Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 64


__ADS_3

loving someone is not as easy as saying a promise but loving will be easier if we can understand each other..


***


Di bawah guyuran air hujan Khalisa dan Irsyad saling memandang, menikmati ciptaan Tuhan yang begitu terlihat indah dimata mereka, mata mereka seakan tak dapat berkedip meski hanya sekejap saja, Khalisa sangat menggagumi sosok pria didepan nya, pria yang banyak mengajarkan arti ketulusan, kesabaran dan masih banyak hal positif yang ia lihat didalam diri Irsyad yang tak bisa ia lihat dari pria manapun.


Begitupun dengan Irsyad tak dapat mengalihkan matanya dari sosok wanita didepan nya, wanita yang sudah berhasil mencuri hati dan pikiran nya, wanita yang sangat dicintai nya, wanita yang membuatnya belajar bagaimana cara nya mencintai dan berjuang untuk mendapatkan nya, sungguh tak ada yang bisa membuatnya lebih bahagia lagi selain bisa terus selamanya berada disisi Khalisa.


Khalisa dan Irsyad masih menunggu hujan reda,mereka terpaksa meneduh dipinggiran toko yang tutup agar tubuh mereka tak basah kuyub terkena air hujan.


"sial sekali niat mau kencan tapi malah terjebak oleh hujan seperti ini". gerutu Khalisa menggulung sedikit celana panjangnya.


" sudahlah jangan marah, hujan pasti punya rencana lain untuk kita". sahut Irsyad


"apa maksud mu? rencana agar kita basah dan tidak jadi pergi". omel Khalisa yang merasa kesal karena usaha nya selama 1 jam berdandan agar terlihat lebih cantik jadi sia-sia.


" basah atau tidak kamu tetap yang paling cantik dimata ku". goda Irsyad


"jangan gombal denganku karena tidak berpengaruh sama sekali".


" benarkah?"


Dengan yakin Khalisa mengganggukkan kepala nya, membuat Irsyad terpancing untuk menggodanya kembali, Irsyad menarik tangan Khalisa dan membuat tubuh Khalisa berada dipelukan nya, dengan cepat Irsyad mengecup bibir Khalisa.


"apa kamu masih tidak terpengaruh?" bisik Irsyad tersenyum jahil.


"lepaskan, apa kamu sudah tidak waras?bagaimana jika ada orang yang melihat kita,bisa-bisa kita dikira pasangan mesum".omel Khalisa menutupi rasa malu nya.


"biarkan saja orang melihat, kenapa harus takut kita ini sudah menikah, tidak ada undang-undang yang melarang suami-istri bermesraan".


" tapi ini tempat umum, apa kamu tidak punya rasa malu".


"kenapa aku harus malu mencium istriku sendiri".


" dasar menyebalkan".


Khalisa yang geregetan menggigit telinga Irsyad hingga Irsyad kesakitan memeganggi telinga nya yang merah, Khalisa pun berhasil melepaskan diri dari dekapan Irsyad.

__ADS_1


"kenapa kamu tega sekali, apa kamu itu keturunan vampire, asal gigit saja".


" vampire itu gigit di leher, ditelinga cuma banyak kotoran bukan darah". protes Khalisa cekikikan.


"kamu itu merusak suasana romantis saja, tak ada bioskop, pinggir toko pun tak masalah, yang penting kita bisa menghabiskan waktu bersama".


" dasar kamu ini, setiap hari bukan nya kita sudah menghabiskan waktu bersama?"


"yah tapi itu kan sebagai satu keluarga, kalo sekarang kita sedang pergi berkencan seperti orang pacaran".sahut Irsyad nyengir.


" untuk apa pacaran, jelas-jelas kita itu sudah menikah dan punya anak".


"apa salah jika aku ingin merasakan jadi pacar Khalisa al zahra, banyak yang bilang pacaran dan menikah itu rasa nya berbeda".


"benarkah, sepertinya sama saja".


" aku tidak tahu karena aku belum pernah berpacaran sebelumnya".


"apa kamu serius?"


"apa aku terlihat sedang berbohong, aku serius tidak pernah berpacaran tapi langsung nekat menikahi dirimu".


