
"Berdoa dimulai"
Semua anggota yang beranjak pulang dari bandung serempak berdoa agar keselamatan menyertai sampai bisa kembali kerumah dengan keadaan sehat wal-afiat tanpa kekurangan apapun
Rombongan Algaskar mulai membubarkan diri dan menghampiri kendaraan masing-masing,,mereka sudah siap kembali kerumah seperti kesepakatan kemarin,,dan ternyata rombongan Orion juga ikut pulang sesuai intrusi ketua siapa lagi jika bukan Jastin.
Menurut Jastin buat apa masih disana jika tidak ada Naya karna Naya lah alasan ia berlibur dengan alibi berjalan-jalan bersama geng nya.
Dua kubu itu tidak menyangka mereka tidak melakukan tindakan kekerasan seperti biasanya,,karna jika biasanya mereka bertemu hanya untuk tauran saja,,,mereka hanya saling melemparkan perkataan pedas dan menyindir,,,kedua kubu dipaksa menahan emosi oleh ketua masing-masing.
Mereka mulai menyalakan kendaraan masing-masing,seseorang dalam rombongan Orion tersenyum smirk melihat kearah geng algaskar yang mulai memacu motor mereka,"Mati lo!"gumannya dalam hati.
Triplet,Fricia dan Rangga berada di satu mobil,,,seperti biasa dimanapun triplet berada maka hidup tidak akan damai.
"Kuning nanti kalo udah gede kamu harus jadi sapi jangan jadi induk ayam oke" oceh Naila pada ayam pelangi berwarna kuning,lalu beralih mencolek ayam berwarna hijau,"Kalo kamu boleh jadi dinosaurus tapi jangan jadi induk ayam,,awas aja kalo jadi induk ayam aku goreng kamu!"ancamnya,Naila mewanti-wanti anak ayam itu untuk segera dewasa dan menjadi sapi atau tidak,jadi dinosaurus seperti yang dikatakan penjualnya asal jangan menjadi induk ayam kalo tidak mau digoreng,mau Naila mengancam membakar kumpulan anak ayam itupun mereka tetep akan tumbuh menjadi ayam dewasa entah itu induk atau bapak ayam..
"Mulai gila"guman Naya mencibir adiknya itu yang otaknya selalu dipenuhi air makanya encer dan berserakan.
"La di mana-mana kalo anak ayam gedenya tetep jadi ayam!,,mana bisa jadi sapi atau dinosaurus,waras dikit dong!"celetuk Naya membuat Naila mendengus.
"Kata penjualnya ayam pelangi ini bisa berubah jadi induk ayam,,trus katanya jangankan jadi sapi jadi dinosaurus juga dia bisa!" ujar Naila tidak mau salah dan mengatakan apa yang penjual kemarin katakan,padahal sang penjual hanya mengatakan agar Naila segera membeli dagangannya dan pergi.
"Kalo anak ayam gedenya jadi sapi gabakal ada anak sapi!"
Naila terdiam otaknya mulai memproses,"Iya juga ya"gumannya dalam hati tapi ia tetep kekeh ingin anak ayam pelangi itu dewasa menjadi sapi.
"Naila kalo anak ayam dewasanya bakal tetep jadi ayam ga bisa berubah jadi sapi,,kalo anak sapi gedenya jadi sapi dewasa,mereka memiliki spesies masing-masing,,,contohnya kamu saat kecil kamu jadi bayi manusia sekarang remaja masih jadi manusia kan?" ujar Fricia mencoba memberi pengertian pada naila agar otak gadis itu sedikit waras.
"Dulu bayi manusia saat remaja Naila berubah jadi remaja bajang" timpal Nirbita dengan wajah sayu dan sedikit pucat.
"Enak aja ila dari orok sampe sekarang masih manusia ya!" ujar Naila tidak terima dikatain remaja bajang,padahal Nirbita lah dalang anak ayam dewasa jadi sapi tapi kakak sepupunya malah lempar batu sembunyi tangan,menyebalkan!.
"Ya kamu rasional dong,,masa anak ayam gedenya jadi sapi nanti induknya bingung itu anaknya keturunan siapa,emak bapaknya ayam masa anaknya sapi" cibir Rangga gatal untuk tetap diam.
