
gerimis menandakan hujan turun...
matahari terbit berarti hari telah pagi....
langit gelap pertanda hari telah malam....
tapi bagaimana cara nya agar hati dapat membedakan antara cinta dan benci............,?
Khalisa merasa matanya kering tak bisa mengeluarkan air mata lagi meski rasanya ingin sekali menangis, dari dalam angkot yang terus berjalan Khalisa hanya bisa memandangi Arion yang masih tak beranjak dari tempatnya hingga sosok Arion menghilang Tak Terlihat Lagi oleh matanya.
Arion terus menatap angkot yang membawa Khalisa pergi,lutut nya lemas seakan tak dapat menopang tubuhnya sendiri ,Arion berlutut di pinggir jalan meratapi nasibnya karena tak berhasil membujuk Khalisa ,wanita yang sangat dicintainya .Arion masih ingat Bagaimana dulu ketika Khalisa sedang marah pasti akan selalu memaafkan dirinya .Khalisa memang telah berubah namun Arion yakin di dalam hati Khalisa masih ada cinta untuk diri nya, tidak mungkin Khalisa melupakan dirinya begitu saja sama seperti dirinya yang tidak bisa melupakan Khalisa karena begitu banyak kenangan indah di antara mereka, Arion berharap Khalisa akan kembali lagi kepelukan nya,merajut kembali kisah mereka yang sempat terputus oleh takdir.
Khalisa tak yakin Bagaimana ia bisa menjalani kehidupan nya lagi untuk menggapai masa depan jika bayangan dari masa lalu terus saja mengikuti langkah nya, Khalisa merasakan hatinya tak bergetar lagi jika berada di dekat Arion, mungkin kah karena tak lagi mencintainya ?namun Khalisa juga tak bisa membencinya meski Arion pernah menyakiti hati nya.
Khalisa tak bisa memejamkan matanya karena terus terbayang pertemuan nya dengan Arion. Khalisa takut Arion tidak akan berhenti mengganggunya, Bagaimana jika Arion nekat dan memberitahu semua nya kepada Irsyad. apa yang akan Irsyad lakukan jika mengetahui kalau sebenarnya Alika Adalah anak Arion? Mungkinkah Irsyad akan tetap menyayangi Alika seperti anak nya sendiri?
Khalisa pergi ke teras karena merasa bosan berada di dalam kamarnya,angin sepoi-sepoi saling bersautan menyabut kedatangan Khalisa, Khalisa bersandar di sofa memejamkan matanya menikmati sejuknya angin malam, mendamaikan jiwa nya yang sedang tak tenang.berharap semua beban nya akan menghilang terbawa hembusan angin malam.
"lho, kok tumben belum tidur?"tanya Irsyad,menghampiri Khalisa.
" belum ngantuk,lo sendiri kenapa belum tidur?"
"baru mau tidur tapi dengar suara pintu terbuka".
" sorry kalo gue ganggu lo".
"gpp,biar gue temenin lo disini".kata Irsyad ikut duduk.
Khalisa kembali memejamkan mata nya,tak ingin Irsyad menyadari kesedihan melalui mata nya.
" lo sakit".tanya Irsyad melihat raut wajah Khalisa tak secerah biasa nya.
"nggak".
" jadi lo lagi ada masalah".
"nggak".
" lo nggak pintar bohong Khalisa".
Khalisa diam tak menghiraukan Irsyad yang masih penasaran dengan nya.
__ADS_1
"biar lo bisa tidur nyenyak ,gimana kalo gue kelonin".goda Irsyad sengaja menghibur Khalisa.
" nggak perlu,gue bisa tidur sendiri".
"terserah,gue kan cuma menawarkan kebaikan saja".
" itu sih nama nya memanfaatkan".
"yakin nggak mau,kesempatan terakhir buat loe,gue hitung sampai 3, 1.....2".
saking kesal nya sama Irsyad,Khalisa tak bisa memejamkan mata nya kembali,membuat dirinya mencubit pinggang Irsyad agar berhenti mengganggu nya.
" awwww,,,,,,,,ampun Khalisa".rengek Irsyad kesakitan.
