DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Dikejar kambing


__ADS_3

Tubuh Elesky limbung untungnya bisa ia tahan walau kini tubuhnya tidak bisa digerakan didepan pintu sebab tiga gadis cantik itu memeluknya sangat erat,jika Elesky bukan seorang TNI ia yakin tulang dalam tubuhnya sudah remuk dipeluk tiga gadis yang sedang menangis ini.


Elesky membiarkan tiga gadis itu memeluk nya sebari menangis pilu dan merengek tak jelas sebab suara mereka tenggelam dengan suara tangisan.


Bahkan Bu Putri juga sudah sesegukan melihat keponakan tersayangnya menangis,sejak dulu ia ingin memiliki anak perempuan tapi ia dianugerahi dua anak laki-laki,ia tidak menyia-nyiakan kedua anaknya saat naya lahir ia sangat bahagia setidaknya ia memliki keponakan seorang gadis dan ia semakin bahagia setelah kelahiran Nirbita dan Naila.


Bu Putri seorang anak tunggal ia sangat senang dengan anak perempuan menurutnya anak perempuan bisa ia jadikan teman sedangkan anak laki-laki akan sangat sulit berada dirumah dan mengobrol dengan ibunya.


Kalian tahu bukan anak laki-laki jika sudah mengenal dunia luar mereka lupa menyisakan waktu bersama orang tuanya.


Begitupun bagi pak Dimas ia sangat sayang dengan keponakan-keponakannya ia tidak membedakan anaknya dan para keponakannya sebab ia menganggap mereka juga anak-anaknya,pak Dimas anak pertama dari tiga bersaudara,tiga-tigany seorang pria saat kelahiran triplet ia sangat bahagia!.


"Bisa ga ngomong nya gausah sambil nangis!,abang ga paham kalian ngomong apa!"cibir Elesky sebari mencoba melepas tangan triplet satu-persatu tapi setelah melonggar mereka kembali mengeratkannya.


"Iya-iya abang ga bakal pergi tapi ada syaratnya!"


Ketiganya mendongkak menatap wajah sang kakak yang masih menunjukan raut datar,"syarat nya apa? "Tanya mereka serempak dengan suara serak.


"Kalian harus ceritain siapa kumpulan laki-laki yang tadi sore ngobrol sama kalian!" delik nya menatap ketiga adiknya.


Bu Putri dan pak Dimas menganga mendengar pernyataan anak sulung mereka,ternyata drama ini gara-gara melihat triplet mengobrol dengan kumpulan pria,sungguh anaknya ini sangat posesif!.


"Elesky,Rangga sama Bastian posesif banget kalo berurusan tentang triplet,bahkan mereka ga boleh sekedar ngobrol sama cowo,mereka itu terlalu berlebihan!,kalo gitu terus mereka gimana mau punya pacar!" dengus bu Putri pada suaminya.


Pak Dimas menghela nafas jika dirinya satu prekuensi dengan adiknya jeje membebaskan mereka jika dalam lingkup positif,keduanya tidak terlalu mengekang triplet cukup ketiga abang mereka saja yang begitu!,"Mereka tau yang terbaik ko mih"jawaban pak Dimas membuat bu Putri mendengus sebal,ia bangun dari duduknya dan sebelum pergi ia menginjak kaki suaminya itu sampai pria paruh baya yang berprofesi sebagai polisi itu mengaduh.


"Mami kdrt ih!,papi bisa laporin kepolisian" ujar pak Dimas sebari memegangi kakinya yang sempat diinjak sang istri.


"Emang mami peduli engga!,mami pasti terbukti ga bersalah saat itu juga mami pecat papi jadi suami biar mami bisa cari berondong!"sungut bu Putri membuat pak Dimas meringis mendengar ocehan istrinya itu.


"Papi becanda mih" rengek pak Dimas.


"Ga peduli!,pokonya mami mau cari berondong buat jadi suami baru!" sentak bu Putri sebari melegang pergi membuat pak dimas yang hanya ingin bercada dengan istrinya kelabakan,tidak akan ia biarkan istrinya itu mencari brondong untuk dijadikan suami baru,brondong itu harus melangkahi mayatnya dulu jika ingin merebut istri tercintanya itu!.


