Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 90


__ADS_3

Khalisa menatap ke sekelilingnya, tampak sunyi dan hampa, tak terasa 100 hari sudah kepergian Alika, perlahan Khalisa sudah terbiasa hidup tanpa Alika, jika rindu melandanya, Khalisa hanya bisa berkunjung kemakam Alika, menumpahkan segala kerinduan yang ia rasakan diatas makam putrinya.


Seperti yang Khalisa lakukan pada hari ini, ia pergi bersama Irsyad untuk ziarah kemakam Alika, mereka saling menguatkan satu sama lain, berusaha menahan airmata mereka agar tak terjatuh diatas makam Alika, mereka ingin putri mereka tenang disana, tak lagi merasakan kesedihan mereka karena kehilangan dirinya.


"putriku sayang terima kasih karena kamu pernah hadir dihidup mama dan papa". ucap Khalisa menaruh buket bunga cantik diatas makam Alika.


" apa kamu merindukan kami seperti kami yang merindukanmu?". tanya Irsyad berjongkok disamping Khalisa.


"apa kamu tahu kadang mama masih merasa jika kamu masih tinggal bersama kami". ucap Khalisa lagi tersenyum menutupi rasa sedihnya.


Irsyad yang mengerti perasaan Khalisa saat ini, cepat-cepat mendekap tubuh Khalisa , ia berharap kehangatan ditubuhnya dapat menghilangkan kesedihan yang Khalisa rasakan.


" apa kamu baik-baik saja my dear?" tanya Irsyad membelai rambut Khalisa dengan lembut.


"iya aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir".


setelah menengok Alika dimakamnya, Khalisa dan Irsyad mampir diwarung baso pinggir jalan, sepertinya cuaca siang ini begitu cocok jika mengisi perut mereka dengan makanan pedas, mereka yang sedang bersedih pasti akan kembali bersemangat.


" mengapa kamu daritadi hanya mengaduk-ngaduk basomu". tegur Irsyad yang sejak tadi memperhatikan Khalisa tidak memakan baso miliknya sama sekali.


"aku sedang tidak bernafsu makan". sahut Khalisa malas.


" apa kamu sedang tidak enak badan?"


"entahlah daritadi pagi kepalaku sedikit pusing, perutku juga agak mual jika diisi makanan".


Mendengar perkataan Khalisa membuat Irsyad tersenyum bahagia, ia berpikir jika mungkin saja Khalisa sedang hamil.


"bagaimana jika kita pergi periksa kedokter setelah selesai makan".


" untuk apa repot-repot kedokter, lebih baik minum obat warung saja pasti nanti aku akan sembuh".

__ADS_1


"kamu tidak boleh sembarangan minum obat, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa".


" kamu itu kenapa jadi aneh sekali biasanya juga aku minum obat warung jika tidak enak badan". ucap Khalisa mengkerutkan dahinya. menatap Irsyad heran.


"sudahlah pokoknya aku akan membawamu kerumah sakit". kata Irsyad, ia berpikir akan membawa Khalisa kedokter kandungan untuk memastikan jika dugaannya memang benar.


Khalisa hanya bisa menghembuskan napas seperti seekor banteng disaat sedang kesal tanpa merasa curiga sedikitpun pada Irsyad, Khalisa sama sekali tak berpikir jika Irsyad mengganggapnya sedang hamil saat ini.


Dengan penuh percaya diri Irsyad mengajak Khalisa kesalah satu rumah sakit yang tidak begitu jauh dari rumah kontrakan mereka, Irsyad beranggapan agar ia bisa langsung mengajak Khalisa pulang dan menyuruhnya beristirahat dirumah.


Khalisa sangat binggung saat menyadari Irsyad mengajaknya kedokter kandungan, Irsyad menarik Khalisa yang hanya terdiam saja agar duduk disebelahnya untuk menunggu antrian sampai nama mereka dipanggil.


" mengapa kita kedokter kandungan?". tanya Khalisa yang penasaran.


"aku rasa kamu sedang mengandung sekarang, untuk memastikannya makanya aku mengajakmu kesini".


