Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 98


__ADS_3

Bintang terlihat berkiluan diatas langit yang gelap, membuat langit tampak lebih indah dan memukau, langit tanpa kehadiran bintang rasanya kurang lengkap seperti hidup Khalisa yang hampa tanpa kehadiran Irsyad disisinya.


Khalisa sengaja pulang sendiri, menolak Sultan yang ingin mengantarnya pulang, meski harus melewati perdebatan panjang, ia akhirnya bisa meyakinkan Sultan dengan bantuan Nova.


Ojek yang dinaiki Khalisa berhenti tepat didepan rumah Khalisa, karena keasyikan ngobrol ia sampai lupa waktu, langit kini juga sudah berganti malam, setelah membayar ojeknya Khalisa buru-buru masuk kedalam rumahnya, ia lega karena sesampainya di dalam rumah, ia tidak menemukan keberadaan Irsyad sehingga ia tidak memerlukan alasan apapun untuk Irsyad karena dirinya terlambat pulang.


Khalisa yang merasa lelah sengaja merebahkan dirinya disofa sambil menunggu Irsyad pulang, ia juga tidak lupa untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu agar aroma keringat ditubuhnya setelah seharian beraktifitas pun hilang, kini tubuhnya sudah wangi dan wajahnya juga sudah ia poles tipis agar terlihat lebih cantik didepan Irsyad.


Khalisa yang merasa kantuk malah tak sengaja terpejam, ia tidak sadar jika Irsyad telah kembali dan sedang menatapnya dengan tajam.


"Khalisa...!!" panggil Irsyad sedikit kencang agar Khalisa yang tertidur bisa mendengarnya.


perlahan mata Khalisa mulai terbuka, ia tersenyum manis saat membuka mata menemukan sosok Irsyad yang berdiri didepannya.


"kamu sudah pulang?". sapa Khalisa seraya menguap.


" yah, apa aku mengganggumu".


"kenapa bicara seperti itu, tentu saja aku sangat senang melihatmu karena aku memang sedang menunggumu pulang dan tak sengaja tertidur". ucap Khalisa panjang×lebar.


" menungguku". sahut Irsyad seakan tak percaya.


"tentu saja aku menunggumu karena aku merindukanmu".


" merindukanku". sahut Irsyad lagi, menggulang ucapan Khalisa kembali seakan masih tak percaya.


"ada apa denganmu, wajahmu terlihat tidak senang, apa aku punya salah padamu?". tanya Khalisa yang mulai sadar perubahan sikap Irsyad padanya.


" tidak, aku yang salah".


Khalisa semakin heran saja dengan sikap Irsyad, ia merasa ada yang aneh pada Irsyad malam ini, sikapnya sangat berbeda dari pagi tadi saat mereka terakhir bertemu.


"apa kamu baik-baik saja?" ucap Khalisa bangun dari sofa untuk menghampiri Irsyad.


Bukannya menjawab, Irsyad justru mengeluarkan map coklat dari dalam tasnya dan melemparkannya keatas meja.


"apa ini?" ucap Khalisa seraya mengambil map itu dan membukanya.

__ADS_1


Khalisa benar-benar merasa terkejut begitu melihat isinya, yang ternyata adalah foto-fotonya bersama Sultan yang terlihat dekat.


"bisa kamu jelaskan padaku semuanya". ketus Irsyad.


" aku dan Sultan hanya berteman".


"sudah kuduga, kamu tidak akan mengakuinya".


" apa yang harus aku akui jika memang kenyataannya tidak ada apa- apa diantara kami, apa kamu tidak mempercayaiku?!".


"bagaimana aku akan percaya jika buktinya sudah sangat jelas".


" Irsyad kamu tidak percaya padaku, apa aku begitu terlihat rendah dimatamu, hanya sebatas itukah cintamu padaku".


"entahlah aku harus percaya pada cinta yang selalu membuatku terluka atau kenyataan yang menyakitkan".


" tolong percayalah padaku, aku dan Sultan hanya berteman, aku hanya mencintaimu". ucap Khalisa menggenggam tangan Irsyad namun ditepis oleh Irsyad. "Irsyad bukankah kita baru saja berbaikan, aku mohon jangan membuat hubungan kita memburuk lagi".


" kamu yang sudah merusak segalanya, beraninya kamu menyalahkanku..!!". bentak Irsyad yang sudah mulai tak bisa mengendalikan dirinya padahal sejak tadi ia sudah berusaha untuk tenang.


