
Angin malam yang berhembus begitu menyejukkan wajah,membuat siapapun betah berlama-lama berada di luar menatap langit yang berhiaskan bintang,sinar dari bulan membuat langit malam nampak terang tak lagi gelap gulita.
Khalisa merasa diri nya seperti malam yang membutuhkan sinar bulan untuk menerangi nya,entah akan kah seseorang akan hadir di dalam hidup nya seperti bulan yang selalu setia menemani malam.
Tak seperti biasa nya Khalisa yang selalu senang bersantai menikmati waktu nya di teras malam ini hanya memandangi langit dari balik jendela kamar nya.ia tak bisa memejamkan mata nya meski malam telah larut,hati dan pikiran nya masih tak tenang memikirkan Irsyad yang tak kunjung pulang,di tambah dengan kebohongan Arion,diri nya merasa kecewa namun ingin marah pun percuma karena waktu telah lama berlalu,Arion hanya lah bagian dari masa lalu yang mungkin tak pantas untuk sekedar di kenang oleh nya,biarlah ia kubur semua luka di dasar hati nya,ia bersumpah tak akan lagi tertipu oleh mulut manis Arion.
Khalisa juga masih kepikiran tentang Ayumi,ia tak mengerti mengapa Ayumi membantu Arion hingga sejauh itu?Khalisa yang penasaran berjanji akan mencari tahu segala nya dari Ayumi,ia akan memaksa Ayumi untuk berbicara yang sejujur nya,Khalisa jadi merasa khawatir takut Kevin mencintai wanita yang salah,bagaimana jika Ayumi bukan lah wanita yang tepat untuk Kevin.
Khalisa yang lelah menutup jendela kamar nya,ia merebahkan tubuh nya di samping Alika,malam ini Irsyad bahkan tak menjemput Alika pulang,Alika di antar pulang oleh Kevin,Khalisa tak mengerti kenapa Irsyad berubah?ia juga sudah tak peduli lagi dengan Alika,hati Khalisa bagai di sayat rasa nya begitu nyeri jika memikirkan sikap Irsyad belakangan ini,apakah Irsyad sudah tak mencintai nya lagi atau memang tak pernah ada cinta untuk nya di hati Irsyad?
Khalisa yang baru saja terpejam mendengar suara decitan pintu,apakah Irsyad yang datang?ia melirik jam di dinding,waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 wib,dengan perasaan agak was-was Khalisa keluar dari kamar nya,ia takut bagaimana jika bukan Irsyad melainkan penjahat yang masuk ke dalam rumah nya,apalagi saat ini diri nya hanya berdua saja dengan Alika di rumah,Khalisa membawa sapu bersama nya untuk berjaga-jaga.dengan hati-hati ia melangkah agar suara kakinya tak terdengar.
"Irsyad".ucap Khalisa kaget sekaligus senang melihat sosok yang ia rindukan ada di depan nya.
"maaf udah ganggu,gue kesini cuma mau ngambil baju".
Khalisa tak percaya bahkan perkataan Irsyad kembali seperti saat dulu mereka hanya berteman saja.
" kenapa kamu berubah,ada apa dengan mu?aku padahal sudah tidak marah dengan mu".
"tidak ada yang berubah,hanya waktu saja yang sudah berputar".sahut Irsyad masuk ke dalam kamar nya namun Khalisa menggikutinya dari belakang.
" jika aku punya salah,aku minta maaf padamu".Khalisa menundukkan wajah nya.
"lo nggak perlu minta maaf,karena semua salah gue sudah mencintai orang yang salah".
__ADS_1
Khalisa menggangkat wajah nya" apa maksud kamu?".
"mungkin gue udah membuang banyak waktu selama ini,menunggu dan mengharapkan yang tidak pasti,sekarang gue sadar jika cinta tak bisa di paksa kan".
Khalisa benar-benar tak mengerti ucapan Irsyad,ia masih mencoba mencerna perkataan Irsyad.
" mulai sekarang gue nggak akan ganggu hidup lo lagi,lo bisa kembali sama orang yang lo cintai".
"Irsyad kamu ini kenapa,orang yang aku cintai itu yah kamu bukan orang lain".
