Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 80


__ADS_3

Hentakan kaki Mira dilantai rumah sakit terdengar begitu nyaring, dengan langkah cepat ia berjalan menuju kamar Khalisa yang sedang dirawat, ia merasa tak bisa lagi menahan amarahnya dan harus ia lampiaskan pada seseorang yang tepat, sekarang ia sangat yakin semua kekacauan telah disebabkan oleh Khalisa, dia yang sudah membuat hidupnya selama ini menderita karena harus jauh dari Irsyad, dirinya juga harus melihat anak semata wayangnya hidup sengsara, Awalnya Dirinya hanya tidak menyukai Khalisa namun kini semua telah berganti dengan kebenciaan yang teramat dalam.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Mira langsung membuka pintu, Khalisa sepertinya baru saja tersadar kembali, Kevin dan mamanya juga terlihat disana menemani Khalisa.


"tante Mira".gumam Khalisa pelan, merasa heran melihat ibu mertuanya ada disana juga.


" syukurlah jika kau sudah bangun, jadi aku tidak perlu repot-repot menunggumu". ucap Mira sinis.


"memangnya ada perlu apa tante Mira mencariku".


" kau tak perlu berpura-pura manis didepanku, kau itu hanyalah seekor rubah licik".


"apa maksud tante bicara seperti itu?".


" aku sudah mengetahui semua kebohonganmu, kau ini pintar sekali memanfaatkan anaku, kau pikir siapa dirimu, kau bahkan tak pantas bersanding dengan putraku".


Hati Khalisa rasanya sakit mendengar ucapan Mira, selama ini Mira memang tak pernah bersikap baik padanya tapi Mira juga tak pernah berbicara sekasar ini padanya.


"maaf nyonya tolong jaga ucapan anda, anda memang punya segalanya tapi bukan berarti anda bisa menghina orang lain". tegur Anjana Mamanya Khalisa.


" aku bukan menghina putrimu tapi aku hanya bicara apa adanya, selama ini aku hanya diam saja karena aku berusaha untuk menghargai kalian, alasanku membiarkan Irsyad menikahinya semata-mata karena menghargai calon cucuku, aku tidak ingin egois karena aku tahu betapa susahnya aku dulu saat ingin memiliki keturunan tapi apa yang sudah putrimu lakukan sungguh memalukan".


Wajah Anjana tampak mengkerut, ia masih tak memahami maksud ucapan Mira, mengapa Mira terlihat sangat marah bukannya sedih melihat keadaan cucunya yang saat ini masih terbaring di UGD.


Degh...jantung Khalisa berdebar tak karuan, bukan perasaan cinta yang saat ini ia rasakan tapi rasa takut yang berlebihan, ia merasa tante Mira sudah mengetahui kebenaran tentang Arion dan Alika, Khalisa tidak ingin sampai Mamanya juga mengetahuinya tapi bagaimana caranya untuk mencegah tante Mira agar tak mengatakannya karena tante Mira terlihat sangat marah padanya.


"maaf tante bisakah kita membahas semua ini nanti saja, bagiku saat ini yang terpenting adalah kesehatan Alika". ucap Khalisa namun tante Mira terlihat tak peduli.


" aku tidak peduli dengan keadaan Alika karena dia bukanlah cucuku".


"apa maksud anda?".tanya Anjana penasaran.


" kau tidak tahu, atau hanya pura-pura tidak tahu, bukannya kau bersekutu dengan putrimu itu". ketus Mira

__ADS_1


"aku sungguh-sungguh tak mengerti maksud anda, apa yang sebenarnya terjadi?".


" tanyakan saja pada putrimu yang sok polos itu".


Anjana menatap Khalisa dengan tajam, ia berusaha mencari jawaban dari Khalisa, namun bibir Khalisa seperti kaku tak bisa mengeluarkan suaranya.


"cepat katakan Khalisa, jangan diam saja".ketus Anjana.


" jika dia tak ingin bicara, biar aku saja yang katakan", potong Mira ,"putrimu dengan liciknya sudah memperalat putraku, menjadikan Irsyad sebagai ayah untuk anak haramnya bersama anak tiriku Arion".


