
Malam berganti dengan pagi, seperti itu pula hari- hari telah berlalu tanpa disadari, Meski pagi ini langit terlihat cerah tapi hubungan diantara Khalisa dan Irsyad belum juga menemui titik terang, masih ada kecanggungan diantara mereka, bukannya Khalisa tak berusaha dan diam saja tetapi memang sudah mulai tercipta jarak diantara mereka tanpa mereka berdua sadari, mungkin jika masih ada Alika semua akan berbeda, hubungan mereka akan dapat dengan mudahnya membaik karena bagaimanapun pertengkaran yang terjadi diantara orangtua pasti akan memikirkan perasaan anaknya dan rela membuang ego mereka masing-masing, namun sayangnya kini pemersatu mereka telah tiada, tak ada lagi alasan bagi mereka untuk cepat berbaikan.
"kenapa melamun?". tanya Nova pada Khalisa saat mereka menghabiskan waktu mereka diluar malam ini.
" tidak apa-apa".
"lo bohong, gue perhatiin belakangan ini lo sama Irsyad jarang ngabisin waktu berdua, kenapa? apa kalian lagi ada masalah?".
" namanya juga rumah tangga, wajar aja kalo ada perselisihan didalamnya".
"berarti benar lo sama Irsyad lagi bertengkar?".
" yah gitu deh". sahut Khalisa dengan malas.
"kok bisa".
" gue kan udah bilang namanya rumah tangga pasti ada aja masalahnya".
"iya ngerti tapi maksud gue penyebab kalian sampai bertengkar itu apa, pasti ada dong".
Khalisa terdiam, ia masih merasa ragu untuk menceritakan masalahnya dengan orang lain meskipun dengan sahabat terbaiknya Nova.
" kok elo malah diem sih bukannya cerita ke gue". desak Nova
"jadi waktu itu Irsyad ngajak gue kedokter kandungan untuk periksa karena dia ngiranya gue lagi ngidam.....". ucap Khalisa panjang lebar mulai bercerita pada Nova.
Setelah mendengar cerita Khalisa, tanpa disangka Nova malah cekikikan membuat Khalisa merasa heran sekaligus kesal, bukan bersimpati sahabatnya itu malah mengganggap masalahnya seperti lelucon saja.
" sorry gue gak bisa nahan diri, abisnya gue merasa lucu aja sama Irsyad, bisa-bisanya jadi cowok peka banget sampai ngira lo hamil segala, udah gitu gercep banget langsung otw kedokter kandungan".
"lo tuh nyebelin banget jadi teman, bukannya kasian sama Irsyad, dia itu kan teman lo juga tapi malah lo ketawain". protes Khalisa.
" cieeee...meskipun marahan tetap aja belain lakinya!!".
"gak lucu, gue pikir tadinya lo bakal bela Irsyad dan nyalahin gue".
" hiburan penting biar lo gak tegang", ledek Nova, "jelaslah gue pasti nyalahin lo karena tindakan lo udah salah besar, Irsyad emang pantas marah".
Khalisa terlihat manyun " nyesel gue protes sama lo, jadi kena ceramah deh gue". sambung Khalisa
"lagian kenapa sih lo bisa punya inisiatif sendiri tanpa diskusi dulu sama Irsyad, hal seperti itu kan gak bisa lo putusin sendiri". omel Nova
" iya gue ngerti dan sekarang gue benar- benar nyesel banget".
"kalo gue jadi Irsyad, gue pasti juga bakal kecewa banget".
__ADS_1
" terus sekarang gue harus gimana? Irsyad sama sekali gak ngganggep gue sekarang, dia jadi cuek, dinginnya melebihi kutub utara".
"yah lo usaha dong, bujuk Irsyad sebisa lo sampai hati Irsyad luluh lagi".
" sulit, selama ini gue udah berusaha minta maaf tapi hasilnya nihil, Irsyad tetap cuek sama gue".
"gitu aja lo udah putus asa, sekarang lo ikut gue". kata Nova menarik tangan Khalisa.
" mau kemana? bakso gue kan belum habis". protes Khalisa
"udah biarin aja, lo lebih pentingin bakso lo itu apa Irsyad?". ucap Nova jengkel.
" Irsyadlah tapikan mubazir makanan gak dimakan".
"ywd lo bungkus aja". sahut Nova namun Khalisa cuma benggong, " bang tolong bungkus!!" teriak Nova pada abang penjual bakso karena merasa kesal tak direspon oleh Khalisa.
