
Angin bertiup keseluruh penjuru malam, membuat siapapun akan merasakan dinginnya menusuk hingga ketulang rusuk, Khalisa merasa malam ini lebih dingin dari biasanya, ia yang merasa tak tahan bersembunyi dibalik tubuh Irsyad, dengan erat Khalisa yang duduk dijok belakang memeluk tubuh Irsyad.
Khalisa masih merasa gundah gulana memikirkan Alika putri semata wayangnya yang kini tak tahu entah sedang berada dimana, Khalisa berharap semoga Alika baik-baik saja, Khalisa menyesal karena dirinya masih saja bodoh hingga saat ini dan masih saja percaya pada Arion, Khalisa bersumpah jika saat ini adalah kebodohan terakhir nya, ia tak akan lagi percaya pada Arion apalagi sampai memaafkannya, Arion harus membayar atas semua perbuatan yang telah ia lakukan.
Irsyad menghentikan laju motornya dipinggir jalan, masih tersisa 100 meter lagi jaraknya dari Apartemen milik Arion.
"cepat turunlah". perintah Irsyad pada Khalisa yang masih saja melamun.
" disini??" tanya Khalisa yang masih terlihat binggung.
"yah, apa kamu mau aku turunkan didepan pintu Apartemen Arion". gurau Irsyad
" tidak, baiklah aku turun sekarang".
"apa kamu tidak keberatan jika berjalan kaki dari sini ke apartemen Arion?"
"tidak masalah, aku tidak selemah yang kamu pikran".
" tidak perlu kamu katakan aku juga sudah tahu".
"drett....drett".
ponsel Khalisa berbunyi ditengah obrolan mereka berdua.
" siapa".gumam Irsyad
"Arion".
" cepat angkat dan loudspeaker handphone mu".
Khalisa menggeser warna hijau di layar ponselnya, terdengar jelas suara Arion dari sebrang sana.
Arion : " bagaimana, kamu belum membalas pesan dariku".
Khalisa:" aku sedang dijalan, sebentar lagi aku sampai disana".
Arion :"kamu pergi bersama Irsyad?".
Khalisa:" tidak, aku naik ojek". sahut Khalisa berbohong.
Arion :"bagus, aku sudah tidak sabar menunggu kedatanganmu". ucap Arion menutup panggilannya.
Terlihat jelas wajah Irsyad memerah karena menahan amarahnya, jika Arion ada dihadapannya sudah pasti Irsyad akan meluapkan seluruh emosinya.
"ya sudah aku pergi dulu". pamit Khalisa
__ADS_1
" hati-hati". sahut Irsyad dengan berat hati
Khalisa melangkahkan kaki nya dengan penuh keyakinan jika dirinya bisa menghadapi Arion meski seorang diri, semoga saja Arion masih memiliki hati dan bisa ia bujuk untuk mengembalikan Alika tanpa harus memakai kekerasan.
Arion ternyata sudah menyambut kedatangan Khalisa didepan pintu apartemen nya". sudah lama sekali rasanya kamu tidak berkunjung kesini". ucap Arion dengan tersenyum penuh percaya diri.
"jika bukan karena terpaksa gue tidak sudi menginjak apartemen lo lagi". ketus Khalisa
" aku selalu menyukai sifat ketusmu".
"terserah aku tidak peduli, sekarang katakan dimana Alika?".
" sabar, ayo silahkan kamu masuk , Alika ada didalam". ucap Arion memberikan ruang agar Khalisa bisa masuk kedalam apartemennya.
Dengan panik Khalisa mencari keberadaan Alika diseluruh ruang yang ada didalam apartemen milik Arion sambil meneriaki nama Alika.
"dimana Alika". ketus Khalisa yang tak berhasil menemukan Alika.
" maaf tapi Alika tak ada disini, aku akan menggembalikan Alika jika kamu menerima syarat dariku".
"jangan macam-macam, gue tidak akan memaafkan lo".
" apa kamu tidak mau mendengar dulu syarat dariku".
"baiklah, apa itu?".
"tidak akan".
" kamu lebih memilih Irsyad dibanding anakmu sendiri".
" gue nggak mau memilih karena gue sayang mereka berdua, jadi cepat katakan dimana lo sembunyikan Alika".
"aku nggak akan bilang sebelum kamu setuju berpisah dari Irsyad".
" lo itu egois, manfaatin anak lo sendiri demi kepentingan pribadi lo".
"maaf, sebelumnya aku memang tulus ingin mengajak Alika dan dekat dengan darah dagingku sendiri tapi tiba-tiba aku berpikir jika ini adalah kesempatan untukku ".
