Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 82


__ADS_3

Khalisa menatap wajah mungil didepannya yang sedang terbaring tak sadarkan diri, tak ada lagi senyum yang terlihat diwajah Alika seperti biasanya, Khalisa merindukan tawa Alika yang menunjukkan barisan gigi susunya yang baru tumbuh, Sungguh tak enak rasanya melihat anak yang selalu kita jaga dan sayangi harus terluka seperti saat ini, rasanya sebagai seorang ibu hati Khalisa pun ikut terluka.


"semua akan baik-baik saja". hibur Irsyad membelai rambut panjang Khalisa.


" apa kamu yakin, entah mengapa perasaanku sangat tidak enak".


"Alika sudah melewati masa kritisnya, saat ini juga Alika tidak lagi diUGD, Alika sudah dipindahkan kekamar, jadi kamu tidak perlu merasa khawatir lagi".


" tetap saja sebagai Mamanya aku akan selalu cemas, kecuali Alika sudah pulih kembali dan pulang kerumah bersama kita".


"aku sangat mengerti kecemasanmu my dear, karena akupun sama khawatirnya dengan dirimu". ucap Irsyad mengecup kening Khalisa.


Tak terasa mereka sudah 2 hari berada dirumah sakit menunggu Alika yang masih koma, mereka sangat berharap Alika segera bangun dari tidur nyenyaknya, mereka bahkan tak ingin meninggalkan Alika meski hanya sedetik saja, mereka paling hanya pergi ke kamar mandi dan makan saja, itupun mereka lakukan secara bergantian agar tetap bisa mengawasi Alika.


" kamu terlihat lelah my dear, tidurlah disofa biar aku yang duduk disini menjaga Alika".


"kamu juga pasti sangat lelah, lebih baik kamu saja yang tidur, aku masih ingin melihat Alika".


" tok.....tok...".


Irsyad membuka pintu kamar rawat Alika yang diketuk seseorang dari luar, wajah Irsyad seketika menjadi kesal melihat orang yang datang berkunjung.


"lo lagi, mau apa lo kesini?" ketus Irsyad pada Arion


"tentu saja untuk melihat keadaan Alika".


" keadaan Alika masih sama, lebih baik sekarang lo pergi". usir Irsyad


"gue akan pergi setelah lihat Alika".


"apa lo gak bisa dengar gue bilang lo pergi saja karena Alika gak butuh perhatian dari lo". ucap Irsyad menutup pintu dan menguncinya.


" apa Arion yang datang?" tanya Khalisa


"yah, aku benar-benar muak melihatnya yang tidak tahu diri".


Khalisa hanya bisa tersenyum kecil melihat tampang Irsyad yang kusut setelah bertemu dengan Arion.


" tok.....tok...".


sekali lagi pintu kamar Alika diketuk dari luar, Irsyad yakin jika Arion yang keras kepala yang kembali mengetuk pintu.


"br*****k". gerutu Irsyad kembali membuka pintu, kali ini ia berniat akan menghajar Arion jika ia masih tak mau pergi juga.

__ADS_1


" Ayumi". gumam Irsyad saat menemukan sosok Ayumilah yang berada dibalik pintu.


"apa gue boleh masuk?".


" yah tentu".


Ayumi berjalan menghampiri Khalisa yang duduk disamping ranjang Alika, Khalisa terlihat acuh sepertinya ia tidak menyukai kedatangan Ayumi.


"apa gue mengganggu". tegur Ayumi


" terima kasih karena lo udah meluangkan waktu untuk dateng kesini". ucap Khalisa berusaha terlihat biasa saja


"maaf Khalisa karena gue baru bisa datang hari ini, bagaimana keadaan Alika?".


" Alika masih koma, apa Arion yang ngasih tahu lo keadaan Alika".


"iya"


Ternyata dugaan Khalisa benar, Ayumi masih saja berhubungan dengan Arion mungkin keputusan Kevin untuk berpisah dengan Ayumi memang sudah tepat.


Ayumi meletakkan keranjang buah yang ia bawa diatas nakas, "maaf Khalisa sepertinya gue harus pamit pulang karena gue masih ada urusan lain". pamit Ayumi


" iya gak papah, terima kasih karena sudah menjenguk Alika, hati- hati dijalan".


Khalisa yang tak mengalihkan pandangannya sama sekali dari Alika, melihat Alika yang mulai menggerakan tangannya.


