Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 109


__ADS_3

Khalisa yang sedang bersiap- siap dikamarnya mendengar beberapa orang yang sedang berbincang, suaranya yang tidak begitu jelas terdengar sepertinya berasal dari teras depan, Khalisa yang merasa penasaran buru- buru keluar kamar sekalian ia akan berangkat bekerja.


Ternyata benar Kevin dan Anjana sedang kedatangan tamu diteras depan, mereka terlihat sedang asyik mengobrol sampai tak menyadari kehadiran Khalisa disana.


"Ketty...!!! " Panggil Khalisa merasa terkejut.


Ketty pun segera berlari kepelukan Khalisa yang selama ini sangat ia rindukan.


"Lo kmn aja, kenapa nggak ada kabar? " tegur Ketty.


"Sorry, gue lupa ngabarin lo kalo gue ganti nomer, ngomong- ngomong kok lo tahu rumah gue? ".


" Gue kesini bareng kak Kevin".


Khalisa menatap Kevin tak percaya, curiga jika Kevin dan Ketty memiliki hubungan spesial.


"gue cuma berteman sama Ketty". ucap Kevin yang sadar jika Khalisa sedang menatapnya.


" lo yakin". Sindir Khalisa


"Iya gue sama kak Kevin cuma temenan aja kok , lo jangan mikir yang aneh- aneh". sambung Ketty.


" Kalo aneh- aneh juga nggak papah kok". ledek Khalisa.


"lo mau pergi yah? ". tanya Ketty mengalihkan pembicaraan karena membuatnya merasa tidak nyaman.


" iya, gue mau pergi kerja, lo dateng dadakan banget sih, kak Kevin juga gak bilang apa- apa sama gue".


"Ya udah gpp, mang gue yang salah, gue juga yang dadakan minta dianter kesini sama kak Kevin, kita bisa ketemu lagi lain kali".


" benar gpp, gue jadi nggak enak sama lo".


"Nyantai aja kali, gue kan bisa main lagi kesini kapan- kapan pas lo libur".


" Sorry yah". Ucap Khalisa sambil kembali memeluk Ketty.


Cukup lama mereka saling berpelukan untuk melepas rindu setelah itu Khalisa berpamitan dan meninggalkan Ketty.


Meski penasaran dengan hubungan Kevin dan Ketty namun Khalisa harus bisa menahan dirinya karena ia tidak ingin terlambat datang ke resto apalagi ia baru saja memulai pekerjaannya kembali, ia tidak ingin mengecewakan Sultan yang sudah terlalu baik padanya.


Khalisa tak menyangka jika ia kembali bertemu dengan dokter Nill diresto tapi kali ini dokter Nill datang sebagai salah satu pengunjung resto.

__ADS_1


"Hai dokter Nill, apa anda menikmati hidangan disini? " sapa Khalisa pada dokter Nill saat sedang membayar tagihannya dikasir.


"tentu saja, makanan disini sangat enak, sepertinya aku akan sering- sering datang kesini". Sahut dokter Nill dengan ramah seperti biasanya.


" Terima kasih, kami akan menyambut kedatangan anda kembali dengan senang hati". Sahut Khalisa tersenyum ramah membuat dada dokter Nill terasa dipanah.


Dokter Nill yang tak ingin Khalisa menyadari bunyi detak jantungnya yang semakin kencang, segera berlalu dari hadapan Khalisa, ia takut tak akan bisa mengkontrol perasaannya lagi pada Khalisa yang sudah bersuami, sungguh ia tak ingin menjadi pembinor dan merusak rumah tangga orang lain, sudah cukup baginya hanya mengagumi Khalisa saja.


Khalisa merasa aneh dengan kelakuan dokter Nill, Tiba-tiba pergi begitu saja tanpa senyum yang ramah seperti biasanya, apakah ia sudah salah bicara pada dokter Nill dan membuat dokter Nill tersinggung? Mungkin saat nanti mereka bertemu lagi, Khalisa akan meminta maaf meskipun ia tak tahu apa yang sudah membuat dokter Nill marah padanya.


Khalisa binggung melihat resto sudah sepi sekali padahal masih jam 7 malam, bukan bersantai ria tapi Teman- temannya malah terlihat sibuk masing- masing, entah apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya?


"Oppa Seo jun". Panggil Khalisa menghampiri oppa Seo jun yang melintas didepannya.


" ada apa? "


"apa yang sebenarnya terjadi, mengapa semua orang sangat sibuk, apa hanya aku yang tidak tahu apa- apa? ".


