Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 99


__ADS_3

Khalisa masih shock mendengar perkataan Irsyad, ia tidak percaya jika yang ada didepannya saat ini adalah Irsyad yang selama ini ia kenal.


"semudah itukah kamu ingin meninggalkanku, bagaimana dengan janji yang selama ini selalu kamu ucapkan?". maki Khalisa sambil menanggis sesugukkan.


" maaf, tapi aku rasa saat ini hubungan kita sudah berada dititik yang paling jenuh, lebih baik kita intropeksi diri masing- masing, aku butuh waktu sendiri untuk memikirkan semuanya".


"aku mohon tidak bisakah kamu tetap disampingku". pinta Khalisa menggenggam tangan Irsyad.


" keputusanku sudah bulat".


"apa semua ini karena Thania?"


"jangan asal menuduh, aku bukan dirimu, selama ini aku selalu menjaga hati dan pikiranku hanya untukmu".


" lalu kenapa sekarang kamu ingin meninggalkanku?"


"sepertinya kamu masih tidak mengerti kesalahanmu".


" harus berapa kali aku katakan jika aku tidak ada apa- apa dengan Sultan".


"kamu pikir setelah melihat semuanya, aku bisa percaya padamu". sahut Irsyad yang sudah selesai mengemas semua barangnya, " aku tahu kamu hanya membutuhkan ayah untuk Alika, sekarang Alika sudah tidak ada, kamu bisa bebas melakukan apapun yang kamu inginkan".


"apa yang kamu katakan, aku tidak seperti yang kamu pikirkan, apa ada orang yang sudah menghasutmu agar membenciku".


Irsyad tak lagi menghiraukan Khalisa dan segera menyeret kopernya keluar dari kamar, Khalisa yang melihatnya pun segera mengejar Irsyad.


" jangan pergi, bagaimana denganku, aku akan seperti apa jika tanpamu". ucap Khalisa meraih tangan Irsyad berusaha menahan Irsyad.


"aku yakin kamu pasti akan baik- baik saja".


Khalisa termenung untuk sesaat, ia merasa yakin jika memang ada seseorang yang sudah menghasut Irsyad, Irsyad sudah benar- benar dikendalikan oleh amarahnya, Khalisa tak mengerti lagi bagaimana caranya membujuk Irsyad, Irsyad sama sekali tak memberikan ia kesempatan,siapa sebenarnya orang yang sudah mengendalikan pikiran Irsyad?


Tanpa Khalisa sadari Irsyad sudah berjalan keluar rumah meninggalkannya, Khalisa pun segera berlari untuk menyusul Irsyad, ia harus bisa mencegah kepergian Irsyad, ia tidak ingin hubungan yang sudah susah payah ia bangun bersama Irsyad kandas begitu saja, ia tidak ingin kehilangan Irsyad karena Irsyad terlalu berharga untuk hidupnya.


" Irsyad tolong berhenti, jika kamu pergi aku tidak ingin bertemu denganmu lagi selamanya". ancam Khalisa, namun tetap tak dihiraukan oleh Irsyad, karena Irsyad tetap menggikat kopernya diatas motor dan segera menaiki motor meninggalkan Khalisa yang seketika menjadi lemas hingga terjatuh duduk.


Khalisa hanya bisa bersedih dan menanggisi kepergian Irsyad, mungkinkah ini akhir cerita cinta mereka?


Selama berjam- jam Khalisa melamun diteras rumahnya, ia masih berharap Irsyad akan kembali dan berubah pikiran, ditengah kegalauannya ponsel Khalisa yang berada dimeja ruang tamu berbunyi, dengan terpaksa Khalisa bangun untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


Nova :"halo Khalisa". sapa Nova dari sebrang sana.


Khalisa:"yah, ada apa?".


Nova :"apa lo udah tahu kabar Irsyad?".


Khalisa yang sejak tadi matanya layu seketika matanya langsung terbelalak.


Khalisa :"kabar apa maksud lo?"


Nova :"jadi lo belum tahu kalo Irsyad kecelakaan".


Khalisa :"apa!!!?? lo nggak lagi bercandakan?"


Nova :" buat apa gue bercanda, barusan gue dapat kabar dari Dayu".


Seluruh tubuh Khalisa rasanya seperti tersengat aliran listrik bahkan ponselnya tanpa terasa sudah terjatuh dari tangannya. Nova yang merasa cemas terus memanggil- manggil nama Khalisa.


