Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 41


__ADS_3

๐Š๐ž๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ง ๐ญ๐ž๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐›๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐ฅ๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐š๐ข๐ซ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ฅ๐ข๐ซ,๐ญ๐š๐ค ๐ฉ๐ž๐๐ฎ๐ฅ๐ข ๐š๐ง๐ ๐ข๐ง,๐ก๐ฎ๐ฃ๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐›๐š๐๐š๐ข ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ง ๐š๐ข๐ซ ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ฅ๐ข๐ซ ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐ญ๐ž๐ง๐š๐ง๐ ,๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐š๐ง ๐›๐š๐ง๐ฒ๐š๐ค ๐ค๐ž๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฌ๐ž๐ค๐ข๐ญ๐š๐ซ ๐ง๐ฒ๐š,๐›๐ž๐ ๐ข๐ญ๐ฎ๐ฅ๐š๐ก ๐š๐ค๐ฎ ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง ๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐š๐ข๐ซ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ญ๐ž๐ง๐š๐ง๐  ๐ฌ๐š๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ง๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐œ๐จ๐›๐š๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ ๐๐š๐ง ๐›๐ข๐ฌ๐š ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐๐ข ๐ฌ๐ž๐ค๐ข๐ญ๐š๐ซ ๐ค๐ฎ ๐›๐š๐ก๐š๐ ๐ข๐š.


๐Š๐ก๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐š ๐š๐ฅ ๐ณ๐š๐ก๐ซ๐š


Irsyad yang merasa bahagia sama sekali tak mau melepaskan pelukan nya dari Khalisa,ia masih ingin berlama-lama merasakan aroma dari tubuh Khalisa yang sudah menjadi candu nya.


"lepas ihhhh,,gue nggak bisa napas tahu".omel Khalisa yang sudah merasa semakin sesak dan gerah karena baru saja pulang bekerja,merasakan lengket di seluruh tubuh nya.


dengan terpaksa Irsyad melepaskan pelukan nya dari Khalisa,tak ingin melihat Khalisa menderita karena ulah nya.


" gue mau mandi,badan gue gerah".


"ikut".goda Irsyad membuat Khalisa melotot padanya.


" ya udah gue nggak jadi ikut tapi nanti kita bobo bareng ya".goda Irsyad lagi membuat pipi Khalisa merah merona.


tak mendapatkan jawaban dari Khalisa,membuat Irsyad terus membuntuti Khalisa masuk ke dalam kamar nya hingga ke depan kamar mandi.


"Irsyad nggak lucu tahu".omel Khalisa yang geram melihat Irsyad terus mengekor nya seperti anak ayam.


" lo bilang iya dulu,kalo nggak gue ikut mandi aja".ancam Irsyad


"kalo gue tidur sama lo ,terus Alika gimana,lagian males takut lo nanti macam- macam".sindir Khalisa.


" gue janji sama lo nggak bakal macam-macam,nanti Alika kita jagain pakai bantal guling aja biar nggak jatuh".bujuk Irsyad.


"๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข".batin Khalisa


" ya udah sana ,gue mau mandi dulu".usir Khalisa,meninggalkan Irsyad masuk ke dalam kamar mandi.


Khalisa yang baru selesai mandi ,kaget melihat Irsyad berada di dalam kamar nya sedang menyusun bantal guling di sekitar Alika yang tertidur.


"niat banget sih bang".ledek Khalisa.mentertawakan Irsyad.


Irsyad tersenyum licik,diam-diam berjalan ke arah Khalisa yang sedang menyisir rambutnya,dengan sekuat tenaga Irsyad menggendong Khalisa menuju kamar nya,tak peduli pada Khalisa yang berusaha memberontak minta di turunkan.


" Irsyad rese,turunin gue".omel Khalisa.memukul-mukul pelan dada Irsyad.


"bawel nanti juga gue turunin".


Khalisa yang sudah menggungkapkan perasaan nya pada Irsyad,sepertinya juga harus menyiapkan diri lahir dan juga batin menghadapi Irsyad sebagai suami nya.

__ADS_1


Khalisa menyerah tak lagi memberontak,menyembunyikan wajah nya di dada bidang Irsyad karena merasa malu.Irsyad masuk ke kamar nya dengan menggunakan kaki untuk mendorong pintu agar terbuka setelah itu ia kembali mendorong pintu dengan kaki nya agar pintu tertutup.dengan sangat hati-hati Irsyad menurunkan Khalisa di atas kasur nya.


Khalisa duduk dengan menopang tubuhnya pada sandaran kasur.Irsyad juga ikut duduk di samping Khalisa.menggenggam erat tangan Khalisa yang diletakkan di atas paha nya.


" terima kasih"bisik Irsyad lembut di telingga Khalisa.


"buat apa?"


"terima kasih karena lo udah mencintai gue juga".ucap Irsyad mengecup tangan Khalisa.


