
EVANO AL BARACK adalah seorang pria yang cukup sukses di usia nya yang sudah mencapai 40 tahun, Pengusaha ekspedisi terbesar di jakarta dan juga memiliki beberapa cabang di daerah, bahkan karena kesuksesannya ia mulai mencoba bisnis properti, semua kesuksesan yang ia dapat tak lepas dari dukungan seseorang yang selalu ada untuknya, menemani dirinya dari nol hingga bisa sukses seperti sekarang, MIRA ARDIANTI adalah wanita yang dikenal Evan saat ia kuliah, mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama meski kuliah mereka belum selesai, dengan penuh perjuangan mereka akhirnya bisa menyelesaikan kuliah mereka, namun hanya Mira yang berhasil bekerja disebuah perusahaan besar sedangkan Evan harus hidup menjadi penggangguran, tapi dengan setia Mira selalu mendampingi dirinya dan membantu Evan memulai bisnisnya hingga bisa sukses seperti saat ini, sayangnya meski sudah 4 tahun menikah mereka belum juga memiliki anak dan membuat Evan merasa jenuh dan khilaf berselingkuh dari Mira dengan wanita yang baru saja dikenalnya saat memulai bisnis properti, Evan langsung tertarik saat pertama kali melihat Clara yang masih muda dan terlihat cantik, ia menjalin hubungan terlarang dengannya hingga akhirnya Clara hamil dan memiliki anak, dengan terpaksa Evan harus menikahinya meski hanya secara sirih, sebulan kemudian ternyata Mira dinyatakan hamil, Evan yang sudah terlanjur menikahi Clara tak bisa berbuat apa-apa.
Evan berhasil menyembunyikan hubungannya dengan Clara selama 15 tahun ini dari semua orang karena selama ini Clara berada di Bali, hanya seminggu sekali Evan menyempatkan diri berkunjung ke Bali dengan beralasan bisnis pada Mira agar ia tak di curigai.
"ada apa, apa yang sedang papa pikirkan". tegur Arion menyadarkan papa nya Evan dari lamunan.
"tidak ada".
Mereka kembali menikmati makan siang mereka dengan penuh keharmonisan seperti layaknya keluarga kecil yang bahagia.
Tanpa mereka sadari sejak tadi seorang anak laki-laki seusia Arion sedang memperhatikan mereka dengan mata berkaca-kaca, dengan perasaan yang bercampur aduk anak laki-laki itu berjalan menuju meja mereka.
" papa".panggil anak laki-laki yang bernama Irsyad pada Evan yang duduk membelakanginya.
Saat menoleh Evan tampak terkejut dan salah tingkah, ia tak percaya anaknya dari Mira berada disana juga, apa yang Irsyad lakukan di Bali?
"Irsyad sedang apa kamu disini?" tanya Evan sambil memperhatikan sekelilingnya mencari keberadaan Mira.
"apa papa lupa jika aku sedang study tour di Bali". ketus Irsyad, " papa sendiri sedang apa ada disini?". Irsyad memperhatikan Arion dan Clara secara bergantian.
"siapa mereka".
" Papa sedang melakukan pertemuan bisnis".
wajah Arion tampak binggung, tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, mengapa anak laki-laki itu memanggil Evan Papa juga?
"Papa tidak perlu berbohong, aku sudah mendengar semua nya, apa Mama sudah mengetahuinya?"
"Papa mohon jangan bicara apapun pada Mama mu".
" demi wanita j***ng ini Papa tega mengkhianati Mama ku".
"hei kau jangan kurang ajar pada orangtua, jika Papa mu mencintaiku apa itu salahku". omel Clara.
__ADS_1
" kau bukan Mamaku jadi aku tidak perlu sopan padamu, apa kau merayu Papaku wanita mu****n".
Clara sangat kesal mendengar ucapan Irsyad, apalagi Evan sama sekali tak membelanya. "mas, tolong kau ajarkan anakmu itu agar bersikap lebih sopan padaku, bagaimanapun juga aku ini adalah istrimu". tegur Clara pada Evan namun Evan hanya diam saja.
Arion yang mulai memahami apa yang terjadi terlihat kecewa dan kesal pada kedua orangtua nya.
