
Khalisa dan Irsyad tampak bahagia melihat Alika yang sudah mulai pintar bermain sendiri dengan begitu lincah nya.Khalisa duduk sembari kepala nya bersandar di pundak Irsyad,mulut nya sibuk menggemil popcorn dari tangan Irsyad,mata nya mengawasi Alika yang sedang mandi bola di aula bermain anak,mereka saat ini sedang berada di sebuah mall,mengisi hari libur mereka agar lebih berwarna.
"seperti nya Alika membutuhkan adik".goda Irsyad menatap Khalisa.
"jangan sok tahu,kamu pikir semudah itu punya anak lagi,tinggal di buat saja dari tepung".gurau Khalisa
" bukan kah memang gampang membuat nya,tinggal celup saja".sahut Irsyad cekikikan.
"bukan itu maksud ku,tapi melahirkan nya sangat menakutkan tidak semudah mencetak kue".
" tenang saja,ada aku yang akan mendampingi mu" .
"pokok nya aku masih takut,aku masih ingin fokus mengurus Alika dulu".
" tapi jika kita di berikan seorang anak lagi,apa kamu tidak keberatan?".
Khalisa hanya menggangguk,tak ingin membuat Irsyad kecewa kalau ia mengatakan yang sebenar nya jika diri nya belum siap mempunyai anak dari Irsyad.
"kamu tahu Khalisa,aku ingin sekali punya anak laki-laki,agar bisa membantu ku menjaga kamu dan Alika".
mendengar perkataan Irsyad membuat Khalisa sedih,karena secara tidak langsung diri nya sudah menghancurkan harapan Irsyad.
Alika yang sudah kelelahan bermain merasa lapar,membuat nya menjadi sangat rewel,setelah di ajak makan ayam goreng direstoran cepat saji,Alika mulai tenang dan mata nya terlihat mengantuk.
Dari tempat duduk nya Khalisa tak sengaja melihat Kanya berjalan berdampingan dengan Malvin,membuat nya bangun dan berlari kecil mengejar mereka.Irsyad yang penasaran melihat tingkah Khalisa segera keluar restoran menggendong Alika untuk menyusul nya.
" kanya....tunggu!!!".panggil Khalisa sedikit berteriak.
Kanya dan Malvin mendadak menghentikan langkahnya begitu mendengar suara Khalisa dari belakang mereka.
"mau apa?" tanya Kanya memasang wajah jutek nya.
"kamu lagi apa jam segini keluyuran di mall,kamu itu kan sekolah di asrama".omel Khalisa.
__ADS_1
" sore-sore seperti ini sudah bukan jam sekolah lagi, aku bosen di asrama terus sepanjang hari,hanya belajar dan belajar,kau tidak akan mengerti bagaimana rasa nya jadi aku kak".ketus Kanya.
"Malvin,apa sebagai pengurus sekolah seperti ini sikap mu,jika kamu mencintai Kanya,kamu tidak akan merusak nya".maki Khalisa,membuat Malvin serba salah,ia takut Khalisa akan mengadu pada Sultan.
" maaf Khalisa,aku hanya tidak tega menolak Kanya,kami hanya sebentar saja,setelah ini aku janji, kami akan kembali ke asrama".bujuk Malvin.
"aku berharap kamu mengakhiri hubungan mu dengan Kanya,biarkan dia menyelesaikan pendidikan nya".
" kak Khalisa hentikan,kamu tidak berhak mengatur hidup ku,aku tidak murahan seperti diri mu yang tidak bisa menjaga diri".ucap Kanya yang berhasil mendapatkan satu tamparan keras di wajah nya dari Khalisa yang terbawa emosi.
"Khalisa sudah cukup,ayo kita pulang".ajak Irsyad.
Irsyad berusaha melerai mereka agar tak lagi mempermalukan diri mereka sendiri di depan umum,karena keributan yang mereka buat berhasil menjadi tontonan gratis pengunjung mall lain nya.
Dengan di tuntun oleh Irsyad Khalisa meninggalkan Kanya yang masih kesakitan memeganggi pipi sebelahnya yang habis di tampar oleh Khalisa.Khalisa benar-benar kecewa pada Kanya,rasa perhatian nya selama ini hanya di balas dengan hinaan,mengapa Kanya bisa bicara setega itu pada nya,apa Kanya sudah tak mengganggap nya sebagai kakak lagi hingga tak ada rasa hormat lagi sedikit pun?Khalisa sadar jika diri nya pernah melakukan kesalahan,tapi apakah pantas Kanya menjatuhkan nya seperti tadi?tak bisa kah Kanya memaafkan kesalahan nya yang telah berlalu?
