Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 91


__ADS_3

Sejak diperjalanan pulang dari rumah sakit Irsyad hanya diam saja membuat Khalisa jadi merasa canggung, Khalisa yakin Irsyad kecewa padanya, Khalisa masih tak mendapatkan alasan yang tepat untuk meyakinkan Irsyad agar nanti tak salah paham padanya, Irsyad yang marah pasti tak akan mau mengerti dirinya, Khalisa menyesal karena sudah mengabaikan hal ini, harusnya ia membicarakannya dengan Irsyad diwaktu yang tepat, sekarang yang Khalisa bisa lakukan hanyalah meminta maaf.


Setelah kembali kerumah, Irsyad langsung memasuki kamar tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya, melihatnya Khalisa segera menyusul langkah Irsyad meski dengan perasaan yang sedikit takut, walau Irsyad tak bertanya tapi Khalisa yakin Irsyad membutuhkan jawaban darinya.


"aku minta maaf". ucap Khalisa menunduk tak berani menatap Irsyad.


" untuk apa?". sahut Irsyad dengan dingin.


"aku bersalah karena sudah mengambil keputusan sendiri tanpa memberitahukannya padamu".


Irsyad menatap tajam Khalisa, " semua sudah terjadi, apa yang bisa aku lakukan saat ini, maaf darimu tidak akan merubah apapun". ketus Irsyad.


mendengar ucapan Irsyad, Khalisa sadar jika kali ini Irsyad benar-benar marah padanya, wajar saja jika Irsyad bersikap seperti itu karena dirinya memang sudah keterlaluan membuat Irsyad terluka dan kecewa, sekarang Khalisa binggung apa yang harus ia lakukan untuk meredam amarah didada Irsyad, mungkinkah Irsyad akan memaafkannya dan memberikannya kesempatan untuk ia memperbaiki segalanya seperti yang biasa Irsyad lakukan?


"kenapa kamu tidak bertanya apa alasanku melakukan semua ini". kata Khalisa gugup.


" aku tidak ingin menambah luka dihatiku, aku sudah cukup merasa kecewa".


"sungguh kamu tidak ingin mendengar alasanku, apa itu artinya kamu tidak ingin memberiku kesempatan".


" lebih baik sekarang kita jalani saja seperti air yang mengalir, seperti yang pernah kamu katakan padaku". sahut Irsyad keluar dari kamarnya, masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Khalisa sendiri dengan rasa sedihnya.


Baru sekarang Khalisa melihat sisi lain dari seorang Irsyad, Khalisa tak pernah membayangkan jika kemarahan Irsyad akan sangat mengerikan, ternyata tinggal bersama Irsyad selama ini tidak membuat dirinya mengenal Irsyad dengan baik, Khalisa pikir Irsyad akan mau mengerti dan memahami dirinya.

__ADS_1


Merasa kecewa dengan sikap Irsyad, Khalisa masuk kekamar yang pernah ia tempati bersama Alika, mungkin sekarang memang bukan waktu yang tepat, ia akan kembali berbicara dengan Irsyad jika hati Irsyad sudah tenang.


Meski mencoba untuk memejamkan matanya, nyatanya mata Khalisa masih saja menatap langit-langit diatas kamarnya, ia masih memikirkan masalahnya dengan Irsyad saat ini, Khalisa merasa masalah selalu saja hadir didalam hidupnya, tidak bisakah ia hidup berbahagia?


Suara Irsyad tak terdengar sama sekali, hanya ada kesunyian dari kamar Irsyad, mungkinkah Irsyad sudah tertidur? rasanya Khalisa begitu merindukan Irsyad, biasanya disaat dirinya tak bisa tidur, Irsyad akan memeluk erat dirinya membuat dirinya tertidur dengan nyenyak.


Tak terasa airmata mulai menetes dari sudut-sudut matanya, Khalisa teringat dengan kenangan manisnya bersama Irsyad, karena kecerobohannya kini hubungannya dengan Irsyad dipertaruhkan, bisakah ia kembali merasakan kehangatan dari Irsyad?sampai kapankah Irsyad akan bersikap dingin kepadanya?


