
Sudah seminggu berlalu sejak kepergian Alika, setiap waktu pun dilalui Khalisa dengan begitu berat, bagi Khalisa setiap hari terlihat suram, warna-warna juga tak seindah biasanya, matahari tak lagi membuat paginya cerah, bahkan malam juga sudah tak tampak indah dimatanya, sejak Alika tak lagi bersamanya Khalisa selalu terlihat murung, perut lapar pun tak lagi ia rasakan, hanya kesedihan yang bisa ia rasakan, kini rasanya Khalisa sudah kehilangan semangat hidupnya, ia tak tahu bagaimana cara mengobati rasa rindunya pada Alika karena mereka tak mungkin lagi bisa bertemu, andai takdir bisa mendengarnya, ia ingin sekali pergi menemani Alika.
Setiap hari yang Khalisa lakukan hanya merenung diteras rumahnya, ia masih berharap Alika akan kembali pulang, Irsyad yang tak bisa lagi membujuk Khalisa hanya bisa prihatin melihat keadaan Khalisa saat ini, ia ingin sekali bisa melihat senyum lagi diwajah cantik Khalisa.
"sudah malam, kamu tidak ingin masuk? angin diluar sini terlalu dingin nanti kamu bisa sakit". tegur Irsyad, duduk disebelah Khalisa.
Khalisa hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab Irsyad, sungguh Irsyad merindukan Khalisa yang biasanya selalu banyak bicara, kini rumah mereka serasa sepi sekali.
" kamu masih cuti dari pekerjaanmu?". tanya Irsyad berusaha mencairkan suasana.
lagi-lagi Khalisa hanya menggerakan kepalanya, Khalisa terlihat menggangguk.
"apa tidak sebaiknya kamu mulai bekerja, kamu tidak bosan hanya dirumah saja".
Irsyad pikir jika Khalisa mulai bekerja lagi, ia akan sibuk dan bisa melupakan kesedihaannya, harusnya Sultan tidak memberikan cuti pada Khalisa selama satu bulan, sepertinya itu waktu yang cukup lama, bisa-bisa membuat Khalisa semakin tenggelam pada kesedihannya.
" apa menurutmu aku sebaiknya kembali bekerja". ucap Khalisa yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
"yah, jika dirumah terus kamu akan tambah merasa kesepian, setidaknya jika kamu bekerja akan memiliki kesibukan".
" baiklah besok aku akan kembali bekerja".
"Khalisa...aku begitu merindukanmu, semoga Khalisa yang ku kenal cepat kembali lagi".
" aku masih tetap Khalisa yang sama hanya saja ragaku masih ada namun jiwaku entah pergi kemana". ucap Khalisa asal ceplos.
"mengapa kamu bicara seperti itu".
Khalisa kembali terdiam tak menghiraukan ucapan Irsyad, Irsyad merasa sedih tak tahu sampai kapan Khalisa akan bersikap dingin padanya, rasanya ia bukan hanya kehilangan Alika saja tetapi ia juga merasa kehilangan Khalisa, dengan mata berkaca-kaca Irsyad masuk ke dalam rumah, ia merasa tak tahan jika harus berlama-lama didekat Khalisa, ia tak ingin Khalisa menyadari kesedihannya dan membuat beban Khalisa bertambah, mungkin yang Irsyad butuhkan saat ini adalah kesabaran.
***
Khalisa tak menemukan sosok Irsyad dikamarnya, sepertinya Irsyad sudah berangkat kerja padahal masih jam 7 pagi, Khalisa lihat dimeja makan ada nasi bungkus yang terdapat selembar kertas diatasnya.
๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ช๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ฎ๐ถ.
๐ญ๐ฐ๐ท๐ฆ ๐ถ
๐ฎ๐บ ๐ฅ๐ฆ๐ข๐ณ๐
__ADS_1
Ada seutas senyum dibibir Khalisa saat membaca pesan yang ditulis oleh Irsyad diselembar kertas untuknya, Khalisa jadi merasa agak bersalah pada Irsyad karena sikapnya belakangan ini, meskipun begitu Irsyad masih saja perhatian padanya, Khalisa sangat bersyukur masih memiliki Irsyad didalam hidupnya.
"love you too". gumam Khalisa pelan.
Setelah mempersiapkan diri Khalisa berangkat bekerja siang ini, agar lebih menikmati perjalannya Khalisa lebih memilih untuk naik angkot ke resto Sultan.
Rasanya sudah lama sekali Khalisa tidak menginjakkan kakinya diresto, sudah hampir 2 minggu ia tidak pergi bekerja sejak Alika dirawat dirumah sakit, tidak ada yang berubah diresto, masih dengan suasana yang sama saat terakhir kali ia bekerja.
