
Aku bukanlah kesempurnaan tapi diriku hanya sebuah kesederhanaan, kelebihan tak selalu kumiliki namun masih banyak kekurangan didalam diriku, tak perlu banyak bicara untuk terlihat baik, cukup buktikan dengan perbuatan, dibalik semua penderitaan ternyata masih ada kebahagiaan, dari kesedihan akan menjadi senyuman, kadang cinta pergi dan ia akan kembali dengan pemilik hati yang berbeda......
Khalisa yang bosan mencurahkan isi hatinya disecarik kertas, selama beberapa tahun ini begitu banyak yang sudah ia lalui, bermula dari cinta yang bersemi hingga dirinya patah hati dan kembali merasakan jatuh cinta lagi, air mata dan penderitaannya selama ini telah terbayar dengan kebahagiaan yang ia dapatkan dari seseorang yang sangat mencintainya, Irsyad yang awalnya ia kira hanyalah seorang pria asing namun ternyata sudah lama memendam cinta untuknya, dirinya memang tak sempurna tanpa kehadiran Irsyad didalam hidupnya, karena Irsyad ia merasa dirinya tak lagi kekurangan, ia pun hanya melihat kebahagiaan dan melupakan semua kesedihannya, ia rela kehilangan seribu cinta jika digantikan oleh satu cinta yang Irsyad miliki untuknya, ia tak menyangka jika Irsyad akan hadir didalam hidupnya yang hampa dan kini telah membuat hidupnya kembali penuh dengan warna, kehidupannya kini rasanya telah lengkap, tak ada lagi yang ia inginkan dalam hidupnya selain bisa menua bersama Irsyad, menjaga cinta mereka untuk selamanya.
Khalisa memandang wajah Irsyad yang tertidur pulas disampingnya, hatinya tersentuh melihat wajah lelah Irsyad, pria yang sudah rela menggorbankan masa depan nya demi kebahagiaan dirinya, pria yang begitu tangguh dalam memperjuangkan cinta nya, pria yang tak pernah lelah menunggu nya, pria yang selalu memaafkan kesalahannya, pria yang sangat memanjakan nya, pria yang memiliki banyak kasih sayang untuknya, pria yang kini telah mengisi seluruh hatinya.
Khalisa meletakkan kertas dan pena di atas nakas, ia membaringkan tubuhnya yang letih sambil memeluk tubuh hangat Irsyad, rasanya ia tak ingin melepaskan pelukannya dari Irsyad walau sedetik saja, karena berada di dekapan Irsyad membuat dirinya merasa begitu nyaman.
"kamu belum tidur?". tegur Irsyad yang terjaga dari tidurnya.
" aku baru ingin tidur".
"apa kamu sengaja belum tidur karena ingin melanjutkan ronde kedua". goda Irsyad
" jangan ngawur".
"lalu kenapa kamu memelukku seperti ini, sengaja ingin memancingku".
" aku hanya merasa kedinginan".
"tidak usah banyak alasan".ucap Irsyad sengaja menaruh tubuhnya diatas tubuh Khalisa.
" kamu mau apa?".
Irsyad tidak menjawab tapi malah mengecup bibir Khalisa, membuat jantung Khalisa jadi jedak jeduk tak karuan.
"kamu tak perlu cemas, malam ini sepertinya sudah cukup, aku merasa lelah". ucap Irsyad lagi kembali berbaring disamping Khalisa.
Mendengar ucapan Irsyad dalam hati Khalisa sangat bersyukur, karena tubuhnya juga lelah dan ingin beristirahat apalagi besok pagi ia harus berkerja.
" sepertinya kamu senang sekali bukannya kecewa". ledek Irsyad
Khalisa cuma tersenyum, dengan gemas ia mencubit kedua pipi Irsyad.
Irsyad menyingkirkan tangan Khalisa dari pipinya dan menggenggamnya dengan erat."apa kamu mencintaiku?".tanya Irsyad menatap kedalam mata Khalisa.
" bukankah kamu sudah tahu jawabannya".
"aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu".
" yah, aku sangat mencintaimu Irsyad mekka evano". ucap Khalisa membuat Irsyad tersenyum menunjukkan barisan gigi putihnya.
__ADS_1
"seberapa besar rasa cintamu itu?" tanya Irsyad yang masih merasa belum puas.
"selama bumi berputar, cintaku akan terus bertambah untukmu".
" rupanya sekarang ini kamu sudah pandai menggombal".
