DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Firasat?


__ADS_3

Rumah Rangga sekejap semakin ricuh dan rame setelah kedatangan geng Algaskar yang diundang Baberquan dirumahnya sebagai tanda terimakasih sudah menjaga kambing seminggu ini.


Ouh sudah tentu triplet tidak diijinkan keluar kamar untuk mengikuti acara,abang mereka bilang acara ini khusus cowo dan cewe dilarang hadir.


Triplet hanya menurut saja,tadinya Naya tidak menurut dan ikut turun tapi setelah mendapat kabar menggemparkan otaknya jadi ketar-ketir untuk keluar kamar.


Naila sendiri sedang rebahan dikamar seorang diri sebari membaca novel online berjudul,'mafia gadis mawar' ciptaan penulis bernama 'Bintang kelabu'yang baru saja berada dibab 97.


Novel mafia yang menggambarkan kekejaman pemeran utama walaupun bergenre mafia namun tidak mengandung unsur dewasa dengan keintiman terlarang.


Dan dikamar bernuansa wallpaper keropi alias si kodok hijau didinding,seseorang tertutup selimut tebal diranjangnya tengah menggigil hebat dengan suhu tubuh sangat panas tanpa diketahui.


Nirbita merasakan tubuhnya sedang demam setelah solat magrib gadis itu kembali kekamar nya karna merasakan sakit kepala dan suhu tubuh yang meningkat,nirbita tidak memberitahu siapapun bahwa dirinya sedang deman.


Semua ini pasti efek tadi siang saat diculik abal-abal,tadi siang Nirbita menekan rasa takutnya dan mencoba biasa saja tapi aslinya ia tak jauh beda dari Sherli yang ketakutan,setiap menekan perasaan maka saat waktu malam tubuh Nirbita akan deman.


Ia juga merasa baik-baik saja sore tadi tapi kerna imunnya yang lemah sudah menjadi kebiasaan bagi nirbita jika menekan perasaannya gadis itu akan mengalami demam dimalam hari.


Cek lek


Pintu dibuka tidak membuat nirbita teralihkan dari rasa dingin yang ia derita.


"Panas" ujar Elesky mengecek suhu badan Nirbita menggunakan telapak tangan,"Kamu pake termometer nya dulu"titah Elesky sebari membantu menggunakan alat cek suhu tubuh itu.


"Abang kan udah bilang jangan banyak tingkah dulu kamu itu baru diculik tadi siang, kalo abang ga dateng tepat waktu gatau nasib kamu gimana"ujar Elesky sebari mengambil kompresan eceran yang dijual diwarung bergambar pinguin author lupa namanya hehe


Elesky menempelkannya didahi Nirbita,"Kamu harusnya gausah so berani kaya tadi kalo kamu kenapa-kenapa gimana?" Elesky menutupi kejadian penculikan yang terjadi tadi siang dari keluarganya agar tidak membuat mereka khawatir.


"Kan abang yang bilang kalo ada masalah apapun harus tenang"sanggah Nirbita tanpa membuka pejaman matanya.


"Ngejawab aja,,sekarang minum obat dulu baru lanjut tidurnya" ujar Elesky sebari memberikan obat yang memang selalu sedia dilaci nakas mengingat Nirbita paling mudah sakit.


Nirbita meminum obatnya ogah-ogahan karna rasa obat yang pait membuatnya memeletkan bibirnya.


"Lebay" cibir Elesky.


Membuat nirbita mencebikan bibirnya,"Obat nya itu pait"


"Kalo manis permen" cibir Elesky.


"Muka aku juga manis tuh" ujar Nirbita narsis membuat Elesky mendengus.


Kenarsisan Nirbita tidak akan hilang walau dirinya sakit separah apapun.


"Iya muka kamu manis awas dikerumunin semut" ejek Elesky sebari mengusap leher Nirbita.


"Mau abang kelonin?" tanyanya mendapat gelenggan kepala dari Nirbita.


"Mau abang Rangga aja" ungkap Nirbita membuat Elesky kembali mendengus.


"Di kelonin pangeran tampan gamau malah mau dikelonin pangeran kodok" cibir nya.