" nggak perlu menghibur gue lagi,gue udah bisa menerima semua nya".
"Irsyad apa kamu salah minum obat ,kenapa bicara mu terus saja ngelantur".omel Khalisa.
Irsyad tak lagi menghiraukan Khalisa yang masih berdiri menatap nya dengan mata berkaca-kaca,Irsyad mengambil koper di atas lemari dan memindahkan semua pakaian nya ke dalam sana.
"sudah tak penting lagi gue mencintai lo atau tidak,gue berharap semoga nanti lo bisa hidup bahagia dan tidak terluka lagi".
" bagaimana aku bisa bahagia jika kebahagian tak lagi bersama ku".ucap Khalisa meneteskan air mata nya.
Irsyad melirik ,melihat Khalisa menangis membuat hati nya teriris,ada rasa tak tega dalam diri nya meski ingin sekali memeluk Khalisa untuk menenangkan nya namun tak bisa ia lakukan,ia tak ingin lagi berharap pada Khalisa,ia sudah tak ingin kecewa lagi.sekarang ia harus bisa merelakan Khalisa hidup bersama orang yang di cintai nya.
"sebelum pergi bolehkah gue melihat Alika?"
"kenapa kamu harus bertanya,kamu papa nya Alika,kapan pun kamu bisa bertemu Alika".
__ADS_1
Irsyad keluar dari kamar nya ,di letakkan koper miliknya sebelum masuk ke kamar Khalisa,ia tersenyum menatap Alika yang sedang terlelap dalam tidur nya,di cium nya pipi Alika dengan begitu lama,rasa nya lebih berat berpisah dengan Alika di banding kehilangan cinta nya.
" Irsyad aku mohon jangan pergi,tak bisa kah kamu mengubah keputusan mu demi Alika".bujuk Khalisa
Sejujur nya Irsyad tak ingin pergi jika mengikuti kata hati nya namun ego nya sebagai seorang pria yang terluka tak bisa ia abaikan,sebagai pria ia juga masih punya harga diri.
"apa benar lo nggak mau gue pergi,untuk apa?agar bisa liat lo kembali sama cowok br****k itu!!!?"
"kamu bicara apa Irsyad,sampai kapanpun aku nggak akan sudi kembali pada nya walaupun kamu tidak ada di sampingku".
Irsyad menatap mata Khalisa,ia tak menemukan kebohongan,apakah Khalisa bicara jujur?
Khalisa menggenggam kedua tangan Irsyad" aku mohon,aku tidak akan sanggup kehilangan diri mu,tetaplah di sisi ku,aku sudah terlanjur mencintai diri mu,apa kamu tega ingin melukai hati ku".
Irsyad menggangkat wajah Khalisa yang tertunduk,di hapus nya air mata Khalisa yang sudah membasahi wajah nya,ia mencoba mempercayai semua perkataan Khalisa,hati nya bukan lah batu yang tak bisa luluh setelah melihat air mata Khalisa yang terlihat tulus,ia singkiran semua ego di dalam diri nya karena ternyata ia tak bisa memungkiri jika cinta nya untuk Khalisa masih begitu besar.
"kamu tidak akan pergi kan?"
Irsyad hanya menggangguk,melihat nya Khalisa tersenyum bahagia dan langsung memeluk Irsyad,dengan ragu Irsyad juga membalas pelukan Khalisa.
"terima kasih karena kamu masih mau mendengarkan ku,sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuat mu marah,aku menyesal karena sempat meragukan cinta mu".
" sudahlah kita lupakan saja yang sudah berlalu,aku juga minta maaf jika sudah membuat mu bersedih".
"aku mohon jangan bersikap seperti ini lagi karena tidak pantas untuk mu,kamu lebih cocok menjadi Irsyad yang biasa nya".goda Khalisa membuat mereka tertawa melupakan perasaan sedih mereka.
__ADS_1
Kebahagian ku adalah bersama mu dan kesedihan ku adalah takut kehilangan mu...
(terima kasih🙏🙏 untuk dukungan nya pada Author,,dan yang belum mendukung semoga bisa mendukung juga👍🥰🥰)