Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 28


__ADS_3

pagi-pagi wajah Irsyad sudah terlihat masam, dalam hati Khalisa berdoa agar bukan dirinya yang menyebabkan Irsyad seperti itu.


" Lo mau gue buatin kopi ?".tanya Khalisa sedikit takut.


"ehm....".


tanpa banyak bertanya lagi, Khalisa segera beranjak ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Irsyad, mungkin setelah meminum kopi panas akan merubah mood Irsyad.


" Lo kenapa lagi ada masalah?" tanya Khalisa ragu-ragu.


" Menurut lo?" tanya balik Irsyad membuat Khalisa menghembuskan nafas panjang.


" gue punya salah apa?" tanya Khalisa malas karena merasa kali ini dirinya tidak punya salah.


" belakangan ini lo sering banget ngabisin waktu sama Nova sampai lupa sama gue".


Khalisa pikir sudah berbuat salah apa ternyata hanya Irsyad saja yang terlalu berlebihan.rasa nya ingin sekali Khalisa pergi dari depan Irsyad dan tertawa di belakang nya.


"iya Maaf, Nova di Jakarta kan nggak lama nanti bakal balik lagi ke Jogja, gue juga masih kangen banget sama Nova karena udah lama nggak ketemu". jelas Khalisa sebisa mungkin agar tidak menyinggung Irsyad.


" kalau nggak ketemu gue lama lo bakal kangen gak?".


"๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜จ๐˜ข,๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ง ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ,๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฅ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ".batin Khalisa,yang enggan menjawab pertanyaan Irsyad.


" tok....tok"


suara ketukan pintu menyalamatkan Khalisa dari pertanyaan Irsyad,Irsyad terpaksa bangun untuk membukakan pintu karena kebetulan diri nya juga sudah selesai sarapan.


"biar gue aja yang buka".ucap Irsyad ketika melihat Khalisa yang hendak bangun.


dengan emosi Irsyad mendorong seseorang yang baru saja di lihatnya di balik pintu." ngapain lo dateng kesini?????!!!!!!!!".bentak Irsyad membuat Khalisa yang lagi membereskan piring kotor kaget dan segera berlari menyusul Irsyad.


"elo".ucap Khalisa terkejut melihat Arion ada di depan nya.


" seperti nya kedatangan aku kesini nggak kalian harapkan".kata Arion tersenyum kecut.


"emang nggak".sahut Khalisa dan Irsyad dengan kompak nya.


bukan pergi ,Arion malah masuk ke dalam rumah dan menduduki sofa." nggak baik bersikap kasar sama tamu".ucap Arion dengan santai nya,membuat geram Irsyad.

__ADS_1


"ada urusan apa lo datang kesini?".tanya Irsyad yang sudah mulai bisa mengkontrol diri nya.


" apa harus ada alasan datang berkunjung ke rumah adik sendiri".


"jangan sok tua,kita cuma beda 1 bulan saja,jadi gue bukan adik lo".sahut Irsyad yang terlihat jengkel.


" gue cuma mampir saja,kebetulan hari ini baru pindah ke jakarta".


Khalisa dan Irsyad sama-sama terkejut mendengar perkataan Arion,bagaimana bisa Arion pindah ke jakarta lagi padahal selama ini dia sudah menetap di bali.


"apa maksud lo,bukan nya lo lagi ngurus bisnis peninggalan mama lo di bali".tanya Irsyad masih tak percaya.


" gue udah serahin ke orang kepercayaan gue".


"apa papa tahu?".


" iya,papa juga udah kasih ijin".


"tapi lo nggak bisa seenak nya saja,mentang-mentang papa selalu dukung lo".


" bilang saja kalo lo iri".


"cih,buat apa gue iri,gue nggak peduli sama lo ataupun papa". sahut Irsyad kesal.


" gue sama Khalisa mau berangkat kerja,mending lo pergi saja".usir Irsyad yang membuat Arion akhir nya beranjak dari duduk nya.


"nice to meet you Khalisa".ucap Arion sebelum diri nya pergi.


rasanya Khalisa ingin sekali menendang bokong nya sampai ke bali.


