
Sekali lagi Ayumi menghela napas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.
"gue pikir setelah kami menikah, gue akan hidup bahagia bersama Arion tapi nyata nya Arion masih terobsesi sama lo dan nggak bisa mencintai gue, karena sikap Arion yang nggak pernah peduli akhirnya gue merasa tertekan dan kandungan gue keguguran,sejak itu gue memutuskan untuk bercerai dari Arion dan pindah kembali ke Jakarta, setelah bercerai Arion masih menanggung semua biaya hidup gue karena dia merasa bersalah sudah menghancurkan kehidupan gue, Arion juga yang udah ngasih gue pekerjaan di perusahaan teman nya, berkat Arion gue hidup berkecukupan sekarang".
Khalisa masih berusaha tenang mendengarkan Ayumi meski hatinya sangatlah kesal, ia berharap bisa menjadi pendengar yang baik sampai Ayumi menyelesaikan cerita nya.
" saat pertama bertemu sama lo, diam-diam gue foto lo dan kirim ke Arion, gue pikir Arion bakal senang bisa liat lo lagi, semua gue lakuin karena mau ngebalas budi saja sama Arion ternyata Arion malah minta bantuan gue buat ngambil hati lo lagi agar mau maafin Arion".
"terus lo nggak nolak".ketus Khalisa
" maaf tapi gue nggak bisa nolak karena semua biaya hidup gue bakal di hentikan termasuk pekerjaan gue".
Khalisa merasa geram namun binggung harus berbuat apa pada Ayumi, ia juga tidak ingin mempermalukan dirinya di depan umum.
"lo masih cinta kan sama Arion ? apa lo nggak mau kembali lagi sama Arion, bagaimanapun juga Arion adalah papa kandungnya Alika".
Karena marah mendengar kalimat terakhir Ayumi Khalisa tak sengaja mengayunkan tangan nya dan mendaratkan ke lima jari nya tepat di pipi mulus Ayumi.
" jangan lo pikir semua wanita itu bodoh seperti diri lo". maki Khalisa dengan volume serendah mungkin agar tak mengganggu orang di sekitarnya.
"jadi kalian sudah saling mengenal sebelumnya?" tegur Kevin yang tak sengaja mendengar perbincangan mereka.
"Ayang sejak kapan kamu datang?" ucap Ayumi dengan gugup.
"cukup lama untuk mendengarkan perbincangan kalian berdua".
Ayumi tampak cemas, bangun dari duduknya untuk menghampiri Kevin, begitu juga dengan Khalisa yang ikut berdiri, menatap Kevin dengan penuh penyesalan.
" apa semua yang kamu katakan tadi benar?" tanya Kevin menatap Ayumi dengan sinis.
" aku bisa jelaskan semua nya, aku mohon kamu jangan salah paham".
"semua yang aku dengar tadi sudah sangat jelas, apa lagi yang ingin kamu jelaskan?"
Ayumi sangat menyesal karena keasyikan bercerita pada Khalisa ia sampai melupakan pertemuan nya dengan Kevin, ia pikir pembicaraannya dengan Khalisa akan selesai sebelum Kevin datang.
"aku sangat kecewa padamu, aku minta maaf seperti nya rencana pernikahan kita akan batal". ucap Kevin lagi
" tapi mengapa?".
"yang pertama karena kamu telah menyakiti Khalisa adik ku, kedua aku tidak ingin Khalisa di bayangi oleh masa lalunya lagi, ketiga karena aku tidak suka kamu masih berhubungan dengan matan suami mu dan bergantung padanya".
__ADS_1
" Kevin aku mohon jangan batalkan pernikahan kita, bukankah hanya tinggal menghitung hari lagi".
"maaf tapi keputusanku sudah tak bisa diubah lagi".
" hanya demi Khalisa kamu tega meninggalkan diriku?!".
"kebahagiaan Khalisa adalah hal yang terpenting di dalam hidupku, sebagai seorang kakak aku harus melindungi dirinya termasuk menjauhkan dia dari hal yang tidak baik".
Khalisa jadi merasa serba salah disatu sisi ia merasa tidak enak hati pada Ayumi namun disisi lain ia merasa bahagia memiliki kakak seperti Kevin yang sangat menyayangi nya.
" kak Kevin jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah, lebih baik kak Kevin pikirkan lagi keputusan kak Kevin". bujuk Khalisa.
