Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 68


__ADS_3

Petir dilangit terlihat seperti percikan kembang api, padahal langit tak gelap seperti akan turun hujan, tapi suara petir terdengar saling bersautan dari atas langit, Khalisa memandang langit diatas nya yang terlihat terang, ada petir akankah hujan akan turun? Khalisa jadi takut kehujanan karena lupa membawa payung, angkutan umum yang ditunggu nya juga belum terlihat padahal sudah sejak tadi ia menunggu, kaki nya juga sudah terasa lelah apalagi hari ini restoran cukup ramai, rasa nya ingin sekali cepat beristirahat dirumah.


Khalisa kaget melihat sepeda motor didepan nya, Khalisa mengucek-ngucek matanya untuk memastikan jika penglihatannya tidak salah bahwa sepeda motor yang ada didepan nya adalah milik Irsyad.


"apa aku tidak salah melihat, kamu benar Irsyad suamiku?!". ucap Khalisa tersenyum bahagia.


" tentu saja, kamu pikir aku punya saudara kembar".


"aku hanya binggung saja melihatmu di jam segini, apa kamu tidak bekerja?"


"aku tadi sedikit sakit kepala, bos menyuruhku untuk pulang".


"jika sakit kenapa tidak dirumah saja, untuk apa kamu repot-repot menjemputku".omel Khalisa


" kamu tidak usah khawatir aku baik-baik saja, aku tadi sudah minum obat dan tidur sebentar".


"benar sudah tidak apa-apa?" tanya Khalisa yang masih cemas.


"iya, melihat dirimu saja sudah seperti obat bagiku, lagipula bagaimana aku bisa tidur nyenyak dirumah jika istriku masih berada di luar rumah dengan cuaca seperti ini".


" harusnya kamu tidak perlu memikirkan diriku, pikirkan saja dirimu sendiri, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri".


"hentikan my dear, kamu jangan berlebihan aku bukan anak kecil, tanggung jawabku bukan hanya menjaga diri sendiri tapi juga keluargaku".


" baiklah, mari kita pergi dari sini...hujan nanti bisa turun jika terlalu banyak drama".kata Khalisa berusaha menghentikan perdebatan mereka, duduk dibelakang Irsyad.


"apa kamu ingin jalan-jalan dulu".ucap Irsyad sembari menarik gas motornya.


" terserah sayangku saja".goda Khalisa membuat senyum diwajah tampan Irsyad.


Tanpa tujuan Irsyad hanya menyusuri jalan didepannya, sampai ia berhenti disebuah toko mainan.


"untuk apa kita kesini?" tanya Khalisa terlihat heran melihat Irsyad memasuki sebuah toko mainan.


"aku ingin membelikan mainan untuk Alika".


" tidak perlu, mainan Alika sudah banyak, kamu selalu saja membelikannya mainan".


"tidak apa-apa, hanya bertambah satu saja tidak akan membuat sempit rumah kita".


" kamu itu menyebalkan, aku sendiri yang nanti pusing jika mainan Alika berantakan". omel Khalisa namun Irsyad hanya nyengir saja.


Khalisa cuma bisa geleng-geleng kepala melihat Irsyad yang sibuk sendiri memilih mainan, seakan dirinya sendiri yang ingin bermain. sementara Irsyad masih mencari, Khalisa yang bosan keluar dari toko, melihat-lihat toko yang berjajar disebelahnya, langkah Khalisa terhenti saat berada didepan sebuah toko perhiasan, dari tempatnya Khalisa melihat pajangan didalam kaca yang tersusun rapi dan terlihat berkilau, begitu memanjakan mata wanita mana saja yang melihatnya.

__ADS_1


"mba nya ingin mencari apa?"tegur cici penjaga toko emas tersebut.


" nggak, saya cuma lagi lihat-lihat saja".sahut Khalisa malu-malu karena dirinya memang tidak memiliki uang yang cukup jika harus membeli perhiasan yang harganya lumayan akan menguras kantong.


"tidak masalah mba, jika ingin bertanya dulu juga tidak apa-apa".sahut cici itu dengan ramah.


Khalisa merasa senang, memberanikan dirinya untuk bertanya, karena sejak tadi Khalisa memang naksir dengan salah satu kalung ditoko perhiasan itu.


