
Khalisa yang lelah merebahkan tubuhnya diatas sofa, kakinya terasa pegal sekali seharian ini sibuk berpergian diluar rumah, ia sampai melupakan rasa rindunya pada putrinya Alika, sudah jam 5 sore masih ada waktu untuknya rehat sejenak sebelum Alika kembali, meski ingin sekali rasanya menghubungi Arion untuk menanyakan kabar Alika, namun ia berusaha untuk menahan diri, ia tak ingin Arion jadi besar kepala dan berharap lebih darinya.
Khalisa mencoba memejamkan matanya, tapi tak bisa karena bayangan wajah Sultan yang tampak sedih terus menghantui ingatannya, sejak pertama kali mengenal Sultan hanya senyuman yang tampak diwajah Sultan tapi hari ini senyuman itu telah memudar berganti dengan kesedihan, Khalisa merasa tak tega melihatnya walaupun ia telah berjanji untuk tidak menggasihani Sultan, tapi dirinya hanyalah manusia biasa yang masih memiliki hati nurani, mungkin memang tak ada yang bisa ia lakukan selain berdoa untuk kesembuhan Sultan.
Tak terasa mata Khalisa mulai terpejam memasuki dunia mimpi, tidurnya terlihat begitu nyenyak dan pulas mungkin efek dari tubuhnya yang letih, karena begitu pulas sampai Irsyad datang pun Khalisa masih tertidur, tak menyadari kepulangan Irsyad, Irsyad yang tak tega melihat pujaan hatinya tidur di sofa berniat memindahkan Khalisa kedalam kamar, saat Irsyad menggangkat tubuhnya tiba-tiba saja Khalisa bangun.
"sayang, kapan kamu pulang?"
" baru saja, aku ingin memindahkanmu ke kamar".
"tidak usah, aku tidak ingin tidur lagi".
" kamu terlihat lelah, apa kamu habis pergi".
"yah karena aku merasa bosan sekali dirumah tanpa Alika dan dirimu".
" ya sudah aku ingin mandi, bau badanku sudah tak karuan".
"apa kamu ingin makan, biar aku siapkan".
" boleh". sahut Irsyad masuk kedalam kamar .
Khalisa segera pergi kedapur, mencari bahan masakan yang bisa ia olah untuk makan malam mereka, di dalam hatinya Khalisa masih merasa cemas memikirkan Alika yang belum juga pulang padahal sudah jam 7 malam.
"kamu sedang memikirkan apa my dear?" tegur Irsyad yang sudah terlihat segar dengan rambut basahnya.
"sudah jam 7 tapi Alika belum pulang juga".
" apa kamu mau aku menghubungi Arion?". tanya Irsyad begitu pengertian.
"apa tidak merepotkanmu".
" tidak masalah hanya mendengarkan suaranya saja, yang penting aku tidak melihat wajah menyebalkannya itu".
Irsyad mengeluarkan ponselnya mencari nomer Arion yang ia simpan tanpa nama. selama beberapa menit Irsyad hanya mendengarkan nada sambung tapi Arion tak menggangkat panggilannya.
"bagaimana?".tanya Khalisa merasa cemas.
__ADS_1
" tersambung tapi tak diangkat".kata Irsyad mencoba mengulangi panggilannya. "br******k, kenapa nggak angkat teleponnya". maki Irsyad pada ponsel ditangan seolah itu Arion.
" biar aku coba menghubunginya dengan ponselku".
Khalisa berusaha melakukan panggilan pada Arion namun hasilnya tetap sama, Arion tidak menggangkatnya juga.
"apa Arion berusaha menculik Alika". ucap Khalisa cemas.
" kamu tidak boleh berpikiran jelek dulu".
"lalu kenapa Arion mengabaikan telepon dari kita berdua".
" mungkin ponselnya tertinggal".
"aku menyesal, harusnya aku tidak mengizinkan Arion membawa Alika bersamanya".
" kamu jangan cemas, semua akan baik-baik saja". hibur Irsyad
"aku harap juga seperti itu".?
Irsyad memberikan segelas air putih pada Khalisa dan menyuruhnya duduk agar Khalisa lebih tenang.
"aku tidak tenang jika seperti ini" Khalisa menjambak rambutnya sendiri seperti orang bodoh.
