
Khalisa terpaksa harus berbohong pada mama nya karena Sultan, Untung saja mama nya yang sedang berada di teras percaya jika Khalisa hanya diantar oleh taksi online.
drett..drett
30 ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ต ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ง๐ข๐ท๐ฐ๐ณ๐ช๐ต ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ
๐๐ณ๐ช๐ฐ๐ฏ๐
Khalisa membaca pesan masuk di ponsel nya yang ternyata dari Arion.Khalisa merasa kesal karena Arion masih tidak jera juga mengganggu nya.
๐จ๐ถ๐ฆ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ
๐๐ฉ๐ข๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ค
balas Khalisa cepat tanpa berpikir lagi.
๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ,๐ด๐ฐ๐ข๐ญ ๐๐ญ๐ช๐ฌ๐ข
๐๐ณ๐ช๐ฐ๐ฏโบ
Khalisa membelalakkan mata nya,hati nya deg-degan,Khalisa jadi takut sendiri,menduga-duga jika Arion sudah mengetahui Alika adalah anak nya.
"maaf mah,aku titip Alika sebentar".
" baru juga pulang,memang nya kamu mau kemana lagi?"tanya mama Khalisa binggung.
"mau ketemu sama teman lama".
" ya udah kamu hati-hati".
Khalisa datang ke tempat yang di janjikan oleh Arion dengan hati dan pikiran yang tak tenang.sepanjang jalan Khalisa terus bertanya-tanya apa yang sebenar nya akan Arion bicarakan dengan nya nanti.
dari kejauhan Khalisa dapat menggenali sosok Arion yang berdiri membelakangi nya sedang memandangi danau buatan di depan nya.Khalisa mengamati tempat yang sering ia dan Arion datangi saat diri nya masih SMA,tidak banyak perubahan disana,masih terlihat sama .
"kamu sudah datang".sapa Arion saat menyadari Khalisa berdiri di sebelah nya.
" to the point aja,apa yang mau lo omongin".ketus Khalisa.
"kamu banyak berubah Khalisa,dulu kamu orang yang sabar".
" iya itu dulu ,sebelum gue merasa kan rasa nya kecewa".sindir Khalisa
wajah Arion terlihat menahan kesal mendengar ucapan Khalisa.
"gue nggak punya banyak waktu,jadi jangan bertele-tele".
" aku minta maaf Khalisa ,aku benar-benar menyesal karena seharus nya aku bicara jujur padamu ,bukan meninggalkan diri mu begitu saja".
__ADS_1
"kata lo mau bicara soal Alika,kenapa bahas masalah kita lagi,kalo nggak ada yang penting lebih baik gue pergi aja".ancam Khalisa.
"ok sorry.aku bakal to the point,apa benar Alika anak ku?".Arion menatap akhalisa dengan intens.
Khalisa berusaha agar tidak terlihat gugup." bukan,jangan asal ngomong".elak Khalisa
"aku nggak asal ngomong Khalisa,aku punya bukti".
" apa maksud lo".
Arion menggeluarkan amplop coklat dari saku celana nya,memberikan nya pada Khalisa.
"99% DNA Alika cocok dengan ku bukan Irsyad".
tanpa sengaja Khalisa menjatuhkan amplop yang berisi kertas hasil DNA yang Arion berikan.Khalisa tak percaya dengan yang di lihat nya.bagaimana Arion bisa bertindak sejauh itu.
" kamu tidak bisa menggelak lagi Khalisa".
"nggak mungkin,bagaimana bisa lo ngelakuin semua ini".
" semenjak may bicara,aku mulai merasa curiga ,aku sengaja menggendong Alika saat di bandung agar bisa mengambil rambut nya dan diam-diam aku juga mengambil rambut Irsyad saat ia lengah".
badan Khalisa gemetar tak tahu saat ini diri nya harus berbuat apa,lari dari hadapan Arion untuk bersembunyi dari kenyataan atau ia harus menghadapi Arion dan membiarkan nya mengakui Alika sebagai anak nya,Khalisa tak ingin Alika menjadi alasan Arion untuk bisa dekat lagi dengan nya.
"biarkan gue dan Alika hidup seperti sebelum nya,kami berdua udah bahagia tanpa lo".ucap Khalisa sendu.
" aku nggak mau.aku butuh kalian berdua".
"aku mohon Khalisa,berpisah lah dari Irsyad dan kembali bersama ku.aku janji akan selalu membahagiakan kalian berdua".kata Arion berusaha menggenggam tangan Khalisa namun di tepis nya.
ada rasa tak suka dalam hati Khalisa saat mendengar Arion menyuruhnya berpisah dari Irsyad,hatinya terasa di cambuk ribuan kali.
" aku tidak akan berpisah dengan Irsyad sampai kapan pun".sahut Khalisa kesal.