Kembali pada triplet dan Elesky yang sedang melakukan negosiasi lebih tepatnya bersilat lidah,triplet tidak mau menceritakan kedekatan mereka dengan geng algaskar bisa dikurung tujuh hari tujuh malam jika kakak TNI nya ini tau!.


"Yang tadi sore itu tukang cilok bang!" jawab Naila diangguki kedua kakak perempuannya.


"Tukang cilok pake seragam sekolah?" tanya Elesky menatap jengan ketiganya yang sedang berbohong.


"Iya bang mereka itu kerja sambil sekolah, hebat kan? "jawab Naila jika masalah berbohong maka Naila ratunya ia bisa secara tenang berbohong untuk mengamankan situasinya


Elesky masih menatap selidik ketiga adiknya yang masih memeluk tubuhnya walau kini meregang dengan kepala mendongkak menatapnya.


"Abang ini seorang TNI,abang tau mana yang benar dan bohong,abang juga tau keadaan sekitar dengan hembusan angin!,abang tau ya kalian ini bohong! " sengaknya membuat mereka meringis"terus aja bohong!,biar abang pergi lagi!"


"Iyaiya kami mau jujur tapi abang jangan pergi,jangan marah juga kami sayang abang,kami gamau abang marah kami juga gamau abang pergi lagi abang baru aja pulang,masa udah pergi lagi,abang ga sayang kita ya?" rengek Nirbita dengan suara serak.


"Iya abang ga sayang kita lagi!,kita harus cari abang baru!,yang ini kaya bang Toyib yang ga pulang-pulang!" cibir Naila.


"Iya ayo cari abang baru!" provokasi naya.


"Heh" bentak Elesky membuat triplet tersentak kaget.


"Gausah teriak-teriak dong kami ga budek!" dengus ketiganya membuat Elesky memutar matanya malas.


"Kalian emang ga budek tapi bikin emosi!,gausah ngalihin perbicaraan!,nih bawa!" ujar Elesky memberikan tas yang ia bawa pada Naya,topi bada Naila dan seragam yang ia tenteng diberikan pada Nirbita.


Elesky meminta ketiga curut meresahkan itu untuk mengikuti langkahnya menuju kamar,triplet menghela nafas setidaknya mereka berhasil mengagalkan abang es untuk tidak pergi lagi walau mereka harus mencari alasan siapa geng Algaskar itu agar sikap posesif sang abang tidak kumat dan malah mengurung mereka dikamar.


.


.


.


Setelah drama semalam Elesky dan triplet sudah kembali menempel,hari ini bertepatan dengan hari minggu sudah pasti aktivitas mereka melonggar.


Naila dan Nirbita tengah duduk di pinggiran ranjang,Naila sedang mengutak atik ponselnya sebari memakan buah pisang,dan Nirbita tengah duduk bersila lalu tengkurap dengan posisi masih bersila membuat naila menatap heran kakak sepupunya itu.


"Lagi ngapainĀ  kak?" tanyanya.


"Olahraga, kamu juga olahraga dong biar sehat!" jawab Nirbita mengubah posisinya menjadi duduk lalu mendorong kepala Naila sedikit keras hingga gadis itu tersungkur kelantai.


Nirbita kaget dengan tindakannya ia langsung turun dan membantu Naila untuk berdiri.


"Kakak sakittt!!! " teriak Naila tepat dikuping Nirbita membuat gadis itu secara spontan menutup telinga.


"Maaf-maaf ga sengaja" sesal Nirbita sebari meringis.


Naila mengkerucutkan bibirnya sebari menatap kesal sang kakak sepupu.


Teriakan Naila terdengar sampai kekamar Elesky yang berada disamping kamar triplet di rumah keluarga papi dimas ini.


"Kalian kenapa?" tanya Elesky setelah membuka pintu secara kasar.


Keduanya menatap Elesky sebari cengengesan lalu menggelengkan kepalanya,"gapapa ko kak iyakan ila?"