Ucapan Khalisa sepertinya berhasil menyulutkan kembali emosi Irsyad, "sekarang kamu berusaha mencari- cari kesalahanku untuk membela diri, asal kamu tahu jika hari itu aku tidak sengaja bertemu dengan Thania, bukan seperti dirimu yang terang- terangan selalu menemui kekasihmu itu".


Perkataan Irsyad bagaikan sebuah pisau yang menusuk kejantung Khalisa, Khalisa merasa geram mendengarnya karena sejak tadi Irsyad terus saja memojokkannya tanpa mau mendengarkan alasannya sama sekali.


" aku kecewa padamu karena sudah meragukan rasa cintaku padamu". kata Khalisa dengan mata yang sudah basah dengan airmata.


"kamu pikir aku ingin seperti ini, kamu yang sudah membuatku seperti orang bodoh".


" aku tidak tahu bagaimana lagi harus meyakinkanmu jika aku dan Sultan hanya berteman, sedikitpun aku tidak pernah berniat untuk berpaling darimu".


"teman tapi mesra , kamu bahkan terlihat bahagia ketika berada dipelukan Sultan".


" ceritanya panjang, aku binggung harus memulai ceritanya darimana, intinya Sultan sedang sakit keras, aku hanya kasihan padanya".


"apa jika Sultan memintamu tidur bersamanya, kamu juga tidak akan menolak".


Khalisa yang mendengar perkataan Irsyad refleks melayangkan tamparan kewajah Irsyad, ia tidak percaya jika Irsyad bisa berbicara setega itu padanya.

__ADS_1


" apa kamu pikir aku sehina itu? aku masih punya harga diri, aku bukan wanita murahan!!". teriak Khalisa kesal.


"kamu itu wanita munafik, aku menyesal sudah mencintaimu dan menunggumu". bentak Irsyad tak mau kalah.


Airmata tampak lolos lagi dari mata Khalisa, lagi- lagi perkataan Irsyad sangat menyakitkan untuknya, ia sudah tidak mengenal lagi Irsyad yang ada didepannya, sangat berbanding terbalik 180° derajat dari Irsyad yang sangat ia cintai.


" aku tahu jika dibandingkan Sultan aku bukan apa- apa, wajar jika kamu berpaling dariku dan menerima lamarannya". ucap Irsyad sambil menunjukkan foto saat Khalisa dan Sultan sedang ditoko perhiasan tadi sore.


"kamu sepertinya sudah salah paham, aku hanya menemani Sultan mencari hadiah untuk adiknya, dan aku pergi tidak berdua saja tetapi juga bersama Nova, kamu bisa tanyakan pada Nova". jelas Khalisa.


" kamu tidak perlu lagi mencari alasan, Nova pasti akan membantumu karena dia sahabatmu dan sepupu Sultan".


Khalisa saat ini merasa frustasi karena usahanya untuk meyakinkan Irsyad sama sekali tidak berhasil.


"aku harus apa agar kamu percaya?" ucap Khalisa tampak memelas, berharap hati Irsyad akan luluh.


"tidak ada lagi yang bisa membuatku percaya padamu, apalagi saat aku melihat foto ini, rasanya aku ingin sekali menghabisi Sultan dengan tanganku".


ucap Irsyad melemparkan sebuah foto tepat diwajah Khalisa.


" foto ini saat aku jatuh pingsan dijalan, Sultan tidak sengaja melihatku dan membawaku kerumah sakit".


"itu semua karena kamu sedang mengandung anaknya bukan?"


Perkataan Irsyad berhasil membuat hati Khalisa hancur berkeping- keping namun ia berusaha tetap tegar didepan Irsyad karena ia tidak ingin membuat keadaan diantara mereka semakin memburuk, bagaimanapun juga Irsyad saat ini sedang emosi, ia hanya salah paham saja dan tidak sengaja menyakitinya.


"aku bersumpah, aku dan Sultan tidak sengaja berpapasan dengan dokter kandungan itu, aku hanya sekedar menyapa karena dia masih mengenalku".


" aku rasa kita berdua membutuhkan waktu". ucap Irsyad berlalu masuk kekamarnya.


Khalisa yang tak mengerti maksud Irsyad segera mengejar Irsyad kedalam kamarnya.


"apa maksudmu?".


" mulai sekarang kita akan hidup masing- masing, aku akan kembali kerumah orangtuaku". kata Irsyad sambil memasukkan pakaiannya kedalam koper.


"apa?". Khalisa tampak tak percaya, ia terdiam untuk sesaat, semudah itukah Irsyad mengakhiri hubungan mereka?

__ADS_1


__ADS_2