Sepanjang jalan Nova terlihat bete karena Khalisa sudah membuatnya menunggu, karena malu Khalisa memilih untuk menghabiskan baksonya terlebih dahulu, ia menolak saat abang penjual bakso ingin membungkus baksonya dan malah menyuruh Nova duduk kembali, menunggu sampai dirinya selesai makan, tentu saja Nova yang awalnya sudah sangat bersemangat seketika mood- nya menjadi hilang.
"sebenernya tadi lo mau ngajak gue kemana?". tanya Khalisa berbasa- basi.
" gak jadi". ketus Nova.
"lho kok gitu, lo marah sama gue, masa gitu aja ngambek". goda Khalisa
" siapa juga yang ngambek". elak Nova
" jadi kok, lo nya aja yang bawel".
Khalisa mengikuti langkah Nova yang memasuki sebuah toko pakaian dalam, kiosnya memang tak begitu jauh dari tukang bakso mangkal yang baru saja dikunjungi oleh mereka berdua, Khalisa tampak melonggo tak percaya, bisa- bisanya disaat seperti itu Nova masih kepikiran untuk mampir ke toko yang menjual pakaian dalam, Khalisa tampak malu melihat barisan pakaian dalam khusus wanita yang tergantung rapi hampir diseluruh ruangan, modelnya pun sangat beragam dari yang terlihat kalem, terbuka, berani, aneh, unik, lucu seperti macan betina.
"Nova untuk apa kita kesini?". bisik Khalisa.
" nanti lo juga bakal tahu".
Nova sibuk melihat- lihat sekelilingnya sembari senyum-senyum sendiri, setelah itu ia berjalan untuk menghampiri pelayan toko disana.
"ada yang bisa saya bantu mbak". sapa pelayan toko terlebih dahulu pada Nova.
Nova terlihat ragu- ragu saat ingin berbicara, entah apa yang sebenarnya Nova cari, Khalisa hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.
" mbak ingin mencari apa?" tanya pelayan toko itu lagi.
"anu mbak...",
" anu apa yah mbak". sahut pelayan toko tampak binggung.
__ADS_1
"maksud saya pakaian dalam yang seksi".
" O...Lingerie + Jistring yah". ceplos pelayan toko
Khalisa yang ikut mendengarnya melotot kaget sedangkan Nova hanya cengegesan menutupi rasa malunya.
"tunggu sebentar, saya carikan model dan ukuran yang cocok untuk mbaknya".
" maaf mbak bukan untuk saya tapi teman saya ini".
"kok buat gue!?" protes Khalisa tak terima.
"emang buat lo masa buat gue,gue nikah aja belum". sahut Nova bergedik geli.
Khalisa yang merasa malu akhirnya hanya bisa terdiam tak bisa berkata- kata lagi.
Setelah menunggu sebentar akhirnya pelayan toko kembali dengan membawa beberapa bahan tipis berwarna- warni di kedua tangannya.
" maaf yah mbak sudah menunggu, ini saya bawakan beberapa model terbaru ditoko kami". kata pelayan toko memberikan yang ada ditangannya kepada Khalisa.
Dengan perasaan malu Khalisa mengambilnya dan mulai melihat satu persatu Lingerie + Jistring ditangannya, memegangnya saja Khalisa sudah malu bagaimana mungkin ia akan menggenakannya didepan Irsyad, kecuali ia sudah benar- benar tidak waras dan apa yang akan dipikirkan oleh Irsyad tentangnya nanti.
"Nova apa tidak ada ide yang lain saja, gue gak yakin bisa memakainya". ucap Khalisa setengah berbisik.
" sepertinya tidak".
"ayolah kita pikirkan ide lain saja".
" pokoknya gak bisa, ini ide gue yang paling brilian, gue yakin 1000% bakal berhasil".
"are you sure".
" tentu, percaya aja sama gue, sekarang lo tinggal pilih, mana yang menurut lo paling bagus".
Meski masih merasa tak yakin akhirnya Khalisa menuruti Nova juga, ia memilih yang berwarna hitam, karena menurutnya terlihat lebih elegan dibandingkan dengan yang lain, lagipula Irsyad juga menyukai warna hitam.
"apa lo gak pengen beli juga?" ledek Khalisa pada Nova.
"nanti aja kalo Dayu udah halalin gue". sahut Nova seraya nyengir.
" makanya cepat- cepat dong minta dihalalin, mang gak bosen pacaran terus" . ledek Khalisa
"males ahg buru- buru nikah, nanti kebanyakan konflik didalam rumah tangga". sindir Nova tersenyum mengejek.
" namanya juga hidup pasti banyak masalah, gak cuma dalam rumah tangga kali". bela Khalisa namun Nova tetap tersenyum seakan mengejeknya.
__ADS_1
Setelah membayar belanjaannya, mereka kembali menyusuri jalan dan berpisah dihalte karena memang rumah mereka yang tak searah.