Naila kembali mengkerucutkan bibirnya,"gapapa gimana jelas-jelas kakak tadi toyor kepala ila sampe jatuh nyium lantai!"delik Naila.

__ADS_1


"Emang kalian lagi ngapain hamm?" tanya Elesky sebari memijat pelipisnya dengan tingkah para adiknya ini.


"Tadi ita cuma ajak ila olahraga ko bang"


"Ngajak!" cibir Naila sebari mendengus kesal lalu tatapannya beralih pada Elesky yang berpakaian sangat rapi juga wangi.


"Wih abang mau ngajak kita jalan ya?" tanya Naila percaya diri.


"Iya!,abang udah ganteng banget" puji Nirbita.


"Abang dari dulu emang ganteng ko" narsis Elesky,"tapi abang ga mau ajak kalian jalan,abang mau jalan sama cewe!"sambungnya.


"Kita juga cewe ko bang!" seru Naila tidak suka.


"Iya tapi abang gamau ajak kalian jalan hari ini,abang masih ngambek sama kalian soal kemarin,jadi sebagai hukuman kalian bertiga ga boleh keluar rumah!"


"Ko gitu,ga adil dong!" kesal kedua gadis itu.


"Biarin pokonya kalian dilarang keluar rumah atau abang bakal pergi kerja lagi dan terus marah sama kalian! " ancamnya sebari menyipitkan mata menatap sekitar,"Naya mana?"


Kedua gadis itu cemberut dan naik keatas ranjang sudah balas bernegosiasi dengan sangat abang yang satu ini yang selalu menang jika berdebat!,"Mandi!"jawab Naila sebari bersedekap dada dengan kaki bersila begitupun Nirbita membuat Elesky terkekeh.


"Kalian juga mandi sana bau!" cibir Elesky sebari memencet hidup mancungnya.


"Iya deh yang udah wangi,yang mau ketemu cewe belum tentu cewenya mau" cibir Nirbita membuat Elesky mendengus.


"Abang mau berjuang!,udah ah abang mau jalan-jalan kalian ga diajak blwee" Elesky memeletkan lidahnya dan berlalu membuat kedua gadis itu memekik.


"Abang jelek!"


.


.


.


Triplet menghampiri bu Putri yang sedang membersihkan ruang tamu setelah mereka bosan dikamar.


"Udah hibernasi nya?" cibir bu Putri menatap ketiga keponakan cantiknya itu.


"Bukan hibernasi mih tapi semedi biar tambah kaya" jawab Naila semaunya.


"Mau dibantu ga mih?" tanya Naya.


"Gausah,kalian keluar aja sana jalan-jalan emang ga bosen apa dari pagi dikamar terus?" tanya bu Putri sebari menggoyangkan sapu yang ia pegang.


"Gabisa bu abang hukum kita buat ga keluar rumah!" cibir Nirbita sebari mendengus.


"Kalo mau jalan pergi aja biar mamih yang urusin abang posesif kalian itu"


"Beneran mih?" binar ketiganya.


"Iya gih sana siap-siap,tapi jangan pulang lewat zuhur apalagi sore,kalo mau jalan sama cowo juga harus tau batasan paham!"peringatan bu Putri sebari memberi ijin.


"Baik bos" ketiganya melakukan hormat seperti pada bendera kebanggaan Indonesia yaitu merah putih.


Ketiganya berlari dengan semangat 45 kembali kedalam kamar untuk bersiap-siap, Nirbita lebih dulu keluar kamar tanpa perubahan pada pakaiannya membuat bu Putri menggerutkan keningnya.


"Ga ganti baju?" tanyanya menatap Putri bungsu dari adik iparnya.


"Engga mih,ita cuma mau ke supermarket doang mau jajan mami mau nitip?"


"Mmm boleh mami catet dulu bentar" ujar bu Putri setelah berpikir sebentar.


"Ya mih,papi kapan berangkat mih?" tanya Nirbita mengekori langkah bu putri.


"Jam dua belas"


"Kalo jadi polisi harus siap siaga ya mih bikin cape!"


"Gaada pekerjaan yang ga bikin cape ita" jawab bu Putri sebari mulai mencatat keperluan yang akan dibeli dimeja makan.


