Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 38


__ADS_3

Pagi ini perasaan Khalisa begitu berbunga-bunga mengingat kembali kejadian satu jam lalu ketika Irsyad ingin berangkat bekerja.


"Khalisa".panggil Irsyad yang ingin berangkat kerja saat Khalisa mengantar nya hingga kedepan pintu.


" kenapa?"


"ini pipi lo kotor".kata Irsyad membersihkan pipi Khalisa dengan tangan nya.


" perasaan gue habis masak nggak ngelap di pipi".gurau Khalisa.


secara tiba-tiba Irsyad malah memberikan kecupan di pipi Khalisa,membuat Khalisa melotot kaget.


"good morning,love you".ucap Irsyad buru-buru naik ke atas motor,melambaikan tangan serta memberikan kiss bye pada Khalisa dari atas motor nya sebelum pergi menghilang di ujung jalan.


Khalisa memegangi pipi nya yang tadi di cium Irsyad sambil senyum-senyum sendiri.membayangkan wajah Irsyad yang sedang melambaikan tangan pada nya.Khalisa merasa saat ini diri nya seperti seorang anak abg yang sedang di mabok cinta saja.


Khalisa kembali mengurus pekerjaan rumah tangga nya yang tadi sempat tertunda ,menyingkirkan sejenak Irsyad dari pikiran nya.masih ada banyak waktu untuk diri nya merapikan seisi rumah yang mulai berdebu,sebelum siang nanti dirinya pergi bekerja.


Khalisa menenggok Alika di kamar nya yang masih tertidur pulas setelah mandi dan sarapan tadi pagi.dengan hati-hati Khalisa menutup kembali pintu kamar nya agar tak membangunkan Alika.


Khalisa melirik pintu di kamar Irsyad yang sedikit terbuka,karena penasaran Khalisa masuk ke dalam,memperhatikan setiap detail yang ada di dalam kamar Irsyad.biasa nya Khalisa tak pernah tertarik untuk masuk kamar Irsyad seperti yang sekarang ia lakukan.Khalisa termangu melihat foto nya yang sebesar poster berada di kamar Irsyad.bahkan foto-foto pernikahan mereka di pajang menyerupai sebuah mading.Khalisa merasa bahagia melihat Irsyad yang begitu peduli hingga hal-hal kecil yang menurut Khalisa tak penting ,tak ada foto Irsyad satu pun di kamar Khalisa ,foto pernikahan mereka juga tak pernah Khalisa pajang,hanya ia tumpuk bersama berkas-berkas milik nya yang lain.Khalisa jadi merasa bersalah karena selama ini ia sudah menjadi orang yang sangat egois.sibuk memikirkan diri nya sendiri,tak seperti Irsyad yang sangat peduli pada nya.


Khalisa mengambil foto pernikahan nya dari dalam lemari pakaian miliknya.memasang nya ke dalam bingkai kosong yang hanya disimpan nya di kolong meja,setelah itu ia menggantungkan nya di ruang tamu.Khalisa tersenyum sendiri memperhatikan foto pernikahan nya dengan Irsyad,tak terlihat ada senyum kebahagian dari wajah mereka berdua.


Khalisa meraih ponselnya di atas meja,berniat mengirimkan pesan untuk Irsyad.


๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข,๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด,๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.


๐˜’๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐Ÿค—


drett....drett


๐˜ช๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ,๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


๐˜๐˜ณ๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ฅ๐Ÿฅฐ


membaca pesan Irsyad membuat Khalisa senyum-senyum sendiri.rasa nya ia ingin menari-nari saking bahagia nya.


jam satuan Khalisa mengantarkan Alika ke rumah mama nya.jam dua lewat Khalisa baru pamit pada mama nya untuk berangkat kerja.setidak nya sekarang mama nya bisa Istirahat setelah berjualan kue tadi pagi karena sekarang diri nya ada banyak waktu untuk mengurus Alika sendiri.meski belum sepenuh nya meringankan beban sang mama.

__ADS_1


masih ada beberapa menit lagi sebelum Khalisa menggantikan shift teman kerja nya.ia pergi ke pantry untuk mengambil minum karena sejak tadi ia merasakan tenggorokkan nya kering.