"aku kan belajar darimu".sahut Khalisa membuat Irsyad gemas dan mengacak rambut panjangnya.
" lalu bagaimana denganmu, apa kamu juga mencintai diriku?".
"kenapa kamu harus menanyakan lagi jika jawabannya masih sama".
" kamu curang, jika kamu saja boleh bertanya mengapa aku tidak boleh".kata Khalisa pura-pura ngambek.
"seperti sebuah jam yang tak pernah lelah berputar, seperti itu pula aku mencintaimu, kecuali aku mati dan hatiku tak lagi berdetak".
" kenapa kamu bicara seperti itu, ucapan adalah doa, ucapkan saja kata-kata yang baik jangan yang buruk".omel Khalisa
"baiklah maafkan aku, mulai sekarang aku akan bicara yang baik-baik saja tentang kita". sahut Irsyad mengecup pipi Khalisa.
" aku ingin membahas soal Arion, apa kamu tidak keberatan?"tanya Khalisa ragu
"yah bicaralah, walaupun sebenarnya aku malas mendengar namanya".
"menurutku kamu tidak salah, kita memang tidak berhak melarang Alika bertemu dengan papa kandungnya".
" jadi kamu mengijinkan Arion membawa Alika bersamanya?".
"yah terpaksa aku harus menerimanya walaupun aku tidak menyukainya".
" maaf jika kamu harus terluka karena hal ini".
"jangan meminta maaf, semua ini akan terjadi jika tidak sekarang maka kelak akan terjadi juga".
" terima kasih kamu sangat pengertian, aku memang tidak salah mencintaimu".
"jangan memujiku nanti aku bisa besar kapala".
" besar kapala atau berkepala kotak seperti spongebob". ledek Khalisa sedikit bergurau, untuk mencairkan suasana diantara mereka yang mulai menegang.
"tidak mau nanti kamu meninggalkan aku karena tidak tampan lagi, aku juga tidak mau menjadi konyol seperti spongebob". sahut Irsyad membuat keduanya tertawa.
__ADS_1
" jangan berisik nanti Alika bisa bangun". gumam Khalisa menghentikan tawanya.
"ingat kamu harus janji satu hal padaku, jangan dekat-dekat dengan Arion, aku tidak mau Alika menjadi alasan untuknya mendekatimu".
" apa kamu tidak percaya padaku?".
"aku percaya padamu tapi aku tidak percaya pada sih k**y**k itu".
" kamu tidak perlu cemburu pada Arion karena aku sama sekali sudah tidak tertarik padanya".
"apa itu berarti kamu bisa tertarik dengan pria lain selain Arion?!". ketus Irsyad
" maksud ku tidak seperti itu, bukan hanya Arion saja tapi aku tidak tertarik dengan pria lain selain pria yang bernama Irsyad".
"kamu berusaha menggombaliku lagi?".ledek Irsyad membuat Khalisa merasa malu, karena tanpa sadar dirinya kini seperti seorang bucin saja.
" sudah malam lebih baik kita tidur atau besok pagi akan bangun kesiangan".ucap Khalisa berusaha mengalihkan perhatian Irsyad dari dirinya.
"kamu tidur saja duluan, aku ingin ke teras sebentar". kata Irsyad turun dari tempat tidur.
" apa kamu ingin merokok?".
"yah hanya sebatang saja".
" tidak bisakah kamu berhenti merokok, tidak baik untuk kesehatanmu".
"akan aku usahakan, yang terpenting aku tidak merokok didepanmu dan Alika".
" sama saja, aku tidak mau kamu hanya memperhatikan kesehatan aku dan Alika saja tapi sayangi juga dirimu sendiri".
"iya my dear bawel, terima kasih karena kamu sudah menginggatkan diriku". ucap Irsyad mencium kening Khalisa dan kembali naik keatas tempat tidur.
" aku senang kamu menghargaiku mau mendengarkan ucapanku".
"karena dirimu sangat berharga untukku".
" terima kasih sudah menjadi suami yang begitu pengertian, aku beruntung menikah dengan pria sepertimu".
"aku sudah bilang jangan memujiku, karena jodoh adalah cermin dari diri kita sendiri, jika jodohmu baik berarti kamu juga sama baiknya".
Khalisa tak bisa lagi mengungkapkan dengan kata-kata apa yang ia rasakan saat ini, yang jelas ia merasa Irsyad adalah kebahagian yang selama ini ia cari meski awalnya ia sempat ragu menerima Irsyad didalam hidupnya.
__ADS_1
πππππππππππ