
๐๐๐ฌ๐๐ค๐ข๐ญ ๐๐ฉ๐๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ก๐๐ญ๐ข ๐ข๐ ๐๐ค๐๐ง ๐ค๐๐ฆ๐๐๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ก......
๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ ๐ฌ๐๐๐ญ ๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐๐๐๐ก๐๐ ๐ข๐๐๐ง ๐๐๐ญ๐๐ง๐ ๐ฌ๐๐ญ๐๐ฅ๐๐ก ๐ค๐๐ค๐๐๐๐ฐ๐๐๐ง.....๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ก๐๐ฅ ๐ง๐ฒ๐ ๐ฉ๐๐ฅ๐๐ง๐ ๐ข ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฆ๐ฎ๐ง๐๐ฎ๐ฅ ๐ฌ๐๐ญ๐๐ฅ๐๐ก ๐ก๐ฎ๐ฃ๐๐ง.....
Belakangan ini Khalisa merasa hidup nya damai dan tentram,Arion yang sering sekali mengganggu nya tak pernah menampakkan batang hidung nya lagi,Khalisa berharap Arion benar-benar menghilang untuk selama nya di telan bumi, antara diri nya dan Irsyad juga tak pernah terjadi salah paham lagi.Khalisa merasa bahagia dengan kedekatan nya dan juga Irsyad akhir-akhir ini.Khalisa merebahkan diri di kasur empuk nya,memikirkan sikap Irsyad yang sekarang sangat manis mengalahkan rasa gulali.
drett...drett
Khalisa melihat ponsel nya ada pesan masuk dari Arion namun bukan kata-kata yang di kirimnya melainkan beberapa foto Irsyad dan juga seorang wanita yang sudah sangat femiliar di mata Khalisa,wanita itu tak lain ialah Thania.Irsyad nampak mesra dengan Thania di dalam foto itu ,salah satu foto terlihat Irsyad sedang memeluk Thania.
๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ ๐ญ๐ฐ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐จ๐ถ๐ฆ..๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ญ๐ฐ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฌ ๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐จ๐ถ๐ฆ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ณ๐ด๐บ๐ข๐ฅ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ญ๐ฐ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ,๐จ๐ถ๐ฆ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ถ๐ฉ.๐ก
๐ฌ๐ฉ๐ข๐ญ๐ช๐ด๐ข๐คจ
Khalisa yang merasa kesal dengan Arion segera membalas pesan nya.ternyata Khalisa sudah salah besar menilai Arion,Arion memang tak akan pernah jera untuk mengganggu kedamaian dalam hidup nya.
Khalisa termenung memikirkan kembali foto-foto yang di lihat nya,meski mulut nya mengatakan tak terpengaruh namun berbeda dengan hati nya yang merasa sesak, dan membuat nya kecewa pada Irsyad."apa mungkin Irsyad masih mencintai Thania?".batin Khalisa.
Khalisa memandangi foto Irsyad di ponsel nya,pria yang telah berhasil menggetarkan hatinya yang telah hampir mati rasa.pria dengan sejuta pesona nya yang mampu membuat ia kembali jatuh cinta.yah.. Khalisa sekarang telah mengakui perasaan nya pada Irsyad.tak lagi berdusta pada diri nya sendiri.namun apakah ia harus kembali merasakan kecewa dan patah hati ?
pagi ini Khalisa tampak lebih diam dari biasa nya,ia masih kepikiran soal foto Irsyad dan Thania,mungkinkah sebaik nya ia bertanya langsung pada Irsyad,tapi bukan kah semua pria sangat pandai berbohong dan menutupi kesalahan nya.
"ada apa?".tanya Irsyad,memperhatikan sikap Khalisa yang terlihat gelisah, sejak tadi hanya mengaduk-ngaduk makanan di dalam piring nya saja.
" nggak".
"bohong,jawab yang jujur".
untuk sesaat Khalisa hanya terdiam sambil berpikir." gimana hubungan lo sama Thania?"tanya Khalisa akhir nya mencoba mencari tahu.
"kenapa tiba-tiba bicara soal Thania".sahut Irsyad menatap Khalisa curiga .
__ADS_1
" bukan apa-apa, lupakan saja".
"katakan ada apa sebenar nya?" ketus Irsyad.marah
dengan gugup Khalisa menyerahkan ponsel nya kepada Irsyad.menyuruh Irsyad untuk membuka galeri foto.
"dari mana lo dapat semua foto ini?" tanya Irsyad terlihat kesal melihat foto-foto nya bersama dengan Thania.
"Arion".