"Setuju" suara pekikan mengagetkan wanita berbeda usia itu.


"Selow dong gausah teriak-teriak udah kaya mony*t aja!" cibir Nirbita sebari mendengus.


Naila mengkerucutkan bibirnya karna disamakan dengan mony*t"Gaadaya mony*t secantik ila!"dengus Naila tidak kesal.


"Iya gaada ila mony*t tercantik tiada duanya" ujar Nirbita sebari terbahak membuat Naila hendak menangis dan bu Putri terkekeh.


Melihat mata Naila berkaca-kaca membuat bu Putri menatap tajam Nirbita,"Ita jangan gitu!"lalu beralih pada naila"Kakak kamu cuma bercanda ila"


Nirbita memutar matanya jengah akan dia beritahu rahasia tentang Naila selain pintar berbohong gadis itu juga pintar berakting!,"Dia cuma ekting bu"


"Tuh mih kak ita malah nuduh bukannya minta maaf" rengek Naila sebari memeluk bu Putri,membuat bu Putri mengelus kepalanya dengan tatapan menatap tajam kearah Nirbita seolah mengatakan'cepet minta maaf'


Tanpa diketahui bu Putri,Naila memeletkan lidahnya pada Nirbita membuat Nirbita yang melihat itu menatap tajam.


"Ita!" panggil bu Putri melihat tatapan Nirbita yang malah menatap tajam ke arah Naila yang memeluknya sedih.

__ADS_1


Nirbita mendengus baru saja mangap suara Naya membungkamnya kembali, "mih Naya pamit ya"


"Kamu mau kemana?" tanya bu Putri menatap Naya yang sudah berganti baju dan menenteng tas selempang.


"Mmm itu mau jalan sama temen,Naya pamit ya Mih asalamualaikum" ujarnya buru-buru tidak mau diintrogasi sebelum meluncur.


"Wa'alaikumussalam"cengo mereka karna Naya berlari dari arah mereka.


"Kakak kalian mau kemana?" tanyanya menatap dia gadis disekitarnya.


"Jalan sama temen mih,kan tadi kakak bilang gitu" jawab keduanya menatap heran bu Putri.


"Magsud mami temen yang mana Naila,Nirbita?" tanya bu Putri sebari menyodorkan catatan belanjaan yang akan ia titipkan.


Nirbita mengedikan bahunya sebari menyodorkan tangannya untuk mencium tangan sang mami"asalamualaikum "dan berlalu sebari berlari.


"Ila juga pamit mih asalamualaikum"sela Naila.


"Waalaikumsalam"


"Kak ita ikuttt" teriak Naila sebari menyusul langkah nirbita.


Bu Putri menggelengkan kepalanya"Bocah dua ga bisa dipisahkan"gumannya melihat tingkah Naila yang selalu ingin bersama Nirbita.


Ia hanya tinggal memikirkan alasan jika Elesky yang posesif pada tiga adiknya itu pulang sebelum triplet pulang,bisa dipastikan pria itu akan mengamuk jika tau adik-adik nya pergi dengan seorang laki-laki!,semoga saja triplet tidak berpapasan dengan Elesky saat dijalan jika benar jalan dengan laki-laki.


Jika pada jam 08:30 triplet baru keluar rumah berbeda hal dengan kumpulan pria disuatu ruangan yang sedang berhimpit-himpitan saat tidur.


Dialah geng inti algaskar yang sedang tidur dimatras beramai-ramai dengan anggota lainnya,semalam mereka bergadang.


Jika yang lainnya bertumpuk tak beraturan dilantai berbeda dengan ketua dan wakil mereka yang tidur dikamar yang memang tersedia di markas,setiap geng inti memiliki kamar di markas dengan tanda nama sebagai pemiliknya.


"Argh"Rezaldi memekik sakit ketika merasakan timpukan diwajahnya,ia membuka mata dan mendengus ketika kaki seseorang berada tepat di hidungnya.


"Si B*ngsat kaki lo!" sentaknya sebari menghempaskan kaki itu dari wajahnya.


"Apasi anj*rr ganggu orang tidur aja" cibir Aril dengan suara serak khas bangun tidur dan menguap.