"sudah datang?".tegur oppa seo jun yang sedang membuat kopi.


" iya oppa ,oppa sedang membuat apa?".


"kopi".


" biar aku saja yang membuatkan oppa"


"tidak usah,aku sudah terbiasa membuat sendiri".tolak oppa seo jun tersenyum ramah.


" kamu sendiri disini sedang apa?".


"aku mau mengambil minum".


oppa seo jun langsung mengambil botol air mineral di dekat nya.menyodorkan pada Khalisa,sedangkan tangan kiri nya ia gunakan untuk memegang kopi yang sudah selesai di buat nya.


" terima kasih oppa,maaf merepotkan".


"iya sama-sama,tidak perlu sungkan".


" iya oppa,ada apa".sahut Khalisa.


"nanti malam jika kamu tidak keberatan ,aku ingin mengantarmu pulang,tidak baik jika kamu pulang sendirian larut malam".


Khalisa terdiam,memikirkan ajakan oppa seo jun,Khalisa binggung cara menolaknya agar tak menyinggung oppa seo jun yang sudah berniat baik kepada nya.jika tak menolaknya sama saja ia memberi harapan kepada oppa seo jun untuk dekat dengan nya.Sultan dan Arion saja sudah cukup membuat nya kerepotan berhadapan dengan Irsyad.


" maaf oppa aku sudah ada yang jemput".tolak Khalisa.berbohong.


"siapa,apa bos Sultan?"


"bukan,tapi suami ku".sahut Khalisa berbohong lagi.


" kamu sudah menikah?"wajah oppa seo jun tampak kecewa.


"yah,aku juga sudah mempunyai anak satu".tambah Khalisa agar oppa seo jun ilfil pada nya.


tanpa mengatakan apa-apa lagi,oppa seo jun yang terlihat kecewa pergi dari hadapan Khalisa,meninggalkan Khalisa sendiri di ruang pantry.

__ADS_1


Khalisa yang melihat nya merasa iba pada oppa seo jun namun juga ingin sekali tertawa merasa lucu sendiri.


Khalisa tidak ambil pusing,ia tetap fokus bekerja meski sejak tadi oppa seo jun terus menatap nya dengan wajah yang sulit di artikan.


Khalisa yang baru keluar dari ruang staff room sehabis mengganti seragam dan mengambil tas nya di kagetkan dengan kehadiran Sultan yang dengan santainya berdiri bersandar pada tembok dengan kedua tanganya terlipat di dada.


" Sultan,kenapa disini buat orang jantungan saja".omel Khalisa.


"nunggu kamu,masa mau ngelamar kerja".


" ngapain nunggu aku segala,nggak tahu ini udah malam,aku mau langsung pulang".


"aku cuma mau ngantar pulang".


" nggak perlu.aku bisa sendiri".


Sultan yang sudah tak sabar berdebat dengan Khalisa yang keras kepala,segera menarik Khalisa masuk ke dalam mobil nya.


oppa seo jun yang juga masih ada disana, sejak tadi memperhatikan mereka tampak keheranan.


mungkinkah Khalisa berbohong jika telah menikah atau bos Sultan suami dari Khalisa?oppa seo jun menggaruk kepala nya yang tak gatal merasa pusing sendiri memikirkan nya.


"kenapa sih senang banget maksa orang".gerutu Khalisa saat berada di dalam mobil Sultan.Sultan yang mendengarnya hanya tersenyum.


"kamu sudah makan?" tanya Sultan namun Khalisa enggan menjawab nya.lagi-lagi Sultan hanya tersenyum.


"apa kamu membenci ku?" tanya Sultan lagi.


"enggak".


"apa kamu menganggap ku teman?"


"yah".


" sebagai teman aku hanya membantu melindungi mu dari orang-orang jahat di luar sana,aku khawatir jika kamu pulang sendiri malam-malam begini".


"maaf,terima kasih sudah mengkhawatirkan ku".


" aku tidak akan menurunkan mu di depan rumah".kata Sultan seperti nya memahami kegelisahan yang Khalisa rasakan.

__ADS_1


terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ™jangan lupa like dan comment nya....๐Ÿ‘๐Ÿ‘


__ADS_2