Cinta Untuk Khalisa

Cinta Untuk Khalisa
Bab 105


__ADS_3

Khalisa yang sudah tak berdaya dilarikan ke IGD rumah sakit, wajah Khalisa sangat pucat, tubuhnya juga terasa dingin, dari bibir Khalisa tampak keluar cairan berbusa, tak ada yang mengira jika Khalisa akan berbuat nekat untuk mengakhiri hidupnya, Khalisa dengan sengaja sudah menenggak racun serangga hingga ia keracunan dan tak sadarkan diri dikamarnya, syukurlah Anjana yang berniat menyuruh Khalisa untuk makan segera menemukannya dan langsung membawanya kerumah sakit, Anjana yang masih merasa terpukul melihat kondisi Khalisa segera menghubungi anak- anaknya yang lain setelah sesampainya dirumah sakit.


Anjana yang khawatir hanya bisa mondar- mandir didepan ruang IGD menunggu Khalisa yang sedang diperiksa oleh dokter, matanya juga sudah terlihat bengkak karena terlalu banyak menanggis, ia masih tak percaya jika Khalisa bisa bertindak nekat, ia pikir jika keadaan Khalisa sudah mulai baik- baik saja.


"Mama.....apa yang sebenarnya terjadi?". tanya Kevin yang baru saja datang.


" adikmu....mencoba bunuh diri". sahut Anjana terbata- bata seraya menanggis.


"maksud Mama Khalisa?".


Anjana hanya menggangguk lemah, Kevin juga terlihat shock mendengarnya, ia merasa sudah gagal menjadi seorang kakak karena tak bisa melindungi dan menjaga adik perempuannya.


" bagaimana keadaan Khalisa sekarang Mah?".


"Mama juga belum tahu, semoga Khalisa baik- baik saja".


" kenapa semua ini bisa terjadi?"


"Mama juga tidak tahu, tapi kemarin Khalisa pergi ke Bandung dan setelah pulang kerumah ia tampak murung, Mama belum sempat bertanya padanya karena kemarin dia langsung tidur dan tadi Mama masuk kekamarnya untuk menyuruhnya makan tapi Mama lihat Khalisa sudah tak sadarkan diri dengan mulut yang berbusa". jelas Anjana panjang lebar


Kevin yakin Khalisa mengalami peristiwa tak mengenakkan di Bandung yang membuatnya putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya.


Kanya yang juga sudah sampai dirumah sakit langsung berlari kecil mencari kamar IGD, meninggalkan Malvin dan Sultan yang datang bersamanya.


" Mama....bagaimana keadaan kak Khalisa?" tegur Kanya memeluk sang Mama sambil menanggis.


" Mama juga belum tahu, dokter masih memeriksanya".


"mengapa Kak Khalisa bersikap seperti ini, apakah dia tidak tahu jika kita sangat sayang padanya". rengek Kanya masih tak melepas pelukannya.


Sultan dan Malvin yang ditinggal dibelakang oleh kanya kini mereka juga telah sampai didepan ruang IGD, Sultan segera berjalan menghampiri kanya yang sedang duduk bersama Anjana.


" bagaimana keadaan Khalisa tante?" tanya Sultan kepada Anjana .

__ADS_1


"bukankah kau sepupu Nova?". tanya Anjana heran.


" yah tante, aku datang bersama kanya dan Malvin". jelas Sultan yang mengerti kebinggungan diwajah Anjana.


"rupanya kau juga kenal dengan Kanya?".


" aku teman Malvin, pacar kanya".


Kanya yang mendengarnya lantas menginjak kaki Sultan dan mengedipkan matanya sebagai kode pada Sultan, ia lupa memberitahu Sultan jika Anjana tidak mengijinkannya berpacaran dan sudah berbohong pada Anjana jika Malvin hanya sahabatnya.


"maaf tante, maksud saya Malvin teman Kanya". ralat Sultan, " apakah Khalisa baik- baik saja?".


"tante belum tahu keadaan Khalisa, kita doakan saja semoga Khalisa tidak apa- apa".


Dengan cemas mereka semua menunggu diluar ruang IGD, sudah lama mereka menunggu dokter yang tak kunjung selesai juga memeriksa Khalisa, mereka begitu was- was memikirkan keadaan Khalisa didalam sana.


" tante, bagaimana keadaan Khalisa?". tanya Nova yang tiba- tiba muncul dan berlari kepelukan Anjana.