" kesempatan untuk membuat gue jadi orang bodoh lagi, gue nyesel karena udah berusaha percaya lagi sama laki-laki seperti lo". maki Khalisa
"aku nggak bermaksud seperti itu, aku tulus mencintai kamu dan ingin kembali bersamamu".
" itu tidak akan pernah terjadi meski hanya didalam mimpi lo".
"jadi kamu tetap tidak mau berpisah dari Irsyad? dasar wanita keras kepala". ucap Arion tersenyum kecut.
__ADS_1
tiba-tiba saja disaat Khalisa lengah Arion dengan licik menyekap mulut Khalisa dengan sapu tangan membuat Khalisa lama-lama hilang kesadaran karena pengaruh obat bius yang Arion berikan disapu tangannya.
Arion terlihat bahagia kini Khalisa berada dipelukannya, ia membawa Khalisa masuk kedalam kamarnya dan membaringkan tubuh Khalisa diatas Kasurnya.
" kamu masih saja terlihat cantik Khalisa". bisik Arion. "maaf aku terpaksa melakukan semua ini karena dirimu sangat keras kepala".
Arion mulai melepaskan satu persatu kancing baju Khalisa, rasanya air liurnya ingin menetes melihat tubuh mulus Khalisa yang sudah lama tak dilihatnya, aroma dari tubuh Khalisa tak ada yang berubah, aroma yang selalu membuat Arion merindukannya, saat ingin melepaskan celana jins Khalisa tiba-tiba saja pintu kamar Arion terbuka, Irsyad tampak murka melihat yang ada didepan matanya, tanpa ancang-ancang Irsyad mengarahkan pukulan kewajah Arion berkali-kali tanpa ampun, tak lama Dayu dan Nova juga muncul dari balik pintu ikut terkejut melihat keadaan Khalisa.
" astaga Khalisa". teriak Nova mengampiri Khalisa yang terbaring, Nova mencari pakaian Khalisa yang Arion buang sembarangan untuk menutupi tubuh Khalisa. "ayang kamu jangan lihat-lihat". omel Nova yang melihat Dayu ikut memperhatikannya.
" aku kan juga punya mata". protes Dayu
"kamu itu nggak guna banget, bukan bantu Irsyad sana". ketus Nova, membuat Dayu merasa ngeri sendiri, bergegas menghampiri Irsyad dan Arion.
" hentikan, Irsyad lo mau bunuh Arion". kata Dayu berusaha melerai Irsyad karena terlihat Arion yang sudah babak belur dan tak berdaya.
"biarin saja dia mati nyusul nyokapnya sekalian". maki Irsyad tanpa sadar karena kemarahannya sudah tak bisa ia kendalikan lagi.
" Irsyad jaga ucapan lo". omel Dayu
"setelah lo bunuh nyokap gue sekarang lo mau bunuh gue juga".gumam Arion yang menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
" apa maksud lo". ketus Irsyad
"lo yang udah buat nyokap gue meninggal, gara-gara lo mama gue sama papa berantem hebat, dengan emosi akhirnya mama nyetir mobilnya sendiri sampai akhirnya mama kecelakaan dan meninggal".
Irsyad melotot kaget mendengarkan ucapan Arion, ia masih tak mengerti dengan ucapan Arion yang menyangkutkan dia dengan kematian mamanya.
" apa lo nggak inget? tapi sayangnya gue masih inget dan nggak akan pernah lupa dengan kejadian itu". ucap Arion dan mulai menginggatkan Irsyad pada masa lalunya.
Flashback on
Seorang bocah laki-laki berumur 15 tahun terlihat bahagia bisa makan siang diluar bersama kedua orangtuanya yang selalu sibuk setiap hari, Arion menatap wanita cantik yang sudah melahirkannya, ia merasa beruntung memiliki mama yang sangat menyayanginya dan selalu memanjakannya.
"aku sayang mama". ucap Arion manja mencium pipi sang mama.
" kamu itu bisa saja tapi jika nanti sudah menikah pasti juga akan melupakan mama dan lebih menyayangi istrimu". goda mamanya membuat tawa dimeja mereka.
"apa papa juga lebih menyayangi mama daripada nenek?"
"tentu saja".
" jelas saja papa lebih menyayangi mama karena aku sudah tidak punya nenek". sahut Arion nampak sedih.
"hai Arion kenapa sedih bukankah kau masih memiliki nenek dari mama". hibur mamanya.
__ADS_1
Ada rasa bersalah diwajah papanya Evan karena sudah berbohong pada Arion, semua ia lakukan karena dirinya sudah memiliki istri sah, ia tidak ingin sampai keluarganya tahu jika dirinya sudah menikah sirih dengan Clara mamanya Arion.
πππππ