Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 84


__ADS_3

Andai waktu bisa terulang, ku ingin membuat banyak kenangan, sampai tak akan bisa terlupakan dan termakan oleh waktu, jika ku bisa merubah takdir, akan ku ubah kepergiaanmu menjadi kebahagian, tak akan kubiarkan semuanya menjadi kenyataan, namun semua hanyalah harapan ku,karena yang terjadi tak akan pernah bisa disesali..


Rasanya ingin sekali Khalisa mengikhlaskan kepergian Alika, namun hatinya masih saja tak rela jika Alika pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya, Khalisa tak menyangka jika pagi itu menjadi perpisahaan terakhirnya dengan Alika, Alika bukan hanya pergi untuk sebentar saja tapi malah untuk selamanya, harusnya ia tak pernah membiarkan Alika pergi darinya, kini penyesalannya sudah tak ada artinya lagi.


Khalisa masih memandang pintu rumahnya dimana Kanya dan Malvin sudah menghilang, tatapan mata Khalisa tampak kosong, ia yang sempat melamun terkejut ketika melihat sosok yang baru datang, tiga orang yang sama sekali tak ia harapkan kehadirannya.


"untuk apa kalian kesini?" ketus Khalisa.


"apa salah jika kami hadir dipemakaman cucu kami". sahut Evan


Khalisa tahu mereka hanya ingin pencitraan saja didepan semua orang, Khalisa yakin sebenarnya mereka sama sekali tak peduli pada Alika, terutama tante Mira yang terlihat jelas sekali diwajahnya.


" boleh aku bicara empat mata denganmu". ucap Arion dengan tidak tahu malunya.


"setelah semua yang terjadi, lo masih berani ngajak gue bicara". omel Khalisa dengan suara sepelan mungkin karena tak ingin menjadi pusat perhatian.


" aku mohon, anggap saja ini untuk yang terakhir kalinya".


"lo gak denger apa yang Khalisa katakan". sahut Irsyad emosi.


" tolong jangan ikut campur, ini urusan gue sama Khalisa".


mendengar perkataan Arion membuat Irsyad tersulut emosi ingin memukul Arion, namun Khalisa berusaha untuk menahan Irsyad.


"tidak apa-apa biarkan aku bicara dengannya". ucap Khalisa yang tak ingin terjadi keributan dirumahnya yang masih banyak orang.


Irsyad hanya bisa pasrah melihat Khalisa dan Arion pergi ke halaman belakang, meski tak suka tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, ia berusaha untuk menghargai keputusan Khalisa.


" to the point aja lo mau ngomong apa". ketus Khalisa.


"aku ingin minta maaf padamu".


" sampai kapanpun gue gak akan bisa memaafkan lo, gue mau lo bertanggung jawab".


"aku mau saja bertanggung jawab tapi Papa melarangku, Papa ingin aku pergi ke luar negri dan menetap disana".

__ADS_1


"gue gak peduli dengan om Evan, gue akan tetap menuntut lo karena lo bersalah".


" terserah kamu, itu hak kamu, jika aku harus dihukum maka aku terima dan asal kamu tahu aku sangat menyesal, sampai kapanpun aku akan terus merasa bersalah padamu"..


"memang seharusnya seperti itu". sahut Khalisa malas.


" Khalisa ikutlah keluar negri bersamaku, aku janji akan membuatmu bahagia dan tak akan menyia-yiakan dirimu lagi". ucap Arion bersujud didepan Khalisa.


Irsyad yang sengaja datang untuk menyusul Khalisa, merasa kesal karena tak sengaja mendengar ucapan Arion.


"br*****k beraninya lo bicara omong kosong sama Khalisa". kata Irsyad mendorong tubuh Arion hingga tersungkur ditanah.


" Irsyad hentikan jangan berkelahi, kita saat ini sedang berduka, hargai tamu-tamu yang ada dirumah kita". bujuk Khalisa berusaha meredam emosi Irsyad


"kali ini gue ampunin lo karena Khalisa tapi lain kali gak akan, sekarang cepat lo pergi dari rumah ini, karena kehadiran lo sama sekali gak kami harapkan".


