Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 72


__ADS_3

Khalisa dan Irsyad tampak sedang menunggu kedatangan seseorang, terlihat raut wajah tak senang pada keduanya karena tamu yang akan datang sebenarnya sama sekali tak mereka harapkan.


Hari ini dengan terpaksa mereka harus merelakan Arion membawa pergi Alika bersama nya, Irsyad yang sebenarnya tak ingin melihat wajah Arion, harus ikut menunggu kedatangan Arion karena dirinya tak mau memberikan kesempatan kepada Arion untuk bisa mendekati Khalisa.


"nanti malam aku akan mengantarkan Alika kembali". ucap Arion mengambil Alika dari gendongan Khalisa.


" jangan pulang terlalu malam".


"baik sebelum jam 8 malam Alika akan aku pulangkan".


" jangan memberi Alika permen dan ciki nanti dia bisa batuk".


"ok".


" tolong jangan lupa memberi makan dan susu untuk Alika". pesan Khalisa lagi yang merasa cemas pada putri semata wayangnya karena Alika tak biasa pergi dengan orang asing meskipun Arion papa kandungnya.


"apa ada lagi?". tanya Arion yang menyadari kecemasan Khalisa.


" tidak, ingat jangan membiarkan Alika lepas dari pengawasan lo".


"Alika ayo pamit sama mama".ucap Arion setengah berbisik pada Alika.


Arion menyorongkan tubuh Alika yang ingin mencium Khalisa. "bye mama, bye papa". ucap Alika melambaikan tangan nya.


Apa karena ada hubungan darah, Alika jadi tak menangis sama sekali saat Arion menggendong dan membawanya pergi?yah...darah memanglah sangat kental, tak akan ada yang bisa mengubahnya.


" kamu terlihat begitu cemas, jika kamu ragu kenapa biarkan Arion membawa Alika".tegur Irsyad yang sejak tadi hanya diam saja.


"aku bisa apa, lagipula wajar jika aku merasa cemas karena selama ini Alika tak pernah pergi dariku kecuali kerumah mama".


" iya aku mengerti, mungkin nanti kita akan terbiasa dengan keadaan ini".


Khalisa memeluk Irsyad untuk sekedar menenangkan pikiran dan hatinya.


"tidak bisakah kamu libur hari ini?" tanya Khalisa dengan manja.


"maafkan aku, minggu ini aku harus lembur karena banyak mobil dan motor yang harus di service dan ingin diambil oleh customer secepatnya".


" itu artinya aku akan merasa kesepian".


"kamu bisa pergi keluar jika mau atau ikut bersamaku kebengkel".


" aku tidak mau ikut kebengkel, aku tidak mau jadi obat nyamuk sementara dirimu sibuk dengan pekerjaan".


"ya sudah, aku berangkat sekarang, jaga dirimu my dear". pamit Irsyad mencium kening Khalisa.


setelah Irsyad pergi, rumah rasanya sepi tanpa suara tawa dan tangis Alika, belum lama Alika pergi rasanya sudah rindu sekali, rasanya berbeda ketika menitipkan Alika dirumah mamanya dengan Alika pergi bersama Arion, entah mengapa ada rasa takut akan kehilangan.


" drett....drett".


Suara ponsel Khalisa berbunyi, dilayar tertera nama Ketty, teman kerjanya direstoran yang lama, sudah lama sekali mereka tak bertemu sejak Khalisa berhenti dari pekerjaannya, karena terlalu sibuk dengan hidupnya Khalisa sampai tak pernah mengginggat Ketty apalagi menghubunginya, Khalisa jadi sedikit merasa bersalah, dan sekarang tiba-tiba saja ketty menghubunginya, ada apa sebenarnya?

__ADS_1


Khalisa : "iya halo". sapa Khalisa


Ketty : " Khalisa, sombong nya nggak pernah


hubungi gue". sahut Ketty dengan


suara cemprengnya


Khalisa : "ngaco, siapa juga yang sombong,


gue cuma belum punya waktu luang


buat ketemu lo".


ketty : " kalo hari ini lo ada waktu nggak?


kebetulan gue lagi libur dan ngrasa


bosan di kost.


Khalisa : "kebetulan banget gue juga lagi libur


dan lagi gak ada kegiatan".


Ketty : " ya udah, kita ketemuan dimana?"


sahut Ketty antusias.