" kau sudah datang Khalisa". tegur oppa Seo jun ketika melihat Khalisa yang baru saja memasuki resto.
"iya".
" aku turut berduka cita atas meninggalnya anakmu".
"terima kasih oppa".
" kau benar-benar ingin bekerja kembali, karena bos Sultan bilang kau akan cuti bekerja selama satu bulan".
"aku rasa aku tidak membutuhkan cuti selama itu, aku akan mulai bekerja lagi hari ini seperti yang aku katakan pada oppa tadi pagi ditelepon".
Oppa Seo jun memperhatikan wajah Khalisa yang terlihat pucat tak berseri seperti biasanya, "apa kau baik-baik saja? sepertinya kau terlihat kurang sehat".
" aku baik-baik saja".
" yah oppa, oppa tidak perlu khawatir".
" baiklah, selamat bekerja kembali". ucap oppa seo jun berjalan kembali memasuki ruangannya.
Semua pegawai diresto Sultan bersikap ramah pada Khalisa dan menunjukkan rasa peduli mereka, Khalisa jadi merasa terharu memiliki orang-orang disekelilingnya yang begitu peduli padanya, mereka menghibur Khalisa tak membiarkannya untuk bersedih, ternyata Irsyad benar jika ia akan sedikit melupakan kesedihannya jika pergi bekerja.
"Khalisa ada tamu untuk lo di pantry". ucap Boby salah satu rekan kerjanya.
" yah, ada apa?". sahut Khalisa yang ternyata sedang melamun.
"ada tamu lo di pantry". ulang Boby.
" O iya, terima kasih". Khalisa segera beranjak dari duduknya dan segera pergi ke pantry.
Khalisa tak menyangka jika tamunya adalah Sultan, biasanya juga Sultan langsung menemuinya, mengapa harus repot-repot menunggunya di pantry, Sultan itu memang ada-ada saja, selalu bertindak sesuka hatinya.
__ADS_1
"Sultan" . gumam Khalisa kaget.
"kamu itu seperti sedang melihat hantu saja, tidak bisakah tampangmu biasa saja". goda Sultan
" ada apa?".
"kenapa kamu tidak galak seperti biasanya". goda Sultan lagi.
" jika tidak ada yang penting, lebih baik aku kembali bekerja". sahut Khalisa yang malas meladeni Sultan.
"hei kenapa buru-buru sekali, lebih baik sekarang kamu duduk dulu". kata Sultan menuntun tubuh Khalisa agar duduk.
" Sultan aku sedang bekerja".
"lalu".
" nanti oppa Seo jun akan marah jika kerjaku tidak benar".
"jika dia berani marah padamu, aku akan memecatnya".
Khalisa memutar bola matanya malas, bagaimana ia bisa lupa jika Sultan pemilik restonya, sepertinya ia salah memberikan alasan.
" Sultan aku sedang tak ingin berdebat denganmu".
"memangnya siapa juga yang ingin berdebat denganmu, aku hanya ingin menghiburmu saja".
" aku tidak butuh hiburan sama sekali, aku hanya ingin bekerja". ketus Khalisa
"mengapa sekarang kamu sangat menyebalkan, sangat tidak asyik seperti bukan Khalisa yang aku kenal". omel Sultan " apa sekarang kamu sudah tidak membutuhkan teman sepertiku lagi?".
"bukan seperti itu, aku hanya sedang malas, aku harap kamu mengerti".
" aku rasa kamu yang tidak mengerti jika semua orang berusaha untuk mengertimu".
"apa maksud kamu".
" tidakkah kamu memikirkan perasaan orang yang ada didekatmu, selama apapun kamu bersedih dan menyesal tak akan merubah takdir yang sudah terjadi, semua orang pasti akan meninggal ataupun ditinggalkan, itu sudah takdir alam yang harus kamu terima dengan besar hati, daripada meratapi yang sudah terjadi lebih baik kamu belajar untuk lebih menghargai apa yang sekarang masih kamu miliki, jangan sampai kamu menyesal nanti".
Khalisa terdiam mencoba mencerna setiap kata yang Sultan sampaikan padanya.
__ADS_1
"aku sangat mengerti perasaanmu, akupun awalnya sangat takut kehilangan tapi akhirnya aku belajar jika lebih baik aku menghargai sisa hidupku daripada terus menangisi nasibku sendiri, aku yakin Alika juga tak akan senang melihat dirimu yang sekarang seperti ini, jadikan Alika sebagai kenangan terindahmu, jangan sebagai kenangan yang selalu kamu tangisi".
(๐๐๐๐๐ jangan lupa beri like dan favorit di kolom komentar.....๐ฅฐ)