tidak mau meninggalkan anakku".
" maaf tante, aku mohon ijinkan aku setidaknya untuk mendoakan Irsyad".
"sudah Khalisa lo jangan seperti ini, membuang harga diri lo didepan mereka yang tidak punya hati". bujuk Nova berusaha membantu Khalisa untuk bangun.
" sebaiknya sekarang kita pulang". kata Dayu yang merasa kecewa dengan sikap om Evan dan juga tante Mira.
"tapi bagaimana dengan Irsyad". sahut Khalisa histeris merasa frustasi tak dapat bertemu dengan Irsyad.
"gue janji bakal mencaritahu semuanya, sekarang lebih baik kita pulang karena percuma kita berada disini". bujuk Dayu lagi.
__ADS_1
Meskipun rasanya berat namun Khalisa memilih untuk menuruti Dayu dan percaya pada ucapan Dayu, dengan rasa bercampur aduk mereka beranjak dari kediaman orangtua Irsyad.