"Padahal terserah ayam pelangi ila dong besarnya mau jadi apa,,mau jadi dokter ke,sapi ke,polisi ke,terserah mereka,,itukan cita-cita saat dewasa nanti kita ga berhak buat melarang ayam-ayam ila ini,,,kita cuma tinggal suport trus nyekolahin mereka hingga mereka bisa mencapai cita-cita" oceh kekeh Naila membuat mereka mendengus.
"Ga gitu konsepnya!"
Naila mengerucutkan bibirnya kesal sejak membeli ayam pelangi ini ia terus diberondongi bahwa anak ayam dewasa tidak bisa menjadi sapi,hanya bintang yang iya-iya saja mendengar perkataan naila,jika sudah cinta ya orang bakalan bego!,"Emang cuma kak Bintang yang pengertian!"ujarnya membuat tiga orang itu mendengus siapa lagi jika bukan,Rangga,Naya dan Nirbita,,walaupun mereka saling ejek namun mereka juga saling cemburu jika salah satu dari mereka ada yang memuji orang lain selain mereka.
Mereka itu emang aneh!.
"Udah diminum belum obatnya?" tanya Naya sebari memegang jidat Nirbita yang posisinya duduk ditengah antara Naya dan Naila karna sejak bangun tidur kondisinya sudah tidak enak badan.
"Udah ko makanya ita sekarang ngantuk banget kak" jawabnya.
"Alah emang kebiasaan kakak kalo sakit jadi simulasi mati,,,melek cuma makan sama minum obat doang terus tidur lagi" cibir Naila dendam pada sodara-sodaranya itu soal anak ayam akan menjadi apa saat dewasa.
Triplet memang tidak kembar identik mereka memiliki kesamaan ada juga perbedaan walau lebih banyak persamaannya,dari sikap,sifat,dan kebiasaan kebanyakan sama-sama random,,jika Naya si paling waras bermulut cabe tapi kalo udah di mode polos sama-sama bikin tepok jidat,,Nirbita gadis manja dengan otak pintar nan ceplas-ceplos,untuk Naila si ceplas-ceplos otak udang polosnya bikin orang angkat tangan angkat kaki dan banyak drama.
Jika sedang sakit mereka memiliki kebiasaan masing-masing dan tetap naya paling waras,,biasanya jika kita sedang sakit maka kita akan merasa indra perasa kita mati alias merasa pait apapun yang masuk kedalam mulut dan itu yang selalu Naya rasakan berbeda dengan dua adiknya,,Naila jika sakit gadis itu akan selalu lapar dan makan lima kali lipat lebih banyak dari biasanya,,bayangkan saja saat sehat sudah banyak makan dan saat sakit nafsu makan Naila bertambah lima kali lipat,bukannya kurus selepas sakit Naila malah gemuk selepas sakit,, untuk Nirbita gadis itu paling menghawatirkan jika sakit karna dia hanya akan tidur seperti yang dikatakan Naila,Nirbita hanya akan melek ketika dipaksa makan untuk meminum obat lalu kembali tidur nyenyak,tidak khawatir gimana coba jika tiba-tiba gadis itu tidak membuka matanya lagi alias innalillahi dan tidak ada yang menyadarinya.
"Kita kerumah sakit dulu aja pak buat cek Nirbita" usul Fricia prihatin dengan kondisi Nirbita dan takut gadis itu semakin parah sakitnya jika tidak ditindak lanjuti orang yang berada dibidangnya alias dokter.
"Engga!"sela Naya kencang membuat seisi mobil tersentak bahkan Rangga yang menyetir sedikit oleng untung bisa kembali menyetabilkan laju kendaraannya.
"Santai dong!,,abang kaget nih,,kalo mobilnya oleng terus kita kecelakaan gimana?,,yang ada bukan cuma nirbita yang dibawa kerumah sakit tapi kita semua!" ujar Rangga memperingati.
"Hehe maaf bang replek" jawab Naya cengengesan.
"Replek gundulmu!" cibir Rangga sebari mendengus.
"Ko jangan?,,kasian Nirbita kalo dibiarin terus kita bawa aja kerumah sakit" kekeh Fricia ingin membawa nirbita kerumah sakit.
