
Tak terasa tadi hari masih senja kini telah berganti malam, langit terlihat mendung meski rintikan air hujan sudah tak lagi turun, dari balik kaca Khalisa sibuk memperhatikan jalan, ia ingin mengalihkan pikirannya agar tak lagi merasakan kesedihan, diam-diam Sultan yang sedang menyetir mobil mengawasi Khalisa yang ada disampingnya.
"apa kamu ingin sesuatu?". tanya Sultan mencoba mencairkan suasana yang terasa beku.
" tidak".
"apa kamu ingin ke toilet?".
" tidak".
"apa kamu ingin makan?".
" tidak, apa kamu lupa jika tadi aku sudah makan". ketus Khalisa
"he...he, aku pikir tidak ada salahnya jika kamu ingin makan lagi".
" aku tidak serakus itu". gerutu Khalisa agak kesal.
"jadi apa yang kamu inginkan?"
"aku hanya ingin cepat pulang kerumah dan tidur". sahut Khalisa tak menoleh sedikitpun pandangannya dari luar jendela.
" ok, princess duduk yang manis saja, kamu akan segera sampai ke istanamu".
Khalisa hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar candaan dari Sultan, sebenarnya mood-nya kembali buruk karena ia terpaksa harus pulang kerumah agar Sultan tak curiga padanya walaupun sejujurnya ia ingin sekali tidur diluar malam ini, sebelum dirinya pingsan tadi, sebenarnya ia berniat ingin pergi kerumah Nova.
Sultan menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah kontrakan kecil nan asri milik Khalisa, Sultan bergegas turun dari mobilnya membukakan pintu mobil untuk Khalisa.
"terima kasih". ucap Khalisa dengan tulus, bukan hanya karena Sultan sudah membantunya membukakan pintu mobil tapi untuk semua yang sudah Sultan lakukan hari ini untuknya.
__ADS_1
" tidak perlu seformal itu, bukankah kita ini sahabat, sudah sewajarnya sebagai seorang sahabat untuk saling menolong".
"yah, tapi aku hanya heran saja, mengapa ada orang sebaikmu didunia ini".
" jangan memujiku seperti itu nanti kepalaku bisa besar". gurau Sultan membuat keduanya tertawa.
"bukan kepalamu yang besar tapi besar kepala, dasar..pasti kamu sering tidur saat pelajaran bahasa indonesia".
" aku memang tidak suka pelajaran bahasa indonesia". sahut Sultan dengan santainya.
"๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ-๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ฆ, ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข". gerutu Khalisa dalam hati.
" apa ada yang ingin kamu katakan?". tebak Sultan menatap Khalisa yang terlihat melamun.
"iya, sebaiknya kamu cepat pulang, ini sudah malam". sahut Khalisa berbohong, lagipula hari sudah semakin malam, ia tak ingin berdebat lagi dengan Sultan jika ia menyampaikan yang sebenarnya ia pikirkan.
"anggap saja iya karena aku tidak ingin berdebat lagi denganmu, jika kamu terus disini maka langit yang tadinya gelap akan berganti dengan terang".
" dasar wanita, baru saja berterimakasih sekarang sudah menyebalkan lagi, moodnya gampang sekali berubah". gerutu Sultan seraya masuk kedalam mobilnya.
Khalisa cuma bisa menutupi senyum diwajahnya melihat Sultan yang terlihat kesal padanya dan pergi dengan mobilnya tanpa pamit.
Setelah Sultan pergi, Khalisa bergegas masuk kedalam rumahnya karena merasa tak tahan dengan udara diluar yang sangat dingin.
Sultan yang sedang asyik menyetir sambil mendengarkan lagu merasa terkejut saat berpapasan dengan motor Irsyad, Sultan bersyukur karena Irsyad sepertinya tak sadar dengan keberadaannya, meski hanya sekilas namun Sultan sempat memperhatikan Irsyad yang terlihat menggunakan pakaian santai, tidak terlihat seperti orang yang baru pulang dari luar kota, apakah perasaannya benar jika Khalisa sedang berbohong? tapi untuk apa Khalisa melakukannya, Sultan semakin penasaran apa yang sebenarnya sedang terjadi diantara mereka, melihat cinta mereka yang selama ini begitu dalam, rasanya mustahil jika keduanya bertengkar.
