
Khalisa terbangun dari tidur nya,yang baru saja tertidur 3 jam lalu karena sepanjang malam diri nya terus terjaga akibat Irsyad yang terus saja menggentayangi tubuh nya seperti hantu penasaran,Irsyad bahkan lebih ganas dari boneka Chucky,tubuh Khalisa rasa nya seperti remuk semua,Khalisa juga merasa agak nyeri di bagian bawah nya.dengan hati-hati Khalisa menyingkirkan tangan Irsyad dari perut nya,berusaha untuk bangun meski badan nya terasa lebih berat,Khalisa mengambil handuk milik Irsyad dari belakang pintu untuk menutupi tubuh nya.
"mau kemana?".tegur Irsyad yang ternyata juga sudah tersadar dari tidur nyenyak nya.
" mau keluar cari angin".gurau Khalisa
mata Irsyad yang masih mengantuk refleks melotot mendengar ucapan Khalisa."cuma pakai handuk".protes Irsyad
"udah tahu pakai handuk,yah mau mandi lah".omel Khalisa keluar dari kamar Irsyad.
" tunggu,aku ikut".teriak Irsyad,menyusul Khalisa.
Tapi sayang nya Irsyad sudah terlambat ,karena Khalisa yang mendengar teriakan Irsyad buru-buru masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.Khalisa tidak ingin tubuh nya yang remuk bertambah menjadi jompo.
dengan kesal Irsyad menunggu Khalisa keluar kamar mandi,bisa-bisa nya Khalisa tidak mengijinkan nya mandi bersama padahal diri nya tidak memiliki niat apa-apa,paling hanya sedikit-sedikit saja,Irsyad benar-benar tidak sadar jika diri nya sudah membuat Khalisa kewalahan.
"hari keramas pertama setelah 2 tahun lebih menikah,apakah rasa nya seperti penggantin baru?" goda Irsyad saat Khalisa baru keluar dari kamar mandi dengan rambut nya yang tergerai basah.
Khalisa yang jengkel pada Irsyad melemparkan bra kotor di tangan nya ke wajah Irsyad.bukan kesal Irsyad justru malah tertawa geli.membuat Khalisa bertambah jengkel dan langsung masuk ke kamar nya.
***
Hari ini Resto sultan tak seramai biasa nya,Khalisa juga tak terlalu sibuk dan bisa lebih bersantai.Khalisa jadi kepikiran soal Irsyad,Khalisa menjadi takut sendiri Irsyad akan meninggalkan nya karena biasa nya pria yang sudah mendapatkan yang di inginkan nya,akan berubah setelah merasa puas,maka nya banyak sekali ibu-ibu yang curhat tentang suami nya di medsos,setelah menjadi pasangan hidup, banyak sekali perubahan pada pria,yang tadi nya perhatian menjadi cuek,yang tadi nya peduli menjadi masa bodo,yang tadi nya lembut menjadi kasar,yang tadi nya sayang menjadi ambyar,begitulah kira-kira curhatan ibu-ibu jaman sekarang.
diam-diam saat berangkat kerja Khalisa membeli pil kontrasepsi,untuk berjaga-jaga agar diri nya tak hamil lagi karena sejujur nya ia masih belum siap ,masih ada ketakutan di hati kecil nya.
mata Khalisa tak bisa berkedip melihat dua orang yang baru saja masuk ke dalam restoran,di lihat dari gerak-gerik mereka layak nya seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.Khalisa yang merasa kesal tak dapat berpikir panjang lagi,meninggalkan meja kasir untuk segera menghampiri pasangan yang baru saja di lihat nya.
"Kanya,malvin".panggil Khalisa
Kanya terlihat kaget melihat keberadaan Khalisa di sana,ia selama ini tidak pernah tahu dimana Khalisa bekerja karena ia memang tak pernah perduli dengan hidup kakak nya itu.
" kalian saling kenal".tanya Malvin menatap Khalisa dan Kanya bergantian.
"dia adik ku".ketus Khalisa," katakan ada hubungan apa kalian berdua?"
"kami.....",
__ADS_1
" kami hanya berteman".kata Kanya memotong ucapan Malvin
"benarkah hanya berteman,malvin?" Khalisa menatap wajah Malvin dengan intens membuat Malvin gugup.
"kamu urus saja kehidupan mu sendiri,kenapa ikut campur dengan hidup ku".ketus Kanya,melotot pada Khalisa.
" Kanya kamu itu masih sekolah,kenapa pacaran dengan pria dewasa,sebentar lagi kamu akan ujian sekolah,setelah kamu lulus dan meraih cita-cita mu,kamu bisa menentukan masa depan yang lebih baik untuk kamu".omel Khalisa
"kak Khalisa sebaik nya kamu berkaca sebelum menasihati orang lain,kamu tidak lebih baik dari pada aku".ketus Kanya tak terima." ayo kak Malvin,lebih baik kita pergi dari sini".