"Aku gapapa ko kak,ini cuma kecapean sampe rumah juga sembuh ko" ujar Nirbita dengan mata terpejam,matanya tidak kuat lagi terbuka saking ngantuknya.
"Kamu ga perlu khawatir imun Nirbita emang paling lemah di antara sodara-sodaranya makanya mamih wanti-wanti banget kalo soal Nirbita" ujar Rangga menenangkan kekasihnya itu.
"Tapi kan pak ,, "
"Kak Fricia tenang aja gausah dibawa kerumah sakit kalo disini ada dokter hebat seperti Naila" sela Naila so-soan menjadi dokter padahal saat melihat jarum suntik gadis itu akan kejer,"Kakak tenang aja oke,dokter naila siap siaga untuk menjaga kak ita yang lemah imun"
"Asal jangan lemah iman aja"
Bruk
Tatapan seisi mobil menjadi kosong kecuali Nirbita yang sudah terlelap menyaksikan kejadian kecelakaan di depan mereka,dimana motor gede menabrak truk kontainer yang berjalan dilain arah sampai-sampai pengemudi motor terperosok kekolong truk membuat jalanan menjadi ramai dengan teriakan histeris.
.
.
.
Di bogor tepatnya di kediaman pak Hendra.
Bu Anggi menatap selidik kearah suaminya yang tengah menyesap kopi hitam untuk mengawali pagi yang cerah ini,,Pak Hendra mencoba acuh dengan tatapan sang istri namun lama-kelamaan membuatnya risih,"Ibu kenapa si natap bapak gitu banget!,,awas matanya jatoh kelamaan natap bapak yang ganteng pali purna ini"tegur pak Hendra sebari narsis.
"Iya jatoh saking ga kuatnya liat muka bapak yang kaya demit" ujar Bu Anggi membuat Pak Hendra mendengus tidak terima dikatain demit,enak saja!,,,jika dirinya demit istrinya ko mau?,perlu dipertanyakan!.
"Enak aja!,muka bapak tuh ganteng kalo kata anak jaman sekarangmah mirip Lee Min Ho" percaya diri berlebihan Pak Hendra.
"Yang ada leho pak alias ingus tuh baru bapak mirip,,bapak harus jawab pertanyaan ibu dengan jujur titik" ujar Bu Anggi tegas.
"Astagfirullah bu kapan sih bapak pernah bohong sama ibu"
__ADS_1
"Dasar orang tua,,nih ibu ingetin kalo bapak lupa karna faktor U,,bapak pernah bohong bejibun kali sama ibu,,dari kita pacaran bapak udah bohongin ibu,,ngakunya anak direkturlah padahal tukang catur"
"Ehh jangan salah walaupun bapakku tukang catur tapi warisan tanahnya banyak" sela Pak Hendra menolak salah.
"Iya makanya ibu tetep terima bapak walau tau bapak boongin ibu karna tanah mertua aku banyak,ibu tetep terima pinangan bapak hingga sekarang".
"Jadi ibu nerima bapak karna tanah almarhum bapak banyak gitu?" sela pak Hendra.
"Iya kenapa?,ga terima?, ,hidup itu realistis pak gausah bilang ibu matre karna hidup itu butuh duit bukan cuma cinta!,,kalo cuma ngandelin cinta pas bapak laper ibu suguhin cinta mau hah?,engga kan?!" ujar Bu Anggi menggebu diangguki Pak Hendra patuh karna dipikir-pikir pikiran Bu Anggi ada benarnya juga,,kita tidak akan kenyang makan cinta.
"Mamam tuh cinta!,bapak udah banyak bohong sama ibu dari awal pacaran sampai sekarang!,bapak pikir ibu gatau hah kalo setiap punya uang bapak simpen dibalik sarung,pas ibu tanya bapak punya uang bapak jawabnya ga punya!,,bapak pikir ibu bisa dibodohin?,,engga pak,,sesungguhnya bohong pada istri adalah dosa besar!,,suami yang royal pada istri adalah kesungguhan suami mencari syurga lewat pernikahan,,,ini nih kenapa bapak kere terus karna bapak pelit sama istri,,dimintain duit selalu bilang ga punya jadi ga punya benerankan?!,mampus" rutuk Bu Anggi menggebu-gebu membongkar aib sang suami didepannya sendiri.