" Sultan memberitahuku tapi aku baru membaca pesan Sultan dan buru- buru datang kesini".


Tak ada lagi percakapan diantara semuanya, wajah mereka tampak cemas dan tegang menunggu kabar tentang Khalisa.


Akhirnya penantian mereka terbayar sudah dengan keluarnya sang dokter dari dalam ruang IGD tempat Khalisa dirawat, dengan serentak mereka yang sudah terlihat tidak sabar menghampiri dokter yang menanggani Khalisa.


"bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Anjana berdiri didepan Dokter tersebut.


"putri anda sudah melewati masa kritisnya, syukurlah anda membawanya tepat waktu".


" apa kami boleh menjengguknya?".


"silahkan nyonya, tapi lebih baik secara bergantian".


" baik dok, saya ucapkan terima kasih banyak karena telah menolong anak saya". ucap Anjana menggenggam tangan dokter tersebut.

__ADS_1


" sama- sama, itu memang sudah menjadi tugas saya sebagai dokter".


Setelah berpamitan, dokter tersebut segera berlalu dari sana. Anjana yang masuk pertama untuk menjenguk Khalisa sedangkan yang lain menunggu gilirannya.


Anjana masuk keruang IGD dengan hati yang bercampur aduk, ia berusaha menyembunyikan kesedihannya meskipun dadanya terasa sesak, ia tidak ingin Khalisa melihat keadaannya yang seperti itu, ia mau menjadi penyemangat untuk Khalisa, maka itu ia tidak boleh terlihat lemah didepan Khalisa, agar Khalisa bisa menjadi wanita yang tegar dan juga kuat.


"Khalisa anakku, syukurlah kau tidak apa- apa". kata Anjana mendekap tubuh putrinya itu. " Mama sangat takut kehilanganmu, Mama sangat menyayangimu".


Khalisa hanya diam termenung tak merespon perkataan Anjana sama sekali, hanya ada tatapan kosong dimatanya.


"Khalisa mengapa kamu diam saja, apa kamu mendengar Mama?".


Lagi- lagi Khalisa tak menjawab, ia hanya melamun tak mau menatap Anjana yang ada didekatnya.


" apa kau marah pada Mama?", tanya Anjana lagi tak menyerah.


Meski sudah berulang kali berusaha mengajak Khalisa berbicara namun Anjana harus menelan rasa kecewa karena Khalisa tak juga meresponnya, Anjana yang sudah tak kuat menahan perasaan sedihnya, segera pergi keluar meninggalkan Khalisa, ia berencana akan berkonsultasi pada dokter yang telah merawat Khalisa.


Kevin dan Kanya segera masuk keruang IGD bergantian dengan sang Mama yang kini telah keluar, seperti Anjana Kevin dan Kanya juga terlihat menahan kesedihan mereka.


"apa lo merasa kecewa sama hidup lo?" ucap Kevin mencoba berinteraksi dengan Khalisa, " harusnya lo lebih kuat menghadapinya, apa lo gak kasihan lihat Mama?"


"iya kak, apa yang kak Kevin ucapkan itu benar". timpal Kanya


" Khalisa kalo lo diam aja, gue juga gak bakal mau ngomong lagi sama lo selamanya". ancam Kevin yang sudah tak sabar berhadapan dengan Khalisa yang hanya diam saja sejak tadi.


"kak Kevin, jangan bicara sekasar itu pada kak Khalisa". omel Kanya.


Kevin memutuskan untuk pergi keluar, karena dirinya kini sudah merasa emosi melihat keadaan Khalisa, tak akan baik jika dirinya terus berada didekat Khalisa, Kanya yang juga sudah tak sanggup melihat kakaknya menderita memutuskan untuk menyusul Kevin keluar.


Melihat Kanya yang terlihat sedih, Malvin mencoba untuk menghiburnya dan mengajak Kanya pergi kekantin rumah sakit, sementara Nova dan Sultan berbarengan memasuki ruang IGD tempat Khalisa dirawat, mereka benar- benar penasaran dengan keadaan Khalisa yang sudah membuat seluruh keluarganya bersedih.


Ada perasaan bersalah dihati Nova karena dirinyalah yang sudah mengajak Khalisa pergi ke Bandung sehingga sekarang keadaan Khalisa menjadi seperti ini, Nova benar- benar sangat menyesal.

__ADS_1


__ADS_2