"janji lo nggak bakal berisik lagi".pinta Khalisa.
" iya ,tapi lo juga harus janji nggak bakal sedih lagi".
khalisa refleks melepaskan tangan nya dari pinggang Irsyad,menatap tak percaya pada Irsyad yang begitu peka pada perasaan nya,Khalisa baru sadar jika sejak tadi Irsyad hanya berusaha untuk menghibur diri nya.
"maaf".ucap Khalisa merasa bersalah.
"enak saja muka gue tuh manis mana ada tampang galak" .sahut Khalisa yang sudah mulai bisa melupakan kesedihan nya.
"kalo manis kenapa nggak ada semut di muka lo".ledek Irsyad.
" tanya saja sana sama semut yang berbaris di dinding".gurau Khalisa tak mau kalah.
Irsyad merasa senang karena bisa melihat Khalisa tersenyum lagi,Irsyad tidak ingin wanita yang di cintai nya merasa sedih.ia mau Khalisa selalu bahagia bila di dekat nya.
"kita masuk,nanti lo bisa sakit kena angin malam".ajak Irsyad
" lo duluan aja".
"kalo lo nggak mau masuk nanti gue gendong".ancam Irsyad seperti biasa nya agar Khalisa tak keras kepala.
dengan terpaksa Khalisa akhir nya masuk ke dalam rumah meninggalkan Irsyad yang masih sibuk mengunci pintu.
***
Khalisa merasa tak semangat bekerja apalagi tidak ada Irsyad yang biasa menghiburnya ,yang selalu bisa membuat suasana hatinya kembali membaik.mau bagaimana lagi karena Irsyad juga punya kehidupan nya sendiri.
__ADS_1
" lo sakit?"tanya ketty yang baru saja datang.
"nggak".
" tapi kenapa muka lo agak pucat".
"mungkin belum sarapan".
Khalisa sampai lupa jika ia belum memakan apapun sejak pagi,hanya segelas susu yang baru masuk ke perut nya.bahkan Khalisa juga berbohong pada Irsyad jika diri nya sudah sarapan duluan.
" ya udah cepat sana lo makan ,nanti malah sakit lagi,gue liat di luar ada tukang bubur ayam".
"gue lagi nggak nafsu makan".
" ya ampun Khalisa ,badan lo nanti tambah kerempeng".ceplos ketty.
tanpa ragu ketty langsung menarik tangan Khalisa,menuntun nya sampai ke tukang bubur yang kebetulan mangkal di pinggir jalan.ketty juga ikut memesan untuk diri nya sendiri.
"emang lo juga belum sarapan?".tanya Khalisa.
" udah sih,tapi ngeliat bubur gue jadi laper lagi".
Khalisa hanya bisa menepuk jidat nya melihat ketty yang sudah agak gendut tapi masih saja doyan sekali makan.tapi Khalisa senang melihat ketty percaya diri dan apa ada nya.
"Khalisa udah lama gue nggak lihat sultan datang,dia kemana?".tanya ketty sambil memakan bubur nya.
" mana gue tahu,kenapa lo kangen?"goda Khalisa.
"mana mau dia sama gue".kata ketty tertawa geli." aneh aja biasa nya dia sering datang tapi belakangan ini nggak pernah keliatan lagi".
"mungkin sibuk".
" bukan karena patah hati sama lo".
"mana ada,dari pertama gue cuma berteman sama Sultan,kalo dia nggak mau cuma berteman aja sama gue,itu hak dia,yang penting gue nggak pernah ngasih harapan apalagi sampai nyakitin dia".
" gue suka gaya lo".ledek ketty.
"ywd cepetan makan nya sebelum restoran di buka sama pak anton".
yah setidak nya Khalisa bersyukur masih bisa sedikit terhibur karena ada ketty yang menemani nya saat di tempat kerja.Khalisa jadi bisa melupakan masalah yang sedang di hadapi nya yang membuat nya sedih sepanjang hari sampai lupa mengisi perut nya,Irsyad pasti akan marah sekali jika sampai penyakit maag nya kambuh kembali karena ia mengabaikan nya.
__ADS_1