Pak Hendra hanya menunduk pasrah semua perkataan istrinya itu semua fakta,,ia pikir istrinya itu tidak tau jika selama ini ia menyimpan uang dibalik sarung,,ternyata power of emak-emak tidak bisa ditipu.
Pak Hendra membuka gulungan sarung yang ia pakai mengambil lembaran uang sisa penjualan sayur kemarin dari sawah yang sengaja ia sisihkan dan sisanya sudah diberikan pada istrinya itu,,Pak Hendra menaruh uang itu dimeja dengan raut bersalah,"Ini bu uang sisa setor para petani kemari,bapak lupa kasih ke ibu"ujarnya berkilah lirih.
Mata Bu Anggi memicing melirik kearah uang lembaran merah dan juga ada yang biru yang baru keluar dari persembunyian suaminya,padahal ia hanya asal menebak tidak pernah tau letak dimana uang penyimpanan suami,walau ia tau suaminya menyembunyikan uang darinya untuk ditabung,bu anggi tidak masalah selama uangnya tidak dipake untuk aneh-aneh"Bukan masalah ini yang mau ibu bahas"ujar Bu Anggi sebari secepat kilat mengambil uang simpenan suaminya itu sebelum pak Hendra kembali mengambilnya dan menyimpanya.
"Tapi masih diambil" cibir Pak Hendra lirih tapi masih di dengan Bu Anggi.
"Ouh ga iklas ngasih uangnya iya?!" tanya Bu Anggi setengah membentak.
"Iklas bu-iklas,memberi uang pada istri adalah tugas suami,suami yang royal pada istrinya akan menambah rejeki" jawab Pak Hendra agar tidak diamuk Bu Anggi,padahal ia sering menyembunyikan sebagian uang hasil panennya.
"Bagus" puji Bu Anggi yang tadinya hendak marah kembali kalem,tadi ia bicara ngegas hanya agar suaminya memberikan uang itu dengan kata iklas agar ia tidak merasa berdosa mengambil uang suami walaupun itu hak nya sih!,"Ini soal kedatangan keluarga Rangga semalam"
"Emangnya kenapa?" tanya pkai Hendra tidak mengerti magsud perkataan istrinya tadi.
"Iya itu pak,anu ko bapak bisa terima lamaran mereka sih?" tanyanya.
"Emang kenapa bu salah?,,bapak rasa engga deh,Fricia itu udah dewasa udah usianya nikah emang ibu belum mau nimang cucu apa?"
"Mau pak,ibu mau nimang cucu,tapikan bapak mutusin sepihak belum tentu anak kita mau nikah sama Rangga " ujar Bu Anggi mengingat acara lamaran kemarin tanpa sosok calon mempelainya.
"Menurut ibu Fricia bakal nolak?,,bapak pengen yang terbaik buat Putri bapak,,ibukan tau anak gadis ibu satu-satunya itu kadang kalemnya,lebih banyak bar-barnya apalagi dia itu pernah jadi guru pencak silat,,,bapak rasa Rangga bisa membahagiankan Putri kita itu,kita memang belum lama mengenal Rangga tapi melihat usaha Rangga deketin Fricia selama ini bapak bisa nilai kalo dia pria yang bertanggung jawab dan menghargai wanita,,,sikapnya yang menjaga tiga adik gadisnya itu semakin membuat bapak menilai baik Rangga bu" jawab Pak Hendra memberitahu pemikirannya.
Bu anggi menganggu lirih,"Iya sih pak,Rangga anak yang baik,,punya usaha juga kita ga perlu takut Fricia kekurangan finansial,tapi pak ini kan pernikahan Fricia seharusnya dia yang mutusin menerima atau menolaknya "
Bu Anggi maupun pak Hendra bisa mengenal Rangga sebab pria itu sering mengantar jempu Fricia ngantor bahkan sesekali mampir atau sengaja ngapel dengan dalih silaturahmi padahal modus ketemu cia sebari caper ke orang tua gadis itu agar direstui sebari membawa martabak,,pergerakan rangga kali ini tidak diketahui triplet,jika gadis-gadis itu tau rangga main kerumah Fricia pasti mereka meminta ikut dan hal itu yang rangga hindari,agar tidak merecoki acara berduaan antara dirinya dan Fricia.