"apa kamu mencintai Irsyad?".
Khalisa terdiam ,mencoba berpikir dan mencari jawaban di hatinya.
" yah".jawab Khalisa yakin.
Arion merasa seperti tersambar petir,rasa nya ia tak percaya jika Khalisa mencintai pria lain selain dirinya.
Arion merasa hampa,tak dapat berbuat apa-apa ketika Khalisa berlari menjauh meninggalkan nya,ingin sekali rasa nya ia mengejar Khalisa namun ia urungkan niat nya,Arion akan memberikan waktu untuk Khalisa dan juga menata kembali hati nya yang telah hancur agar kembali kuat untuk berjuang mendapatkan cinta Khalisa.
Khalisa terus berlari tanpa menoleh ke belakang,pikiran nya benar-benar kacau,hati nya gelisah,Khalisa tak dapat lagi menahan air mata nya.
Khalisa kembali teringat dengan janji nya pada Arion dulu di danau itu,jika hanya Arion yang akan memiliki hati nya,di danau itu juga Arion telah berjanji pada nya tak akan pernah meninggalkan diri nya.Khalisa menyesal menginjakkan kaki nya kembali kesana karena membuat nya teringat kembali pada kenangan lama nya.
__ADS_1
Khalisa menghentikan langkah nya,bersandar pada pohon besar,mengistirahatkan tubuh nya yang sudah lelah.Khalisa mencoba mengatur nafas nya yang ngos-ngosan,memejamkan mata agar pikiran nya lebih tenang sebelum diri nya pulang.
dengan langkah berat Khalisa menyusuri jalan karena dirinya masih enggan untuk pulang ,ia masih Ingin berlama-lama menghirup udara luar merasakan angin yang berhembus kencang.
pandangan mata Khalisa tak sengaja menangkap keberadaan Sultan dan Nova.mereka sedang asyik berbincang di sebuah kafe,tak jauh dari tempat Khalisa berdiri.Khalisa yang berniat menghampiri mereka,menyeka sisa sisa air mata dari wajah nya,merapikan rambutnya yang sedikit berantakan,ia menghirup napas dalam- dalam dan mengeluarkan nya kembali perlahan.
"Nova.....Sultan".panggil Khalisa setengah berteriak.membuat kedua nya menenggok ke arah nya berbarengan.
Nova dan Sultan saling menatap tak percaya,mereka seperti nya terkejut melihat kedatangan orang yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka saat itu.
" Khalisa lo kapan dateng?"tanya Nova kaget.
"baru aja,kalian berdua lagi apa di sini?" selidik Khalisa.
"lagi kangen-kangenan aja".sahut Nova asal.
" lo jangan ke ge-eran Nova,mana ada gue kangen sama lo".omel Sultan yang tak terima dengan alasan Nova.
Nova cuma bisa melotot pada Sultan yang menurut nya sangat menyebalkan,sapa juga yang mau kangen pada orang seperti Sultan,kalau bukan karena Sultan yang memaksa nya,tidak mungkin ia ada disana sekarang bersama dengan Sultan.
"๐ฅ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ญ๐ข๐ฌ".maki Nova dalam hati.
" lo dari mana?"tanya Nova lagi tak mengubris Sultan.
Khalisa tampak kebinggungan,mencoba mencari alasan yang tepat agar tak membuat mereka curiga.
"gue abis di suruh mama nyari makanan kesukaan nya".jawab Khalisa se kena nya.
" udah dapat yang kamu cari?"tanya Sultan memperhatikan tangan Khalisa yang kosong.
"belum".
" mau aku bantu cariin".tawar Sultan.
"nggak usah".
" ywd kalo gitu kamu duduk,pesan makanan yang kamu suka,habis itu aku antar pulang".kata Sultan menarik kursi di sebelah nya untuk Khalisa duduk.
"aku langsung pulang aja".
" pokok nya nggak bisa sebelum kamu makan,habis itu baru aku antar pulang".
"eh anak Sultan ,kenapa sih kerjaan lo maksa anak orang aja,Khalisa nya juga nggak mau,emang nya dia anak kecil,makan harus di paksa".bela Nova
" ember pecah diam aja".
Khalisa akhir nya memilih untuk duduk daripada mendengar mereka ribut dan menarik banyak perhatian orang disekitar mereka, membuat malu saja.
__ADS_1
Khalisa masih binggung bagaimana jika Sultan mengantarkan nya pulang dan di lihat oleh mama nya lagi,apa mungkin mama nya masih percaya Khalisa hanya di antar taksi online 2 kali dengan mobil yang sama.tapi sangat tidak mungkin bagi nya untuk menolak keinginan seorang Sultan.sungguh Sultan membuat nya repot saja.
(terima kasih๐๐ค..jangan lupa like๐)