"nggak perlu, gue udah yakin sama keputusan gue, dan lo juga masih hutang penjelasan sama gue, gue juga kecewa sama lo Khalisa".ucap Kevin sebelum dirinya pergi melangkahkan kakinya keluar dari restoran.
Ayumi yang melihat Kevin pergi segera berlari untuk mengejarnya. Khalisa jadi merasa bersalah ,ia tidak menyangka kejadiannya akan menjadi seperti ini. Irsyad yang sejak tadi hanya memperhatikan dari mejanya, bangun dari kursinya untuk menghampiri Khalisa yang masih terdiam ditempatnya berdiri.
" apa semuanya baik-baik saja?". tegur Irsyad
"aku rasa tidak". sahut Khalisa tak semangat.
" apa yang terjadi?".
"kak Kevin sudah mengetahui rahasia besar kita selama ini".
"kita bicara sambil duduk saja, kakiku sudah pegal sekali". Khalisa menarik tangan Irsyad untuk kembali kemeja mereka.
pelan-pelan Khalisa mulai menceritakan semuanya pada Irsyad sambil menikmati makanan yang sudah di pesankan Irsyad untuknya.
" apa kamu tidak ingin berkomentar?" tegur Khalisa setelah menyelesaikan ceritanya.
"aku binggung harus berkomentar apa, semua sudah terjadi, kita tidak bisa apa-apa, aku hanya ingin kamu mencegah Kevin agar tak menyampaikan nya pada siapapun terutama ibu".
" yah, saat kak Kevin sudah tenang aku akan bicara dengan nya".
"kamu cukup membahas masalah kita dengan Kevin, kamu jangan mencampuri masalah kevin dengan Ayumi".
" baiklah pak suami yang bawel".sahut Khalisa sambil nyengir.
"kamu ini, tadi minta aku komentar". Irsyad yang gemas menarik hidung Khalisa pelan.
" iya sayang, aku hanya bercanda".
__ADS_1
"apa? coba ulangi aku tidak mendengarnya dengan jelas".
" malas".
"aku mohon, aku ingin mendengarnya sekali lagi".pinta Irsyad dengan wajah memelas.
" baiklah sayang, sayang, sayang, sayang, sayang, sayang, apa kamu sudah puas?".
"bisakah mulai sekarang aku selalu mendengarnya?"ucap Irsyad tersenyum bahagia.
" tentu saja sayang".
"terima kasih my dear".
setelah selesai makan mereka melanjutkan kembali kencan mereka menonton di bioskop, sepanjang film di putar mereka hanya sibuk dengan kegiatan mereka sendiri tanpa menghiraukan orang-orang disekitar mereka, merasa gedung bioskop hanya milik mereka berdua.
" aku rasa besok-besok kita tidak perlu menonton dibioskop, membuang uang saja".gerutu Khalisa
"lho, memangnya kenapa? kita tidak pergi kebioskop setiap hari bukan, jadi tidak akan menghabiskan uang kita".
" masalahnya bukan itu tapi kamu, jika ingin bermesraan saja untuk apa repot-repot kita kebioskop, bukankah dirumah saja juga bisa". sahut Khalisa melipat tangannya didada dengan wajah cemberut.
Bukannya merasa bersalah, Irsyad malah tertawa geli melihat Khalisa yang bad mood karena dirinya.
"apanya yang lucu".omel Khalisa
" wajahmu seperti anak beruang". ledek Irsyad
"kamu itu benar-benar menyebalkan, apa kamu senang jika punya istri anak beruang".
" tidak masalah asal anak beruangnya secantik dirimu".
Khalisa yang gemas, langsung mengeluarkan jurus andalannya untuk mengalahkan Irsyad yaitu mencubit pinggang Irsyad seperti biasanya, kali ini Khalisa sengaja tak langsung melepaskannya agar Irsyad jera dan tak menggodanya lagi.
"aku mohon lepaskan, pinggangku nanti bisa encok dan tak akan bisa kerja lembur nanti malam". gurau Irsyad membuat Khalisa semakin mengencangkan cubitannya.
" tidak mau".
"ok, maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi my dear".
Berawal dari dua orang asing yang tak saling mengenal, mulai berteman, menjadi sahabat dekat, benih-benih cinta pun mulai tumbuh hingga saling menyayangi dan tak bisa terpisahkan.
__ADS_1
πππππ