"Irsyad...Irsyad, kemarilah coba kamu lihat Alika". panggil Khalisa setengah berteriak


" ada apa-apa".


"tangan Alika bergerak". ucap Khalisa tersenyum bahagia.


" benarkah". Irsyad ikut memperhatikan Alika, bukan hanya tangannya tapi Alika juga mulai membuka matanya.


"aku akan panggil dokter".


Tak lama Irsyad sudah kembali dengan seorang dokter yang merawat Alika, dokter mulai memeriksa Alika yang sudah tersadar dari komanya.


" apa anak saya baik-baik saja". tanya Khalisa yang masih saja terlihat cemas.


"kita akan tahu setelah nanti saya melakukan beberapa test pada putri anda, mudah-mudahan semuanya normal dan Alika bisa cepat pulang kerumah". ucap dokter sedikit menghibur Khalisa.


" mama...papa Aika aper(Alika laper)". ucap Alika terbata-bata

__ADS_1


"baiklah jika begitu saya pamit dulu, nanti perawat akan mengantarkan bubur untuk Alika". ucap dokter tersenyum ramah meninggalkan kamar rawat Alika.


" iya sayang, tunggu yah nanti mama suapin Alika bubur".


Alika tampak tersenyum senang, "mama ita imana(mama kita dimana)?" tanya Alika yang terlihat binggung


"kita lagi nginep dirumah dokter sayang".sahut Irsyad merasa bahagia bisa mendengar suara Alika lagi.


seorang perawat akhirnya datang membawakan bubur untuk Alika, dengan hati-hati Khalisa menyuapi Alika makan.


" uda nyang ma(udah kenyang ma), Aika au bobo agi(Alika mau bobo lagi)".


"tapi habis makan nggak boleh langsung bobo sayang nanti Alika bisa tersedak". sahut Irsyad


" iya anak pintar benar kata Papa". sambung Khalisa


Alika hanya tersenyum namun matanya perlahan tetap terpejam, membuat Khalisa dan Irsyad kebinggungan.


"sayang...sayang..bangun". ucap Irsyad menepuk pelan pipi Alika yang chuby.


" Irsyad kenapa Alika gak mau bangun". Khalisa menjadi panik


Khalisa dan Irsyad terus berusaha untuk membangunkan Alika yang terlihat sangat nyenyak namun hasilnya tetap tak mendapat respon sama sekali dari Alika.


"biar aku panggil dokter". Irsyad segera berlari tak ingin membuang waktu lagi.


Irsyad kembali bersama dokter yang sama, yang sebelumnya datang untuk memeriksa keadaan Alika, dokter langsung mengecek kembali keadaan Alika, wajah dokter tampak binggung, wajahnya terlihat tak baik-baik saja, ia heran melihat Alika saat ini padahal sebelumnya Alika terlihat baik-baik saja.


" ada apa dok?" tanya Khalisa penasaran, hatinya merasa tak enak apalagi melihat wajah sang dokter yang tak biasa.


"maaf, sepertinya Alika sudah meninggal dunia". kata dokter dengan gugup.


" apa yang anda katakan, pasti anda salah, Alika hanya sedang tertidur saja". sahut Irsyad tak percaya.


"Alika...Alika...bangun sayang". Khalisa menangis histeris,ia mengguncangkan tubuh Alika berusaha untuk membangunkan Alika.


" dokter tolong katakan jika Alika akan bangun kembali, ia hanya sedang tidur sebentar". Irsyad masih saja tak ingin percaya, ia berusaha untuk menghibur dirinya sendiri.


Dokter yang tak tega melihat pasangan muda didepannya, mencoba memeriksa Alika kembali, namun sayangnya ia harus kembali membuat pasangan itu kecewa karena putri mereka benar-benar sudah pergi meninggalkan mereka, tak ada yang bisa melawan takdir, meski sulit mereka harus bisa menerima kenyataan didalam hidup mereka.


"saya benar-benar minta maaf karena saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya harap kalian bisa mengikhlaskan putri kalian".


Irsyad memeluk Khalisa yang bertambah histeris, ia berusaha menguatkan Khalisa, dirinya memang hancur mendengar ucapan dokter tapi ia harus tegar demi Khalisa, jika bukan dirinya siapa lagi yang akan menjadi sandaran untuk Khalisa.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2