
"apa kamu sudah bicara pada tante Anjana soal rencanaku mengajakmu ke Surabaya?". tanya Sultan pada Khalisa saat mendatangi Khalisa diresto sore ini.
" belum".
"mengapa belum?"
"aku sepertinya masih ragu".
" kenapa?".
"aku tidak ingin tinggal berjauhan dari keluargaku terutama dari Mama".
" kamu bisa pulang seminggu sekali". bujuk Sultan.
" sepertinya aku tidak bisa".
Setelah merasakan kehilangan ,Khalisa sekarang jadi belajar untuk lebih menghargai yang masih ia miliki saat ini, Khalisa tidak tega jika harus meninggalkan Anjana sendiri, jika bukan dirinya siapa lagi yang akan merawat Anjana dihari tuanya karena Kevin adalah anak laki-laki dan pasti suatu hari nanti akan sibuk mengurus keluarganya sendiri, sedangkan Kanya masih terlalu muda untuk menanggung tanggung jawab besar dipundaknya. lagipula Khalisa juga harus bisa menjaga jarak dengan Sultan agar ia tak berharap banyak pada hubungan mereka.
"aku ,mohon tolong pikirkan lagi". pinta Sultan yang belum menyerah untuk membujuk Khalisa. ia sangat berharap Khalisa bisa pergi bersamanya, ia berjanji setelah dirinya pulih kembali ia akan menjaga Khalisa dan keluarganya.
" permisi apa aku mengganggu, bisa aku bergabung dengan kalian dimeja ini". pinta seseorang yang baru saja datang, membuat mata Sultan melotot kaget karena ternyata suara itu berasal dari seseorang yang tak diharapkannya.
"maaf tapi aku dan Khalisa sedang mengobrol, bukankah masih banyak meja kosong, kenapa tidak duduk ditempat lain saja". ketus Sultan
Khalisa yang melihat sikap tidak ramah Sultan lantas langsung menepuk pundak Sultan dengan keras.
" kenapa kamu sangat tidak sopan, dokter Nill adalah salah satu pelanggan diresto ini, tidak ada salahnya jika ia ingin duduk bersama kita, bukankah masih ada kursi kosong". omel Khalisa
"jika dia pelanggan diresto ini, apa aku juga harus berbagi makanan dengannya". gurau Sultan sembari mengusap pundaknya yang terasa sakit.
"tidak apa-apa Khalisa, aku akan duduk ditempat lain saja, maaf jika aku mengganggu". ucap dokter Nill yang mengerti jika Sultan tak menyukainya.
tampak senyum disudut bibir Sultan melihat dokter Nill yang akhirnya menjauh dari mereka.
" sebagai pemilik resto kamu sangat tidak ramah". ketus Khalisa
"aku tidak peduli, lagipula siapa juga yang tahu kalau aku pemiliknya".
" dasar menyebalkan". gerutu Khalisa beranjak dari kursinya.
"kamu mau kemana?".
" menyapa dokter Nill, aku tidak mau dibilang tidak ramah sepertimu". sindir Khalisa
"untuk apa kamu menghampirinya, dia hanya orang asing yang baru kamu kenal". kata Sultan jealous
Khalisa tetap menghampiri dokter Nill dimejanya, tidak peduli pada Sultan yang sudah melarangnya.
" dokter Nill maaf atas sikap Sultan barusan". ucap Khalisa menyatukan kedua tangannya didepan dada.
__ADS_1
"tidak masalah, aku juga minta maaf karena sudah mengganggu kalian".
"tidak apa-apa, kami juga cuma lagi bersantai saja".
" kau sudah pulang atau baru ingin bekerja? kau tidak memakai seragam seperti biasanya?".
"kebetulan aku sudah selesai bekerja".
" kau sudah mau pulang?".
"yah".
" apa kau pulang sendiri".
"aku pulang dengan Sultan, memangnya kenapa?". tanya Khalisa dengan polosnya.
Dari wajah dokter Nill terlihat jelas kekecewaan, karena sebenarnya ia ingin sekali mengantarkan Khalisa pulang.
Dari tempatnya duduk, Sultan terus mengamati pergerakan Khalisa, matanya tak berkedip sedikitpun, kecewa dan kesal bercampur aduk dihatinya.Ia merasa kehadiran dokter Nill akan berdampak buruk untuk percintaannya, kenapa dokter Nill harus muncul di dalam hidup Khalisa, mungkinkah sekarang ini dirinya sudah menjadi orang yang sedikit egois jika menyangkut Khalisa? salahkah jika ia mengharapkan cinta Khalisa?