Khalisa yang sudah tersadar kembali segera meraih ponselnya dan kembali berbicara dengan Nova.


Khalisa :" bagaimana keadaan Irsyad?". Khalisa terlihat sangat khawatir dan takut.


Khalisa :"apa lo tahu sekarang Irsyad dirawat dimana?". tanya Khalisa dengan gemetar.


Khalisa :" gak usah biar gue berangkat sendiri".


Tanpa basa - basi lagi Khalisa segera menutup panggilan Nova, mengambil tasnya serta memesan ojek online.


Selama diperjalanan Khalisa terus menginggat pertengkarannya dengan Irsyad, ia sangat menyesal karena sempat berbicara jika ia tidak ingin melihat Irsyad lagi, sekarang ia ingin menarik semua ucapannya, berharap Irsyad baik- baik saja dan berdoa untuk kesehatan Irsyad kembali.


Dengan langkahnya yang cepat Khalisa berjalan dilobi rumah sakit, ia segera bertanya pada suster penjaga tentang keberadaan Irsyad.


"maaf suster, apa ada pasien atas nama Irsyad mekka evano".


"apa pasien yang baru saja mengalami kecelakaan motor?".


" yah sus benar, dia suami saya, dimana ia dirawat?".


"maaf tapi ibu pasien melarang siapapun untuk mengetahui keberadaan pasien".

__ADS_1


" apa maksud anda? saya ini istrinya". sahut Khalisa yang emosi.


"maaf tapi saya hanya menjalankan amanah dari keluarga pasien".


Khalisa yang tak ingin mencari keributan, segera pergi untuk mencari Irsyad diruang IGD namun bukan Irsyad yang ia temui tapi malah tante Mira.


Dengan sopan Khalisa mencium tangan mertuanya itu " tante bagaimana keadaan Irsyad, sekarang Irsyad dimana?".


"kau tidak perlu mencari Irsyad lagi karena kalian tidak akan bisa bertemu lagi".


" apa maksud tante?mengapa tante tega melakukan semua ini".


"aku tidak melakukan apapun, kau sendiri yang sudah membuat kehidupan Irsyad hancur dan membuat aku kehilangan anakku untuk selamanya".


Khalisa masih mencoba mencerna ucapan tante Mira, berharap jika ia salah mendengar.


" Irsyad baik- baik saja bukan?"


"itu juga mauku tapi takdir berkata lain".


Degh....jantung Khalisa rasanya ingin berhenti berdetak, ia sangat takut jika semua yang dikatakan tante Mira adalah kenyataan.


" karena dirimu anakku mengalami kecelakaan, kau memang tidak tahu diri karena berani berselingkuh dari Irsyad".


"bagaimana tante bisa mengetahui semuanya, apa tante yang sudah memberikan foto -fotoku pada Irsyad".


" yah, aku memang sengaja menyuruh orang untuk memata-mataimu".


Khalisa teringat kembali pada saat malam dimana seorang pria mengamati rumahnya, mungkinkah orang itu suruhan tante Mira?".


"tante tega memfitnahku".


" siapa yang memfitnahmu, semua yang aku katakan pada Irsyad tentangmu adalah kenyataan, sudah lama aku menunggu perpisahan kalian, tapi aku tidak menyangka jika aku harus kehilangan anakku dan semua itu karena dirimu".


"tante tolong jangan berbohong lagi katakan dimana Irsyad".


" aku sudah membawa Irsyad kebandung dan akan memakamkannya disana, di dekat kakeknya".


Ucapan tante Mira sekali lagi berhasil membuat jantung Khalisa tertusuk dan berhenti berdetak, ia masih tidak ingin percaya dengan ucapan tante Mira, namun tubuhnya gemetar hebat, ia berusaha menopang tubuhnya di tembok, air mata juga tanpa terasa mengalir dari matanya.

__ADS_1


Melihat Khalisa yang sudah tak berdaya, tante Mira segera meninggalkannya, dibalik wajahnya yang terlihat sedih terselip senyum yang licik.


Semakin lama tangis Khalisa semakin pecah, meski ia berusaha menutup mulutnya namun ia tak kuasa menahan kesedihannya yang mendalam, ia berharap semua yang dikatakan oleh tante Mira adalah sebuah kebohongan, jika tante Mira menginginkan perpisahannya dengan Irsyad, maka ia dengan sukarela akan melakukannya asalkan Irsyad tidak pergi dari dunia ini selamanya, tak bersama asalkan bisa melihatnya saja itu sudah lebih dari cukup.


__ADS_2