
Hari ini tak ada waktu untuk bersantai, sejak pagi restoran begitu ramai didatangi pengunjung, wajah Khalisa rasanya menjadi kaku karena terlalu banyak tersenyum pada customer, mungkin karena hari ini weekend, orang- orang banyak yang menghabiskan waktu untuk bersantai diluar rumah.
Tak sengaja Khalisa melihat sosok yang begitu dikenalnya diantara banyaknya pengunjung lain, Sultan yang sejak tadi memperhatikan dirinya tampak tersenyum kepadanya, untuk beberapa detik Khalisa yang tak menduga kedatangan Sultan tampak melonggo tak percaya dengan yang dilihat oleh matanya.
"π΄π¦π«π’π¬ π¬π’π±π’π― ππΆππ΅π’π― π’π₯π’ π₯πͺπ΄π’π―π’?" gumam Khalisa dalam hati.
"kau baik-baik saja?" tegur oppa seo jun, menyadarkan Khalisa dari lamunannya.
"iya, maaf oppa".
" ada apa? kau seperti sedang melihat hantu saja".
"iya".
" apa maksudmu? jadi kau benar-benar melihat hantu?"
"maksudku iya tidak ada hantu oppa".
" dasar kau ini, kerja jangan kebanyakan melamun, kalau tidak hantu sadako akan mendatangimu". goda oppa seo jun
"hantu sadako sepertinya lebih tertarik dengan oppa karena dia lebih menyukai pria yang memiliki mata sipit". ledek Khalisa
" jangan bicara sembarangan". sahut oppa seo jun merasa agak takut, membuat bulu-bulu ditangan nya berdiri.
obrolan mereka terpaksa terhenti karena Khalisa harus melayani customer padahal Khalisa masih ingin menggoda oppa seo jun yang selalu terlihat lucu.
Tak lama Khalisa juga melihat Nova memasuki restoran, ekspresi wajah nya sulit untuk ditebak, tanpa ragu Nova langsung memeluk Sultan saat melihat sosok Sultan yang begitu dinantikan nya, Sultan yang merasa malu dengan orang disekelilingnya mencoba melepaskan diri dari pelukan Nova.
"hentikan..!!! jangan membuat malu". omel Sultan.
" tidak mau".rengek Nova
"lama nggak ketemu sepertinya lo udah jadi salah satu penghuni RS.jiwa".
" terserah lo mau bilang apa".
Kening Sultan tampak mengkerut, binggung melihat sikap Nova tak seperti biasanya yang selalu senang berdebat dengannya, sepertinya kali ini Nova terkesan mengalah padanya.
"kenapa sikap lo aneh, sebenarnya ada apa lo ngajak gue ketemu, perasaan gue kenapa jadi nggak enak begini".
" jangan suzon jadi orang, gue cuma ingin ditraktir makan aja sama lo, anggap aj ngerayain kepulangan lo ke jakarta".
Sultan menyipitkan matanya, menatap Nova dengan curiga, ia merasa Nova sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"kenapa melihat gue seperti itu, apa lo nggak pernah melihat wanita secantik gue sebelumnya".
__ADS_1
" jangan ke ge-eran, gue cuma lagi memperhatikan kotoran dibawah hidung lo". gurau Sultan, membuat Nova salah tingkah, buru-buru mengambil kaca dan tisu dari dalam tasnya.
Sultan yang merasa lucu tak bisa lagi menahan tawanya karena telah berhasil mengerjai Nova.
"lo bohongin gue". ketus Nova
Ada rasa bahagia dihati Nova melihat tawa Sultan, melihat sikap Sultan rasanya mustahil untuk percaya jika Sultan saat ini sedang sakit. meski sulit Nova terpaksa harus berpura-pura tak mengetahui keadaan Sultan, semua ia lakukan karena permintaan Dindra yang tak ingin Sultan minder dengan penyakitnya, biarkanlah Sultan hidup seperti biasanya dengan semangat yang ia miliki.
" sayang sekali restoran sedang ramai, Khalisa jadi tak bisa bergabung dengan kita". ucap Nova.
"kita akan menunggunya sampai ia pulang". sahut Sultan.
" sepertinya ada yang merindukan Khalisa". ledek Nova.
"jangan sirik, maka nya bilang Dayu supaya mau rindu sama lo". balas Sultan yang selalu saja bisa membuat Nova jengkel kepadanya.
" sorry yah anak Sultan Dayu itu pacar gue, nah elo apa coba? SGJ".
