
๐๐ช๐ง๐-๐ฅ๐ช๐ง๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ฉ๐ช ๐จ๐ช๐ก๐๐ฉ
๐จ๐๐๐ฉ ๐๐๐ฉ๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ๐๐๐จ
๐ฃ๐๐ข๐ช๐ฃ ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐ฉ๐๐ง๐จ๐๐ฃ๐ฎ๐ช๐ข ๐ข๐๐ฃ๐๐จ
Khalisa tak dapat lagi menahan air matanya,di dalam kamar mandi khalisa sengaja menyalahkan air keran agar tangisnya tak terdengar oleh Irsyad ataupun orang lain,takdir seperti apa yang dijalaninya sekarang ?Mengapa dirinya harus dipertemukan kembali dengan Arion di saat dirinya sudah bisa melupakan kesedihan nya, Mengapa Arion harus memberikan penjelasan yang membuat diri nya terlihat lebih baik dan tak seperti pria ber*****k yang Khalisa pikirkan selama ini.
Khalisa berusaha menguatkan hatinya, walau memiliki alasan,Arion tetap pria yang telah mencampakan nya 2 tahun lalu ,Khalisa tidak ingin hidup dalam bayangan masa lalunya lagi, mungkin wanita bisa saja memaafkan namun sangat sulit untuk melupakan rasa sakit di hati nya, sekarang Khalisa sadar rasa sakit di hati nya ternyata lebih besar dari rasa cintanya dulu untuk Arion.
"tok-tok".
" Khalisa lo di dalam?".panggil Irsyad mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
"yah".sahut Khalisa buru-buru menyeka air mata dan mencuci wajah nya agar terlihat lebih segar sebelum keluar menemui Irsyad.
" lo habis nangis?".selidik Irsyad.
"nggak,tadi kemasukan debu maka nya gue cuci".elak Khalisa.
Irsyad jadi semakin penasaran ,sebenar nya apa yang terjadi pada Khalisa,seharus nya tadi dia tidak meninggalkan Khalisa sendirian.
" ada apa?"tanya Khalisa menggagetkan Irsyad yang benggong.
"bi ani barusan kesini,kata nya Alika dari tadi rewel".
" sekarang Alika nya dimana?".
"di ruang tengah sama nenek".
tanpa banyak bertanya lagi Khalisa segera keluar kamar untuk mencari Alika karena tidak ingin membuat nenek kerepotan menggurus Alika,Irsyad juga ikut menyusul Khalisa di belakang nya.
Khalisa dan Irsyad melotot tak percaya dengan yang mereka lihat saat sampai di ruang tengah,dengan sabar Arion sedang menimang-nimang Alika di gendongan nya,berusaha untuk menidurkan Alika,Alika juga terlihat nyaman karena terlihat mulai mengantuk.walau bagaimana pun juga seperti nya hubungan darah memang lah kuat.
Khalisa yang tidak ingin Arion mengetahui kebenaran tentang Alika,buru-buru merebut Alika dari tangan Arion.
" terima kasih karena sudah menjaga Alika".ucap Khalisa berjalan kembali menuju ke kamar nya tanpa menunggu jawaban dari Arion.
__ADS_1
"gue nggak mau liat lo dekat-dekat lagi sama anak apalagi istri gue".ancam Irsyad.
melihat sikap Irsyad yang seperti itu membuat Arion semakin curiga.hanya tinggal menunggu waktu saja sampai dia tahu semua kebenaran tentang Alika.Arion sudah memiliki rencana nya sendiri.
***
Khalisa tampak memandang langit malam yang tampak mendung tanpa bintang-bintang di sekitarnya dari balik jendela kamar nya. langit memang tak selalu cerah dan tak selamanya akan mendung begitupula dengan hidup yang kita jalani ,takdir kadang begitu indah dan kadang akan nampak buruk tergantung bagaimana kita menerima dan menjalaninya, kadang juga apa yang kita pikirkan dan inginkan tidak sejalan dengan kenyataan.mungkin dulu cinta telah membuat nya hilang logika dan buta hingga menghancurkan kehidupan nya sendiri.
Khalisa sedang memikirkan alasan bagaimana cara untuk membujuk Irsyad agar mau kembali ke Jakarta secepat mungkin bersamanya, Khalisa tidak ingin berlama-lama lagi di sana karena takut hatinya akan goyah dan lebih sesak lagi jika terlalu dekat dengan Arion. bagaimanapun juga sangat sulit melupakan cinta pertama yang telah mengisi hidup nya selama bertahun-tahun.
"kenapa belum tidur?".tegur Irsyad yang terbangun dari tidur nya.
" belum ngantuk".
Irsyad yang seperti ada ikatan batin dengan Khalisa segera beranjak dari atas kasur dan menghampiri Khalisa.
"apa yang lagi lo pikirin?" tanya Irsyad.
"nggak ada".
" nggak usah bohong lagi".