" woooooyyyy........!!!!!" . teriak Nova persis ditelinga Sultan. "hayo lagi liatin siapa??".
"berisik, bisa gak kalo dateng gak pakai suara".
" lo kira gue jalangkung".
"iya dateng gak dijemput, pulang minta dianter". ledek Sultan.
" gak mau emang gue traktir makan, elo sendiri gak dateng sama Dayu?"
"Dayu sibuk, tumben baik sama gue, pasti ada maunya".
" orang gak baik salah, orang baik salah, serba salah emang sama lo".
"masa sih". sahut Nova cengegesan duduk disebelah Sultan".ngomong-ngomong Khalisa mana?".
" tuh". tunjuk Sultan dengan bibirnya.
Nova langsung mengerti jika Sultan sejak tadi ternyata sedang memperhatikan Khalisa, tapi Nova merasa penasaran siapa pria yang sedang bersama Khalisa?
"apa lo kenal sama cowok yang lagi sama Khalisa".
" yah". sahut Sultan malas.
"siapa?".
" dokter gadungan".
"dokter gadungan". ulang Nova tampak binggung." maksud lo siapa sih?"
__ADS_1
"dokter Nill".
" kayak pernah dengar namanya". kata Nova mencoba mengginggat. "oh iya gue inget, pantes liat muka cowok itu kayaknya gak asing". ucap Nova lagi cekikikan.
"apanya yang lucu". ketus Sultan
" lucu aja liat tampang lo yang jealous karena sekarang punya saingan".
"jangan ngaco, sebagai teman baik Khalisa, gue cuma gak mau aja ada cowok yang nanti bakal manfaatin dia".
" yakin lo gak ngarep juga sama Khalisa". ledek Nova membuat Sultan agak salting. "munafik kan lo".
" mendingan lo pesan makan daripada berisik". kata Sultan berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
Karena kebetulan perutnya sudah kelaparan, Nova tak lagi menggoda Sultan, ia segera mengambil buku menu dan memanggil pelayan, sepertinya Sultan telah berhasil mengalihkan pikiran Nova agar tak mengganggunya lagi.
"hey Nova, kapan lo dateng?". tegur Khalisa yang sudah kembali dari meja dokter Nill, terlihat kaget melihat Nova yang tiba-tiba ada disana.
" baru kok, lo darimana saja?" sahut Nova berlagak tidak tahu apa-apa.
"habis menyapa dokter Nill, itu loh yang nganter gue waktu ulang tahun Sultan".
" oh....kenapa gak disuruh gabung saja sama kita". ucap Nova sengaja melirik Sultan untuk menggodanya lagi.
Bukan menjawab Khalisa juga ikut melirik Sultan dengan sinisnya.
"kenapa kok malah pada ngeliatin gue". ucap Sultan binggung.
" pikir saja sendiri". ketus Khalisa
"kok keliatannya lo kesel banget sama sih anak Sultan?". tanya Nova ikut binggung.
" siapa yang gak kesel, asal lo tahu saja tadi dokter Nill kesini dan diusir sama Sultan, gue kan jadi malu karena punya teman gak ada sopan-sopannya".
"serius lo? kalo gue jadi lo, pasti gue juga bakal marah sama sih anak Sultan". ujar Nova sengaja memanas-manasi Khalisa.
Sultan yang terpancing emosinya sengaja melempar kunci mobil yang ada ditangannya kepada Nova. " dasar kompor". maki Sultan namun Nova malah cenggegesan.
"aku minta maaf". Ucap Sultan pada Khalisa.
" kenapa minta maaf sama aku, minta maaf sana sama Dokter Nill". Ketus Khalisa mengambil tasnya berniat untuk pulang sendiri.
"kamu mau kemana?" tegur Sultan yang melihat Khalisa meninggalkan mejanya.
"pulang".
" tunggu aku akan mengantarkanmu".
"gak perlu, aku bisa pulang sendiri".
__ADS_1
Walaupun Khalisa menolak, Sultan tetap mengejarnya dan memaksa Khalisa untuk pulang bersamanya, sementara Nova hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia binggung antara ikut mengejar Khalisa atau menunggu makanan yang sudah terlanjur dipesannya.