
Sudah lama sekali rasa nya tak turun hujan,butiran-butiran air yang turun membuat basah setiap sisi jalan,petir yang menggelegar di langit begitu memekikan telinga dan kilat nya yang menyambar di langit terlihat sangat mengerikan, air dan debu yang bercampur menjadi satu membuat aroma khas yang selalu tercium saat hujan datang,membuat kerinduan Khalisa pada musim hujan sedikit terobati.
Dari dalam restoran Khalisa dapat melihat dengan jelas percikan air hujan yang turun membasahi sisi-sisi restoran yang terbuat dari kaca,kaca menjadi berembun dan tampak buram,meski hujan restoran masih ramai di datangi pengunjung,entah karena kebetulan ingin berteduh atau sudah terlanjur datang karena ingin menikmati hidangan di Resto Sultan.
Khalisa tak sengaja memperhatikan oppa seo jun yang juga sedang memperhatikan nya,sekarang oppa seo jun seperti menjaga jarak dengan nya,membuat Khalisa sedikit canggung bekerja di sana,tapi Khalisa tak bisa meninggalkan pekerjaan nya lagi karena sudah terlanjur nyaman bekerja di Resto sultan.
Sudah hampir jam 10 malam ,sebentar lagi sudah waktu nya pulang,pengunjung Resto juga satu persatu sudah mulai pergi,tapi hujan masih saja tak mau berhenti,Khalisa binggung bagaimana cara nya ia bisa pulang karena ia lupa membawa payung,jika naik ojek online lumayan bisa menguras sisa uang nya yang harus ia irit sampai menerima uang gaji nya.
Khalisa yang sudah bersiap untuk pulang,hanya bisa melamun menunggu hujan reda di depan Restoran,memperhatikan jalan yang mulai bertambah sepi.
"tiin....tiin"
Khalisa memperhatikan mobil di depan nya yang sejak tadi membunyikan klakson,membuat Khalisa heran saja.
"Sultan".gumam Khalisa saat kaca mobil itu diturunkan.
" ayo cepat masuk".ajak Sultan.
Khalisa berlari kecil untuk menghindari air hujan kemudian masuk ke dalam mobil.
"kamu ganti mobil".tanya Khalisa binggung memperhatikan mobil yang baru saja di naikinya.
" ini mobil milik adik ku".
"aku pikir mobil mu yang lain".
" tidak ,satu mobil saja sudah cukup bagiku,untuk apa membuang uang,lebih baik di gunakan untuk hal yang lebih berguna".
"aku kagum padamu,pikiran mu jauh berbeda sekali dari orang kaya lain nya".puji Khalisa
" aku hanya sedang mempersiapkan diri saja".
"mempersiapkan diri untuk apa maksud mu?"tanya Khalisa heran.
"untuk menjadi orang yang lebih baik".sahut Sultan menatap kaca di samping nya." maaf aku datang terlambat menjemput mu".
"tidak apa-apa justru aku sangat berterima kasih padamu".
__ADS_1
" drett...drett".
suara ponsel Sultan berdering,Sultan menggangkat telepon masuk di ponsel nya walau terlihat ragu.
"ada apa?bilang saja aku sedang tidur,sebentar lagi aku pulang".sahut Sultan saat menggangkat telepon nya.langsung menutup kembali panggilan masuk di ponsel nya.
" siapa?"tanya Khalisa penasaran.
"adik ku".
" ada apa?".
"tidak,hanya iseng saja".
Khalisa merasa Sultan sedang menyembunyikan sesuatu dari nya,tidak seperti Sultan yang biasa nya selalu bicara jujur apa ada nya.raut wajah Sultan juga terlihat lebih muram dari biasa nya.
Tanpa banyak bicara seperti biasa nya,Sultan langsung mengantarkan Khalisa pulang,Khalisa meminta Sultan untuk menurunkan nya agak jauh dari rumah,untuk berjaga-jaga jika Irsyad melihat nya pulang.benar saja ternyata Irsyad sudah menunggu nya di teras dengan cemas.
" pulang naik mobil siapa?"tegur Irsyad
"itu taksi online"
"tadi aku bareng teman-teman yang lain juga,kami patungan agar pulang tidak ke hujanan,kebetulan aku kebagian duduk di depan".jelas Khalisa sedetail mungkin agar Irsyad tak curiga lagi pada nya.untung saja Khalisa sudah memikirkan alasan nya sejak tadi di dalam mobil.
