
Setiap waktu akan terasa lebih bermakna jika kita bisa menghargai nya....
karena waktu yang lalu tak bisa lagi terulang hanya akan bisa di kenang.....
Malam ini kian hening dan sunyi,membuat siapapun dapat merasakan kedamaian,dengan begitu manjanya Khalisa menidurkan kepala nya di atas pangkuan Irsyad, Khalisa menikmati setiap waktu yang ia lewati bersama Irsyad malam ini,Khalisa jadi merasa tenang dan nyaman jika berada di sisi Irsyad,membuat hati nya sedikit lega tak begitu sesak lagi karena Masih kepikiran tentang masalah Kanya.
"Ada apa my dear ? Apa yang sedang kamu pikirkan?". tanya Irsyad yang menyadari raut wajah Khalisa berbeda dari biasanya.
" Aku Masih kepikiran sama Kanya".
"siapa pria yang bersama Kanya tempo hari ,apa kamu mengenalnya?" tanya Irsyad yang lupa bertanya saat itu kembali merasa penasaran.
"dia Malvin sahabatnya Sultan".
Irsyad sedikit terkejut,wajah nya terlihat tak suka," apa kamu yang mengenalkan mereka".tebak Irsyad.
"tentu saja bukan,aku sendiri terkejut mereka bisa berpacaran,Malvin sudah cukup dewasa sedangkan Kanya masih 17 tahun,aku tidak mau sekolah Kanya jadi terganggu".
" sekolah Kanya atau ada hal lain yang kamu khawatirkan".
"aku hanya tidak mau Kanya bernasib sama dengan ku".
" kamu tidak usah takut ,Kanya pasti bisa menjaga diri nya sendiri,Kanya juga pasti cukup pintar untuk belajar dari kesalahan mu" .hibur Irsyad.
"semoga kamu benar ,mungkin aku saja yang terlalu berlebihan".
Irsyad tersenyum lega melihat wajah Khalisa sudah tak menunjukkan lagi kecemasan nya.
" O yah,apa kamu sudah tahu jika Nova kembali lagi dengan Dayu dan sekarang Nova tinggal di jakarta".kata Khalisa menatap Irsyad yang juga menatap nya.
"masa,aku belum mengetahui nya karena Dayu juga tidak memberi kabar apa-apa pada ku,bagaimana kamu bisa tahu?".
" tadi Nova dan Dayu datang ke restoran".
"mereka keterlaluan ,mengapa hanya mengunjungi mu".ucap Irsyad terlihat bad mood." aku akan membuat perhitungan dengan mereka".
"dasar kamu ini,begitu saja harus di permasalahkan".gerutu Khalisa
__ADS_1
Irsyad tampak cuek tak peduli dengan ucapan Khalisa,diri nya malah asyik bermain Hp.Irsyad yang sedikit kesal langsung mengirim pesan pada Dayu.
" Irsyad apa kamu tidak keberatan jika besok pagi menggantarkan mama ke sekolah Kanya".
"mengapa kamu bicara seperti itu,tentu saja aku tidak keberatan justru aku senang bisa membantu ibu".sahut Irsyad,meletakkan kembali ponsel nya di sofa.
" terima kasih ,kamu sangat pengertian".
"hanya terima kasih saja".goda Irsyad dengan gemas memainkan hidung mancung Khalisa.
" jadi kamu tidak ikhlas".ketus Khalisa,menggangkat kepala nya dari pangkuan Irsyad untuk duduk.
"kata siapa aku tidak ikhlas,tentu saja aku sangat ikhlas".kata Irsyad yang gemas kali ini mencubit pipi Khalisa.
" tapi kamu mengharapkan imbalan".sahut Khalisa memanyunkan bibir nya.
"aku kan hanya bercanda,apa kamu sedang datang bulan?kenapa sensitif sekali hari ini".ledek Irsyad.
" kamu ini benar-benar pintar sekali memahami seorang wanita".
"jadi benar kamu sedang datang bulan?" tanya Irsyad merasa kecewa melihat Khalisa yang menggangguk."apa kamu tidak sedang berbohong".
" tidak,aku takut tak akan sanggup melihat nya".sahut Irsyad merasa cemas.
"kenapa reaksi mu berlebihan seperti itu,aku kan cuma menggoda mu saja,kamu kira aku tidak tahu malu mau menunjukkan nya pada mu".