"Iya memang Fricia ko yang mutusin, semalam bapak cuma menerima perihal perijinan mereka untuk datang ke rumah melamar fricia secara langsung ke yang bersangkutan" jawab Pak Hendra menyesap kopinya yang sempat ia lupakan karna berdebat dengan sang istri.
Bu Anggi mengangguk,"Ibu pikir bapak nerima lamarannya gitu aja tanpa persetujuan Fricia,ibu gamau ya anak gadis ibu satu-satu harus terpaksa menikah kaya difilm-film terus tekanan batin bukannya bahagia!"
"Kebanyakan nonton drama ya gini" cibir Pak Hendra.
"Tapi pak kalo Fricia sampe nolak pinangan Rangga bakal ibu pecat dia dari kartu keluarga,enak aja berani nolak calon mantu idaman ibu" ujarnya tersungut-sungut membuat Pak Hendra cengo.
Dari sepulangnya keluarga rangga dari rumah Bu Anggi bersikap seolah ia tidak menyetujui lamaran ini sampai tadi bertanya-tanya terus dan kini malah akan memecat Fricia dari kartu keluarga jika menolak lamaran Rangga,otak wanita emang susah ditebak,,,jika dia mengatakan gapapa artinya ada apa-apa,kalo wanita mengatakan terserah berarti ia ingin diperhatikan,jika wanita bilang gamau artinya sebaliknya dan sebaliknya,,memang memahami wanita adalah rumus yang tidak bisa dipahami.
Dua:cowo yang salah!.
Tiga:jika wanita salah maka kembali ke pasal satu!.
Jangan melanggar kode etik wanita karna wanita lah dunia bisa hancur.
"Ibu mau masak buat persiapan nanti malam,,ibu mau menjamu calon besan ibu dengan benar" ujarnya dengan wajah girang lalu pergi dari sana.
"Gagal memahami"guman Pak Hendra memandangi punggung bu anggi yang pergi kearea dapur.
Sesampainya Fricia dirumah gadis itu langsung disambut suka cita oleh Bu Anggi.
Asalamualaikum
Waalaikumsalam
"Akhirnya kamu sampe juga dirumah!,,sana kamu istirahat,tidur dulu abis itu mandi dandan yang cantik juga" ujar Bu Anggi antusias menyambut kepulangan putri nyaitu dengan wajah berbinar.
"Wah roman-romannya ibu lagi bahagia ni?,perasaan aku ga baru gajian bu,bapak dapet untung lebih bu?" tanya Fricia memastikan magsud dari raut wajah bahagia ibunya seperti baru saja menerima uang.
"Amin semoga bapakmu dapet bonus,,dan kamu emang ga baru gajian tapi malam ini kamu bakal ada yang ngasih uang,emang tangan kamu ga ngerasa gatel gitu?" tanya Bu Anggi menanyakan mitos yang dipercayai,dimana jika telapak tangan kanan merasa gatal maka akan ada yang memberi uang.
Fricia mengerutkan keningnya tidak mengerti,"Sedikit sih bu"jawabnya jujur sejak kemarin tangan kanannya terasa gatal namun tidak parah seperti saat terkena cacar air,"Magsud ibu gimanasi bu?,aku bakal ada yang ngasih uang gimana?,ada yang mau sedekahin hartanya buat aku ouh sudah tentu aku terima tapikan aku bukan yatim bu,bukan juga orang yang kurang mampu,alhamdulillah hidup aku tercukupi jadi ga mungkin ada yang jakatin hartanya ke aku karna aku ga tercatat di pemerin sebagai orang penerima zakat"oceh nya.
"Ngawur banget omongan kamu,,nanti juga kamu tau sana istirahat biar nanti malam kami keliatan fres" titah Bu Anggi.
"Ini juga mau langsung istirahat bu,mau mandi dulu,ibu kenapa nyuruh aku dandan segala trus biar nanti malam fresh gimana?,emang mau ada tamu?" tanya Fricia penasaran,jika sudah merasa penasaran lelah dan rasa syok pada dirinya hilang begitu saja untuk sementara,bagaimana tidak syok ia melihat kejadian mengerikan saat diperjalanan dari bandung ke Bogor dimana pengendara motor menabrak truk kontainer berlawanan arah hingga si pengendara masuk kedalam kolong truk Fricia bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya saking syoknya.