" maaf aku tidak bisa menjemput mu".ucap Irsyad sudah tak curiga lagi.
"aku mengerti karena kamu harus menjaga Alika di rumah".
" ayo masuk,pasti kamu kedinginan,akan aku buatkan teh hangat".kata Irsyad merangkul Khlisa masuk ke dalam rumah.
Khalisa tak mandi karena cuaca nya terlalu dingin,ia hanya mencuci wajah saja,dan berniat mengganti pakaian nya yang agak basah,tanpa Khalisa duga Irsyad membuka pintu kamar nya yang lupa ia kunci tanpa mengetuk nya terlebih dahulu,Khalisa yang terkejut segera meraih handuk untuk menutupi tubuh nya yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
"maaf".ucap Irsyad ,menelan air liur nya melihat tubuh Khalisa." aku cuma mau kasih teh".
"taruh aja di kamar kamu,aku kan nanti juga kesana,lagian kenapa nggak ketuk pintu dulu sih".omel Khalisa yang malu.
Irsyad segera menutup pintu kamar Khalisa,sebelum diri nya kena semprot Khalisa lagi,dengan tak sabar Irsyad menunggu Khalisa di kamar nya.siapa tahu Khalisa yang sedang kedinginan membutuhkan kehangatan dari nya,Irsyad yang merasa pikiran nya sangat konyol mentertawakan diri nya sendiri yang terlalu berharap mendapatkan Khalisa seutuh nya.siapa suruh Khalisa memancing nya tadi,ia jadi tidak bisa menidurkan kembali adik kecil nya yang sudah terlanjur bangun.
__ADS_1
" belum tidur".sapa Khalisa yang baru saja masuk ke dalam kamar Irsyad.
"belum,nunggu kamu".
Irsyad menyodorkan teh hangat yang sejak tadi di letakkan nya di atas meja kepada Khalisa.Khalisa langsung menegak teh nya hingga habis.
" kamu masih kedinginan?".tanya Irsyad dengan senyum yang mencurigakan.
"memang nya kenapa? jangan mikir yang aneh-aneh".omel Khalisa.duduk di samping Irsyad.
" memang nya kamu nggak butuh kehangatan".goda Irsyad.
"kalo mau hangat mah gampang ,aku tinggal duduk aja depan kompor".gurau Khalisa menutupi kegugupan nya.
" ihhh...bukan itu maksud aku".kata Irsyad menyatukan jari satu nya dengan jari yang lain,memberikan isyarat pada Khalisa.
"apa sih".Khalisa berlagak tidak mengerti maksud Irsyad padahal sebenarnya ia paham.
" kamu tuh sok polos banget jadi orang,masa nggak ngerti banget yang aku mau".omel Irsyad ngambek.tidur membelakangi Khalisa.
Khalisa menghela napas melihat Irsyad yang selalu saja sensitif mengalahkan sifat wanita yang sedang datang bulan,Khalisa mencoba mengalah, mungkin sudah waktu nya ia memahami perasaan Irsyad sebagai suami nya yang selalu ia abaikan selama ini,Khalisa menidurkan diri nya juga di sebelah Irsyad,memeluk Irsyad dari belakang.
"maaf".bisik Khalisa pelan di telinga Irsyad.
Irsyad menggenggam tangan Khalisa yang melingkar di perut nya," nggak apa-apa,mungkin aku yang terlalu memaksa,aku minta maaf"."
"itu memang hak kamu,aku yang salah jika menolak kamu".
Irsyad membalikan tubuhnya menghadap pada Khalisa." maksud kamu,kamu nggak keberatan jika aku menginginkan nya".
Khalisa hanya menggangguk malu,membuat Irsyad tersenyum merasa benar-benar bahagia,setelah sekian lama akhirnya hari yang selalu di nanti nya datang juga.
Irsyad mengecup bibir Khalisa,lama-lama mulai ******* nya.menyalurkan semua hasrat nya pada Khalisa yang selama ini di pendam nya.
"jangan takut ,aku akan pelan-pelan".bisik Irsyad mengecup kening Khalisa.menyadari wajah Khalisa yang terlihat sangat tegang.
Di malam yang dingin mereka melewati malam dengan penuh kehangatan.menikmati setiap detik yang mereka lewati.
__ADS_1
(terima kasih🙏...ayo di goyang jempol nya tekan like👍,,dukung terus author agar selalu semangat🥰🥰)