
"apa liat-liat?" ucap Kevin seraya menghirup kuah mienya yang masih panas.
"dasar ge-er sapa juga yang liatin lo". sahut Khalisa yang kesal karena ulah Kevin mie miliknya jadi mangkak.
Tak ada suara, meja makan tampak hening untuk beberapa saat hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu, Khalisa dan Kevin terlihat sibuk dengan kegiatan makan mereka masing- masing hingga mangkok dihadapan mereka benar- benar bersih tak tersisa sedikitpun.
" gimana hubungan lo sama ketty?" tanya Khalisa memecah keheningan diantara mereka.
"baik". sahut Kevin yang sepertinya masih terlihat malu-malu.
" baik gimana, kalo jawab tuh yang jelas dong". ledek Khalisa.
"yah emang baik-baik saja, terus gue harus jawab apalagi". protes Kevin.
" terserah, susah emang ngomong sama kak Kevin".
Untuk beberapa saat mereka kembali terdiam, hingga akhirnya Kevin kembali bersuara.
"menurut lo Ketty orangnya gimana?". tanya Kevin ragu-ragu.
" menurut gue Ketty apa adanya, baik, lucu tapi kadang suka ember" . Khalisa sedikit tertawa kecil mengginggat kekonyolan Ketty saat mereka masih bekerja bersama. " tuh kan gara-gara lo tanya-tanya soal Ketty ,gue jadi kangen sama tuh anak".
"Ketty emang nganggenin". gumam Kevin pelan namun masih terdengar oleh Khalisa.
" cie....cie ada yang lagi kangen nih". goda Khalisa.
"rese lo".
" biarin, kayaknya menurut gue kalian berdua cocok deh, sama-sama usil dan gak jelas". ledek Khalisa lagi kabur memasuki kamarnya sambil cekikikan.
"awas yah lo nanti bakal gue bales". ancam Kevin ikut masuk kedalam kamarnya, karena tiba-tiba saja ia kepikiran Ketty dan ingin menghubunginya.
Didalam kamarnya Khalisa masih saja tersenyum puas karena telah berhasil menggoda Kevin, ia senang karena akhirnya bisa membalas kelakuan Kevin yang sering sekali usil kepadanya.
Sebenarnya ia juga bahagia karena Kevin sudah move on dari Ayumi dan memulai hubungan yang baru dengan Ketty, meski tak secantik Ayumi tetapi Ketty jauh lebih baik dari Ayumi, dan Khalisa berharap Kevin akan bahagia bersama Ketty.
" tok...tok".
Suara ketukan dipintu menggagetkan Khalisa. " siapa?"
"kamu sudah makan? Mama beli sop iga, apa kamu mau?"
Khalisa cepat-cepat membuka pintu kamarnya begitu mendengar suara sang Mama yang ada dibalik pintu.
"Mama habis dari mana, kenapa gak ngomong sama Khalisa, Khalisa khawatir sama Mama".
" maaf tadi Mama ada urusan sebentar ketemu teman lama Mama".
"siapa?"
__ADS_1
"percuma Mama kasih tahu kamu juga gak kenal".
Khalisa yang mendengar ucapan sang Mama sedikit merenggut.
" Khalisa ngantuk, mau langsung tidur saja".
"kamu gak makan dulu".
" aku sama kak Kevin barusan udah makan mie".
"maaf yah Mama lupa nyiapin makanan untuk kalian".
" gpp Mama nggak perlu ngerasa bersalah, aku sama kak Kevin kan udah dewasa, bisa ngurus diri kita sendiri".
"iya anak-anak Mama memang sudah dewasa, kalian pasti bisa mengurus diri kalian sendiri, mungkin Mama gak perlu khawatir jika suatu saat Mama gak lagi bersama kalian". ucap Anjana seketika raut wajahnya menjadi sedih.
" Mama ngomong apa sih, kenapa ngomong kayak gitu, seolah-olah Mama mau pergi tinggalin aku". sahut Khalisa memeluk Anjana. "Mama jangan bicara seperti itu lagi, Khalisa sudah kehilangan orang-orang yang Khalisa sayang, Khalisa gak mau kehilangan Mama juga".
" iya Mama juga gak mau tinggalin kamu".
"Mama janji?".
Dengan sedikit keraguan Anjana mengganggukkan kepalanya.
" Kamu beneran gak mau makan?". tanya Anjana sembari membelai rambut panjang Khalisa.