"kita akan tunggu sampai jam 9, jika tak ada kabar juga maka aku akan mencarinya".
" baiklah, aku harap semua ini hanya perasaanku saja".
"ayo kita makan, aku tidak mau kamu jadi sakit karena terlalu cemas sampai melupakan makan".
Dengan perasaan yang masih khawatir mereka berdua makan malam, walau tidak menikmatinya yang terpenting perut mereka terisi untuk menghilangkan rasa lapar.
Irsyad merasa geram menunggu kabar Arion, walau ia menyuruh Khalisa untuk tidak khawatir tapi dirinya sebenarnya lebih cemas dari Khalisa, ia hanya berpura-pura tenang didepan Khalisa agar Khalisa juga ikut tenang.
Sudah jam 8 malam tapi Arion belum menampakkan batang hidungnya juga, ia juga masih tak dapat di hubungi, tersisa satu jam lagi sebelum Irsyad benar-benar naik pitam, Irsyad tak akan mengampuninya jika Arion memiliki niat buruk.
" drett....drett".
__ADS_1
ponsel Khalisa berdering diatas nakas, ia melihat ada pesan masuk dari Arion.
"๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ญ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ณ๐ด๐บ๐ข๐ฅ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐ข".
Khalisa menatap tak percaya dengan pesan yang ia baca, ternyata dugaannya benar jika Arion memiliki niat tidak baik, dasar laki-laki memang tak bisa dipercaya!!
Khalisa merasa binggung sendiri, ia tampak mondar-mandir didalam kamarnya, Irsyad pasti akan marah besar jika melihat pesan Arion dan tak akan membiarkannya menemui Arion tapi jika ia tidak jujur maka Irsyad akan salah paham dan merusak hubungan mereka lagi.
" ada apa?" tanya Irsyad yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar membuat Khalisa tersontak kaget.
Dengan ragu-ragu Khalisa memberikan ponselnya pada Irsyad, Irsyad sangat marah dan hampir saja membanting ponsel Khalisa jika Khalisa tak menghentikannya.
"aku tidak akan membiarkanmu pergi menemuinya". ucap Irsyad dengan emosi." biar aku saja yang pergi dan mencarinya".
"tapi bagaimana jika Arion sungguh-sungguh dengan ancamannya, kita tidak akan bertemu dengan Alika".
" aku akan melaporkannya pada polisi karena sudah menculik Alika".
"kamu lupa jika Arion papa kandung Alika, tidak mungkin Arion akan ditahan hanya karena membawa anaknya sendiri dan apa kamu juga ingin semua orang mengetahuinya termasuk keluarga kita".
Irsyad merasa frustasi sendiri karena tidak bisa berbuat apapun, ia tidak mungkin membiarkan Khalisa pergi menemui Arion seorang diri, ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Khalisa tapi ia juga ingin Alika kembali, Irsyad yang emosi meninju tembok didepannya hingga tanggannya lebam.
" apa yang kamu lakukan". jerit Khalisa merasa takut. "aku mohon jangan seperti ini". ucap Khalisa memeluk tubuh Irsyad.
untuk sesaat mereka terdiam, menenangkan diri mereka masing-masing sambil kembali berpikir.
" baiklah aku akan mengantarmu kesana". ucap Irsyad yang sudah mulai mengendalikan dirinya.
"tapi.....",
" tenang saja, aku akan menunggumu diluar, tapi jika kamu tidak cepat kembali maka aku akan menyusulmu". potong Irsyad sebelum Khalisa menyelesaikan ucapannya.
"apa kamu yakin, bagaimana jika Arion curiga dan mencaritahu keberadaanmu".
" jangan khawatir aku akan bersembunyi, jika perlu aku akan menggunakan helm dan masker".
"aku sangat takut, aku tidak ingin berpisah dari Alika, aku juga tidak ingin sesuatu terjadi padamu".
__ADS_1
" apa yang kamu cemaskan aku ini jago bela diri, hanya seorang Arion saja tidak akan bisa menyakitiku". ucap Irsyad yang masih saja sempat-sempatnya untuk narsis.
"dasar kamu ini memang terlalu percaya diri". sahut Khalisa tersenyum, sedikit terhibur dengan ucapan Irsyad.