" sudah ,jangan di pikirkan,Kanya masih labil,belum bisa membedakan mana yang baik dan tidak".hibur Irsyad
Khalisa yang tak dapat menahan air mata nya lagi,memeluk Irsyad dan juga Alika.
" mama nangis karena terlalu bahagia punya anak pintar seperti Alika".sahut Khalisa menghapus air mata nya ,mencium pipi chuby Alika.
"bagaimana kalau kita ke pasar malam yang di dekat rumah ibu".ajak Irsyad supaya Khalisa tak lagi bersedih.
Irsyad sebenar nya merasa penasaran dengan masalah Kanya namun ia enggan bertanya di depan Alika,mungkin ia akan mencari tahu setelah nanti pulang ke rumah.
" memang nya di rumah mama ada pasar malam?"tanya Khalisa yang seperti nya tertarik.
"iya,semalam pas jemput Alika,aku nggak sengaja liat".
Mereka segera menuju pasar malam yang lokasi nya tidak begitu jauh,seperti nya Khalisa memang membutuhkan hiburan agar tak banyak pikiran.
Benar yang di bilang Irsyad,ternyata memang ada pasar malam yang sudah terlihat sangat ramai meski hari belum terlalu gelap,Khalisa dan Irsyad mendatangi abang gulali,membelikan satu untuk Alika,meskipun mereka berdua yang akhirnya memakan nya.
__ADS_1
" rasa gulali nya manis seperti wajah kamu".goda Irsyad menyuapi Khalisa gulali terakhir yang ada di tangan nya.
"bukan nya manis kayak gombalan kamu yah".ledek Khalisa.
" siapa yang gombal,kamu selalu aja bilang aku itu gombal padahal aku cuma bicara kenyataan,aku kan bukan playboy mana bisa aku gombal".protes Irsyad membuat Khalisa tersenyum mengejek.
"nggak percaya banget sama aku"
"iya aku percaya,kamu bohong aja aku percaya kok".
" lah kok gitu,kapan sih aku bohong sama kamu".protes Irsyad lagi membuat Khalisa cekikikan.
Khalisa mengajak Alika naik komidi putar,sementara Irsyad hanya melihat saja sambil merekam dengan Hp nya.Irsyad bahagia melihat Khalisa yang sudah tak lagi bersedih memikirkan Kanya.
kali ini mereka bertiga naik kincir angin raksasa,diam-diam Irsyad mencuri kesempatan untuk mencium Khalisa saat Alika tak memperhatikan mereka,dari atas sana mereka dapat melihat keindahan langit yang sudah terlihat gelap karena hari telah berganti malam,bulan dan bintang juga sudah nampak berkilauan menghiasi langit.
setelah naik kincir angin,Alika minta bermain di kolam pancingan,bukan memancing ikan sungguhan melainkan mainan plastik yang menyerupai ikan,sengaja hanya untuk hiburan anak-anak kecil seperti Alika.
sementara Alika sibuk bermain Khalisa dan Irsyad asyik mengobrol sampai mereka tak sadar Alika sudah menghilang dari pandangan mereka.
"Irsyad dimana Alika,kenapa tidak terlihat".kata Khalisa merasa panik tak dapat menemukan Alika disana.
Mereka segera mencari keberadaan Alika,Khalisa yang cemas dan ketakutan Alika hilang sudah meneteskan air mata nya.Irsyad berusaha menenangkan Khalisa sambil terus mencari di setiap sudut pasar malam.
" apa kalian mencari Alika".ucap Arion yang tiba-tiba saja datang dengan menggendong Alika.
"kenapa Alika bisa sama lo".ketus Khalisa segera merebut Alika dari gendongan Arion.
" seperti itu sikap mu pada orang yang sudah menemukan anak mu?"protes Arion"kalian hanya asyik sendiri, tidak becus menjaga Alika,kalo aku tidak melihat Alika mungkin sudah ada orang lain yang membawa nya".omel Arion.
"kenapa lo bisa ada di sini,apa lo ikutin kita".ceplos Irsyad terlihat kesal.
" nggak penting kenapa gue ada disini,kalian harus nya bersyukur ada gue disini,kalo nggak kalian pasti bakal menyesal seumur hidup karena kehilangan Alika".kata Arion berlalu dari hadapan mereka.Khalisa merasa bersalah karena sudah bersikap kasar pada Arion tadi,Arion benar tidak seharus nya ia bersikap seperti itu karena kali ini Arion tidak berbuat salah justru malah membantu nya.
__ADS_1
( jangan lupa jempol di goyang,,tekan like๐,,,makasih๐๐๐).