Khalisa :"gimana kalo di restoran aja sekalian


juga kangen sama mereka semua


kecuali pacar lo pak anton". kata


Khalisa cekikikan.


Ketty :"rese lo. tapi lo masih inget sama janji


lo kan mau traktir gue". kata ketty


cenggegesan.


Khalisa :"iya bawel gue masih inget, lo tenang


aja tinggal makan biar gue yang bayar"


Setelah mengakhiri panggilan telepon dari Ketty, Khalisa langsung bersiap-siap, ia tidak ingin membuang waktunya hanya dengan bersantai saja dirumah.


Khalisa memesan ojek online untuk mengantarkannya karena ia tidak ingin menghabiskan banyak waktu nya di jalan. sekali-kali sepertinya tidak apa-apa jika ia harus menghabiskan waktu liburannya bersama teman-temannya bukan keluarga kecilnya, jalani saja apa yang sudah menjadi garis takdirnya, kadang sesuatu memang terjadi diluar rencana kita.


Tak lama Khalisa sampai direstoran Ketty juga sampai, Khalisa menyapa satu persatu rekan kerjanya dulu saat bekerja disana termasuk pak Anton.

__ADS_1


"sepertinya sekarang kamu tambah ayu". puji pak Anton pada Khalisa.


" bapak bisa aja".sahut Khalisa malu-malu.


Ketty yang aji mumpung tak menyia-yiakan kesempatannya untuk bisa makan gratis, Ketty tampak memesan beberapa menu makanan yang secara logika tak akan habis jika dimakan sendirian, Khalisa hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


"lo nggak makan?" tanya Ketty dengan mulut yang penuh.


"liat lo aja udah bikin gue kenyang".ledek Khalisa. membuat Ketty nyengir.


Saat sedang asyik memperhatikan Ketty didepannya, Khalisa dikagetkan oleh seseorang yang menepuk pelan bahunya sontak membuat Khalisa menoleh.


" kak Kevin". panggil Khalisa yang sempat kaget. "sedang apa kak Kevin disini?"


"ingin bertemu teman, lo sendiri lagi apa disini?"


"gue juga lagi ketemu sama teman lama, kenalin kak Kevin dia Ketty teman gue". kata Khalisa memperkenalkan Kevin pada Ketty.


" Kevin". ucap Kevin menyodorkan tangannya.


"Ketty". sahut Ketty menyambut tangan Kevin dengan senang hati.


Kevin mengambil ponsel nya yang berbunyi dari saku celana, ternyata pesan dari temannya yang tak jadi datang, Kevin tampak kecewa pada temannya yang dengan mudahnya membatalkan janji.


" ada apa?" tegur Khalisa


"seenaknya aja teman gue batalin janji, dia pikir cuma dia aja yang sibuk kali". gerutu Kevin


"kak Kevin mau gabung sama kita?". ajak Khalisa


" nggak, kayaknya gue mau langsung pulang aja". tolak Kevin


"tapi kak Kevin ada yang mau gue bicarain sama lo".


" kapan-kapan aja, gue lagi capek". tolak Kevin lagi. "sorry gue duluan, senang bisa kenal sama lo Ketty". pamit Kevin pergi dari sana.


Khalisa menghela napas panjang, rasa nya sangat susah sekali membujuk Kevin yang keras kepala.


" itu tadi abang kandung lo?". tanya Ketty yang tak berpaling sedikitpun dari makanan di depannya.


"iya".


" keren juga". kata Ketty sambil nyengir. "boleh kali comblangin, sapa tahu gue bisa jadi kakak ipar lo".


" telat, kakak gue udah punya calon istri".


"siapa tahu aja, selama janur kuning belum melengkung didepan rumah lo". gurau Ketty


" emangnya kak Kevin mau sama lo, makan lo kan banyak". ledek Khalisa, tertawa geli.


"dasar yah teman nggak ada akhlak bukannya support teman nya malah menjatuhkan, lagian walaupun badan gue agak berisi tapi wajah gue tetap cantik berseri". ucap Ketty begitu percaya diri.

__ADS_1


" gue suka gaya lo". sahut Khalisa mengacungkan kedua jempolnya.


(terima kasih🙏🙏🙏author sangat berterima kasih atas dukungan kalian, karya author bukan apa-apa tanpa kalian para pembaca👍)


__ADS_2