
Nirbita kembali memasang wajah muram dan berjalan menuju belakang sekolah,ia duduk dikursi panjang dekat pohon ajaib,magsudnya pohon mangga.
"Ayah,ibu Ita kangen "lirihnya sebari menunduk,sejak semalam ia mencoba tidak menangis agar membuat para saudaranya khwatir,tapi rasanya hatinya semakin sesak jika terus ditahan.
Isakan terdengar dari bibir Nirbita dengan rembesan bening keluar dari matanya,saking asiknya menangis ia tidak sadar seseorang sudah duduk disampingnya.
Nirbita mengusap matanya yang basah," Ko nangis sih"gumannya terisak sebari menghentikan tangisannya yang malah semakin menjadi.
"Kalo nangis bisa bikin kamu tenang nangis aja"ujar orang itu membuat Nirbita tersentak dan langsung menatap kearah sampingnya.
" Engga!,ita ga nangis ko"mulutnya berkata begitu tapi ia malah menangis semakin terisak.
Remaja yang duduk disamping Nirbita menarik gadis itu dalam pelukannya dan semakin membuat nirbita menangis semakin jadi.
Setelah merasa gadis itu tenang,gara melonggarkan pelukannya dan mengusap wajah nirbita,"Kenapa nangis hmm,ada yang ganggu kamu?"tanyanya lembut dijawab gelengan kepala oleh Nirbita.
Wajah Nirbita terlihat lucu dengan wajah sembab hidung merah.
"Gapapa ko"jawabnya serak.
"Yakin?"tanya Gara diangguki nirbita sebagai jawaban.
"Yaudah,kalo kamu mau nangis,nangis aja selama mungkin,keluarin semua kesedihan kamu tapi setelah itu kamu harus kembali bangkit,ceria lagi senyum lagi,banyak yang sedih kalo kamu murung terus kaya gini"ujar Gara panjang lebar sebari merapikan helayan rambut Nirbita.
Nirbita mengangguk menyiakan,"Padahal ita sengaja nahan nangis biar gaada yang tau kalo ita lagi sedih,tapi matanya gabisa diajak kerja sama"kesal Nirbita sebari cemberut membuat Gara terkekeh.
"Matanya Ita itu baik tau,dia tau kamu lagi sedih,dia tuh gamau liat kamu murung terus jadi mata kamu milih nangis aja biar kamu bisa semangat setelah nangis"ujar Gara sebari tersenyum kearah Nirbita.
"Ita udah semangat lagi ko"ujar Nirbita sebari menatap Gara.
"Kalo semangat senyumnya mana?,itu cemberut terus"ujar Gara sebari menoel hidung Nirbita.
"Nih senyum nih"ujar Nirbita sebari menunjukan senyumnya yang indah membuat Gara tertegun.
"Ih ko kakak diem sih!"sentak Nirbita membuat gara tersentak kaget.
"Ehh,,kenapa?"tanya Gara.
" Ita haus kak!"ujar Nirbita membuat Gara tersenyum lalu memberikan susu kotak rasa coklat yang ia bawa pada gadis itu.
Nirbita berbinar melihat susu kesukaannya itu tak menunggu lama gadis itu mengambilnya dan langsung meminumnya habis.
Nirbita menatap Gara dengan senyum yang terlihat aneh,"Kenapa?,mau susu lagi?".
"Boleh,tapi nanti kakak jawab dulu pertanyaan Nirbita,,bel udah bunyikan k?"oceh Nirbita masih mempertahankan senyum anehnya.
Gara menjawab dengan anggukan kepala,lalu nirbita bertepuk tangan kecil sebari berdiri,Gara dibuat tersenyum melihat tingkah Nirbita yang seperti anak kecil.
Nirbita merogoh sakunya mengambil ponsel setelah mengutak atik sebentar ia kembali menyimpannya,"oke dadah kakak semangat belajarnya"ujar Nirbita lalu berlari meninggalkan Gara yang masih tersenyum.
Gara tersenyum sampai-sampai tidak sadar gadis tadi menangis dipelukannya sudah menghilang dari tempat mereka tadi,"Eh udah pergi"gumannya sebari mengubah raut wajahnya kembali datar.
Disisi Nirbita gadis itu berlari bukan kekelas nya tapi ketempat dimana menjadi tempat pelarian para murid,triplet bukan hanya tukang rusuh tapi juga pembolos.
Hap
Gadis imut itu berhasil melompati dinding dengan kedua lutut menjadi tumpuan,"Lututnya lecet,cuma lecet sih ga sampe lepas"oceh nya sebari menepuk kedua tangannya dan lututnya yang kotor.
"Abang maaf ya ita bolos hari ini,semoga engkau tidak tau,biar ga ngereog ga potong uang jajan,amin"gumannya sebari berlari menjauh dari area sekolah.
__ADS_1
Nirbita sekarang berada dimakam kedua orang tuanya setelah perjalanan panjang,tadi ia memakai taxi sampai kemakam bisa gempor dia kalo lari sejauh itu.
Nirbita menangis sejadi mungkin disamping pusaran kedua orang tuanya,meluapkan semua kesedihannya disana.
