Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 23


__ADS_3

seperti hari-hari sebelumnya, Irsyad dengan setia sedang menunggu Khalisa selesai dari pekerjaannya, menjemput Khalisa sekarang sudah menjadi Rutinitas baru Irsyad setiap malam, semenjak pulang dari Bandung hubungan keduanya menjadi lebih dekat.


Khalisa yang baru saja keluar terlihat Melambaikan tangannya pada Irsyad.


"udah lama nunggu?".sapa Khalisa.


" nggak juga".


"suami idaman".goda Khalisa


" makasih istri gombal".sahut Irsyad tak mau kalah, membuat keduanya tertawa lepas.


tanpa menunggu lama-lama, mereka segera pergi dari sana menikmati Angin Malam yang dingin dari atas motor.


" lo udah makan belum?". tanya Irsyad setengah berteriak di tengah Suara bising kendaraan di jalan.


"udah,kita langsung jemput alika saja di rumah mama".


" Ya udah, tapi kita mampir dulu beli martabak telor buat ibu, kebetulan gue lagi ada duit lebih".


"oke bos".


tanpa ragu Irsyad memegang tangan Khalisa yang ada di pinggang nya untuk dilingkarkan di perut nya. Untung saja Irsyad tidak dapat melihat wajah Khalisa dibelakangnya yang sudah tersipu malu bak kepiting rebus.


***


hari ini Kalisa sudah berjanji pada kakaknya Kevin akan menemani Ayumi ke butik untuk fitting baju pengantin, sebenarnya Khalisa malas harus berdekatan dengan Ayumi tapi Khalisa tidak bisa menolak karena tidak mau membuat Kevin curiga, Khalisa langsung menuju alamat yang dikirimkan Ayumi setelah menitipkan Alika di rumah mamanya, sesampainya disana Khalisa melihat Ayumi sudah menunggunya di depan pintu masuk butik.


" maaf Khalisa ,jadi ngerepotin Lo begini Padahal gue udah bilang sama Kevin kalau gue bisa sendiri ".sapa Ayumi panjang lebar.

__ADS_1


" nggak papa .udah lama nunggu?".


" gue juga baru sampai kok".


" Ya udah kita langsung masuk saja". ajak Khalisa mencoba mengakhiri obrolan dengan Ayumi.


walau pun ayumi nanti akan menjadi kakak iparnya tapi sebenarnya hati Khalisa belum sepenuhnya menerima kehadiran Ayumi.melihat Ayumi membuat Khalisa jadi teringat lagi pada Arion.


hampir setengah hari Khalisa menemani Ayumi di butik ,meski bosan Khalisa berusaha tersenyum setiap kali Ayumi meminta pendapatnya ,tanpa sadar Khalisa kembali teringat pada Arion, Bagaimana saat Ayumi dulu menikah dengan Arion, Apakah Ayumi Bahagia seperti saat ini ?seketika perasaan sedih menyelimuti hatinya seakan dejavu kembali merasakan perasaan nya yang dulu lagi ,tak terasa air mata sudah menetes dari sudut matanya.


" Khalisa....".Panggil Ayumi yang membuat Khalisa tersadar dari lamunannya."lo kenapa,lo nangis?".


"Enggak apa-apa, ini cuma kelilipan aja kok". sahut Khalisa sambil mengedipkan matanya agar Ayumi percaya.


" mau gue bantu tiup".


" Oke .kalau gitu gue coba 1 baju lagi yah, habis itu kita makan ,baru nanti gua antar lo pulang". Khalisa yang males hanya menanggapi omongan Ayumi dengan acungan Jempol nya.


setelah fitting baju Ayumi mengajak Khalisa pergi ke cafe di seberang butik, menikmati suasana sore yang begitu damai dan cerah membuat kedua wanita itu begitu memanjakan diri dengan makanan yang disajikan di depan mereka.


" Khalisa maaf". ucap Ayumi setelah menghabiskan suapan terakhirnya.


" maaf untuk apa?" tanya Khalisa bingung.


" maaf karena secara tidak sengaja gue udah menghancurkan hubungan lo sama Arion,jujur sampai saat ini gue masih merasa bersalah". ucap Ayumi lagi penuh penyesalan.


" semua cuma masa lalu Ayumi, jadi nggak perlu dibahas lagi".