"Kaki lo kena muka gue!"sentak Rezaldi tidak terima.


"Berisik!" ujar Devan sebari mengeliatkan tubuhnya tanpa membuka mata,"Jam berapa si sekarang?"tanyanya.


"Setengah sembilan" jawab anggota lain yang terganggu dengan kegaduhan yang dibuat buaya cap kadal.


Devan membuka matanya masih terdiam dengan posisi berbaring untuk mengembalikan nyawanya dari alam mimpi,pria itu mendudukan dirinya bersamaan dengan Gara yang menuruni tangga.


Mendengar suara langkah kaki devan melihat kearah tangga,"Mau kemana bos?"


"Balik" jawabnya datar seperti biasa.


Devan manggut-manggut,mendengar suara bos mereka Aril dan Rezaldi membuka mata,"Udah siang aja padahal gue baru aja merem"


"Gue semalaman ga bisa tidur anj*rr" seru Aril.


"Lo pikir gue bisa gitu?,kaga ini gara-gara kambing triplet gue sembelih juga tuh kambing,gue jadiin kambing guling,sate kambing" gerutu Rezaldi kesal karna kambing-kambing milik triplet semalaman sangt berisik.


Gara menatap tajam Rezaldi membuat pria itu merasakan bulu kuduknya yang berdiri dan melihat arah tangga,"Eh bos lo udah bangun? ,mau kemana bos?"


Aril terbahak melihat Rezaldi wajah kesal temannya itu


"Balik" jawabnya sebari melanjutkan langkah,"Ada masalah telepon gue!,markas kosong kunci "sambungnya melegang pergi membuat pertanyaan besar dikepala mereka tentang perkataan pria itu lalu beralih menatap devan meminta menerjemahkan.


Devan terbahak melihat wajah bingung teman-temannya,"Bos bilang dia mau balik,trus kalo ada masalah telepon aja dia dan kalo kita semua pergi dan markas kosong jangan lupa dikunci,gitu aja ga paham" cibirnya diakhir membuat mereka mendengus


"Perkataan abang angkatlo itu bahasa mars dan kita itu cuma manusia biasa"sanggah Rezaldi.


"Gue laporin lo sama bos udah bilang dia elien" ancam Devan membuat Rezaldi cengo.


"Kapan gue bilang dia elien ogeb?!" dengusnya tidak terima.


"Secara ga langsung lo udah bilang Gara itu elien dari mars,laporin aja Dev biar tau rasa!" kompor Aril membuat Rezaldi melotot tidak terima.


"Itu seumpama ya k*mpret"sentak Rezaldi tidak terima.


"Ga seharusnya lo nyeumpamain bos sama elien,sama aja lo ngehina dia, udah Dev bilangin aja sama Gara!" Aril terus menggompori Devan agar pria itu mengatakannya pada Gara.


Rezaldi tidak terima pria itu sudah kembang kemping dibagian hidung menandakan ia sedang marah,Rezaldi menyisingkan majunya dengan tatapan tajam melihat itu membuat Aril waspada.


Rezaldi berdiri diikuti Aril yang siap siaga berlari dari buaya ngamuk dan ngacir tak tentu arah tentu saja dengan Rezaldi yang terus mengejarnya,"Sini lo kambing!"umpat nya meneriaki Aril.


Kambing yang merasa disebut jenisnya menatap tajam kearah Rezaldi yang sedang mengejar Aril hingga kehalaman belakang.


Kambing itu menatap permusuhan pada pria itu sebari kakinya menendang-nendang kearah belakang dan mbeeee,


"Huaa"Rezaldi berteriak saat melirik kebelakang melihat kambing bernama harimau mengejarnya dengan tatapan permusuhan.


"Anj*ng sana lo mbing jangan kejar gue!" histeris Rezaldi berlari semakin kencang bersama Aril.


"Huaaa gue ga punya salah sama lo mbing,kejar si Rezaldi aja yang udah mau sembelih elo" pekik Aril berlari lebih kencang.

__ADS_1


Tadi manggil pas dikejar malah kabur


__ADS_2