"Pangeran kodok berdompet tebel bang" ujar Nirbita membuat Elesky terkekeh.


"Abang juga tebel dompet mah,tapi kalo mau meres sama pangeran kodok lebih wah" ungkap pria itu disetujui Nirbita.


"Yaudah tidur!,abang panggilin mamih  buat nemenin kamu"


"Mau abang Rangga bang"pinta Nirbita.


"Iya nanti abang panggilin,tapi kamu ditemenin mamih dulu masa tamu diluar mau ditinggal,,sebagai tuan rumah baik hati kita tuh harus menjamu tamu dengan baik"ungkap Elesky.


"Alah alesan!,ngomong aja mau ngawasin mereka biar ga caper sama adik-adik abang yang cantik jelita nan menggemaskan ini" cibir Nirbita.


"Itu tau" bahak Elesky.


Sedangkan disisi Naya gadis itu masih ketar-ketir menunggu kedatangan jastin yang akan datang tak diundang.


"Gimana nih?,kalo abang tau bisa dipotong uang jajan" monolog Naya sebari menggigit kukunya.


"Huaaa jastin beg* kaya jalangkung datang ga diundang" rengek Naya.


Naya terus mondar-mandir di kamarnya dengan cemas sesekali menyikap gordeng untuk mengintip apa pria itu sudah datang.


Ceklek


Naya terlonjak saat mendengar pintu dibuka,"Eh abang"kikuknya menyapa Elesky yang berdiri didepan pintu dengan halis naik sebelah.


"Kamu kenapa?"


"Aku emang kenapa?" tanya Naya bukannya menjawab.


"Ck emang gaada yang beres sama keluarga ini" monolog elesky tak tau diri,woy dia juga salah satu dari keluarga ga beres ini!.


"Terserah kamu mau kenapa,terserah" ujar Elesky jengah sebari hendak menutup pintunya kembali,tadinya ia hanya ingin mengecek satu persatu adiknya setelah nirbita.


"Abang" pekik Naya menghentikan langkah Elesky.


"Apa?"


"Mmm"Naya gugup untuk mengatakan apa yang ia katakan.


"Kalo ga ngomong abang pergi!" ancam Elesky membuat Naya gelagapan.


"Bentar dong sabar,orang sabar pantatnya lebar" ujar Naya rasanya membuat Elesky ingin menyentil ginjal adik sepupunya itu.


"Ngomong atau abang pergi!"ancam Elesky.


"Iyaiya," dring Naya menjeda ucapannya ketika mendengar suara deringan di ponselnya.

__ADS_1


"Mmm abang sini deh" pintanya sebari melambaikan tangan meminta Elesky mendekatinya.


Dengan malas Elesky mendekat,"Kenapa?"


"Mmm janji dulu ga bakal marah"pintar Naya takut-takut.


"Banyak drama,jangan bilang kamu bikin masalah?" selidik pria itu.


"Souzon banget jadi abang,bukan,janji dulu ga bakal marah"


"Iyaiya,kebanyakan drama jadi orang dasar triplet " cibirnya.


"Mmm gini,gimana ya ngomongnya,Mmm abang janji dulu ga bakal marah" pinta Naya.


"Iya" jawab Elesky malas.


"Jadi gini" Naya kembali menjeda takut-takut,"Gini,,,mmmm gini,, Mmm, Mmm"


"Gini-gini trus abang jitak nih!" ancam Elesky sebal.


"Santai bang santai jangan marah -marah nanti cepat tua" ejek gadis itu.


"Abang geprek nih" ancam Elesky jengah.


"Hehe sabar bang" ungkap Naya cengegesan,"Jadi gini mmm itu diluar"


Jengah dengan perkataan naya yang sepotong-sepotong elesky berjalan kearah gordeng dan menyikapnya.


Alisnya terangkat sebelah, "Itu baru datang?,ngomong kalo komplotan algaskar ada yang baru datang gitu aja susah amat!" cibir Elesky menoyor kepala Naya gemas.


Naya hanya mengiakan saja padahal dibawah sana adalah ketua dari musuh algaskar,omoo.


