Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 103


__ADS_3

Khalisa yang baru selesai mandi pagi ini menghampiri Anjana didapur, ia berniat ingin membantu meringankan pekerjaan rumah Mamanya, sudah beberapa hari ia tinggal disana tapi sang Mama selalu melarang dirinya untuk melakukan pekerjaan rumah, setiap hari yang dirinya lakukan hanya tidur dan makan saja, mungkin dulu sebelum dirinya menikah ia pasti akan merasa senang menerima perlakuan sang Mama yang memanjakannya tapi setelah berumah tangga dan menjadi seorang ibu, Khalisa baru menyadari bagaimana penderitaan dan lelahnya menjadi ibu rumah tangga apalagi Mamanya yang selama ini sudah menjadi orangtua tunggal.


"biarkan hari ini Khalisa membantu Mama memasak". ucap Khalisa begitu berada didekat Mamanya.


" tidak usah biar Mama saja, Mama sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri".


"tapi sekarang ada aku disini, Mama tidak perlu melakukan semuanya sendiri". bujuk Khalisa, " lagipula badanku rasanya menjadi lelah seharian tidak melakukan apapun".


"baiklah jika kau memaksa".


" O yah, kenapa selama aku disini, aku tidak melihat Mama berjualan kue lagi?".


"Mama ingin memberikan perhatian Mama sepenuhnya untukmu".


" tapi aku sudah baik- baik saja, terima kasih karena selama ini Mama sudah menjagaku dengan sangat baik, Khalisa sayang Mama". kata Khalisa memeluk Mamanya.


"itu sudah kewajiban Mama sebagai orangtuamu karena sekarang Irsyad tidak bisa menjagamu lagi". ucap Anjana tak sengaja, membuat Khalisa kembali bersedih. " maaf, Mama tidak bermaksud membuat dirimu bersedih".


"tidak apa Mah Khalisa baik- baik saja" sahut Khalisa berusaha tersenyum.


"kenapa kalian selalu saja membuat drama". ledek Kevin yang baru saja keluar dari kamarnya.


" lebih baik kau mandi dulu sebelum bicara". ceplos Anjana


Kevin yang tak berkutik segera memasuki kamar mandi, niat hanya ingin bergurau tapi malah kena semprot sang Mama, Khalisa yang biasanya paling bersemangat meledek Kevin kini hanya bisa tersenyum kecil melihat tampang Kevin yang terlihat konyol.


" jika ingin tertawa jangan ditahan". goda Kevin pada Khalisa sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Untuk sejenak pikiran Khalisa tak lagi terfokus pada Irsyad karena kesibukannya memasak didapur, Khalisa merasa menjadi lebih rileks saat memasak, bagaimanapun keadaannya, memasak tetaplah hobinya .


Selesai memasak Khalisa langsung menatanya diatas meja makan, selesai menyajikan makanan Khalisa sengaja merapikan dapur sambil menunggu Mamanya dan Kevin yang masih berada didalam kamarnya.


"maaf karena sudah membuat lo menunggu". ucap Kevin seraya duduk.


" yah gak papah, gue juga belum laper kok". sahut Khalisa ikut duduk disamping Kevin.


"masa lo belum laper, perut gue aja udah keroncongan neh". kata Kevin mengusap perutnya.


" kamu itu sejak putus dengan Ayumi memang bawaannya laper terus". celetuk Anjana yang baru saja datang.

__ADS_1


"kenapa Mama kalo ngomong suka benar". ucap Kevil cenggegesan.


Mereka yang baru saja memulai sarapannya dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang sudah sangat mereka rindukan.


" pagi semuanya, apa masih ada makanan untuk Kanya!?". kata Kanya yang baru tiba dengan suaranya yang nyaring.


Khalisa yang bahagia melihat kedatangan Kanya langsung berlari memeluknya.


"gimana kabar kak Khalisa, apa baik-baik saja?". tegur Kanya


" yah".


"maaf karena aku baru bisa pulang sekarang".


" paling juga sibuk pacaran". celetuk Kevin.


"kak Kevin jangan asal tuduh yah, Kanya itu lagi sibuk belajar karena sebentar lagi ada ujian". protes Kanya terlihat jengkel.


Kevin cuma tersenyum mengejek, sedangkan Anjana tersenyum bahagia bisa melihat anak- anaknya berkumpul dan tampak terlihat akur.


Mereka kembali melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda seraya mengobrol santai.


