
Sekelompok orang-orang yang sedang berkumpul di satu ruangan namun memiliki tujuan berbeda,ada yang ingin mengisi perut mereka yang lapar,ada yang sekedar menikmati fasilitas yang tersedia,atau hanya nongkrong bareng teman-teman,bahkan ada juga yang melakukan pertemuan,Suasana sore hari yang cukup ramai bagi sebuah cafe pinggir jalan.
Khalisa menatap kolom ikan di depan nya,mengamati ikan-ikan yang tampak berlomba-lomba memutari air yang terlihat jernih,seakan-akan mencoba menjadi yang paling unggul di antara mereka.Khalisa saat ini sedang berada di sebuah cafe,menunggu kedatangan seseorang yang belum juga terlihat batang hidung nya sambil menikmati pemandangan kolom ikan di depan nya.
"sorry aku telat,udah lama nunggu?".sapa Malvin,menarik kursi di depan Khalisa.
" iya nggak masalah".sahut Khalisa padahal hati nya sedikit kesal karena menunggu Malvin ia sampai menghabiskan dua gelas es teh manis,bisa-bisa nanti ia kena diabetes.
"apa kamu sibuk?kenapa tidak bilang,kita bisa bertemu lain kali".tegur Khalisa
" tidak juga,karena Sultan tidak ada aku jadi harus menghandle semua pekerjaan maka nya aku jadi sedikit telat".
"maaf karena aku sudah merepotkan mu".
" sudahlah tidak masalah,ada apa kamu meminta bertemu dengan ku?"
"kamu tidak ingin memesan minum atau makan dulu,seperti nya kamu butuh asupan".kata Khalisa yang menyadari wajah Malvin terlihat kelelahan.
" baiklah aku memang belum sempat makan siang tadi,kamu tidak keberatan jika kita mengobrol sambil makan?".
"iya tidak masalah".
" apa kamu mau aku pesankan makanan sekalian?".tanya Malvin membuka buku menu yang ada di atas meja.
"tidak usah,aku masih kenyang".
Malvin memanggil pramusaji yang kebetulan lewat di dekat mereka.ia memesan orange juice dan juga nasi goreng seafood.
" benar kamu tidak ingin memesan makanan?"tanya Malvin kembali karena merasa tidak enak jika nanti Khalisa hanya menonton nya makan.
"aku serius ,aku sudah makan dan perut ku tak cukup besar untuk menampung makanan lagi".
" apa kamu takut gemuk".ledek Malvin.
__ADS_1
"sembarangan,justru aku sangat susah untuk gemuk,padahal aku ingin sekali tubuh ku sedikit berisi".
" sebaik nya kamu jangan gemuk".
"memang nya kenapa".
" nanti Sultan bisa kabur saat melihat mu".gurau Malvin
"biarkan saja dia kabur,kalo perlu tidak usah pulang lagi dari amerika".gerutu Khalisa
" aku hanya bercanda,aku sangat mengenal Sultan,saat dia mencintai seseorang,meskipun wanita itu cacat sekalipun Sultan tidak akan pernah berpaling,jadi aku mohon tolong tarik ucapan mu kembali".
"yang mana?"tanya Khalisa binggung.
"aku sangat berharap Sultan bisa segera pulang dari amerika dan tidak akan pergi meninggalkan ku sendiri lagi di sini".ucap Malvin sendu.mata nya tampak berkaca-kaca.
" hei kenapa jadi cowok cenggeng sekali,apa Sultan itu ibu mu,kamu ini seperti anak tk yang di tinggal ibu mu ke pasar saja".ledek Khalisa tertawa geli.
tiba-tiba saja seorang pramusaji datang menggantarkan pesanan Malvin,membuat Malvin tak jadi melanjutkan ucapan nya.Malvin yang sudah sangat kelaparan segera melahap makanan yang tersaji di depan nya.
" kenapa kamu terus membicarakan Sultan,aku mengajak mu bertemu sebenarnya untuk membahas hubungan mu dengan Kanya",protes Khalisa.
"baiklah aku minta maaf,apa yang ingin kamu bicarakan".