Alasan ia tiba-tiba muram dirumah bu lastri karna ia mengingat perkataan bu lastri yang mengatakan,"jika ibu kasih dan pak jeje saja yang sabar menghadapi mereka"itu membuat nirbita berpikir,jika kedua orang tuanya meninggal gara-gara kenakalan nya.
Ia terus memikirkan itu sejak kemarin,ia takut pemikirannya benar bahwa kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dan sang kakak karna dia nakal.
Nirbita menyembunyikan wajahnya dilipatan tangan sebari menangis sejadi-jadinya,Nirbita tersentak takut saat merasakan tepukan di pundaknya.
" Eh kakak hantu apa orang?"tanya Nirbita berdiri sebari menatap takut perempuan yang tadi menepuk pundaknya.
Saat sedih pun sifatnya suka bikin orang istigfar!.
"Kakak orang ko,nih kaki kaka masih napak"jawab perempuan itu memperlihatkan kakinya yang menginjak tanah.
Nirbita melihat kaki perempuan itu,"Emang hantu ga nginjek tanah ya kak?"
"Engga,kalo hantu itu terbang ga nginjek tanah,udah gausah bahas hantu"ujar sang perempuan.
"Kenapa kak?"
"Nanti hantunya bisa denger inikan kawasan mereka,kalo mereka marah karna kita gibahin gimana?,kan serem"oceh perempuan itu bergidig ngeri melihat sekitar kuburan begitu juga Nirbita.
" Iya juga"guman Nirbita lalu kembali berjongkok di kuburan sang ayah,dan kembali menangis.
Melihat gadis imut itu menangis di kuburan membuat Fricia Angraini merasa iba,ia ikut berjongkok disamping Nirbita.
"Ini siapa nya kamu?"tanya Fricia sebari mengusap surai nirbita.
Nirbita mengusap kedua matanya yang terus mengeluarkan air mata,"Ini ayah aku,dan itu ibu aku"jawabnya membuat Fricia menghela nafas sedih,ternyata gadis yang ia lihat menangis dipusaran adalah yatim piatu.
"Mereka ninggalin aku sama kakak"sambungnya membuat Fricia memeluk Nirbita dari samping.
"Tapi aku juga sayang sama ayah,ibu,mereka ninggalin kami pasti gara-gara aku nakal"ujar Nirbita kembali menangis.
"Eh engga gitu sayang,kasih sayang allah sama orang tua kamu lebih besar dari kasih sayang kamu sama mereka,makanya allah manggil mereka untuk pulang kesisinya"ujar Fricia sebari mengusap punggung Nirbita.
"Bukan karna kamu nakal,kamu tau ga senakal apapun seorang anak orang tua pasti memaafkan anaknya itu,tapi orang tua akan sangat bahagia saat melihat anaknya bersikap baik"sambungnya membuat Nirbita mendongkak dan melihat wajah perempuan bernama Fricia Angraini.
"Ayah sama ibu meninggal karna allah sayang sama mereka,bukan karna aku nakal?"tanya Nirbita serak.
"Iya bukan karna kamu nakal,tapi lebih bagus kamu mengubah sikap biar ga nakal,biar ibu sama ayah kamu di sana tersenyum melihat anaknya berbuat baik,kamu mau kan bikin orang tua kamu bahagia?"tanya Fricia mengusap wajah Nirbita yang basah.
"Mau kak,aku selalu kirim doa, al-fatihah,yasin,sholawat buat mereka,mereka pasti bahagia kan kak?"ujar Nirbita membuat binar kagum dimata Fricia.
"Iya mereka pasti bahagia,kalo kamu nangis kaya gini malah bikin orang tua kamu sedih,lebih baik kamu tersenyum kirim doa buat mereka,mereka pasti seneng dikunjungin anaknya"ujar Fricia sebari menerbitkan senyumnya.
Nirbita mengangguk mengiakan lalu membaca surat al-fatihah dan surat pendek lainnya bersama Fricia.
"Ibu,ayah,aku sama abang baik disini,kami sehat walafiat,ibu Kasih sama ayah Jeje juga baik,trus kak Naya sama Naila juga,kami semua baik disini,kami triplet udah sma ayah ibu,aku sama Naila kelas sepuluh,kalo kak Naya kelas sebelas,om Danis juga ga berubah masih jomblo"ujar Nirbita bercerita setelah membaca surat pendek untuk dikirim kepada mereka,dan Fricia hanya menyimak dengan sesekali mengusap rambut gadis itu.
"Ayah,ibu aku pamit pulang ya,ini udah siang ita laper"ujarnya membuat Fricia terkekeh mendengarnya, "nanti ita berkunjung lagi sama abang,assalamu'alaikum"
Kedua wanita meninggalkan makam bapak candra dan ibu selin orang tua dari Rangga Asterio dan Nirbita Aster.
Fricia membawa Nirbita kerumahnya sebab gadis itu merengek ingin ikut hampir kembali menangis,karna tidak tega Fricia membawanya.
Mereka turun dari taxi didepan rumah minimalis berwarna hijau diteras rumah ada wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya yang sedang duduk berduaan dengan kopi dimeja.
