
Suasana masih saja terasa tegang diantara Irsyad dan Arion, Arion terlihat kesakitan saat ingin berdiri, banyak memar disekujur tubuhnya karena pukulan Irsyad, wajahnya juga tampak lebam, Arion berusaha menahan rasa sakitnya agar bisa bediri sejajar dengan Irsyad.
"lo udah ngambil semua orang yang gue sayangin, gak puas lo udah ngambil nyokap gue, sekarang lo juga ngambil Khalisa dan Alika dari hidup gue". ketus Arion menatap Irsyad dengan tajam.
" kenapa lo terus salahin gue". maki Irsyad mencengkram kerah baju Arion dengan kuat, " nyokap lo pergi karena udah takdir dan Khalisa juga pergi dari hidup lo karena lo sendiri yang gak bisa jaga dia".
"Irsyad, sabar jangan pakai emosi". tegur Dayu yang langsung dapat tatapan tajam dari Irsyad.
" sekarang lo mau ngilangin nyawa gue juga, biar lo puas". ledek Arion
perlahan Irsyad mulai melepaskan tangannya dari baju Arion karena sadar jika Arion hanya berusaha untuk memancing emosinya.
"jika lo ingin tetap bersama Khalisa maka biarkan Alika hidup dengan gue".
Irsyad mendaratkan pukulannya diperut Arion lagi, karena kembali emosi mendengar ucapan Arion, apa dia pikir Alika adalah barang yang bisa seenaknya diberikan!!.
" sampai kapanpun lo gak berhak ngambil Alika dari Khalisa". maki Irsyad, "katakan dimana lo sembunyiin Alika".
Bukan nya menjawab Arion malah tersenyum mengejek.
Nova yang sejak tadi memperhatikan perdebatan antara Irsyad dan Arion, kembali berusaha menyadarkan Khalisa, Nova sudah menepuk-nepuk pipi Khalisa berulang kali namun Khalisa tetap tak bangun, syukurlah ia menemukan minyak angin ditas Khalisa, menaruhnya didekat hidung Khalisa, membuat Khalisa yang mencium baunya jadi terbangun.
Khalisa memegang kepalanya yang sedikit pusing, samar-samar ia mulai melihat sosok Nova yang terlihat cemas.
" gue kenapa?" tanya Khalisa terlihat binggung, ia juga sangat kaget menemukan setengah tubuhnya telanjang hanya ditutupi pakaiannya saja.
"lebih baik sekarang lo kekamar mandi". ucap Nova yang langsung didengar oleh Khalisa.
Dari tempatnya Irsyad dan Arion sama-sama menatap Khalisa, tanpa Irsyad duga Arion pergi melarikan diri diam-diam saat ia lengah.
" dimana Arion?" tanya Irsyad yang tak menemukan Arion ditempatnya.
Nova dan Dayu hanya mengganggkat bahu mereka karena juga tak menyadari kepergian Arion.
"kurang ajar" gumam Irsyad, berlari keluar untuk mengejar Arion, ia berharap Arion belum pergi terlalu jauh, ia tidak ingin membuat Khalisa kecewa jika Arion berhasil pergi dengan membawa Alika bersama nya.
Khalisa yang sudah selesai menggunakan pakaiannya keluar dari dalam kamar mandi, ia nampak binggung celingak-celinguk mencari keberadaan semua orang, hanya tersisa Nova saja yang memang sengaja menunggu nya.
__ADS_1
"dimana mereka?". tanya Khalisa
" Irsyad dan Dayu sedang mengejar Arion yang berusaha melarikan diri".
"benarkah, dimana Alika? sebenarnya apa yang telah terjadi, mengapa gue nggak ingat apa-apa". Khalisa memijit keningnya yang masih terasa pusing.
Nova mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi saat Khalisa pingsan, tak ada yang ia kurangi ataupun tambah-tambahkan.
Khalisa menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang terjadi dengannya, mengapa Arion bisa melakukan hal serendah itu padanya?dimana Arion yang dulu pernah ia kenal, sekarang ia benar-benar sudah tak mengenal sosok Arion lagi.
tiba-tiba saja Khalisa teringat sesuatu. " jadi Arion tinggal di Jakarta saat berumur 15 tahun dan itu berarti ia sudah lulus Smp?".
