
Khalisa berlari - lari kecil untuk sampai ketempat kerjanya, Khalisa yang merasa keadaannya sudah membaik kini memutuskan untuk kembali bekerja, sudah lama sekali rasanya ia tak menghirup udara segar diluar, melelahkan juga menggurung dirinya dirumah selama ini.
Khalisa yang berlari tak sengaja menabrak seseorang ditempat parkir yang berada didepan resto Sultan.
"maaf". ucap Khalisa secara spontan.
" tidak apa-apa".
Mereka yang sama - sama menatap wajah masing- masing tampak terkejut.
"Dokter Nill".
" Khalisa".
ucap mereka secara bersamaan saling memanggil satu sama lain.
"maaf dok sudah menabrak dokter , saya sedang buru-buru karena takut telat bekerja". jelas Khalisa yang tampak kelelahan karena berlari dari halte hingga kedepan resto.
" tidak masalah, saya juga bersalah karena sudah berjalan dengan menundukkan kepala".ucap dokter seraya tersenyum, "jadi kau bekerja diresto Sultan?"
"yah, maaf dok sepertinya saya harus pamit pergi karena sudah terlambat". ucap Khalisa segera berlari kembali memasuki resto.
Tanpa disadari dokter Nill terus menatap Khalisa dengan berdecak kagum pada kecantikan Khalisa, yang semakin lama terlihat mempesona saja.
" astaga dia itu istri orang , apa yang kau pikirkan Nill". gumam dokter Nill sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya, berharap bisa menggeluarkan Khalisa dari pikirannya.
Didalam resto Khalisa merasa asing karena sudah cukup lama ia tidak menginjakkan kakinya disana, Khalisa yang tampak kaku memasuki ruang pantry untuk mempersiapkan dirinya sebelum memulai pekerjaannya.
" apa kabar Khalisa, sudah lama tak melihatmu, kau tetap saja cantik". sapa oppa Seo jun sedikit bergurau.
" saya baik, terima kasih oppa". sahut Khalisa berusaha untuk tersenyum.
" kau yakin hari ini sudah bisa bekerja kembali?"
"iya, oppa tidak usah khawatir, saya akan bekerja dengan baik semampu saya".
" baiklah, aku turut berduka atas meninggalnya suamimu, semoga kau selalu diberikan ketabahan".
"terima kasih oppa".
Setelah berbincang sebentar dengan oppa Seo jun, Khalisa bergegas kemeja kasir untuk mulai bekerja, ucapan oppa Seo jun berhasil membuat Khalisa teringat kembali pada Irsyad, semoga saja dengan sibuknya bekerja ia dapat mengalihkan pikirannya.
Seharian sibuk bekerja ternyata benar- benar dapat membuat pikiran Khalisa tenang tak banyak melamun dan menjadi sering bersedih, malah kadang ada saja hiburan yang membuatnya sedikit terhibur, ia menyesal coba saja ia kembali bekerja lebih cepat, mungkin kesedihan yang ia rasakan tak akan menumpuk seperti sekarang.
__ADS_1
Khalisa yang sudah bersiap untuk pulang dikagetkan oleh Sultan yang bersembunyi dibalik tembok, membuat jantungnya serasa hampir copot.
" apa kamu sudah tidak waras". omel Khalisa yang masih meletakkan tangannya diatas dada.
"maaf, aku hanya bercanda". sahut Sultan tertawa.
" kamu pikir lucu, jantungku hampir saja copot".
"yang benar saja, mana bisa jantung copot, kamu terlalu hiperbola". ledek Sultan
" tertawalah sepuasmu". ketus Khalisa
Khalisa yang marah segera berjalan meninggalkan Sultan, entah kenapa perasaan Khalisa yang sekarang lebih sensitif dan gampang marah, Sultan segera menghentikan tawanya dan mengejar Khalisa sebelum pergi terlalu jauh.
"hey....Khalisa berhenti, baiklah aku minta maaf tapi tolong jangan marah lagi". ucap Sultan, menyusul Khalisa yang sudah semakin jauh darinya.
Bukannya berhenti justru Khalisa semakin mempercepat langkahnya menuju halte.
" ini sudah larut, tidak baik jika seorang wanita cantik sepertimu pulang sendiri". ucap Sultan yang berhasil menghentikan langkah Khalisa.
"aku akan baik- baik saja". sahut Khalisa yang keras kepala.