__ADS_1
"Asalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
"Astagfirullah Fricia kamu pulang-pulang bawa anak aja,kapan hamilnya astagfirullah pak anakmu pak,pagi ijinnya mau ke makam nenek pulang-pulang bawa anak sebesar adiknya pak"oceh wanita paruh baya membuat Fricia meringis.
" Astagfirullah nak kamu itu bawa pulang bapaknya dulu biar bapak nikahin,astagfirullah gapernah bawa cowo kerumah sekalinya bawa pulang malah anak yang udah segede ini"sambung oceh sang ibu.
"Astagfirullah ibu ngomongnya suka asal ya!"kesal Fricia,"ini bukan anak aku bu,aku nemu tadi di kuburan"
"Astagfirullah "serempak pasangan suami istri itu berdiri dari duduknya dengan kaget,lalu menyeret sang putri untuk mendekat kearah mereka.
"Kamu nemu dia di kuburan?," Fricia mengangguk atas pertanyaan sang Bapak,"Anak orang apa bukan?"
"Saya anak orang ko pak bu,tapi orang tua saya udah innalillahi "ujar Nirbita yang mendengarkan ocehan mereka.
Jawaban Nirbita membuat ketiga orang itu meringis.
"Maaf ya Ita,orang tua kakak emang gini suka aneh maklumin ya" pinta Fricia yang sudah saling mengetahui nama sebab mereka terus mengobrol di taxi.
Satu hal yang diketahui Fricia bahwa gadis yang ia temui di kuburan sangat amat cerewet.
Ibu Anggi memukul pelan tangan sang anak,"Mulutnya sama orang tua"ujarnya membuat Fricia cengengesan.
"Makanya bu mulutnya ituloh jangan sembarangan"ujar pak Hendra bapak dari Fricia.
"Iya pak,maaf ya nak ibu emang gini orangnya asal ceplos"ujar ibu Anggi sebari mengusap rambut Nirbita.
"Gapapa ko bu,nama aku Nirbita ibu sama bapak panggil aku ita aja,aku kesini sama kak Fricia,tadi ketemunya emang dimakamko pas ita berkunjung ke makam ayah dan ibu,tujuan ita kemari cuma satu"oceh nya ditanggapi tiga manusia disana.
"Apa? "Tanya mereka serempak.
"Ita mau numpang makan" jawabnya membuat mereka tercengang,adaya orang kaya gini'pikir mereka.
Setelah mendengar tujuan Nirbita datang kerumah mereka,ibu Anggi mengajak gadis itu makan bersama,dan disinilah mereka sekarang dimeja makan.
Nirbita membaca doa makan sebelum makan setelah mengaminkan,gadis itu menatap satu persatu makanan yang mengiurkan,terlihat sangat enak ada nasi,semur jengkol,sayur asam,sambal,asin,lalaban.
"Silahkan dimakan ibu,bapak dan kakak sekalian,tidak perlu sungkan anggap saja rumah sendiri"oceh nya membuat mereka terkekeh,mereka merasa terhibur dengan kehadiran Nirbita yang tidak diundang itu.
Mereka melupakan satu hal,disini tamunya siapa woy!.
Sedangkan di SMA widudarma jam istirahat baru berbunyi membuat para muridnya membubarkan diri dari kelas.
"Naila mau ke kantin ga?"tanya Naya berdiri di pintu kelas Naila setelah ia berlari dari kelasnya.
Naila menghampiri sang kakak dengan wajah cemberut,"Kesel"sentaknya berjalan meninggalkan Naya.
Disisi lain sekumpulan remaja tengah berjalan di Koridor bak model yang sedang melagak-legokan tubuhnya diatas panggung penuh pengecualian.
Mereka adalah geng bernama ALGASKAR satu-satunya geng motor di widudarma hampir seluruh muridnya termasuk geng ini,seperti yang kalian tau bagaimana tingkah geng motor begitu juga mereka.
Berkumpul,tauran dan belapan saja yang mereka lakukan tidak melewati batas.
Geng ALGASKAR adalah kumpulan remaja serbuk berlian,karna syarat utama dalam geng ini adalah tampan,seperti slogannya 'lo ganteng lo aman',yang paling disegani dan dikagumi adalah keenam geng inti yang terdiri dari.
'GARA GAVION ketua sekaligus most warted dikenal pendiam,bicara seperluan,datar walau begitu dialah yang paling diidola kan para cewe-cewe'.
'BINTANG waketu,kalem namun tidak sekalem ketuanya, DEVAN GIANIO bungsungnya ALGASKAR licik,suka ngereog bersama ARIL MURFIN sisofboy suka menzholimi REZALDI ALASKA siplayboy cap kadal bersama FAREL ketua osis disekolah'.
__ADS_1
Melihat Rezaldi yang sedang tebar pesona pada siswi-siswi membuat para temannya mendengus sebal,tiada hari tanpa so tampan,kecuali Gara yang hanya menunjukan wajah datar.
"Muka kaya pantat wajan ema gue aja lo bangga anje*g"cibir Devan sebari mendorong temannya itu hingga terjungkal.