
setelah cukup lelah menyusuri seisi Mall dari satu toko Ke toko yang lain hanya untuk mencari barang-barang diskonan,Khalisa dan Nova mengistirahatkan diri mereka di restoran yang masih ada di area mall tersebut.
"Khalisa itu kayak Kanya Adek lo".kata nova sembari menunjuk toko pakaian di sebrang mereka.
" mana".sahut Khalisa sembari celingak-celinguk mencari keberadaan adiknya."lo salah lihat kali".kata nya lagi karena tak menemukan sosok Kanya.
"sumpah mirip banget adek lo".
" ada-ada aja lo,ngapain juga adek gue ngayab di mall,lo kan tahu Kanya sekolah di asrama putri,pulang nya seminggu sekali,ini kan bukan hari libur".
"iya juga seh,adek lo kan penurut beda sama kaka nya".sindir nova
" ya gue tahu ,gara-gara gue ,Kanya yang harus nya masuk smu favorit nya malah di suruh masuk sekolah asrama sama mama".
"Kanya masih marah sama lo".
" wajar lah Kanya benci sama gue".
"sabar yah,suatu saat pasti Kanya bakal maafin lo".
" semoga saja".
Nova merasa curiga karena melihat tingkah Khalisa yang sedikit aneh, gerak-gerik Khalisa seperti orang yang gelisah menunggu kedatangan seseorang.
"lo lagi nunggu siapa?". ceplos Nova membuat Khalisa salah tingkah.
" enggak nunggu siapa-siapa kok". elak Kalisa.
" yakin ?".tanya Nova yang masih merasa curiga.
Khalisa tidak menghiraukan perkataan Nova lagi malah pura-pura sibuk memperhatikan Alika.
Setelah lama menunggu akhirnya pesanan mereka datang juga ,Nova yang sudah sangat kelaparan langsung menyantap makanannya dengan lahap.
" laper banget yah?" ledek seseorang yang baru saja datang membuat nova jadi tersedak makanannya.
" Ngapain lo di sini ".maki Nova pada cowok yang berdiri di depan nya setelah meminum air putih untuk melancarkan tenggorokan nya.
"Siapa aja boleh dong kesini, ini kan tempat umum".goda dayu.
dengan sinis Nova melirik Khalisa yang duduk disampingnya," elo yang undang mereka ke sini". Kata Nova yang kini gantian melirik pada Dino Dan Irsyad.
" pizzz.....".sahut Khalisa sembari tersenyum mengangkat kedua jarinya.
Nova hanya bisa memutar bola matanya malas membiarkan sang mantan duduk di sampingnya. sedangkan Khalisa diam-diam mengacungkan jempol kepada Irsyad.
kedatangan Dayu membuat mood Nova tidak bagus, Perasaan bete menyelimuti Nova membuat dirinya yang energik seketika menjadi pendiam, melihat kecanggungan di antara keduanya membuat Khalisa dan Irsyad berinisiatif memisahkan diri dengan berpura-pura akan mencari kebutuhan rumah dan Alika.
dengan susah payah Khalisa akhirnya berhasil meyakinkan Nova agar bisa pergi bersama Irsyad dan Alika.
" nggak papa kita tinggal mereka berdua?" tanya Irsyad sembari mengambil Alika dari gendongan Khalisa.
" mereka nggak akan bisa ngobrol kalau masih ada kita disana".
" Kenapa loe punya ide buat ketemuin mereka berdua ,mereka bukannya udah move on".
"mereka belum move on tapi gengsi mereka terlalu besar buat ngakuin perasaan masing-masing kalo masih cinta".
__ADS_1
" sama kayak lo yah". sendiri Irsyad.
"mana ada".elak Khalisa.
" lo cinta tapi juga nggak mau ngaku ".goda Irsyad.
" ngaco,cinta sama siapa?"
" sama gue lah emangnya Sama siapa lagi". jawab Irsyad dengan pedenya membuat Khalisa gemes dan mencubit pinggangnya.
mereka yang tidak memiliki tujuan akhirnya pergi ke swalayan berbelanja untuk kebutuhan rumah dan juga Alika .setelah selesai berbelanja mereka kembali ke tempat dimana mereka meninggalkan Dayu dan Nova Tapi kedua Insan tersebut sudah tidak terlihat batang hidungnya.
drett...drett
๐ญ๐ฐ๐ฆ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ซ๐ข,๐จ๐ถ๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐บ๐ถ๐
๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข๐ฑโโ๏ธ
setelah membaca pesan dari Nova, mereka bergegas kembali ke rumah karena cuaca di luar juga terlihat sudah mendung sepertinya akan turun hujan.