"Iya nanti malam bakal ada tamu spesial,sana kamu istirahat nanti juga tau bakal ada apa dirumahmu ini"ujar Bu Anggi semakin membuat jiwa kepo Fricia meronta.
"Siapa bu?,ada acara apa juga?,aku kepo nih,,kalo kaya gini gimana aku bisa istirahat yang tenang" pinta Fricia agar ibunya itu menjelaskan magsud perkataannya.
"Udah ah ibu sibuk kalo mau tau bakal ada apa dan siapa,mending tunggu nanti malam aja" ujar Bu Anggi membuat Fricia mendesah kesal karna keingintahuan nya tidak terpenuhi.
"Bu" rengek Fricia dihiraukan bu anggi yang memilih pergi kedapur.
"Ih malah ditinggal,oke kalo ibunya mau bilang mau ada siapa aku tanya kebapak" keluhnya lalu mencari Pak Hendra di penjuru rumah namun entah dimana pria itu membuat fricia mengoceh,"Bapak kemanasi?,apa dikebun ya?,,bisa jadi sih inikan masih siang bapak pasti masih dikebun,,,ahhh mana bisa istirahat kalo penasaran gini"keluhnya sebari pergi menuju kamarnya percuma juga jika terus bertanya pada sang ibu karna jawaban wanita yang sudah melahirkannya itu selalu benjawan 'nanti juga tau'.
Fricia bergidig ngeri mengingat kecelakaan yang dialami pengendara motor didepan matanya sendiri tubuhnya langsung merasa panas dingin,"Kasian banget"gumannya.
Fricia dibangunkam sore hari jika tidak dibangunkan mungkin gadis itu akan kebablasan sampai malam saking capenya perjalanan jauh apalagi melihat kejadian buruk semakin membuat dirinya merasa lelah,,,selesai mandi Fricia diminta memakai baju kebaya tanpa penjelasan walau dirinya sudah bertanya setelah itu didandani perias yang terkenal di kampungnya.
"Wih aku ga nyangka ternyata punya temen cewe" celetuk seorang wanita seumuran Fricia masuk kekamar Fricia yang tengah didandani.
"Kamu pikir aku selama ini apa,cowo?" dengus Fricia.
__ADS_1
"Ya gitu deh,liat sikap kamu yang bar-bar mana ada yang mikir kamu cewe"cibirnya mengomentari sikap Fricia yang bar-bar.
"Terserah kamu aja,,kamu tau ga si ini ada apa?,kenapa aku didandani gini kaya mau lamaran aja?!" gerutu Fricia.
"Diem dong ce matanya itu meremin aja!" pinta si perias yang sedang memakaikan elener.
"Iya-iya ini di meremin awas aja sape mata aku kecolok, trus buta kamu harus ganti mata aku!" ancam Fricia membuat perias itu memutar matanya malas.
"Sarah jawab pertanyaan aku!" desak Fricia pada temannya.
"Iya emang kan?"bukannya menjawab wanita bernama sarah itu malah bertanya.
"Ko malah nanya,aku butuh jawaban sarah,aduh" desak Fricia sebari mengaduh karna perias itu mencubit pahanya.
"Diam ce diam!"
"Iya!,emang kamu mau dilamar makanya didandanin,gimana sih!,kamu yang mau dilamar kamu malah ga tau,yang bener aja!,,Jangan-jangan kamu mau dijodohin sama bapak-bapak berumur karna keluarga kamu punya hutang banyak?" ujar sarah menakut-nakuti Fricia yang kini menegang.
"Yang bener aja!,bapak ku ga punya hutang ya!," ujarnya ragu,melihat keraguan diwajah Fricia membuat sarah terkirim geli.
"Siapa tau aja gitu,Pak Hendra diam-diam punya hutang,karna ga bisa bayar kamu jadi jaminannya" ujar Sarah semakin menakut-nakuti agar temannya yang bar-bar itu tau rasa.
"Enak aja emang kamu pikir aku barang, dipake jaminan segala!,aku ga terima ini,aku harus tanya bapak ku!" ujar Fricia menggebu sebari menyisipkan lengan kebanyanya siap menyerang namun pergerakannya dicekal perias yang sudah disewa ibunya.