"kak Khalisa bagaimana jika kita jalan- jalan, sudah lama rasanya kita tidak pergi bersama". ucap Kanya pada Khalisa .


" ayolah kak Khalisa jangan seperti itu, jarang sekali kita punya waktu luang bersama". bujuk Kanya.


"pergilah bersama adikmu". timpal sang Mama ikut membujuk Khalisa.


Khalisa tampak berpikir, sejujurnya ia masih tak ingin menghadapi dunia luar, ia masih sangat trauma dengan kehidupannya.


" bolehkah kakak ikut?". tanya Kevin pada Kanya, berharap Kanya mengijinkannya, karena sepertinya bosan juga hari libur berada dirumah seharian apalagi jika adik- adiknya pergi, tak ada hiburan lagi untuknya.


"bagaimana yah?". kata Kanya berlagak sedang berpikir.


" please, kakak janji tidak akan mengganggu kalian".


Kevin terlihat girang saat Kanya menggangguk, tapi mereka masih belum mendapat jawaban dari Khalisa.


"Khalisa akan ikut jika Mama juga ikut". jawab Khalisa akhirnya.

__ADS_1


" kalian saja yang pergi". tolak Anjana


"ayolah Mama, sudah lama kita tidak liburan sekeluarga". bujuk Kanya lagi.


" baiklah Mama ikut saja tapi jangan pergi ketempat yang aneh- aneh".


"yeah....asyikkk...!!" teriak Kevin dan Kanya bersamaan.


"bagaimana jika kita pergi ke pantai saja?". kata Kanya memberi saran.


"good idea". sahut Kevin.


Sementara yang lain terlihat antusias, Khalisa hanya diam saja.


" Khalisa.....S-E-M-A-N-G-A-T!!!" teriak Kevin jahil ditelinga Khalisa.


"kak Kevin apa lo udah gak waras, kuping gue sakit tahu". omel Khalisa menggusap telingganya.


" nah gitu dong, daritadi diam aja". sahut Kevin santai tidak merasa bersalah sama sekali.


Setelah semuanya bersiap, Kevin segera memesan taksi online, sesuai rencana mereka akan pergi ke pantai yang masih berada dijakarta, mereka memang sengaja tidak ingin pergi keluar kota karena liburan mereka yang sangat dadakan dan tanpa persiapan.


Sepanjang jalan Khalisa hanya melamun tak ada yang menarik perhatiannya sama sekali.


"door....!!" teriak Kevin berusaha menggagetkan Khalisa kembali.


"kak Kevin tolong jangan ganggu gue". omel Khalisa geram.


" makanya jangan benggong aja, nanti kesambet lo". ledek Kevin yang belum jera juga menggoda Khalisa.


Khalisa yang sedang malas berdebat sengaja menggacuhkan Kevin, ia kembali menatap kejalan.


Sebenarnya Kevin merasa sangatbsedih melihat keadaan Khalisa sekarang, sebagai seorang kakak Kevin hanya ingin berusaha untuk membuat Khalisa tersenyum dan kembali ceria seperti biasanya.


Setelah perjalanan yang sedikit membosankan mereka sampai ditempat tujuan mereka, hari libur seperti sekarang pantai tampak penuh dan sesak, banyak orang lalu lalang disepanjang pantai, ada juga anak- anak yang berenang dipinggiran pantai tampak riang gembira, Kevin yang jahil sengaja membuat baju Kanya basah dan membuat Kanya yang kesal langsung menggejarnya untuk membalas dendam, melihat mereka Khalisa jadi teringat kembali pada Irsyad dan juga Alika, ia mengenang hari liburannya saat kepantai dulu, ia masih mengginggatnya dengan sangat jelas betapa bahagia keluarga kecilnya dulu apalagi saat mereka bermain air bersama dipinggir pantai, tanpa terasa air mata Khalisa jatuh membasahi pipinya, ia buru- buru menyekanya sebelum ada yang melihatnya, ia tidak ingin keluarganya jadi ikut bersedih karenanya.


"apa kau baik- baik saja?" tanya Anjana yang menyadari kesedihan diraut wajah putrinya itu.


"tentu saja" .ucap Khalisa berbohong berusaha menutupi rasa sesak didadanya.

__ADS_1


Mungkinkah keputusannya untuk kembali keluar rumah adalah sebuah kesalahan?


apakah dirinya belum siap untuk melangkah melupakan kesedihannya?


__ADS_2