Ayumi terdiam untuk beberapa saat tampak sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


" gue juga udah tahu apa yang terjadi diantara lo sama Arion ,jadi semua bukan sepenuhnya salah lo". lanjut Khalisa yang membuat ayumi terlihat lega.


" setelah menikah sama Arion ,gue sadar kalau hati Arion sepenuhnya cuma buat lo,meski ada anak di antara kami tapi Arion enggak pernah memandang gue sedikit pun ,mungkin itu sebabnya Kenapa Tuhan mengambil anak kami karena kami memang nggak akan bisa bersatu sampai kapanpun ,setiap hari ,waktu ,jam, menit bahkan detik Arion nggak pernah berhenti mikirin lo,dia selama ini nggak pernah nyari dan nemuin lo karena dia begitu merasa bersalah sama lo, Karena rasa cintanya begitu besar dia nggak sanggup melihat orang yang dicintainya kecewa sampai Arion ngajak gue untuk pindah ke Bali ".ucap Ayumi yang membuat Khalisa tidak tahan untuk meneteskan air matanya, " setelah berpisah, gue putusin untuk balik lagi ke ke Jakarta tapi Arion lebih memilih menetap di Bali dengan alasan takut kalau nanti harus melihat lo udah hidup bahagia sama orang lain ".lanjut Ayumi.


Khalisa berusaha bersikap tenang di depan Ayumi meski hatinya bergejolak tak karuan.


" maaf Khalisa Gue nggak bermaksud apa-apa ngomong semua ini sama lo,gue cuma mau meluruskan salah paham di antara kita saja, walau bagaimanapun juga Arion cuma masa lalu buat lo ataupun gue ,saat ini lo juga udah bahagia sama Irsyad bukan".


" yah, Arion hanya masa lalu ".sahut Khalisa datar.


jauh di dalam lubuk hatinya Khalisa merasakan kesedihan ,kata-kata Ayumi berhasil mempengaruhi pikiran dan hati Khalisa saat ini. masa lalu kembali membayangi ingatan Khalisa ,semua yang tak ingin Khalisa kenang terpaksa harus muncul lagi di benaknya, khalisa merasa tidak dapat lagi menahan perasaannya ,pamit pada Ayumi untuk ke toilet berharap bisa meluapkan seluruh perasaannya tanpa diketahui orang lain di sana.


di dalam toilet yang kebetulan sepi ,Khalisa Menangis Tanpa bersuara,mencoba menahan rasa sesak di dadanya, Padahal selama ini Khalisa sudah susah payah untuk melupakan Arion tapi dengan mudahnya Arion kembali dalam kehidupannya ,mengapa mereka harus di pertemukan kembali Jika mereka sudah tidak dipersatukan sebelumnya ,apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk hidupnya? Khalisa Hanya bisa pasrah saat ini menerima semua yang Tuhan takdirkan untuk nya nanti.


setelah merasa lebih baik Khalisa membersihkan wajahnya dengan air ,sebelum keluar Khalisa juga merias sedikit wajahnya agar terlihat lebih fresh dan tidak membuat Ayumi curiga.


dari kejauhan Khalisa dapat melihat Ayumi yang sedang sibuk menerima telepon di ponselnya ,syukurlah jadi Ayumi tidak terlalu memperhatikan kedatangan nya.


" Khalisa Sorry, mendadak gue Ada urusan, nggak papa kan kalau lo pulang sendiri ?"ucap Ayumi yang sudah mengakhiri panggilan teleponnya.


"iya,nggak masalah".


" Oke kalau begitu gue balik duluan, Makasih banyak ya , udah libur kerja cuma buat nemenin gue ke butik hari ini ".ucap Ayumi lagi Seraya mencium pipi kiri dan kanan Khalisa.


Khalisa yang masih canggung cuma bisa tersenyum kaku.


" titip salam untuk mama". ucap Ayumi sebelum pergi.


seperti nya selama ini Khalisa terlalu berlebihan menilai Ayumi , Ayumi wanita yang baik dan cukup asyik ,tidak banyak neko-neko seperti kebanyakan wanita pada umumnya, mungkin itu sebabnya hati mamanya luluh dan mau menerima Ayumi sebagai menantunya, andai saja takdir tidak mempertemukan mereka sebelumnya dengan cara yang salah, mungkin mereka bisa saja menjadi teman baik.

__ADS_1


__ADS_2