Sultan mencoba memikirkan cara untuk membujuk Khalisa, hingga ia kepikiran untuk berpura- pura sakit kepala dengan memeganggi keningnya dan berlagak menahan sakit.
" apa kamu baik- baik saja?". tanya Khalisa khawatir.
Khalisa tampak bimbang ia merasa tidak tega jika harus meninggalkan Sultan yang sakit sendirian.
" aku akan pulang bersamamu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu dijalan".
Dalam hati Sultan sangat bersorak gembira karena telah berhasil membohongi Khalisa, ia tidak menyangka jika dirinya sangat berbakat menjadi seorang aktor, aktingnya bahkan lebih keren dari Shah rukh khan.
Setelah berada didalam mobil Khalisa tampak mencari sesuatu.
"apa yang kamu cari?" tegur Sultan
"dimana obatmu?"
"obatku?untuk apa?" tanya Sultan binggung.
"bukankah kamu sakit, kamu harus segera minum obatmu, aku tidak ingin seperti waktu itu lagi, kamu tiba- tiba saja pingsan".
Sultan tak menyangka jika Khalisa akan sangat khawatir padanya, ia jadi merasa bersalah karena sudah membohongi Khalisa.
__ADS_1
" kamu tidak usah cemas, aku sudah lebih baik sekarang, tadi sebelum kesini aku juga sudah minum obat". ucap Sultan agar Khalisa tak cemas lagi.
"maaf karena mengejarku kamu jadi kelelahan".
" semua bukan salahmu, aku sebenarnya tidak sakit kepala, aku berbohong agar kamu mau memaafkanku". ucap Sultan akhirnya jujur karena tak tega melihat Khalisa yang merasa bersalah dan terus menyalahkan dirinya sendiri.
"kamu itu memang benar- benar menyebalkan, senang sekali membuat lelucon, sama sekali tidak lucu". omel Khalisa memalingkan wajahnya.
" habisnya kamu itu sangat keras kepala jadi terpaksa aku harus membohongimu".
"cepat jalankan mobilmu atau aku akan turun". ancam Khalisa yang sudah malas berdebat dengan Sultan, bisa- bisa nanti ia jadi pulang kemalaman karenanya.
Sultan mencari- cari kesempatan untuk melirik Khalisa yang duduk disebelahnya, ia senang Khalisa sudah terlihat lebih ceria tak seperti terakhir kali ia melihatnya, tak ada lagi wajah Khalisa yang layu dan terlihat pucat, yang pernah membuatnya sangat khawatir hingga tak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam.
" mengapa kamu terus melihatku?". tegur Khalisa yang merasa risih karena Sultan terus memperhatikannya.
"aku hanya sedang memastikan bila dirimu sudah baik- baik saja".
" yah begitulah, ini juga semua berkat nasihatmu, aku bersyukur memiliki teman sepertimu walau kamu itu menyebalkan tapi ternyata kamu orang yang bijak".
"aku ikut senang mendengarnya, aku yakin kamu adalah wanita yang kuat".
" sekali lagi terima kasih untuk supportmu".
"aku akan terima ucapan terima kasih darimu jika kamu mau aku traktir makan".
" lain kali saja ini sudah malam". tolak Khalisa.
"aku mohon, perutku sudah keroncongan sejak tadi". bujuk Sultan
" apa kamu belum makan malam?"
"aku lupa".
" bukankah tadi kamu bilang sudah minum obat sebelum datang ke resto, bukankah itu artinya kamu sudah makan sebelumnya".
Sultan hanya nyengir, membuat Khalisa tersadar jika Sultan sudah berbohong lagi padanya.
"mengapa kamu senang sekali membohongiku". ketus Khalisa
" jangan marah lagi, aku berjanji padamu tidak akan mengulanginya". ucap Sultan menyodorkan jari kelingkingnya ketangan Khalisa.
"baiklah kali ini aku maafkan, ya sudah sekarang kamu ingin makan apa? aku tidak mau jika terjadi apa- apa padamu nanti aku yang disalahkan".
__ADS_1
" kamu itu memang wanita yang baik hati", puji Sultan. "bagaimana jika kita makan ayam panggang diujung jalan sana". katanya lagi menunjuk warung makan pinggir jalan yang belum terlihat jelas.
" terserah kamu saja". sahut Khalisa malas mendengar pujian Sultan.