
Khalisa menatap dengan seksama bayangan dirinya didalam cermin, terlihat berbeda dari dirinya yang biasanya, kain hitam menerawang yang menutupi tubuhnya membuat dirinya tampak seksi dan menggoda, bagian dada yang sedikit terbuka menampakan lekukan tubuh indahnya, laki- laki yang melihatnya pasti tak akan mampu menolak pesonanya termasuk Irsyad.
Khalisa agak ragu untuk keluar kamarnya, berkali- kali ia kembali menatap dirinya dicermin, rasanya ia malu sekali melihat dirinya sendiri didalam cermin, apalagi melihat bagian sensitifnya yang seperti hanya memakai seutas tali saja, entah mengapa ia harus menuruti perkataan Nova yang menurutnya sangat konyol?
Khalisa membuka sedikit pintu kamarnya untuk memastikan keberadaan Irsyad, ia ingin tahu apa reaksi Irsyad saat melihatnya nanti? apakah Irsyad juga akan mengganggapnya konyol? tak juga melihat sosok Irsyad dari balik pintu kamarnya, pelan- pelan Khalisa mulai melangkah berjalan keluar kamarnya, sepertinya Irsyad saat ini sedang berada didalam kamarnya, Khalisa binggung apa yang harus ia lakukan selanjutnya, apakah ia harus masuk kedalam kamar Irsyad atau menunggu Irsyad keluar dari kamarnya? belum juga selesai berpikir, Khalisa sudah dikagetkan dengan suara pintu terbuka, matanya terbelalak kaget mendapati sosok Irsyad yang terlihat melonggo menatapnya, Khalisa yang salah tingkah langsung menutupi area sensitifnya dengan tangan sekenanya.
"Ehm...". Irsyad berdeham berusaha menetralkan pikiran dan hatinya yang sempat trevelling, " ada apa?". tanya Irsyad berlagak cuek.
"gak, aku tadi haus mau ambil minum". sahut Khalisa gugup.
" dengan pakaian seperti itu". sindir Irsyad
"maaf aku lupa ganti, aku tadi lagi nyoba aja, Nova yang kasih". sahut Khalisa beralasan.
Irsyad berusaha menahan senyum diwajahnya, ia yakin Khalisa sedang berbohong padanya, sebenarnya ia sudah tidak marah lagi pada Khalisa tapi ia hanya ingin tahu seberapa besar usaha Khalisa untuk dirinya, apakah cinta Khalisa juga sama besar dengan cintanya?
Khalisa benar- benar merasa malu, seperti seorang pencuri yang tertangkap basah, namun yang ia ingin curi bukanlah harta melainkan hati Irsyad, sekarang ia binggung apa yang harus dilakukannya, apakah harus menggoda Irsyad atau membiarkan usahanya menjadi sia- sia?
" apa ada yang ingin kamu katakan?" tanya Irsyad menyadarkan Khalisa dari lamunannya.
Khalisa tampak berpikir, "apa aku terlihat jelek dengan pakaian ini?" tanya Khalisa asal.
" yah, kamu tidak cocok".
"benarkan pakaian ini hanya membuatku terlihat konyol". gumam Khalisa pelan namun masih terdengar oleh Irsyad.
" apa malam ini kamu merasa panas?".
"tidak, malam ini sangat dingin".
" lalu mengapa kamu menggunakan pakaian yang kurang bahan". ledek Irsyad.
Melihat raut wajah malu Khalisa rasanya Irsyad ingin sekali tertawa namun ia harus menjaga imagenya didepan Khalisa, ia tidak ingin Khalisa tahu jika dirinya sangat menyukai penampilan Khalisa malam ini, bahkan ia harus menahan sesuatu didirinya yang sudah mulai menegang.
Khalisa tersenyum kaku, "aku hanya ingin menghargai pemberian Nova saja".
Melihat Khalisa yang masih keras kepala dan terus berbohong membuat Irsyad merasa kesal.
__ADS_1
" ya sudah kalo gitu aku mau tidur". ucap Irsyad mencoba menutup kembali pintu kamarnya.
" tunggu". Khalisa berusaha memegang pintu untuk menghentikan Irsyad.
"ada apa lagi?". tanya Irsyad malas.
Selama beberapa menit Khalisa hanya terdiam, membuat Irsyad bertambah jengkel.
" jika tidak ada yang penting, aku ingin tidur". ketus Irsyad
Khalisa mengutuk ide Nova yang katanya akan berhasil ternyata sama sekali tak berpengaruh pada Irsyad, rasanya ia ingin sekali marah pada Nova karena hanya membuatnya malu saja didepan Irsyad.