Semoga tidak ada adu otot.


"Gausah keluar dikamar aja nanti abang bawain satenya" ujar Elesky sebari melegang pergi kelaur kamar naya.


"Iya bang"Naya menghela nafas setidaknya ia lega karna uang jajannya aman masalah jastin akan adu otot dengan geng algaskar urusan nanti biarlah abang-abangnya yang ngurus.


Naya cuma bisa mengucap maaf dalam hati karna tidak bisa menemui Jastin dan maafnya ia sampaikan lewat chat juga tentunya,naya melihat bang rangga menghampiri jastin mungkin Elesky yang menyuruhnya.


Bodo amat semoga ga ada adu otot.


Ia lalu melihat Jastin mengekori Rangga masuk ke rumah,sebeluk memasuki rumah Jastin menggeladahkan kepalanya hingga tatapan beradu dengan Naya,Naya meringis sebari mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf.


"Sono lo ga gabung aja!" ujar Rangga menjorok Jastin kebelakang rumahnya di mana keramaian tengah terjadi.


Rangga memang tau Jastin adalah musuh geng algaskar dan dia juga tidak mengundangnya tapi tidak mungkin juga ia mengusir pria itu,namanya tidak sopan!.


Padahal niatnya kaga gitu,,niatnya tuh begini siapa tau Jastin dan geng algaskar akan adu mulut berakhir adu otot kan Rangga jadi punya alasan untuk mengusir mereka,,,dia yang ngundang dia yang ingin mengusir.


.


.


.


Pintu dibuka seorang pria dewasa berjalan memasuki kamar dimana dua wanita berbeda usia tengah berbaring disatu ranjang dengan salah satu dari mereka tertutup selimut tebal.


"Mih"


"Euh" wanita yang dipanggil mih itu meleguh ketika tidurnya terganggu,dengan gerakan malah wanita itu membuka matanya dan melirik kesamping dimana sosok pria tadi yang mengganggu tidurnya.


"Kenapa ga?" tanya wanita itu khas bangun tidur.


"Mamih tidur aja di kamar biar Nirbita Rangga yang jagain"


Wanita itu mengangguk bangkit dari tidurnya dan menempelkan tangannya pada kening Nirbita yang sedang tidur disampingnya,"Demannya udah turun,kalo kembali naik kita bawa kerumah sakit ya Rangga"


"Iya mih,biar Rangga yang jagain kalo ada apa-apa nanti Rangga panggil mamih" jawab Rangga.


"Yaudah mamih kekamar dulu,kamu jagain yang bener ade kamu!"


"Iya mih" jawab Rangga pasti.


Setelah bu Putri pergi Rangga mengambil alih tempat yang sempat bu Putri tempati untuk tidur,rangga membaringkan tubuhnya di sana dengan menyamping menatap wajah cantik sang adik yang tengah tidur dengan sesekali bergerak gelisah.


"Semua baik-baik aja ita gausah khawatir,ada abang disini" ujar pria itu berharap perkataannya bisa menenangkan nirbita dalam tidurnya,karna kemungkinan sekecil apapun bisa saja terjadi jika kita berusaha.


Itu yang Rangga lakukan sekarang.


Pria itu membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh mungil sang adik yang selalu membuatnya emosi tingkat jiwa mendarah daging sejak kecil.


Rangga jadi mengingat kejadian beberapa tahun lalu,saat Nirbita berusia sepuluh tahun saat kedua orang tua mereka masih hidup,waktu itu Nirbita merengek untuk bermain,permainan yang mereka lakukan sungguh membuatnya kesal bukan main dan bonyok.


Rangga mendengus kesal mengingat permainan yang mereka lakukan saat itu,mereka bermain polisi dan maling,Nirbita menjadi polisinya dan Rangga menjadi malingnya komplit dengan memakai sarung dibuat sedemikian rupa membalut seperti ninja ditubuh Rangga,singkatnya ada kesalahan pahaman hingga warga berpikir dirinya maling beneran dan sempat memukulinya untung tidak sampai dirinya mati dipukuli warga.