"Aku harap kamu bisa memikirkan kembali hubunganmu dengan Kanya"
Malvin menghentikan sejenak makan nya menatap Khalisa di depan nya yang terlihat serius."mengapa aku harus memikirkan nya lagi,aku serius dengan Kanya,aku mencintai nya".kata Malvin dengan tegas.
"bukan begitu tapi Kanya masih terlalu muda untuk mu,kanya juga masih harus menyelesaikan pendidikan nya,aku tidak mau hubungan mu dengan Kanya membuat sekolah Kanya terganggu".
" percaya padaku,aku akan membimbing Kanya,hubungan kami tidak akan menggangu sekolah Kanya".bujuk Malvin.
"tapi kenyataan nya berbeda,prestasi Kanya belakangan ini menurun di sekolah,aku tidak mau melihat ibu ku kecewa".
__ADS_1
" aku mohon Khalisa,aku sangat mencintai Kanya,aku tidak bisa jauh dari nya".
"cinta tidak akan egois,jika kamu benar-benar mencintai Kanya,kamu pasti ingin yang terbaik untuk nya,saat ini yang terbaik untuk Kanya adalah fokus pada sekolah nya".
" mengapa kamu begitu menentang hubungan ku dengan Kanya,apa aku begitu buruk di mata mu,hingga tak pantas untuk adik mu?"ucap Malvin sedikit sinis.
"bukan seperti itu,aku hanya berusaha untuk melindungi adik ku agar masa depan nya lebih baik dari ku".
" apa ada alasan lain,mengapa kamu begitu bersikeras menentang hubungan ku dan Kanya?"
"yah,tapi maaf aku tidak bisa memberitahukan mu alasan nya,karena sangat privasi".
Malvin tampak berpikir keras,ia tak tahu bagaimana lagi cara nya untuk membujuk Khalisa agar mau mendukung hubungan nya bersama Kanya,jika di perhatikan seperti nya Khalisa wanita yang keras kepala dan berpendirian teguh,akan sangat sulit untuk di rayu,Malvin jadi kagum pada Sultan yang tak gentar mendekati Khalisa.
" kenapa benggong,apa kamu bisa mengakhiri hubungan mu dengan Kanya saat ini,jika Kanya sudah berhasil dalam hidup nya,maka aku akan menjadi orang pertama yang mendukung hubungan kalian".
"tak bisa kah kamu memberi ku waktu untuk memikirkan semua nya,apa kamu tahu bagaimana rasa nya berpisah dari orang yang kita cintai,apa jika kamu di posisi ku kamu mau jika di paksa untuk meninggalkan suami mu".ketus Malvin yang merasa kecewa pada Khalisa.
" mengapa kamu sama kan aku dengan diri mu,jelas-jelas kita berbeda,aku sudah menikah sedangkan kamu dan Kanya belum tentu akan menikah".protes Khalisa
"apa beda nya,kita sama-sama berharap akan hidup bahagia bersama orang yang kita cintai,jika perlu aku akan menikahi Kanya setelah dia lulus nanti".
Khalisa merasa dejavu,menginggat kembali hubungan nya dengan Arion,Arion dulu juga pernah berjanji akan menikahi nya setelah diri nya lulus sekolah,tapi takdir malah berkata lain,Khalisa benar-benar takut Kanya kecewa seperti diri nya.Khalisa merasa seperti nya percuma saja berbicara dengan orang yang sedang dimabuk asmara,mereka tak akan mendengarkan pendapat orang lain,semua indra di tubuh mereka seakan tak berfungsi dengan baik.
" baiklah seperti nya aku harus pulang,terima kasih atas waktu mu,aku harap kamu mau berubah pikiran".pamit Khalisa beranjak dari kursinya.
"kamu marah padaku?"
"tidak,aku hanya merasa sudah membuang waktu saja mengajak mu bertemu,jika akhirnya kita tetap tak sejalan,terima kasih atas waktu mu".
Tanpa banyak berpikir lagi Khalisa segera pergi meninggalkan Malvin yang masih menatap nya hingga menghilang di antara banyak orang.
(terima kasih🙏🙏🙏tetap di goyang jempol nya dukung author👍👍🥰)
__ADS_1