Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 69


__ADS_3

Rumah tangga yang begitu di rindukan, seperti masakan banyak rasa di dalamnya yang membuatnya lebih bermakna, jika hambar maka rasanya seperti ada yang kurang saja.


masih terlalu pagi tapi Wangi masakan sudah memenuhi seisi rumah membuat Irsyad yang masih tertidur tak tahan untuk membuka matanya.


"my dear pagi-pagi begini kamu sedang masak apa?". sapa Irsyad sambil mengulet.


" kamu sudah bangun sayang".


"siapa yang tahan untuk tidak bangun jika mencium wangi masakanmu".


" maaf karena aku tidurmu jadi terganggu".


"tidak masalah jika perutku nanti dimanjakan dengan masakanmu yang lezat".


" lebih baik kamu mandi dulu sana, habis itu baru kita sarapan bersama".


Irsyad berjalan mendekati Khalisa, dengan begitu manja ia memeluk Khalisa dari belakang membuat Khalisa kegelian.


"aku ingin mandi bersamamu".bisik Irsyad


" tapi sayangnya aku sudah mandi".


"kenapa tidak menungguku".wajah Irsyad tampak kecewa.


" cepat sana mandi atau kamu tidak boleh ikut sarapan". ucap Khalisa mendorong tubuh Irsyad ke depan pintu kamar mandi.


"benar kamu tidak ingin ikut mandi denganku?" goda Irsyad.


"tidak, terima kasih" sahut Khalisa kembali melanjutkan kegiatan masaknya.


"baiklah, aku harap kamu tidak menyesal".


Khalisa yang malas meladeni keusilan Irsyad hanya menjulurkan lidahnya.


" tok...tok".


Khalisa yang baru saja selesai masak, merasa binggung mendengar suara ketukan pintu, siapa orang yang sudah bertamu pagi-pagi ke rumahnya? dengan malas Khalisa berjalan mendekati pintu.


"elo, mau apa pagi-pagi kesini?". ketus Khalisa


" aku ingin menagih janjimu".sahut Arion


"janji gue yang mana?"


"bukankah kamu bilang aku boleh mengajak Alika seminggu sekali".


Khalisa refleks menepuk keningnya, kenapa ia bisa sampai melupakan janjinya pada Arion.


" kalo elo mau ngajak Alika, kenapa nggak menghubungi gue dulu, gue kan udah bilang kalo elo boleh bawa Alika kalo gue lagi libur kerja".


"maaf tapi belakangan ini aku sedikit sibuk, aku langsung datang kesini begitu ada waktu, aku jadi lupa untuk memberitahumu".


Irsyad yang sudah selesai mandi dan berpakaian segera keluar menyusul Khalisa karena merasa penasaran mendengar Khalisa sedang berbicara dengan seseorang.

__ADS_1


" my dear siapa yang datang?" tegur Irsyad yang belum menyadari kedatangan Arion.


Bukan menjawab khalisa hanya menggeser tubuhnya agar Irsyad dapat melihat dengan jelas Arion yang sedang berdiri didepan nya.


"ada perlu apa lo kerumah gue?" maki Irsyad ketika melihat Arion didepan nya.


"gue ada urusan sama Khalisa". sahut Arion terlihat tidak menyukai kehadiran Irsyad.


" ada urusan apa sama istri gue".ketus Irsyad


"tanya aja sendiri sama Khalisa".


" my dear, kamu memang ada urusan apa lagi sama pria ini?" tanya Irsyad menatap tajam Khalisa.


"aku akan menjelaskan nya nanti".


" aku ingin kamu jelaskan sekarang".kata Irsyad dengan tegas.


"baiklah, jadi begini.......", Khalisa memberitahu Irsyad tentang permintaan Arion, Khalisa berharap Irsyad tidak marah karena ia sudah mengambil keputusan sendiri saat mereka sedang bertengkar, jadi ia tidak meminta pendapat Irsyad terlebih dahulu dan ia juga lupa memberitahukan Irsyad karena dirinya memang sama sekali tak menginggatnya.


" kenapa kamu mengambil keputusan tanpa bertanya padaku?". tanya Irsyad terlihat marah.


"bukankah aku sudah bilang saat itu kita sedang bertengkar".


" tapi setidaknya kamu tidak langsung mengambil keputusan sebelum memberitahuku".