" apa Arion?"ulang Irsyad untuk meyakinkan jika ia tak salah mendengar.
"yah".
" jadi selama ini lo masih berhubungan sama Arion".kata Irsyad keceplosan saking kesal nya mendengar nama Arion keluar dari bibir Khalisa.
Khalisa membelalakan mata tak percaya mendengar ucapan Irsyad."apa maksud lo,jadi sebenarnya lo udah tahu hubungan gue sama Arion,lo juga tahu kalo Arion itu papa kandung Alika dan lo pura-pura bodoh padahal sebenar nya gue yang terlihat seperti orang bodoh".kata Khalisa dengan marah nya.
Khalisa yang masih kesal tak ingin menatap wajah Irsyad sedikitpun.diri nya benar-benar kecewa pada Irsyad.
" Khalisa".panggil Irsyad,mencoba menggenggam tangan Khalisa namun di tepis oleh Khalisa."gue diam selama ini ,nggak pernah menyinggung masa lalu lo karena gue nggak mau lo terluka jika menginggat kembali masa lalu lo".jelas Irsyad selembut mungkin.
"lo tahu dari mana soal Arion,Nova?"
"iya".sahut Irsyad jujur namun tak sepenuh nya.karena masih ada yang Irsyad sembunyikan.
" harus nya lo jujur sama gue,gue kecewa sama lo".ucap Khalisa,menggendong Alika masuk ke kamar nya,meninggalkan Irsyad yang masih saja menatap nya.
dengan berat hati Irsyad harus pergi bekerja meninggalkan Khalisa yang masih marah dan kecewa dengan nya.percuma juga ia di rumah jika Khalisa tak ingin bertemu dengan nya.mungkin Khalisa membutuhkan waktu untuk sendiri.bila Khalisa sudah tenang,ia akan mencoba menjelaskan kembali pada Khalisa.agar Khalisa mau mengerti dan tidak marah lagi dengan nya.
Khalisa tercengung di depan cermin besar yang ada di kamar nya,memperhatikan wajah mungil nya di penuhi air mata kekecewaan,mengapa cinta selalu membuat nya terluka?baru saja dia merasa bahagia namun harus kembali merasakan sakit hati.mengapa Irsyad tidak jujur pada nya soal Arion dan Thania?
__ADS_1
"tok...tok"
suara ketukan pintu membuat Khalisa tersadar dari lamunan nya,Khalisa penasaran siapa tamu yang sudah mengetuk pintu rumah nya,tidak mungkin jika itu adalah Irsyad yang kembali lagi,untuk apa juga Irsyad harus mengetuk-ngetuk pintu rumah nya sendiri.Khalisa segera beranjak dari kamarnya untuk mencari tahu siapa yang datang.
"mau apa lo kesini,irsyad nggak ada di rumah".ketus Khalisa berusaha menutup kembali pintu rumah nya,namun tak bisa karena Arion menahan nya.
" aku kesini mau ketemu kamu,bukan Irsyad".
"gue nggak ada waktu".
" kamu habis menanggis Khalisa?"tanya Arion memperhatikan mata Khalisa yang masih basah.
"bukan urusan lo".
" sekarang kamu sudah tahu bukan seperti apa Irsyad di belakang kamu".
Khalisa melengos tak mengubris ucapan Arion.
"aku bahkan masih jauh lebih baik dari Irsyad,apa kamu tidak ingin merubah pikiran mu".ucap Arion dengan percaya diri nya
" lo punya cermin di rumah,sebaik nya lo tanyakan semua itu sama diri lo sendiri di dalam cermin".ketus Khalisa.
"kenapa kamu masih aja keras kepala,hubungan kita jauh lebih lama daripada hubunganmu dengan Irsyad,apa kamu semudah itu melupakan nya demi orang asing seperti Irsyad".
" gue sudah muak mendengar semua omong kosong lo,lebih baik lo pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi".usir Khalisa yang mulai sewot."dan satu lagi yang harus lo pahami, Irsyad itu suami gue bukan orang asing".
Khalisa segera mungkin menutup pintu rumah dan mengunci nya sebelum Arion bisa menghalangi nya lagi.Arion hanya bisa pasrah memandangi pintu bercat putih di depan nya.
Khalisa bersandar di pintu,membekap mulut nya dengan tangan agar suara tangis nya tak terdengar.saat ini Khalisa benar-benar binggung harus berbuat apa?rasa nya ia ingin menghilang saja bersama dengan semua rasa sakit di hati nya.
(terima kasih banyak๐๐mohon dukungan nya untuk author yang sedang tak semangat....jgn lupa likeโบ๐ฅฐ)
__ADS_1