"lo keberatan nggak,kalau besok kita balik ke jakarta?"
tiba-tiba Irsyad yang berdiri tepat di belakang Khalisa melingkarkan tangannya di perut Kalisa dan menyandarkan kepalanya di atas pundak Khalisa ." nggak masalah ,apapun yang bisa membuat lo bahagia ".bisik Irsyad, membuat bulu Kuduk Khalisa merinding seketika.
mungkin Irsyad adalah takdir terindah yang Tuhan berikan untuknya, dia datang bagaikan sebuah pelangi di tengah badai ,mungkin sudah saatnya membuka lembaran baru dalam hidup nya, mengisi hati dengan cinta yang baru dan mengubur semua Masa Lalu.
***
akhirnya Khalisa dan Irsyad memutuskan untuk balik ke Jakarta hari ini ,sebelum pergi mereka berpamitan pada semua orang ,nenek terlihat sangat sedih dan berat untuk melepas kepergian cucu kesayangan nya Irsyad karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu.nenek tidak tahu entah kapan akan bisa bertemu kembali dengan cucu nya itu.nenek juga sudah berusaha meminta mereka untuk tinggal selama beberapa hari lagi disana namun mereka tetap menolak nya.
sedangkan orang tua Irsyad seperti tak peduli dengan keberadaan mereka, mereka ada ataupun tidak mungkin sama saja bagi om Evan dan tante Mira.Khalisa jadi merasa sedih karena sampai saat ini mertua nya masih belum juga bisa menerima diri nya,bahkan hanya sekedar untuk menyapa diri nya saja mereka terlihat enggan.namun Khalisa tetap akan menghormati orang tua Irsyad.buktinya saja Khalisa tetap mencium tangan mereka walau mereka berusah menolak nya.
"aku kira kalian akan lebih lama berlibur di sini".rengek may,menanggis di pelukan Irsyad.
" hey mengapa menangis seperti anak kecil,malu sama doi".ledek Irsyad.
__ADS_1
"apaan seh,aku tuh belum punya pacar".sahut may polos membuat semua nya tertawa.
di tengah keluarga besar nya yang sedang berkumpul, Arion sama sekali tak terlihat batang hidung nya sejak tadi.sampai Khalisa dan Irsyad pergi,Arion tak juga keluar dari kamar nya.
***
Khalisa yang merasa dada nya sesak selama beberapa hari berada di bandung,kini Khalisa dapat menghirup napas dengan lega lagi karena sudah kembali ke jakarta,My house is my palace....,Khalisa kembali menjalani aktivitas nya sehari-hari,sisa cuti mereka yang tinggal 2 hari akhirnya mereka habis kan untuk bersantai di rumah.
Khalisa yang sudah merasa bosan hanya di rumah akhirnya kembali bekerja,di hari pertama nya masuk kerja Khalisa terlihat sangat bersemangat.
" enak nya yang habis liburan".goda ketty saat sedang istirahat makan siang.
"enak apa nya,cape iya".sabut Khalisa dengan mulut yang masih di penuhi makanan.
" pelan-pelan khalisa,tenang aja makanan lo nggak bakal gue pinta kok".goda ketty.
"gue bukan takut di minta sama lo,tapi takut di marahin sama pacar lo pak anton kalau sampai dia kelamaan gantiin gue di meja kasir".
" amit-amit enak aja pacar gue,,,pacar lo kali".
"nggak boleh begitu nanti jatuh cinta lo sama dia".ledek Khalisa cekikikan.membayang kan wajah pak anton,manajer nya yang killer dan pelit.
" ogah,mending sama kucing daripada sama pak anton yang tiap hari kerjaan nya marah-marah bisa sakit jantung gue,apalagi pas kemaren lo nggak ada,gue yang gantiin lo jadi kasir,salah sedikit di marahin".gerutu ketty.
"maaf yah,gara-gara gue lo jadi di marahin".
" gpp,bukan salah lo kok,emang resiko kerja direstoran kecil".
"husttt...masih bersyukur punya kerjaan daripada nganggur".
" kadang suka benar lo".ledek ketty ,cengegesan.
Khalisa seperti biasa nya cuma bisa geleng-geleng kepala dan tertawa melihat ketty yang menurut nya terlihat mirip dengan boneka susan.
"btw,sultan kayak orang kebakaran jenggot nggak ada lo,gue bilang saja elo cuti selama seminggu pergi honeymoon sama suami lo.
" ada-ada saja lo".
__ADS_1
mungkin ucapan ketty pada sultan bisa sedikit membantu nya,semoga saja sultan menyerah pada perasaan nya karena Khalisa seperti nya ingin mencoba fokus pada hubungan nya dengan Irsyad.mungkin kenangan nya bersama Arion tak akan bisa ia hilangkan tapi hati nya juga tak bisa di bohongi jika sekarang ada nama Irsyad di dalam nya.
๐ฟ๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐ข๐๐ข๐๐ฃ๐ช๐ข ๐ง๐๐๐ช๐ฃ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ข๐ ๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ช๐ ๐ ๐๐ก๐ ๐ฃ๐ฎ๐,๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ค๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ฃ๐๐ฌ๐๐ง ๐ฃ๐ฎ๐.