"memangnya kenapa?" sahut Nova heran
"Arion pernah bilang sama gue kalo Irsyad punya dendam sama dia karena saat SMP cewek yang Irsyad suka lebih memilih Arion".
Nova tertawa geli " jadi lo masih percaya sama omong kosong Arion?apa sekarang lo udah percaya kalo Arion pembohong besar". ledek Nova.
"br*****k bisa-bisanya dia ngarang cerita". ketus Khalisa terlihat jengkel. " kok lo dan Dayu bisa ada disini juga?".
"tadi Irsyad telepon Dayu, kebetulan Dayu lagi sama gue, Irsyad minta tolong karena banyak pengawal Arion diluar aparteman nya".
" Arion itu lebih pintar dari yang kita pikirkan, ayo lebih baik sekarang kita susul mereka, karena keberadaan Alika belum kita ketahuin".
Seketika perasaan Khalisa kembali cemas, mereka cepat-cepat menyusul keluar.
Irsyad dan Dayu tampak kesal karena tak berhasil mengejar Arion yang sudah pergi dengan mengendarai mobil sport nya, Irsyad yang emosi menendang tempat sampah yang ada didepannya, membuat sampah berserakan dijalan.
"apa yang anda lakukan, kenapa seenaknya merusak barang disini, karena anda sampah juga jadi berantakan". tegur seorang security yang kebetulan berada disana.
" maaf pak, saya tidak sengaja". ucap Irsyad menyatukan kedua tangannya.
"jangan-jangan anda sedang mabok". tuduh security itu.
" tidak pak, kami sama sekali tidak mabuk, teman saya tadi hanya sedang emosi saja". sahut Dayu. "kalo bapak tidak percaya bapak boleh cium bau mulut kami". kata Dayu lagi berusaha meyakinkan security itu.
" apa kalian pikir saya homo, untuk apa saya cium kalian".
__ADS_1
Dayu menggaruk kepala nya yang tidak gatal, perkataannya bukan membantu malah justru membuat security itu tambah salah paham.
"saya akan bawa kalian ke pos keamanan".
Malam ini mereka seperti nya sedang sial, sudah jatuh tertimpa tangga pula, bukannya berhasil mengejar Arion justru mereka malah terjebak dengan security apartemen yang galaknya melebihi guru BP.
" ada apa ini?" tanya Khalisa yang baru saja datang dengan Nova.
"maaf nona mereka berdua sudah meresahkan, saya akan amankan mereka".
" meresahkan gimana maksud bapak?". tanya Nova penasaran.
"mereka berdua mabok dan membuat onar".
Khalisa dan Nova saling tatap, mereka begitu terkejut mendengar kedua orang yang mereka cintai dipandang buruk oleh orang lain, sepertinya semua hanya salah paham saja.
" kami datang kesini bersama-sama, jadi tidak mungkin mereka mabok, kami hanya sedang mencari seseorang yang sudah menculik anak kami". jelas Khalisa agar security itu tak lagi salah paham dan membiarkan mereka pergi dari sana.
"apa benar seperti itu?".
" benar pak, orang itu baru saja pergi, mereka sedang berusaha mengejarnya". sambung Nova.
"baiklah kalau begitu tapi sebelum pergi kalian harus bersihkan sampahnya".
" baik pak, sekali lagi kami minta maaf sudah mengganggu waktu bapak". ucap Irsyad
"yah tidak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi".
" ok pak".sahut Dayu
Waktu mereka akhirnya hanya terbuang percuma, dengan kompak mereka membersihkan sampah dan memasukkannya kembali ketempat sampah.
"kenapa sih kamu harus buat sampah-sampah ini berantakan, bisa-bisa kita kehilangan jejak Arion". omel Khalisa
" kenapa kamu jadi nyalahin aku, kamu juga kenapa harus dengerin omongan Arion datang kesini, apa yang Arion bakal lakukan sama kamu kalo tadi aku sampai telat datang". omel balik Irsyad.
"maaf, kamu memang benar aku yang salah dan selalu nyusahin kamu".
__ADS_1
" kalian ini apa-apaan sih, kok malah ribut bukannya mikir kita mau cari Arion dimana". tegur Nova yang jengkel melihat pertengakaran antara suami-istri itu.