Arion bangkit sambil tertawa. "lo sama Papa tuh sama aja, pengen banget nyingkirin gue, gue pergi dari hidup kalian bukan karena gue menyerah tapi karena terpaksa, tapi gue janji akan kembali lagi dan rebut Khalisa kalo lo gak bisa bahagiain dia". ucap Arion sedikit mengancam.


" gue pastiin itu gak akan pernah terjadi".


" sudahlah Arion jangan berharap yang tidak pasti karena sampai kapanpun gue gak sudi kembali lagi sama lo meskipun Irsyad gak disisi gue lagi". ketus Khalisa


"aku harap kamu tidak menyesali ucapanmu itu Khalisa". sahut Arion


Khalisa yang merasa geram, berjalan mendekat ke Arion dengan sedikit senyuman yang dipaksakan, melihatnya Arion tampak senang mengira jika Khalisa berubah pikiran namun sayangnya wajah Arion harus terkena kepalan tangan Khalisa yang lumayan cukup keras.


" itu kenang-kenangan dari gue sebelum lo pergi". ketus Khalisa.


Irsyad menggangga tak percaya melihat Khalisa, baru kali ini ia melihat Khalisa seberani itu, dalam hati ia bersorak mentertawakan Arion yang tampak tertunduk malu.


"my dear, mengapa kamu tega sekali, bukankah itu sangat menyakitkan". ledek Irsyad tersenyum puas.


Tanpa banyak bicara lagi Arion segera pergi dengan raut wajah yang kesal.


" ingat baik-baik lo gak akan bisa menghindar dari hukuman lo!!" teriak Khalisa.

__ADS_1


"maksudmu hukuman apa my dear?" tanya Irsyad penasaran.


"aku akan melaporkan Arion pada polisi, aku ingin dia di hukum atas perbuatannya".


Irsyad terkejut, ia tak mengira jika Khalisa berpikiran untuk melaporkan Arion, padahal Evan sudah membuatnya berjanji untuk tidak melaporkan Arion, lalu apa yang sekarang harus ia lakukan? rasanya akan sulit untuk membujuk Khalisa yang keras kepala.


" my dear, sepertinya semua itu tidak perlu, biarkan saja Arion pergi, bukankah itu lebih baik karena dia tak akan bisa mengganggu kita lagi". kata Irsyad berusaha membujuk Khalisa.


"apa maksudmu, kamu ingin membiarkan Arion begitu saja tanpa dihukum atas perbuatannya".


" bukan itu maksudku, aku yakin dia akan mendapatkan karma atas perbuatannya jadi kamu tidak perlu repot-repot mengurusnya lagi, itu akan membuatmu teringat Alika terus".


"apa aku tidak salah dengar, bukankah selama ini kamu sangat membencinya, lalu mengapa dengan mudahnya kamu bicara seperti itu, aku hanya ingin keadilan untuk Alika".


"aku mengerti perasaanmu tapi bukankah itu berarti semua orang akan mengetahui kebenarannya dan kamu tidak takut jika mereka malah akan memandang rendah dirimu".


" lalu aku harus membiarkan Arion hidup tenang sementara diriku merasa sangat kehilangan". kata Khalisa kembali berlinang airmata


"mengertilah aku hanya tidak ingin nanti akhirnya malah kamu yang terluka".


"apa bukan karena kamu ingin membela keluargamu, walau bagaimanapun juga Arion itu adalah keluargamu".


" tidak, aku benar-benar hanya mencemaskan dirimu saja". ucap Irsyad memeluk Khalisa untuk menenangkannya.


Irsyad merasa bersalah pada Khalisa karena sebagai orang yang mencintai Khalisa, ia tidak bisa memberikan keadilan untuknya, tapi semua yang ia lakukan semata-mata karena hanya ingin melindungi Khalisa.


"sebaiknya kita kembali kedalam, aku tidak ingin membuat semua orang curiga dan bertanya-tanya tentang Arion".


" tolong berikan aku waktu sebentar lagi, aku masih ingin disini, kamu masuklah temanin orangtuamu".


"tidak, biarkan aku disini juga untuk menemanimu".


" kamu yang bilang tadi tidak ingin membuat semua orang curiga, jadi kamu masuklah duluan, aku janji tidak akan lama".


"cepatlah masuk jika perasaanmu sudah membaik". ucap Irsyad memberikan kecupan dikening Khalisa.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2