Khalisa hanya bisa meneteskan air mata melihat kepergian Kanya,sebegitu benci nya kah Kanya pada diri nya sehingga ucapan nya hanya di anggap angin lalu saja?
hati Khalisa jadi merasa tak tenang memikirkan Kanya,Khalisa merasa penasaran bagaimana Kanya yang sekolah di asrama bisa bertemu dengan Malvin,padahal Kanya hanya punya waktu bebas 1 hari saja dalam seminggu itupun ia gunakan untuk pulang ke rumah,bagaimana bisa kepala asrama membiarkan Kanya bebas berkeliaran di luar bersama seorang pria.
Khalisa teringat pada satu nama yang bisa menjawab rasa penasaran nya.
๐ด๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ.๐
๐๐ฉ๐ข๐ญ๐ช๐ด๐ข
Khalisa mengirimi Sultan pesan karena ingin sekali bertemu Sultan untuk mencari tahu soal Malvin.
๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ?
๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ,๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช
๐๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ฏ๐
muncul seutas senyuman di wajah Khalisa yang sedang cemberut saat membaca pesan dari Sultan.
"๐ฎ๐ข๐ข๐ง ๐๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ".batin Khalisa.
Dengan gelisah Khalisa tidak sabar menunggu kedatangan Sultan,Khalisa tampak seperti setrika yang bolak-balik di lobi restoran.
" Kenapa Sultan lama sekali".gerutu Khalisa
"sedang menunggu pacar datang nona".goda Sultan yang baru saja datang menggagetkan Khalisa.
__ADS_1
" sepertinya aku lagi menunggu supir pribadiku datang".gurau Khalisa
"mana ada supir pribadi se keren aku".protes Sultan.membuat kedua nya tertawa.
Sultan tak langsung mengajak Khalisa ke mobil nya melainkan duduk di lobi restoran.
" ada apa kamu ingin bertemu denganku?".selidik Sultan
"bagaimana kamu bisa tahu aku memang sengaja ingin bertemu dengan mu".kata Khalisa heran.
" karena tumben sekali kamu berharap aku jemput,biasa nya juga selalu marah-marah dan mengajak aku berdebat".
Khalisa merasa malu sendiri dan nyengir pepsodent menunjukan barisan gigi nya yang putih.
Beberapa pegawai restoran yang melewati mereka menyapa ramah pada Sultan karena mengenali Sultan sebagai pemilik Resto sultan dan memandang iri pada Khalisa.Khalisa yang sudah terbiasa merasa cuek saja karena merasa diri nya tak memiliki salah,ia tulus berteman dengan Sultan,terserah orang mau beranggapan apa pada nya,yang terpenting ia tak seburuk yang orang pikirkan.
"apa kamu mengenal baik Malvin" tanya Khalisa yang tak menghiraukan lagi sekeliling nya.
"yah,jangan bilang kamu lebih tertarik pada Malvin di banding diriku yang sempurna ini".
" jangan ngaco".omel Khalisa memukul bahu Sultan pelan.
"lalu untuk apa kamu bertanya soal Malvin".
" jawab saja pertanyaan ku, seberapa baik kamu mengenal Malvin".
"ada apa sebenar nya,jangan bilang kamu benar-benar mencintai Malvin".ucap Sultan lagi membuat Khalisa jengkel dan kembali memukul nya.
" kamu ini ringan tangan sekali".protes Sultan merasa tangan nya mulai sakit.
"maka nya jawab aja,jangan malah berasumi sendiri,nanti kamu juga akan tahu alasan ku bertanya soal Malvin".
" oke.Malvin itu sahabatku sejak smu,dia bekerja sebagai asisten pribadiku,umur nya 27 tahun,tinggi 178cm berat badan 65,anak pertama dari 3 bersaudara,punya hobi futsal,dia jomblo,sedikit konyol dan menyebalkan".jelas Sultan panjang lebar."apa masih ada yang ingin kamu tanyakan?".
Khalisa menepuk jidat nya yang agak pusing mendengarkan Sultan,"bukan itu maksud aku,aku hanya ingin tahu apakah Malvin pria yang baik".
"kenapa tidak bilang sejak tadi,membuat aku menguras energi saja berbicara soal Malvin".omel Sultan
__ADS_1
(terima kasih author harap bisa menjadi novel favorit untuk kalian semua yang baca,,,๐๐Bang maman baru melek makan dukuh...yang udah komen dan like i love yuh๐ ๐)