Kevin berusaha menopang tubuh Anjana yang akan terjatuh karena tak kuat mendengar kenyataan yang baru saja disampaikan Mira, ia tak menyangka jika Khalisa tega membohonginya selama ini.


"mama".panggil Khalisa berusaha meraih tangan Anjana namun ditepisnya.


" untuk apa kau melakukan semua ini, belum puaskah kau mencoreng wajahku ini". ucap Anjana namun tak mau menatap wajah Khalisa.


"aku tidak bermaksud apapun, semua itu hanya salah paham saja". sahut Khalisa meneteskan airmata tak tahan melihat sikap Mamanya.


" tolong hentikan mah, semua ini bukan salah Khalisa, aku sendiri yang sudah menjebak Khalisa agar mau menikah denganku". kata Irsyad memandang wajah Mira.


"kau jangan membela wanita ini lagi, kau sudah menjadi buta karena cintanya, pasti dia yang sudah menghasut dirimu".


" Khalisa tak seburuk yang Mama bayangkan, aku benar-benar tulus mencintai Khalisa".


"kau lebih membela wanita ini dibandingakan wanita yang telah melahirkanmu".


" sampai kapanpun aku tidak akan pernah memilih, aku mencintai kalian berdua, wanita yang sangat berharga untukku".


"otakmu sudah benar-benar dicuci olehnya".


" aku mohon Mama jangan salahkan Khalisa terus, semakin Mama bersikap seperti ini semakin aku akan melindungi wanita yang sudah menjadi istriku".


"kau bahkan sudah tak menyayangi Mamamu lagi, kau bukankah Irsyad anak kebanggaanku lagi, sekarang aku sudah tak mengenalmu lagi". ucap Mira yang terlihat kecewa.

__ADS_1


" tidak seperti itu. Mama salah paham, sampai kapanpun aku tetap menyayangimu, tapi sekarang aku punya tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi keluargaku".


"Mama kecewa padamu, anggap saja Mamamu ini sudah tiada". ucap Mira pergi dari sana dengan hati yang terluka, rasanya ia semakin membenci Khalisa saja.


***


Sultan, Nova dan Dayu sedang berada dikantin rumah sakit, mereka rasanya semakin tak nyaman berada disana karena situasi menjadi lebih rumit dari yang mereka bayangkan, mereka bertiga berbincang sembari mengisi perut mereka yang kosong.


" apa yang sebenarnya terjadi?". tanya Sultan penasaran karena sejak tadi dirinya hanya berusaha menerka-nerka saja.


"seperti yang lo denger, Arion itu ayah kandung Alika dan dia yang udah menyebabkan keadaan Alika seperti itu".


" yang gue tidak mengerti jika Arion Papa kandung Alika, mengapa Irsyad yang menjadi suami Khalisa".


"ceritanya panjang".sahut Nova malas


" malam ini gue punya banyak waktu untuk mendengarkan ocehan lo itu". sahut Sultan sedikit meledek.


"lo pengen tahu banget, apa pengen tahu aja". goda Nova


" gue bukannya mau tahu tapi cuma kepo aja". sahut Sultan nyengir.


"kayaknya gue lagi males ngomong malam ini".


" yaudah gue tanya sama Dayu aja".


"iya, kenapa?". sahut Dayu yang sejak tadi asyik sama ponselnya.


" ayang gue mana mau kalo disuruh cerita, kalo lo suruh dia main game baru jagonya". gurau Nova cekikikan yang langsung mendapat cubitan dari Dayu di pipinya.


Mereka kembali melanjutkan makan tengah malam mereka yang sempat tertunda sembari Nova menceritakan kehidupan Khalisa pada Sultan, meski hanya secara garis besarnya saja, Sultanpun mulai memahaminya dan tak merasa penasaran lagi, Ternyata Khalisa memang wanita yang spesial sampai Irsyad dan Arion mencintainya sangat dalam sama seperti yang ia rasakan, entah mengapa setiap melihat Khalisa rasanya ingin sekali melindunginya, ada daya tarik tersendiri saat melihat Khalisa yang apa adanya namun terlihat luar biasa, jika kebahagian Khalisa adalah Irsyad, maka Sultan akan mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2