"๐ด๐ต๐ถ๐ฑ๐ช๐ฅ ๐๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ฏ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ณ, ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต-๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข". maki Sultan dalam hati pada dirinya sendiri.
***
__ADS_1
Sebelum masuk kedalam kamarnya, Khalisa menyempatkan diri untuk membuat teh hangat, meski matanya tak melihat namun telinganya tak mungkin salah, ia yakin mendengar suara motor Irsyad dari halaman rumahnya, Khalisa berusaha mengatasi rasa gugupnya begitu Irsyad memasuki rumah, Khalisa ingin bersikap biasa saja dan menyapa Irsyad namun mulutnya terasa kaku.
Irsyad sepertinya masih marah karena ia terlihat acuh dan mengabaikan keberadaan Khalisa disana, tanpa basa basi Irsyad langsung memasuki kamarnya, tak peduli pada Khalisa yang sudah sangat merindukannya, saat Khalisa berniat ingin menyusul Irsyad kekamarnya, tiba -tiba saja Khalisa teringat pada pertemuan Irsyad dan juga Thania tadi siang membuat dirinya jadi menggurungkan niat untuk menemui Irsyad.
Khalisa yang berubah pikiran akhirnya memilih untuk masuk kedalam kamarnya, meskipun ia merasa bersalah pada Irsyad tetapi Irsyad juga sudah menyakiti perasaannya karena secara diam- diam dia sudah menemui Thania.
Dengan hati yang tak tenang, Khalisa sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, Khalisa beranjak dari kasurnya untuk berdiri menatap keluar jendela kamarnya, sepertinya melihat alam saat ini sudah menjadi kebiasaan baru bagi Khalisa karena bisa membuat perasaannya lebih tenang.
Khalisa yang sedang menikmati udara malam yang sejuk, tanpa sengaja melihat seseorang dikejauhan, orang itu terlihat sedang mengamati rumahnya, dengan penasaran Khalisa keluar rumah berniat menghampiri orang tersebut, ia ingin mencari tahu siapa dia dan untuk apa berada disekitar rumahnya? namun sayangnya orang itu buru- buru pergi begitu melihat kedatangan Khalisa.
"hey siapa kau, mau apa dirumahku!?" teriak Khalisa dengan emosi.
bukannya menjawab orang itu malah mempercepat langkahnya, dilihat dari postur tubuhnya, sangat terlihat jelas jika dia adalah seorang pria, sekilas Khalisa melihat wajahnya yang terlihat asing untuk ia, seketika Khalisa juga jadi merasa khawatir, takut jika pria asing itu punya niat jahat padanya ataupun Irsyad, mulai sekarang sepertinya dia harus lebih waspada, Khalisa binggung apakah ia harus menceritakan tentang semua ini pada Irsyad? apakah Irsyad akan mendengarkannya? bagaimana jika Irsyad tak menghiraukannya lagi?
Sebelum malam semakin dingin, Khalisa memutuskan untuk masuk kembali kedalam rumah, ia tidak menyadari jika sejak tadi diam- diam Irsyad memperhatikannya dari balik jendela kamarnya, sebenarnya Irsyad ingin sekali keluar dan mengejar pria itu yang sudah berani mengusik rumah mereka , sejujurnya ia juga merasa cemas pada Khalisa, namun ia masih merasa sangat kecewa pada Khalisa, ia ingin menghukum Khalisa agar bisa lebih menghargai dirinya, walaupun ia sangat merindukan Khalisa, namun ia harus mampu melawan perasaannya itu untuk sementara waktu, sampai ia yakin jika Khalisa benar- benar tulus mencintainya, ia tidak ingin memaksakan cintanya lagi jika Khalisa memang tak bahagia hidup bersamanya, sekuat tenaga akhirnya Irsyad mampu mengacuhkan Khalisa lagi yang begitu sangat dicintainya, sebelum dirinya ketahuan oleh Khalisa Irsyad cepat- cepat menutup jendela kamarnya yang sedikit terbuka dan kembali ke atas tempat tidur, merebahkan tubuhnya yang agak tegang.
~
๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข- ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช.....
๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.....
๐๐ช๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ....
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ข๐ฏ.....
Irsyad Mekka evano
๐๐๐
__ADS_1