Khalisa tersenyum,wajah nya tampak berseri-seri dan merah merona.


" mulai sekarang kita ngomong nya pakai aku kamu".pinta Irsyad


"yah terserah lo aja".


" tuh kan ngomong nya nggak di saring lagi".Irsyad mencubit bibir Khalisa.


"iya...iya kan lupa,nama nya juga belum terbiasa".


" kamu harus janji ,nggak boleh ketemu sama Arion Lagi".


"dia nya aja yang rese ,kok jadi aku yang di salahin".kata Khalisa manyun.


"apaan sih ,siapa juga yang mancing-mancing,kamu nya aja yang otak nya mesum".ledek Khalisa." awas yah kalo macam-macam,kamu tadi udah janji".


"kapan aku janji".Irsyad pura-pura berpikir berlagak lupa pada ucapan nya.


" ywd,aku balik ke kamar aku aja".ancam Khalisa.


"iya bawel,aku nggak bakal maksa kamu sampai kamu nya siap,,,puas".kata Irsyad gemas menarik hidung Khalisa.


Khalisa tersenyum lega mendengar ucapan Irsyad,syukurlah Irsyad sangat pengertian pada nya,mungkin jika pria lain belum tentu bisa menahan hasrat nya bila dekat dengan wanita yang di sukai nya.


Khalisa dan Irsyad saling berpelukan,merasakan kehangatan di malam yang dingin,menikmati setiap detik kebersamaan mereka,berharap waktu tak cepat berlalu menghentikan malam yang terlihat lebih indah dari biasa nya .perlahan-lahan mereka yang lelah merasa mengantuk mulai menutup mata.tidur dengan begitu nyenyak nya.


" morning my dear".bisik Irsyad di telingga Khalisa,membuat Khalisa yang masih tertidur merasa kegelian.


"morning".sahut Khalisa menggeliat.


"kamu masih ngantuk?" tanya Irsyad ,melihat Khalisa yang menguap.

__ADS_1


"nggak kok".


" gimana tidur nya?nyenyak nggak?"tanya Irsyad lagi memainkan rambut Khalisa yang panjang.


"lebih nyenyak dari biasa nya".


" mulai gombal nih cerita nya".ledek Irsyad.membuat Khalisa malu dan menutup wajah nya dengan bantal.dengan iseng nya Irsyad malah menggelitik Khalisa sampai Khalisa tertawa geli dan menggeluarkan air mata.


"ampun..!!!" teriak Khalisa di sela tawa nya.


"janji dulu".pinta Irsyad


" janji apa".


"cium aku,kalo aku lepasin".


" oke.cepetan berhenti aku mau pipis nih".rengek Khalisa


Irsyad berhenti menggelitik Khalisa ,memajukan wajah nya semakin dekat dengan Khalisa.agar Khalisa lebih mudah mencium nya.


"tutup mata kamu".printah Khalisa yang langsung di turuti oleh Irsyad.pelan-pelan Khalisa turun dari kasur.Khalisa mendekatkan wajah nya pada Irsyad,menggigit telinga Irsyad dan langsung melarikan diri sebelum Irsyad bisa mengejar nya.


" auuuwwwww...!!!"teriak irsyad yang kesakitan.


"syukurin".teriak balik Khalisa yang telah berhasil masuk ke dalam kamar nya.


Irsyad mentertawakan kebodohan nya sendiri yang telah di perdaya oleh Khalisa,cinta memang kadang membuat kita tak memiliki logika namun tetep bisa membuat kita merasa bahagia.


Irsyad menghampiri Khalisa yang sedang memasak di dapur tanpa suara,ia memeluk Khalisa dari belakang,membuat Khalisa Kaget dan hampir menyiram nya dengan minyak.


" bisa nggak jangan ngagetin orang,untung nggak jadi aku siram".omel Khalisa.


"maaf.,kamu belum selesai masak?"


"sebentar lagi".


" mau aku bantuin".tawar Irsyad


"tumben banget, biasa nya juga cuek aja main hp".ledek Khalisa tapi Irsyad cuma nyengir kuda." ya udah sana kamu jagain Alika,biar aku selesaikan masak nya".usir Khalisa yang tak suka jika di ganggu saat sedang masak.


Khalisa geleng-geleng kepala melihat Irsyad sekarang seperti sebuah perangko,yang selalu saja ingin menempel dengan nya.sejujur nya Khalisa juga bahagia bisa di dekat Irsyad,merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena di cintai pria seperti Irsyad.semoga saja kebahagian bisa terus berada di antara mereka.tak akan pernah menghilang lagi dari hidup mereka.

__ADS_1


(makasih๐Ÿ™๐Ÿ™jgn lupa like๐Ÿ‘ biar author nggak ngantuk terus pas nulis kisah Khalisa๐Ÿคญ)


__ADS_2