***
Khalisa dan Irsyad kembali lagi pada kebiasaan lama mereka yaitu bersantai di teras depan rumah sambil menikmati suasana malam.
" kira-kira Dayu sama Nova gimana yah". ucap Khalisa sekedar berbasa-basi memulai obrolan nya dengan Irsyad.
"ngapain mikirin mereka, mending pikiran tentang kita berdua ".goda Irsyad.
" apaan seh lo".sahut Khalisa malu-malu.
" kita berdua kan baik-baik aja ,jadi kenapa harus di pikirin".
" nggak usah pura-pura bego ".omel Irsyad
" maksudnya ?".tanya Khalisa sok polos.
" Kapan lo mau buka hati buat gue".
Khalisa tak bisa mengeluarkan suaranya untuk mengelak lagi dari Irsyad.
" jawab jujur, lo cinta nggak sama gue ?".tanya Irsyad to the point.
kali ini jantung Khalisa berdetak lebih cepat dari biasanya apalagi mata Irsyad terus memandangnya tanpa berkedip.
"jawab".desak Irsyad.
" gue nggak tahu".jawab Khalisa gugup.
"bohong".
" beneran nggak tahu"..
"boleh nggak ,gue pegang dada lo".
" mau ngapain?jangan kurang ajar yah,nyari kesempatan di dalam kesempitan".omel Khalisa menutup dada nya dengan tangan.
"hehe...maksud gue jantung lo".
__ADS_1
belum sempat menjawab,telapak tangan Irsyad sudah berada di atas jantung nya,membuat diri nya yang kaget sehingga tak sengaja mendorong Irsyad hingga terjatuh.
" maaf gue nggak sengaja habis nya lo ngagetin".ucap Khalisa sambil membantu Irsya untuk bangun namun dengan sengaja Irsyad malah menarik tangan Khalisa hingga Khalisa ikut terjatuh di atas nya.
"sekarang kita impas".bisik Irsyad di telingga Khalisa," bibir loe mungkin bisa bohong tapi jantung loe nggak".bisik Irsyad lagi,sekilas bibir nya sengaja menyentuh leher jenjang Khalisa membuat bulu kuduk Khalisa berdiri.
dengan sengaja Irsyad juga menahan tubuh Khalisa yang ingin bangun, semakin Khalisa memberontak semakin Irsyad mempererat pelukannya.
" Irsyad Malu nanti dilihat sama orang yang lewat".
" Biarin paling Mereka cuma iri".
" nanti Alika bangun".
"Alika udah tidur nyenyak".
Khalisa tak tahu harus mencari alasan apalagi agar Irsyad mau lepaskan nya.
" eh....bu Rt".
" bu RT Lagi ronda". gurau Irsyad yang mengira jika Khalisa sedang membohongi nya.
" beneran ada bu RT".bisik Khalisa namun Irsyad masih tetap tak percaya.
"ehem.......ehemmm!!!!"
suara deheman seseorang berhasil membuat Irsyad menenggok.betapa kaget nya Irsyad seorang wanita berpostur tubuh gendut sedang berdiri mentertawai kekonyolan nya sejak tadi.
"wah,pasangan so swett".goda bu Rt.membuat kedua nya salah tingkah dan buru-buru membenarkan posisi tubuh mereka.
" maaf bu Rt".ucap Irsyad malu-malu.
"laen kali kalo mau romantisan ,boyo di dalam kamar,biar ndak buat bu Rt ngiri".
Irsyad cuma bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Maaf bu RT, Ada perlu apa ?"tanya Khalisa yang sejak tadi hanya tertunduk malu.
" ibu RT cuma mau minta sumbangan buat menjenguk salah satu warga kita yang sedang sakit".
" tunggu sebentar bu Rt".kata Irsyad ,mengambil dompet di kamar nya.
setelah mendapatkan uang sumbangan dari Irsyad bu RT pun pamit pulang.
" silakan dilanjut lagi ".ledek bu RT sebelum pulang ,membuat Irsyad dan Khalisa tersenyum malu.
" uang lo yang buat sumbangan biar nanti gue ganti".
" nggak usah".
"tapi tadi belanja di Swalayan semua pakai uang lo".
"emang udah jadi tugas gue, lagian gue kan udah pernah bilang sebelumnya sama lo kalau semua keperluan rumah sama Alika semua tanggung jawab gue ,uang lo simpan aja buat keperluan lo sendiri".
Khalisa tak bisa berkata-kata lagi pasti akan selalu kalah jika berdebat dengan Irsyad. Khalisa jadi benar-benar tidak enak hati menjadi beban untuk hidup Irsyad.tapi setidak nya untuk keperluan nya sendiri Khalisa tak merepotkan Irsyad juga.
(jangan vote dan like๐๐ฅฐ)
__ADS_1