***


kepala Khalisa rasanya pusing sekali karena memikirkan kedatangan Arion yang begitu sangat tiba-tiba ,Mengapa Arion harus kembali lagi ke Jakarta? lagipula dari mana Arion mengetahui alamat rumahnya dan juga nomor ponselnya.tidak mungkin Arion tahu dari orang tua nya karena mereka mungkin punya alamat rumah Khalisa dari Irsyad tapi tidak mengetahui nomer ponsel Khalisa yang tidak penting untuk mereka.


getaran ponsel di sakunya membuat Khalisa tersadar dari pikirannya.


๐˜ด๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ณ๐˜บ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ


๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ณ๐˜ช.

__ADS_1


nova_imut๐Ÿค—


mungkin Khalisa masih harus menunggu dan bersabar lagi,bukan kah akan lebih baik jika dia berhenti bekerja dan memulai pekerjaan nya yang baru di saat awal bulan setelah ia menerima gaji nya.


Khalisa sampai lupa bertanya pada Nova ,kira-kira apa nanti pekerjaan barunya, mudah-mudahan lebih baik dari yang sekarang dan tidak banyak menyita waktunya lagi agar bisa lebih fokus mengurus Alika yang sekarang sudah bertambah besar sangat membutuhkan perhatian yang lebih extra juga ,lagi pula Khalisa kasihan melihat mamanya yang sudah tidak mudah lagi harus capek-capek mengurus cucunya sepanjang waktu,sebagai anak bukannya membahagiakan orang tua tapi malah merepotkan terus.


dengan tak semangat Khalisa berdiri di tepi jalan menunggu angkutan umum seperti biasanya ,hari ini Irsyad tidak bisa menjemputnya karena harus lembur memperbaiki mobil customer langganan yang harus selesai malam ini juga, Khalisa berniat akan menunggu Irsyad di rumah mamanya sekalian menjemput Alika.


padahal sebelumnya Khalisa sudah terbiasa pulang sendiri menggunakan angkutan umum tapi mengapa Malam ini terasa berbeda ,Khalisa merasa tak terbiasa lagi pulang sendirian ,Nova yang biasanya selalu ada waktu ,malam ini juga tidak bisa menemaninya Karena ada urusan yang penting.


saat ingin masuk ke dalam angkot tiba-tiba saja tangan Khalisa ditarik oleh seseorang membuat Khalisa tidak jadi menaiki angkot tersebut.


" lepasin nggak Tangan Gue!!".ketus Khalisa


"sorry".ucap Arion sembari melepaskan tangan Khalisa.


" kemarin lo datang ke rumah gue, hari ini ada di tempat kerja gue, jangan- jangan selama ini lo mata-matain gue". maki Khalisa.


" aku nggak bermaksud untuk mata-matain kamu ,aku hanya ingin bicara sama kamu".


" mau bicara apa lagi ,gue udah enggak mau dengar apapun dari mulut lo".


" jawab jujur khalisa, apa di hati kamu sudah nggak ada aku?".


"nggak".


" apa kamu yakin?".


sebisa mungkin Khalisa menahan air matanya agar tidak jatuh, ia tidak ingin terlihat lemah lagi di depan Arion.


"iya,gue yakin".sahut Khalisa tegas.


" tapi sampai sekarang hanya kamu yang ada di hati aku ,semua yang terjadi di masa lalu bukan kemauan aku ,aku juga hanya menerima Takdirku Khalisa".bujuk Arion


" Berarti lu juga harus terima kalau kita nggak ditakdirkan untuk bersama, sebaiknya urus kehidupan lo sendiri ,jangan ganggu gue lagi".


"maaf,aku nggak bisa".


Khalisa merasa kesal melihat Arion yang masih saja keras kepala.

__ADS_1


" asal lo tau ,gue bukan Khalisa yang pernah Lo kenal dulu, sekarang gue nggak akan diem saja membiarkan siapapun bisa menyakiti gue lagi". kata Khalisa berjalan meninggalkan Arion.


Khalisa yang melihat angkot datang langsung menyetop nya dan buru-buru naik sebelum Arion bisa menghentikannya lagi.


__ADS_2