Irsyad masih menunggu dengan sabar didepan pintu kamarnya, ia berharap Khalisa tidak membuatnya kecewa, ia jadi ragu apakah Khalisa sungguh- sungguh ingin memperbaiki hubungan mereka, apakah hanya segitu saja usaha Khalisa untuk memperbaiki hubungan mereka? apakah lagi- lagi dirinya yang harus mengalah?
"apa kamu punya waktu untukku malam ini?" tanya Khalisa akhirnya memberanikan diri.
"tidak".
" aku mohon, bisakah kita menghabiskan waktu malam ini berdua".
Irsyad masih saja mempermainkan Khalisa, terus menolak Khalisa padahal ia sangat bahagia saat Khalisa membujuknya.
"sepertinya tidak, tapi baiklah jika kamu memaksa".
" benarkah? terima kasih banyak". ucap Khalisa dengan wajah yang berseri- seri.
Khalisa sangat bersyukur karena malam ini ia bisa berada didekat Irsyad, saking bahagianya ia sampai lupa jika dirinya masih menggunakan pakaian kurang bahan, Irsyad bahkan terus menatapnya tak berkedip.
"sepertinya sangat dingin". kata Khalisa salah tingkah berusaha menutupi dirinya dengan selimut yang ada ditempat tidur Irsyad.
" jangan ditutup, biarkan saja". ucap Irsyad menghentikan tangan Khalisa.
"tapi aku malu". sahut Khalisa tersenyum kaku.
" untuk apa malu, aku sudah terbiasa melihat semuanya".
Perkataan Irsyad berhasil membuat jantung Khalisa berdebar-debar.
__ADS_1
"sekarang apa yang akan kamu lakukan, katanya ingin menghabiskan malam ini denganku". sindir Irsyad sok cool.
" bagaimana jika kita menggobrol". sahut Khalisa berusaha menutupi rasa gugupnya.
"tidak mau, hanya membuat ngantuk saja".
"apa kamu ingin makan sesuatu?".
" aku tidak lapar". sahut Irsyad malas. "jika kamu hanya ingin membuang waktuku saja, lebih baik keluar dari kamarku". ketus Irsyad.
Khalisa jadi merasa salah tingkah, ia binggung bagaimana caranya agar Irsyad tak marah lagi padanya, sepintas terpikir olehnya untuk merayu Irsyad dengan cara yang sempat diajarkan oleh Nova sebelum mereka berpisah, tapi rasa malu masih saja membayanginya.
Irsyad yang masih berpura- pura marah pada Khalisa, sengaja tidur membelakangi Khalisa.
Khalisa kembali berpikir dan dengan yakin menyetel musik dangdut dari ponselnya, alunan musik dangdut dari siti badriah yang berjudul lagi syantik bergema diseluruh ruang kamar Irsyad, dengan lincah Khalisa mulai berjoget mengikuti irama musik.
Irsyad yang merasa penasaran segera berbalik, menatap Khalisa tak percaya, wanita yang selama ini dicintainya ternyata pintar juga bergoyang, baru kali ini Irsyad merasa tak mengenal Khalisa didepannya, berkali- kali Irsyad mengedipkan matanya untuk memastikkan jika dirinya saat ini tidak lagi bermimpi, ternyata ciptaan Tuhan yang paling indah memang nyata, Khalisa benar- benar sudah memikat hatinya, sedikitpun ia tidak ingin berpaling dari bidadari didepannya, bahkan air liur rasanya ingin tumpah dari mulutnya yang sejak tadi menganga.
Dengan genit Khalisa melanggak lenggokkan tubuh seksinya, tanpa ragu ia juga duduk dipangkuan Irsyad, membuat jantung keduanya berdebar tak karuan, Irsyad yang tak bisa lagi menahan gejolak didirinya langsung menangkup bibir merah delima Khalisa dengan begitu rakus.
"do you want me?" bisik Khalisa ditelinga Irsyad.
"yeah really want".
Dengan begitu bergairah mereka saling berbagi kenikmatan, rasa rindu keduanya yang begitu besar membuat mereka semakin membara, rasanya mereka tak ingin malam ini berlalu dengan cepat karena malam ini adalah malam yang sudah sangat mereka rindukan.
" apa kamu masih marah padaku?" tanya Khalisa terbata- bata ditengah aktivitas mereka.
"aku tidak pernah marah padamu". sahut Irsyad dengan napas ngos- ngosan.
" bohong, lalu kenapa kamu selama ini cuek padaku?".
"aku hanya kecewa".
Mereka kembali melakukan penyatuan diperbatasan rawa milik Khalisa, menikmati setiap kenikmatan yang mereka rasakan.
" I love you". ucap Khalisa mengecup bibir Irsyad.
__ADS_1
" I love you too...,kamu sangat cantik malam ini". sahut Irsyad membuat Khalisa tersipu malu.