"Diem kamu Fricia jangan banyak tingkah,kalo mau demo atau apapun itu entar aja kalo udah aku dandani!,," cegat perias itu masih dalam lingkup teman Fricia di kampung nya.
"Ga bisa gitu aku harus demo sekarang!"kekeh Fricia namun bahunya ditahan si perias dan batu kiri ditahan Sarah wanita berkerudung itu yang membuatnya emosi,masa dijadikan jaminan.
"Diam!,aku bilang diam,kamu demonya kalo udah aku dandani, aku ini udah dibayar ce aku gamau sampe dikomplen ibu kamu yang cerewet abis itu,bisa-bisa telinga aku pensiun dini"seloroh perias itu kesal mendandani Fricia yang sejak tadi mulutnya terus bertanya dengan lirik kanan kiri semakin membuatnya susah merias gadis itu.
"Udah diem dulu nanti aja nanyanya,kamu mau diamuk Jesi?" tanya Sarah,Jesi adalah si perias yang wajahnya sudah memerah menahan kesal.
Fricia menatap Jesi si perias sekaligus temannya itu lewat cermin,"Aku ini pernah jadi guru silat lawan Jesi aja kecil"songongnya membuat Jesi mendelik.
"Ouh kamu mau nyerang aku? Hah!,sini aku colok mata kamu!" ancam Jesi sebari mengacung elener yang sedang ia pegang.
"Sabar kawan sabar gausah dibawa emosi,temenmu yang satu ini emang sesat kamu gausah ikutan sesat!,sekarang lanjutin aja kerjaan kamu dan kamu Fricia kamu anteng aja disini biar aku yang tanya sama ibu kamu!" ujar Sarah menengahi emang cuma gadis itu yang penyabar.
"Sana!,tanya yang bener,semua harus jelas,kalo sampe bapak ku jadiin aku jaminan awas aja,yang lamar aku hari ini bakal aku banting sampe patah tulang!"ancam Fricia dengan wajah kesal.
Sarah tidak menjawab gadis itu hanya menghela nafas dan pergi dari sana agar tidak mendengar ocehan Fricia yang seperti burung beo jika sudah kepo.
"Awas aja kalo beneran aku dilamar hari ini,cowonya aku jegat depan pintu bawa cerulit bapakku" imbun Fricia terus mengatakan kata-kata ancaman.
"Terima aja kali kan kalo kaya lumayan walaupun udah tua,do'ain aja semoga cepet innalillahi biar kamu dapet warisannya" sesat Jesi.
"Ogah!,walaupun duitnya banyak aku yakin masih banyakan duit pacar aku,masalah ganteng ga perlu dipertanyakan lagi,gantengan pacar aku!"
Jesi hanya memutar matanya malas sejak Fricia memiliki pacar yang entah siapa karna belum secara langsung diperkenalkan padanya dan juga Sarah,terus saja memuji Rangga yang katanya pacar Fricia itu,Jesi dan Sarah hanya mendengarkan walau aga-aga tidak percaya mengingat sikap temannya itu yang suka sekali menganiaya cowo yang mengejarnya,tapi jikapun bener maka mereka bersyukur siapa tau kekasih temannya itu bisa mengubah kepribadian Fricia menjadi wanita normal,eh Fricia emang normal ko.
"Uhuk-uhuk"jauh disana Rangga tiba-tiba batuk-batuk membuatnya bergumam,"Kayanya ada yang ngomongin gue nih!, ah orang ganteng emang selalu menjadi buah bibir"ujarnya narsis membuat Danis yang sedang mengemudi berlaga ingin muntah.
"Narsis bener lu bos!" cibirnya.
"Bukan narsis tapi percaya diri!" bangga Rangga semakin menjadi setelah pulang dari bandung mendengar perkataan orang tua di rumah yang mengatakan sudah melamar Fricia kemarin malam tinggal peresmiannya hari ini,membuat pria itu bahagia bukan main saat ini ia dan Danis baru kembali dari makam Bu Celin dan Pak Candra untuk meminta restu.