Degh....jantung Khalisa berdetak lebih cepat, Khalisa merasa kaget sekaligus binggung, ia tak tahu harus mengatakan apa pada Irsyad? ia tidak tega menghancurkan kebahagiaan diwajah Irsyad namun kenyataannya ia tidak mungkin sedang hamil karena selama ini ia masih rutin meminum pil kontrasepsi, ia masih belum siap untuk menjadi seorang ibu, apalagi ia baru saja kehilangan Alika, membuatnya semakin yakin untuk tidak ingin mempunyai anak sebelum ia bisa mengatasi segala trauma yang ia rasakan dihidupnya.


"hah...iya, aku hanya sedikit capek saja". sahut Khalisa gugup.


" kamu yakin?".


Khalisa buru-buru menggangguk untuk meyakinkan Irsyad yang terus menatapnya.


" Khalisa al zahra ". panggil seorang perawat, mempersilahkan Khalisa masuk keruang pemeriksaan.


Dengan ditemani Irsyad Khalisa masuk, didalam ruangan sudah ada seorang dokter pria yang menunggunya disana dengan seorang perawat.


" nona Khalisa, apakah anda ingin memeriksa kandungan anda?". tanya dokter itu dengan ramah.


"sebenarnya kami baru ingin memastikan istri saya sedang hamil atau tidak". jawab Irsyad yang merasa cemburu melihat dokter yang berparas tampan didepannya.

__ADS_1


" apa anda sudah melakukan tespek sebelumnya?"


"belum dok". sahut Khalisa malu-malu.


" silahkan anda kekamar mandi". ucap dokter menyodorkan sebuah benda yang hampir mirip dengan gelas berukuran kecil dan satu buah tespek.


Dengan ditemani suster Khalisa pergi ketoilet, menyisahkan Irsyad berdua dengan dokter itu, Irsyad diam-diam memperhatikan sang dokter karena ketampanan dokter itu Irsyad menjadi sedikit waspada, takut jika Khalisa tergiur pada ketampanannya apalagi karisma dokter itu begitu kuat.


"maaf sepertinya istri anda sedang tidak hamil, hasil tespek menunjukkan negatif". ucap dokter itu setelah melihat tespek milik Khalisa yang sudah kembali dari toilet.


" benarkah? tapi istri saya sejak pagi mual dan tidak enak badan". ucap Irsyad yang masih saja keras kepala.


dokter tersenyum, "baiklah supaya anda lebih yakin biar saya periksa istri anda".


Dokter menyuruh Khalisa berbaring dibrankar dan mulai memeriksa Khalisa, Irsyad terlihat tak suka saat dokter mulai menaikan pakaian Khalisa dan menyentuh perut Khalisa, Irsyad sedikit menyesal karena sudah membawa Khalisa peegi kerumah sakit itu, jika ia tahu dokter kandungannya seorang pria tampan, ia pasti akan mengajak Khalisa pergi kerumah sakit lain.


"saya sudah periksa dengan teliti, tidak ada tanda-tanda kehidupan lain diperut istri anda". jelas dokter itu membuat Irsyad merasa kecewa.


Dokter juga sedikit berbincang dengan Khalisa dan mengajukan beberapa pertanyaan, yang membuat Khalisa akhirnya merasa gugup dan terpojok.


" mual-mual juga bisa terjadi karena efek pil kb". ucap dokter membuat Khalisa dan Irsyad melotot kaget.


"apa maksud anda dok?". ucap Irsyad tak percaya.


" menurut saya nona Khalisa mual-mual bisa disebabkan karena menggunakan pil kontrasepsi bukan karena sedang hamil, efek dari pil kb memang bermacam-macam, saya menyarankan lebih baik menggunakan kb lain seperti iud ".


Irsyad tercengang, ia masih tidak mempercayai ucapan dokter, tidak mungkin Khalisa berbuat sejauh itu tanpa membicarakannya dulu padanya, Irsyad berusaha mengendalikan dirinya walaupun saat ini perasaannya sedang bercampur aduk.


Setelah keluar dari ruang dokter kandungan Irsyad tampak terdiam, ia masih berusaha untuk tenang, tak ingin membahas masalah ini didepan umum, lebih baik ia membicarakannya dengan Khalisa nanti dirumah.


Khalisa sepertinya juga menyadari perubahan Irsyad sejak tadi, setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, Khalisa merasa binggung apa yang harus ia katakan pada Irsyad nanti, apakah Irsyad akan marah padanya, maukah Irsyad mengerti dirinya dan memaafkannya? sekarang ia jadi benar-benar merasa bersalah pada Irsyad karena sudah membuat Irsyad kecewa padanya.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2