" kalung yang ada berlian kecilnya itu kira-kira berapa harganya?"tanya Khalisa menunjuk kalung berwarna putih yang terlihat sederhana namun elegan dengan berlian kecil ditengahnya.


"kalung itu harganya sekitar 5 jutaan".


Khalisa merasa merinding mendengar harga nya yang begitu fantastis, seketika nyalinya menjadi ciut, rasanya ingin cepat-cepat pergi saja dari sana.


" kamu sedang apa disini?".tegur Irsyad membuat Khalisa tersentak kaget.


"tidak, aku hanya iseng saja".sahut Khalisa menggenggam tangan Irsyad" terima kasih banyak ci".kata Khalisa lagi berpamitan pada pemilik toko sebelum dirinya menuntun Irsyad untuk meninggalkan tempat itu.


"apa kamu ingin perhiasan?".


" tidak, aku kan sudah bilang jika aku hanya iseng saja".


"kamu yakin?"


"iya, apa kamu sudah membeli mainannya?" tanya Khalisa mengalihkan pembicaraan.


"maaf aku tadi merasa bosan makanya aku keluar untuk mencari angin".


"ya sudah kita pulang sekarang, sebelumnya kita jemput Alika dulu dirumah ibu".


Setelah melalui dua lampu merah, akhirnya mereka sampai disebuah rumah sederhana yang catnya sudah kelihatan memudar, seorang wanita paruh baya keluar menyambut kedatangan mereka.


" tumben kalian datang bersama-sama". sapa mama Khalisa yang baru keluar dari rumahnya.


"iya ma, kebetulan Irsyad lagi pulang cepat makanya jemput Khalisa". sahut Khalisa


" kalian sudah makan, mama baru aja selesai manasin lauk".


"maaf bu kebetulan Irsyad sudah makan".


" Khalisa juga belum laper".


"ya sudah Alika sudah menunggu kalian didalam, katanya kangen sama papa mamanya". ucap mama Khalisa tersenyum, menginggat kelucuan cucu satu-satunya itu.

__ADS_1


Melihat kedua orangtua nya datang Alika segera berlari kecil menghampiri Khalisa dan Irsyad.


" mama.....papa". ucap Alika yang sudah mulai lancar berbicara memanggil kedua orangtuanya.


Irsyad langsung menyodorkan mainan yang dibawanya pada Alika membuat Alika melompat kegirangan.


"Alika bilang apa ke papa". ucap Khalisa


" maacih papa tayang( makasih papa sayang)".


Alika mencium pipi Irsyad yang berjongkok didepannya.


"sama-sama anak papa yang paling cantik dan juga pintar" sahut Irsyad yang juga ikut mencium pipi chuby Alika.


"Khalisa bisa kemari sebentar!!". panggil mama Khalisa dari dalam kamarnya.


Khalisa segera bergegas ke kamar mamanya, pasti ada masalah serius jika mama nya memanggil dirinya kedalam kamarnya.


" ada apa Ma?"


"belakangan ini Mama lihat wajah Kevin sering murung, apa kau tahu kakak mu itu kenapa?".


Degh....Khalisa binggung apa yang harus dikatakan nya pada sang Mama, tentu saja ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya jika Kevin membatalkan pernikahan nya dengan Ayumi apalagi semua itu ada hubungan dengan masa lalu nya.


" kenapa kamu diam, apa kamu tahu sesuatu?".selidik mama Khalisa merasa curiga.


"tidak, aku hanya merasa kaget saja"


"apa benar kamu tidak tahu apa-apa?"


"iya, biar nanti aku coba tanyakan pada kak Kevin".


" baiklah, Mama hanya merasa khawatir saja melihat Kevin, Mama bertanya soal pernikahannya dia juga diam saja".


"Mama tidak perlu cemas memikirkan kak Kevin, Khalisa yakin kak Kevin pasti baik-baik saja".hibur Khalisa


" mama harap juga seperti itu".


"apa masih ada lagi yang ingin Mama bicarakan?".


" tidak, apa kalian akan langsung pulang?".


"sepertinya iya karena Irsyad lagi kurang sehat".

__ADS_1


mama nya Khalisa mengantar kepergian mereka sampai di depan pintu, sedikit ada rasa sedih dihati nya karena akan kembali merasa kesepian di rumahnya, seperti itulah yang biasanya dirasakan oleh semua orangtua dihari tua nya nanti.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2