Khalisa yang baru saja ingin terlelap, tak sengaja mendengar suara gaduh dari luar kamarnya, dengan malas Khalisa bangun dan mengintip dari celah pintu yang sengaja ia buka sedikit, ia melihat jika Irsyad yang sudah terlihat rapi sedang berusaha membuka pintu, sepertinya Irsyad akan pergi keluar, entah kemana ia akan pergi ditengah malam seperti ini? Khalisa yang merasa penasaran rasanya ingin sekali bertanya, namun ia takut Irsyad akan mengabaikannya lagi, Khalisa hanya bisa merebahkan kembali dirinya diatas tempat tidur, membiarkan Irsyad pergi tanpa berpamitan dengannya.


Hari yang gelap telah berganti terang, suara ayampun sudah terdengar saling bersautan, hari sudah pagi namun Irsyad belum juga kembali sejak tadi malam, Khalisa yang khawatir tak bisa tidur semalaman, terus menunggu kepulangan Irsyad dengan perasaan yang tak karuan, kemana sebenarnya Irsyad pergi? Khalisa hanya bisa menduga tanpa tahu pasti keberadaan Irsyad saat ini, dimanapun Irsyad berada, Khalisa berharap dia akan baik-baik saja.


Ditengah lamunannya, suara ponsel Khalisa berdering dengan nyaring, Khalisa berpikir jika Irsyad lah yang sudah menghubunginya, melihat kelayar ponselnya ternyata malah nama Nova yang tertera, membuat Khalisa seketika tak bersemangat, dengan malas Khalisa menggangkat panggilan dari Nova, padahal ia sedang tidak berselera untuk berbicara.


Khalisa:"sorry gue lagi makan, ada apa?". sahut Khalisa beralasan.


Nova :"gue ini kan sahabat terbaik lo, jadi lo nggak boleh mengacuhkan gue lagi lain kali". gurau Nova.


Khalisa hanya bisa menghela napas panjang, kali ini rasanya ia sedang tidak ingin terlibat perdebatan dengan siapapun termasuk Nova.


Nova :"kenapa hanya diam".


Khalisa:"nggak apa-apa".

__ADS_1


Nova :"lo lagi ada masalah sama Irsyad?"


Khalisa:"nggak, gue cuma lagi capek aja". jawab Khalisa berbohong, karena ia terlalu malu untuk menceritakan masalahnya kali ini kepada Nova, ia takut Nova juga akan menyalahkan dirinya.


Nova :"serius lo lagi nggak ada masalah, walaupun gue nggak bisa lihat muka lo tapi suara lo nggak bisa bohongin gue".


Khalisa:"iya gue gak bohong kok, emang dasar elo aja yang sotoy". elak Khalisa


Nova :"okay, gak masalah kalo lo emang nggak mau cerita sama gue, btw lo sama Irsyad mau ikut gak, gue sama Dayu mau nonton, sekali-kali double date kayaknya seru deh".


untuk sesaat Khalisa terdiam, menginggat kembali saat dirinya dan Irsyad pergi nonton bersama untuk pertama kalinya, dimana cinta mulai bersemi diantara mereka, rasanya Khalisa ingin bisa kembali kemasa itu lagi.


Nova :"woy......lo tidur yah, ditanya kok malah diam aja, gimana lo mau ikut gak?".


Khalisa:"sorry gue nggak bisa hari ini jadwal gue masuk siang".


Nova :"duh sayang banget yah kita jadi gak bisa double date, ok gak papa next time kita pasti bisa double date".


Entahlah....Khalisa tampak tak yakin untuk bersuara, sebenarnya ia juga sangat berharap hubungannya dan Irsyad bisa membaik lagi dan bisa double date seperti yang Nova katakan.


Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Nova, Khalisa kembali bersedih memikirkan Irsyad, jika Nova tidak mengetahui pertengkarannya dengan Irsyad berarti Dayu juga tidak mengetahuinya, itu artinya semalam Irsyad tidak tidur dirumah Dayu, lalu kemana Irsyad semalaman tidak pulang kerumah?seketika pikiran negatif menghantui kepala Khalisa, membuat rasa cemasnya bertambah.


Ditengah kesendiriannya Khalisa masih mengharapkan kepulangan Irsyad, ia bahkan sengaja duduk diteras mengamati jalan didepannya, berharap sosok yang ia rindukan akan muncul, meski sudah menunggu berjam-jam namun harapannya untuk melihat Irsyad harus sirna.

__ADS_1


Menunggu memang hal yang paling menyebalkan tetapi tak bisa melihatmu membuatku kehilangan akal.....


__ADS_2