"aku temenin Mama makan saja, aku masih kenyang".
" kenapa kamu melamun, apa ada yang ingin kamu sampaikan?". tanya Anjana yang sejak tadi memperhatikan kegelisahan Khalisa.
"nggak ada kok Ma, cuma lagi mikirin kerjaan aja". sahut Khalisa berbohong.
"beneran cuma mikiran kerjaan, bukan gebetan?" goda Anjana.
"apaan sih Mama ngarang aja, siapa juga yang punya gebetan, emangnya aku kak Kevin".
" ngapain nyebut-nyebut nama gue". timpal Kevin yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Mama bilang lo sibuk mikirin ketty terus". ledek Khalisa
" pasti lo yang ngomong bukannya Mama". sahut Kevin.
Khalisa cuma nyengir menunjukkan barisan giginya yang rapi.
"jangan dengerin kata Khalisa Mah, dia suka ngarang cerita, padahal dia sendiri yang sibuk mikirin sih Sultan". balas Kevin tak mau kalah.
Melihat perdebatan yang terjadi diantara anak-anaknya Anjana cuma tertawa kecil, ia merasa senang dan terhibur, sejenak ia bisa melupakan segala masalah yang saat ini sedang ia hadapi, karena baginya anak-anaknya merupakan sumber kebahagiaan untuknya.
" Khalisa?" panggil Anjana dengan lembut.
__ADS_1
"yah Mah, ada apa?".
Bukannya menjawab Anjana malah terdiam, menatap Khalisa dengan seksama.
" ada apa Mah, kenapa malah diam?".
Anjana tampak sedikit ragu, membuat Kevin yang melihatnya juga merasa binggung dengan sikap Anjana malam ini .
"apa kamu bahagia?" ucap Anjana akhirnya yang masih terus menatap Khalisa dengan raut wajahnya yang sulit ditebak.
"bagiku saat ini bisa terus melanjutkan hidup saja aku sudah cukup bersyukur". sahut Khalisa tertunduk sedih.
" apa maksudmu, apa kau tidak merasa bahagia saat ini?"
"entahlah..aku sendiri tidak mengerti bagaimana cara mengukur kebahagian didalam hidupku sekarang, yang aku tahu, aku tidak ingin merasa kecewa lagi dengan berharap kebahagiaan didalam hidupku".
Mendengar jawaban Khalisa, Anjana merasa sedih dan kecewa, ia tak menyangka jika Khalisa begitu terluka dan belum bisa melupakan masa lalunya. Sebagai seorang ibu ia sangat berharap Khalisa bisa bahagia dan melanjutkan hidupnya kembali.
Kevin yang juga mendengar ucapan Khalisa ikut merasa sedih, selama ini ia pikir Khalisa sudah bisa melupakan masa lalunya, ternyata ia salah Khalisa masih saja terlarut pada kenangan Irsyad dan juga Alika, entah sampai kapan ia harus melihat kesedihan dimata adik perempuannya itu, sebagai seorang kakak,saat ini yang bisa ia lakukan hanya menghibur Khalisa.
" apa lo gak tertarik sama Sultan?". ceplos Kevin berusaha mencairkan suasana tegang diantara mereka.
"jangan ngaco. gue sama Sultan cuma teman". ketus Khalisa
" biasanya kan dari teman jadi demen".
"mana ada, ngarang saja".
" ngapain gue ngarang, tanya saja Mama kalo gak percaya".
"iya gue percaya, buktinya saja lo demen sama Ketty". Sindir Khalisa
" kenapa jadi gue". ucap Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, niat meledek Khalisa tapi justru Khalisa malah berhasil memojokkannya lagi.
"apa kamu tidak punya perasaan lebih untuk Sultan?" tanya Anjana yang tiba- tiba merasa penasaran.
"nggak". sahut Khalisa cepat tanpa berpikir lagi.
" kamu yakin?".
"tentu saja Khalisa yakin, Khalisa gak mau jatuh cinta lagi karena rasanya selalu menyakitkan".
" kamu nggak boleh seperti itu, suatu hari nanti kamu pasti akan bahagia".
"Khalisa nggak yakin Mah". sahut Khalisa seraya bangun dari duduknya.
" kamu mau kemana?"
"aku ngantuk mau tidur".
__ADS_1
Anjana dan Kevin hanya bisa memperhatikan punggung Khalisa yang semakin menjauh tanpa bisa berkata-kata lagi.