Oppa Seo jun menepuk jidatnya, sepertinya ia kelupaan memberitahu Khalisa.


" Maaf, saya lupa memberitahu kamu jika hari ini ulang tahun bos Sultan, pak Malvin memerintahkan kami untuk membuat pesta kejutan untuk bos Sultan".


"Kenapa tidak ada yang memberitahuku? ". Tanya Khalisa sedikit kesal.


" apa aku boleh keluar sebentar? " Tanya Khalisa berniat ingin mencari hadiah untuk Sultan.


"Tapi acaranya jam 8, kau mau kemana? "


"Oppa tidak usah khawatir, aku akan kembali tepat waktu".


" Baiklah, Hati-hati dijalan".


Khalisa pergi ke toko perlengkapan pria yang tidak begitu jauh dari resto, ia berharap bisa menemukan barang yang cocok untuk diberikan kepada Sultan, karena waktunya hanya sedikit tidak mungkin jika ia harus pergi kemall, meskipun bukan barang mewah yang biasa Sultan gunakan tapi yang terpenting ia memberikannya dengan tulus.


Ketika akan mengambil baju dirak gantung ternyata ada seseorang yang juga menariknya.


"Maaf sepertinya saya duluan yang melihatnya". Kata Khalisa menatap orang disebelahnya, " Dokter Nill". Katanya lagi terkejut.


"Maaf Khalisa, silahkan". Ucap dokter Nill melepaskan tangannya dari pakaian itu, " Apa kau membelinya untuk suamimu? ".


" Bukan, suami saya sudah tidak membutuhkan pakaian lagi tapi ini untuk teman saya". Sahut Khalisa terlihat sedih.

__ADS_1


"Apa pakaian suamimu sudah terlalu banyak karena kau sering membelikannya". Gurau dokter Nill.


" Bukan begitu, tapi suami saya sudah tidak didunia ini lagi, ia sudah meninggal dunia".


Kali ini dokter Nill yang tampak terkejut, " Kau jangan bercanda karena menurutku tidak lucu".


"Aku juga berharap ini hanya lelucon tapi sayangnya ini adalah kenyataan yang harus aku Terima".


" Maafkan aku".


"Kenapa harus minta maaf, kau tidak bersalah".


" Aku turut berduka cita atas meninggalnya suamimu".


"Terima kasih".


Khalisa yang berniat pergi, tak sengaja tersandung hingga hampir membuatnya terjatuh tapi untungnya dokter Nill dengan sigap menolong Khalisa.


" Kau tidak apa- apa? " Tanya dokter Nill membantu Khalisa untuk berdiri.


"Sepertinya kaki saya sedikit terkilir".


Tanpa banyak basa basi dokter Nill menopang tubuh Khalisa dan membawanya ke kursi, tanpa sungkan dokter Nill memegang pergelangan kaki Khalisa yang terlihat memar.


" Aku memang dokter kandungan tapi aku juga belajar tentang syaraf, sepertinya kakimu harus diobati".


"Tidak perlu nanti juga akan sembuh dengan sendirinya". Tolak Khalisa merasa sungkan.


" Kau jangan bandel, biarkan aku membantumu mengobatinya, apa kau tidak keberatan jika ikut bersamaku ke apartemenku, kebetulan apartemenku didekat sini".


Khalisa tampak berpikir keras, ia baru saja mengenal dokter Nill, tidak mungkin ia percaya pada orang asing yang baru saja dikenalnya.


"Apa kau takut aku memiliki niat jahat padamu? ". Tebak dokter Nill tersenyum


" Bukan begitu dok, tapi aku harus kembali bekerja". Sahut Khalisa memberi alasan.


"Aku janji hanya sebentar, setelah itu aku akan mengantarmu ke resto".


Dokter Nill bisa melihat jika Khalisa tampak masih ragu untuk mengiyakan ajakannya.


" Bukankah kau tahu rumah sakit tempatku bekerja, kau bisa melaporkan ku jika aku berbuat yang macam- macam padamu, tenang saja aku bukanlah dokter gadungan, semua orang mengenalku dengan sangat baik". bujuk dokter Nill meyakinkan Khalisa.

__ADS_1


"Baiklah, maaf jika saya jadi merepotkan dokter".


" aku adalah seorang dokter jadi sudah menjadi tugasku untuk menolong seseorang". Ucap dokter Nill kembali menopang tubuh Khalisa untuk berjalan ke mobilnya.


__ADS_2