"SGJ apa maksud lo?"
"Status Gak Jelas".ucap Nova tersenyum meledek.
Sultan yang merasa kalah dengan Nova kali ini hanya bisa menyeruput minumannya.
Dari tempatnya Khalisa hanya bisa memperhatikan keseruan Nova dan Sultan, Khalisa juga merasa bahagia bisa melihat senyum diwajah Sultan lagi, Khalisa berharap semoga saja senyum itu tak akan pernah hilang dari bibir Sultan.
"hanya urusan bisnis".
" apa semua baik-baik saja".
"gue harap seperti itu".sahut Sultan dengan wajah sendu.
" apa ada masalah?"
"tidak hanya masalah kecil saja".
Nova merasa kecewa dengan Sultan yang tak mau berbicara jujur dengan nya, padahal ia sangat berharap Sultan bisa terbuka padanya.
Khalisa yang memperhatikan Nova dan Sultan sejak tadi dengan keseruan mereka juga terlihat senang melihat senyum diwajah Sultan, ia berharap senyum itu tak akan pernah memudar dari wajah Sultan.
Khalisa yang telah selesai dengan pekerjaannya, segera menghampiri mereka dimejanya.
" apa kabarmu Sultan?"sapa Khalisa dengan senyum manisnya.
"seperti yang kamu lihat, aku sangat baik". sahut Sultan merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
" bagaimana denganmu? kamu sepertinya terlihat sedikit lebih kurus".
"enak saja, kamu tidak melihat badanku sedikit lebih berisi sekarang". protes Khalisa
" apanya yang berisi, apa perutmu? karena tubuhmu tetap saja kurus bahkan tinggimu juga tak bertambah sedikitpun". gurau Sultan membuat tangan Khalisa melayang kebahu nya.
"maaf, apa sakit?". ucap Khalisa saat melihat Sultan yang kesakitan, ia mengutuk kebodohannya karena untuk sesaat ia lupa pada penyakit Sultan dan tanpa sengaja memukul Sultan.
" tidak masalah, aku sudah mulai terbiasa dengan tanganmu itu".
"sekali lagi aku minta maaf". ucap Khalisa lagi yang masih merasa bersalah.
" aku sudah bilang tidak apa-apa, kenapa sikap kalian berdua hari ini sangat aneh". ceplos Sultan. merasa curiga
Khalisa dan Nova saling pandang dan melempar senyum.
"O yah Khalisa aku punya hadiah untukmu". ucap Sultan mengeluarkan kotak kecil beludru berwarna silver.
" maaf tapi aku tidak bisa menerimanya". tolak Khalisa tanpa melihat isi didalamnya.
"terimalah ini hanya sebuah gantungan kunci, bisa kamu pasang ditasmu". paksa Sultan menyodorkan kembali kotak itu pada Khalisa.
Tanpa banyak berpikir lagi Khalisa mengambil kotak itu dan membukanya, ternyata benar isinya hanya sebuah gantungan kunci berbentuk patung liberty, meski hanya sebuah gantungan kunci tapi terlihat begitu berkilau menyerupai perhiasan, banyak permata kecil yang menghiasinya.
" gantungan kunci ini sepertinya terlihat mahal, apa ini juga permata sungguhan".ucap Khalisa yang sempat terkesima untuk beberapa saat.
"tidak, itu hanya imitasi saja". jawab Sultan berbohong, karena sebenarnya harga gantungan itu setara dengan 1 buah motor.
" kenapa hanya Khalisa yang dikasih oleh-oleh, tidak adil sekali". protes Nova menekuk wajahnya.
"bawel, ini untukmu". kata Sultan menyodorkan kotak yang sama persis seperti milik Khalisa pada Nova.
Nova tersenyum senang dan juga ikut membuka kotak miliknya, namun ternyata isinya berbeda dengan milik Khalisa, punyanya hanya gantungan berbentuk bintang dengan ukuran lebih kecil.
" kenapa tidak sama dengan punya Khalisa". protes Nova lagi.
"bukannya berterimakasih tapi masih saja protes". omel Sultan.
" baiklah terimakasih hadiahnya tapi lo itu sangat tidak adil, dasar pilih kasih". gerutu Nova.
"aku juga mengucapkan terima kasih banyak atas hadiahmu". ucap Khalisa
" aku harap kamu bisa menjaganya dengan baik".
"iya tentu".
__ADS_1
(terima kasihππππππ)