" apa kamu masih tidak percaya?". tebak Irsyad


"aku memang tak mau berpacaran karena takut menyakiti hati wanita, aku begitu terluka melihat papa menyakiti mama dan berjanji tidak akan mempermainkan wanita".


"kamu trauma pada pernikahan orangtuamu? lalu kenapa kamu menikahi ku, apa kamu tidak takut akan melukaiku? ".


"entah kenapa hanya denganmu aku begitu yakin bisa membuat dirimu bahagia, aku juga sangat ingin memiliki dirimu dan begitu takut kehilanganmu".


Khalisa langsung memeluk tubuh Irsyad dengan erat, ia seharusnya tak melepas pelukan Irsyad tadi, pelukan yang penuh dengan kehangatan yang tak akan bisa ia dapatkan dari siapapun, Irsyad benar-benar telah membuat dirinya merasa nyaman, lebih nyaman dari berada di rumah sendiri.


Tak terasa hujan mulai reda, rintikan air mulai tak terlihat lagi disekeliling mereka, Irsyad bergegas mengajak Khalisa naik keatas motor meneruskan perjalanan mereka yang sempat tertunda.


" bagaimana jika kita makan saja, jika nonton nanti tubuh kita akan bertambah kedinginan".kata Irayad saat mereka sudah berada didalam mall.


"aku setuju dengan idemu, lebih baik kita makan saja agar tubuh kita lebih hangat".

__ADS_1


saat akan duduk Khalisa tak sengaja melihat sosok Ayumi sedang duduk sendirian di pojok restoran,Khalisa mengurungkan niatnya untuk duduk dan segera berjalan menghampiri Ayumi.


" my dear kamu mau kemana?". tegur Irsyad namun tak dihiraukan oleh Khalisa.


Ayumi tampak terkejut melihat kedatangan Khalisa, ia tampak gugup karena terakhir bertemu dengan Khalisa, ia sudah membuat Khalisa kecewa dan marah padanya.


"Khalisa, lo datang sendirian?" sapa Ayumi berusaha tersenyum ramah.


"boleh gue duduk?" tanya Khalisa tak menghiraukan sapaan Ayumi padanya.


"silahkan", sahut Ayumi dengan ragu.


" gue nggak mau basa basi, gue mau lo jawab jujur". ketus Khalisa


"soal apa?" wajah Ayumi tampak tegang.


"kenapa lo bohongin gue soal Arion, kenapa lo harus mengarang cerita bohong, buat apa?"


"cerita bohong apa, gue udah bicara jujur, untuk apa gue ngarang cerita".


" nggak usah ngeles lagi, apa lo masih inget sama Nova, Nova udah cerita semuanya sama gue".


Ayumi mencoba berpikir menginggat kembali nama Nova yang menurutnya sudah tak asing lagi di telinganya.


"apa harus gue perjelas lagi biar lo inget".


" nggak perlu, gue masih inget dengan Nova sahabat lo".


"sekarang bisa lo jelasin sama gue semua nya dengan jujur tanpa kebohongan lagi".


Ayumi menghirup napas dalam-dalam dan duduk bersandar dikursi nya.


" sebelumnya gue minta maaf, gue memang bohong soal Arion tapi gue terpaksa melakukan nya, sebenarnya Arion memang selingkuh sama gue dibelakang lo".


Khalisa berusaha menahan amarah didada nya,ia berusaha tenang mendengarkan kembali cerita Ayumi.


"saat gue tahu diri gue hamil, gue begitu frustasi saat Arion bilang kalo dia cuma cinta sama lo dan gue hanyalah mainan nya saja,sampai akhirnya gue mengancam akan bunuh diri jika Arion nggak mau bertanggung jawab dan gue juga sangat bersyukur karena Nova akhirnya Arion mau ninggalin lo dan menikahi gue".

__ADS_1


Ayumi menjeda perkataannya, menyeruput minuman didepan nya karena tenggorokannya terasa kering, sedangkan Khalisa masih setia menunggu Ayumi melanjutkan cerita nya.


(terima kasih๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™)


__ADS_2