" jadi selama ini Mama hanya istri kedua?" ketus Arion
"akan Mama jelaskan ". bujuk Clara
" tidak perlu, aku sudah mengerti". Arion yang kesal kembali terdiam.
"setelah aku kembali akan aku beritahukan semua nya pada Mama". ancam Irsyad
" tolong jangan bicara apapun pada Mama, katakan saja apa yang kamu inginkan".
"Papa berusaha menyogokku, aku tidak menggingginkan apapun, aku hanya ingin Papa meninggalkan wanita ini, aku tidak ingin melihat Mama sedih".
"mas apa maksudmu, kau akan meninggalkan aku dan Arion setelah 15 tahun kita bersama?apa aku dan Arion tidak ada artinya untukmu?". maki Clara merasa kecewa
" maaf tapi aku tidak ingin berpisah dari Mira, aku sangat mencintainya".
"apa kau tidak mencintaiku?"
Evan hanya terdiam tak bisa menjawab karena takut akan tambah melukai perasaan Clara karena sesungguhnya sejak awal ia hanya menggagumi Clara.
"apa tante tidak punya harga diri berusaha mempertahankan suami orang". sindir Irsyad
Dengan air mata yang berderai Clara berlari, Arion yang melihatnya segera berlari juga menyusul sang Mama namun sayangnya Clara sudah pergi menggunakan mobil miliknya, dengan emosi dan hati yang terluka Clara menyetir mobilnya tanpa arah hingga mobilnya menabrak pembatas jalan, menyebabkan Clara meninggal di tempat sebelum sempat dibawa kerumah sakit.
Flashback off
" apa lo udah inget sekarang?" ucap Arion menatap Irsyad dengan sinis.
__ADS_1
"hanya karena itu lo nyalahin gue atas kematian nyokap lo?". ucap Irsyad berpikir jika saat itu dirinya hanyalah anak Abg yang masih labil dan belum bisa berpikir dengan benar makanya asal bicara.
" kalo aja saat itu lo gak datang dan merusak semuanya mungkin mama gue nggak akan nekat pergi dan kecelakaan, bisa aja gue masih hidup bahagia bersama mama gue sekarang".
"semua bukan salah gue tapi emang udah takdir".
" lo bisa ngomong begitu karena nyokap lo masih ada didekat lo".
"walaupun lo gak punya nyokap tapi lo masih punya Papa yang sayang banget sama lo, malah gue sampai ngrasa kalo gue nggak punya Papa".
Arion tersenyum kecut, " Papa sayang banget sama gue lo bilang?".
"nyata nya Papa emang lebih sayang sama lo dibandingkan gue".
" asal lo tahu aja semua yang Papa lakukan bukan karena terlalu sayang sama gue tapi karena rasa bersalahnya aja".
Irsyad tampak binggung tak mengerti maksud ucapan Arion, "apa maksud lo?".
" Papa awalnya berniat ngirim gue kesekolah asrama meskipun gue udah menolak karena merasa putus asa dan tertekan akhirnya gue mencoba bunuh diri".
Irsyad terkejut tak percaya mendengar ucapan Arion, ia tidak tahu jika ternyata Arion serapuh itu.
"kenapa Papa mau naruh lo diasrama, bukankah lo masih memiliki nenek?"
"nenek udah sakit-sakitan dan tinggal dipanti jompo".
Ada sedikit rasa iba untuk Arion dihati Irsyad, namun ia gengsi untuk menunjukan rasa simpatinya.
" apa lo masih berpikir kalo Papa sayang sama gue?Papa selalu menuruti kemauan gue bukan karena rasa sayangnya tapi karena rasa bersalahnya dan dia takut gue betindak nekat lagi, yang sebenarnya Papa cuma sayang sama lo, rasa marahnya, rasa cueknya, rasa kesalnya, rasa kecewanya sama lo karena dia sayang sama lo ,justru Papa nggak pernah seperti itu sama gue, Papa gak peduli apa yang terbaik atau buruk buat hidup gue".
Irsyad tercengang ,apakah benar semua yang Arion katakan, apa dia tidak sedang berbohong? apa selama ini pikirannya lah yang salah tapi mengapa Papanya membiarkannya hidup susah jika memang Papanya menyayanginya.
ππππππ
__ADS_1