"aku minta maaf, aku memang ceroboh dan terburu-buru tanpa berpikir dulu langsung saja mengambil keputusan".


Arion yang sejak tadi hanya diam menyaksikan drama di depan nya merasa muak dan mulai berkomentar.


"benar yang dia bilang, apa kamu juga berpikiran seperti itu saat mengambil keputusan?". Irsyad merasa terpukul mendengar ucapan Arion.


" tidak seperti itu, jangan dengarkan Arion".


"sudahlah, aku tidak ingin dengar apa-apa".sahut Irsyad pergi masuk kedalam kamarnya.


" apa lo puas udah buat Irsyad salah paham lagi, lebih baik sekarang lo pergi". maki Khalisa


"tapi gimana sama janji kamu".


" kita bahas lagi nanti, sekarang pergi dari sini". ketus Khalisa.


walau sudah di usir Arion tetap bersikeras tak mau pergi, membuat Khalisa merasa geram dan menutup pintu rumahnya dengan sangat keras. Khalisa cepat-cepat menyusul Irsyad ke kamarnya namun ternyata pintu kamar Irsyad di kunci dari dalam.


"Irsyad aku mohon jangan salah paham, aku minta maaf jika aku salah". kata Khalisa sedikit berteriak agar Irsyad yang didalam kamar bisa mendengar suaranya.


Irsyad membuka pintu kamarnya dan keluar dengan wajah yang tak enak dilihat.


" aku kecewa denganmu". ketus Irsyad


"aku mohon jangan marah, kita baru saja berbaikan, aku bersumpah aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku memang sudah tidak waras mengambil keputusan tanpa bertanya padamu, saat itu pikiran ku sama sekali tidak fokus karena kepikiran dengan hubungan kita". ucap Khalisa berusaha membujuk Irsyad.


" baiklah aku tidak akan marah padamu".

__ADS_1


"benarkah?!"


"yah tapi ada syaratnya".


" kamu tidak tulus memaafkanku kenapa harus ada syaratnya".


"jika kamu tidak mau, yah sudah".


" iya aku mau, katakan apa syaratnya"


"kamu harus memberi service terbaik setiap malam, jika aku menginginkannya kembali kamu tidak boleh menolak".


" apa!!!???".


"jika tidak mau, lebih baik aku marah saja". ancam Irsyad, diam-diam tersenyum saat Khalisa tak memperhatikannya.


Khalisa yang merasa malu tak bisa menjawab, ia masih mencoba berpikir bagaimana cara agar Irsyad mau mengganti syaratnya, apa jadinya jika ia meladeni kegilaan Irsyad, bisa-bisa ia menjadi jompo diusia muda.


" apa tidak ada syarat yang lain saja". tawar Khalisa.


"tidak ada".


" aku mohon berikan syarat yang lain saja".


"jika kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa".


" benarkah?!!!".


"yah tapi aku tidak akan berbicara lagi padamu".


Khalisa yang merasa tersudut akhirnya hanya bisa menggangguk lemah." baiklah aku terima syaratmu".


Dalam hati Irsyad bersorak senang karena sudah berhasil memanfaatkan kelemahan Khalisa, biarlah sekali-kali ia menjadi suami yang egois.


"ayo kita sarapan, perutku sudah keroncongan daritadi". ajak Irsyad menggenggam tangan Khalisa hingga ke meja makan. " apa Alika sudah bangun?"


"Alika tadi pagi-pagi sekali sudah bangun tapi kembali tertidur".


" habis selesai sarapan biarkan aku yang bangunkan Alika".


Khalisa tidak menyaut karena masih saja kepikiran dengan syarat dari Irsyad membuat dirinya lebih banyak terdiam.


"kenapa melamun?" tegur Irsyad.


"tidak apa-apa".


" apa kamu masih keberatan dengan syaratku".


"jika ia apa kamu mau merubahnya". ucap Khalisa dengan wajah memelas.


Irsyad tersenyum meledek ," tidak akan".


"kamu itu kejam sekali, bisa-bisa nya memeras orang yang lemah". sindir Khalisa

__ADS_1


" buktikan saja kamu lemah atau tidak nanti malam". sahut Irsyad tersenyum puas melihat Khalisa yang cemberut. "makan yang banyak agar nanti malam kamu punya tenaga". ledek Irsyad.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2