Bahkan ia melupakan kejadian dimana melihat kecelakaan yang membuatnya tidak sanggup mengemudi selama lima belas menit saking syoknya,tapi mungkin akan kembali inget bahkan naila dan naya ikutan sakit seperti Nirbita setelah melihat kejadian mengenaskan itu.
Dari pagi keluarga triplet disibukan dengan persiapan lamaran resmi untuk Rangga hingga akhirnya abis magrib mereka pergi ke tujuan.
"Kalian padahal ga usah ikut ini cuma acara lamaran,kalian kan lagi sakit" ujar Pak Jeje pada anaknya yang duduk di kursi belakang.
"Mau angin badai sekalipun aku akan tetep ikut ayah,malam ini malam bersejarah buat abang masa aku lewatin,gaakan!"jawab Naila yang ikutan sakit setelah melihat kecelakaan tadi pagi.
"Bener yang dikatain ila ayah,kami pasti ikut lamaran kan kejadian bersejarah,,kami cuma demam doang kecil" timpal Naya dengan kepalanya yang bersandar pada jendela mobil.
"Iya ayah ngerti" ujar Pak Jeje pasrah karna kegigihan anak-anaknya itu tidak tertandingi apalagi ini soal abang mereka,mereka pasti ikut apapun keadaannya.
"Naya kamu cek nafas Nirbita" pinta Bu Kasih melirik kebelakang dimana anak-anaknya duduk.
Naya melakukan permintaan ibunya,"Idup bu"jawabnya mengingat Nirbita kalo sakit simulasi mati melek cuma makan obat doang membuat rasa khawatir mereka menuncak,takut-takut jika tiba-tiba tidak bernapas.
"Alhamdulillah,cek terus Nay" pintanya diangguki Naya karna Nirbita memang sudah terlelap sejak mendaratkan bokongnya dikursi belakang.
Dikediaman Pak Hendra keributan tidak terelakan dimana Fricia ngamuk-ngamuk,gadis itu tidak terima ada yang melamarnya apalagi katanya yang melamarnya adalah pria tua enak saja!,Fricia punya pacar tampan, muda dan mapan kenapa harus sama pria tua,tidak bisa dibiarkan!.
Pak Hendra ataupun Bu Anggi mencoba menenangkan anaknya itu tapi tidak berhasil untuk Devan pria itu asik menonton drama yang dibuat sang kakak sebari merekamnya,lumayan untuk ia jadikan senjata ketika kakaknya ngamuk padanya,lihat saja nanti bagaimana wajah malu sang kakak saat tau siapa yang datang melamar.
Fricia kini berdiri didepan rumah dengan baju kebaya yang menyising memakai celana jeans,walaupun sudah diminta memakai rok gadis itu tidak mendengarkan karna sudah terbakar emosi,ditangannya juga menegang cerulit untuk membasmi tua bangka yang berani datang melamarnya,,akan ia penggal kepalanya jika beneran datang.
Jika saja Rangga yang datang akan ia terima dengan senang hati,dan dimana pria itu katanya mau tanggung jawab karna sudah grapa-***** tapi ponselnya saja tidak aktif sejak tadi,,,penipu!.
Napas gadis itu naik turun menahan emosi,pak Hendra maupun bu anggi sudah pasrah,"Kamu mending masuk Fricia sebelum kamu milih menghilang dari bumi ini!"ujar Bu Anggi memperingati putrinya yang keras kepala itu.
"Aku emang memilih hilang dari bumi dari pada nikah sama orang tua bangkotan!"
"Siapa yang mau nikah sama pria tua bangkotan sih,yang datang tuh cowo muda,ganteng dan mapan!" ujar Pak Hendra membujuk agar Fricia segera bersiap.
"Pak Rangga juga muda,ganteng dan mapan pak,bapak apaaan nerima orang lain buat datang!" gerutu Fricia tidak terima.
"Yang lamar kamu itu emang r,,," suara pal Hendra terdiam ketika iring-iringan pelamar datang membuat Fricia semakin emosi.
"Sini kalian aku basmi karna sudah berani datang hah!" teriak Fricia membuat ayah dan ibunya meringis malu.
Deg
__ADS_1
Rombongan keluar dari mobil mereka masing-masing tubuh Fricia mematung ketika melihat sosok yang ia cintai turun dari mobil dengan gagah dan gantengnya.