" aku sebenarnya phobia pada darah".kata Irsyad terlihat serius.wajah nya masih terlihat cemas.
"O yah,kenapa kamu bisa takut pada darah,setiap orang pasti pernah terluka bukan,begitu juga dengan mu".
" aku selama ini selalu hati-hati agar tak terluka".
"benarkah".sahut Khalisa tak percaya.
"aku pernah mengalami kecelakaan waktu kelas 1 SMA,saat itu aku banyak kehilangan darah,aku yang masih setengah sadar melihat sekujur tubuh ku penuh luka dan darah,sejak itu aku sangat takut dengan darah".jelas Irsyad
" maaf karena aku tidak mengetahui nya".ucap Khalisa memeluk Irsyad dengan penuh kasih sayang menyalurkan energi positif agar Irsyad merasakan lebih baik.
__ADS_1
"tidak apa-apa,semua juga sudah berlalu,bersyukur nya diriku waktu itu ada seseorang yang menolongku dan mendonorkan darah nya untuk ku,karena dia aku masih bisa bernapas hingga saat ini".
" siapa dia,apa kamu mengenalnya".
"tentu saja aku mengenal nya,aku tidak akan pernah melupakan jasa nya".
" baik sekali orang itu,aku juga akan berterima kasih saat bertemu dengan nya,karena dia aku masih bisa bertemu dengan mu dan merasakan cinta yang luar biasa dari mu".
Irsyad tersenyum bahagia mendengar ucapan Khalisa dan memberikan kecupan di kening Khalisa.
"terima kasih juga untuk cinta mu".bisik Irsyad.kali ini mengecup bibir Khalisa dengan lembut." apa boleh bermain yang lain sedikit saja?"tanya Irsyad membuat pipi Khalisa merah merona.
"hiks....mama.....mama!!!" suara dan tangis Alika terdengar dari dalam kamar,Alika rupa nya terbangun dari tidur nya.
"seperti nya Alika tak mengijinkan".ledek Khalisa,membuat Irsyad merengut." sebaiknya kamu bermain solo saja,mumpung sabun di kamar mandi masih banyak".ledek Khalisa lagi cekikikan masuk ke dalam kamar nya.
"Alika kenapa kamu harus mengganggu papa mu yang ingin proses membuatkan adik untuk mu".gerutu Irsyad,mengacak rambutnya sendiri.tampak seperti seseorang yang frustasi
Khalisa yang masih mememperhatikan Irsyad dari dalam kamar nya,tak bisa berhenti tertawa melihat Irsyad yang gundah gulana.
๐ฅ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฌ๐ถ๐ค๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ,๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข.
" sudah lebih baik kamu tidur saja sana,sudah malam jangan berpikiran macam-macam.....!!!"teriak Khalisa yang tak tahan ingin menggoda Irsyad.
"kamu senang bukan melihatku menderita ,berapa hari penderitaanku ini akan berakhir".sahut Irsyad dengan melas nya.
Khalisa tertawa geli," seperti nya kamu harus bersabar selama 1 minggu".
"apa,kenapa lama sekali?".protes Irsyad
" hanya 1 minggu bukan 1 abad".ledek Khalisa.
"bagiku 1 minggu sama saja dengan 1 abad,tak bisa kah 1 hari saja".tawar Irsyad
"kamu pikir aku sedang berjualan di pasar ,mengapa di tawar,kamu itu ada-ada saja".omel Khalisa namun Irsyad malah nyengir ." sudah jangan berisik,Alika ingin tidur lagi".
Irsyad hanya bisa diam,bisa-bisa nya Khalisa menyalahkan diri nya,padahal Khalisa yang lebih dulu memulai keributan dengan menggoda nya,wanita memang selalu saja merasa benar,pria lah yang selalu di salahkan.Irsyad yang tak ingin berdebat dengan Khalisa,mengalah masuk ke dalam kamar nya,mungkin sebaik nya tidak mengganggu wanita yang sedang datang bulan karena mitos mengatakan jika wanita yang sedang datang bulan lebih sensitif bawaan nya ingin marah-marah terus.
__ADS_1
(terima kasih๐....jangan lupa di goyang jempolnya tekan like๐maaf kalo ad kata-kara yg salah,karena ngantuk banget...kurang tidur slm bulan puasa jadi mata nya nggak kuat buat up๐)