"Masih aja nyebelin sampe sekarang,buat onar lagi" guman Rangga terkekeh sebari mengusap wajah sang adik dengan rasa sayang.


Rangga lebih suka Nirbita yang mencari masalah eh salah magsudnya tukang buat masalah dari pada harus menjadi nirbita si pendiam rasanya aneh saja jika gadis polos mendekati bego itu tiba-tiba bisu.


"Kamu harus selalu bahagia ta,akan abang pertaruhkan apapun itu untuk jalan kebahagiaan kamu."


Disamping kamar Nirbita terdapat kamar Naya,gadis itu sudah terlelap diatas ranjangnya namun tidur nyenyak nya harus terusik ketika dirinya merasa kehausan.


Naya mengerjapkan matanya menyesuaikan pencahayaan,persamaan triplet selain biang rusuh juga tidak suka lampu dimatikan ketika tidur,Naya menguap lebar setelah itu melihat kearah nakas.


"Mana haus lagi!" kesal Naya melihat gelas kosong diatas nakas,mau-tamau naya bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah luar untuk mengambil air didapur dengan sesekali menguap lebar.


Naya berjalan sepoyongan di beberapa anak tangga yang ia turuni,nyawanya belum kumpul saat bangun tidur tadi,naya memukul kepalanya sedikit kencang namun tidak menimbulkan rasa sakit,saat sampai didepan dapur dirinya terhenyak ketika ada yang menepuk bahunya.

__ADS_1


Setan?,Naya mohon semoga bukan naya paling takut dengan mahluk satu itu apalagi mengingat dirinya pernah terkurung diruang jenazah dulu,,huaaaa.


Tubuh Naya merinding hebat bahkan bulu kuduk gadis itu berdiri bersamaan,ingin berlari namun kakinya terasa kaku untuk digerakan,ingin berteriak mulutnya terasa kelu hanya bisa memanjatkan doa dalam hati,sekedar menoleh saja naya tidak berani.


"Ngapain lo didapur?"suara itu entah kenapa tidak asing ditelinga naya,namun karna rasa takut otaknya tidak bisa bekerja dengan benar.


"Mba,mas nya terserah siapa,sa sa saya cuma mau ambil air minum doang gabakal ganggu setelah itu balik kamar lagi" ujar Naya susah payah.


"Kenapa si lo nay?" sosok yang menepuk punggung naya tadi membalikan tubuh Naya dengan paksa.


Seketika Naya memejamkan matanya agar tidak menatap sosok yang mungkin akan sangat amat menyeramkan didepannya ini.


"Buka mata lo! " Naya menggelengkan kepala cepat sebagai jawaban.


"Ck gue Jastin!" decak Jastin tidak membuat naya percaya,bisa saja setan itu menyamar menjadi jastin.


Naya kekeh tidak mau membuka mata,"Terserah kalo lo ga percaya"lirih Jastin dengan menatap wajah naya yang masih setia memejamkan mata engga menatapnya karna berpikir dia setan,enak saja wajah bak dewa yunani begini dibilang setan,sekate-kate emang si naya!.


Jastin menatap naya yang terlihat lebih manis dari biasanya padahal keadaannya tidak seperti biasanya,Naya baru bangun tidur dengan keadaan rambut acak-acakan seperti singga,iler yang bersanding disebelah pipi naya,keringat yang bercucuran malah semakin membuat kesan sexy,astagfirullah,Jastin harus banyak istighfar agar tidak hilaf apalagi mengingat ini jam dua dinihari dimana tepatnya setan berkeliaran.


Jastin terpikir untuk mengejai gadis penakut di depannya,"huwww"Jastin menikmati wajah naya membuat siempunya semakin merinding bukan main dan pelaku malah terkikik.


"Mba kunkun jangan main-main dong,ini udah malem Naya cuma mau ambil minum terus tidur lagi" oceh Naya merinding sebari memejamkan mata semakin membuat Jastin ingin menjailinya.


"Huwww" Jastin kembali meniup wajah Naya dengan mencondongkan wajahnya mengingat tinggi badan Naya sedikit lebih pendek darinya.


Naya semakin menekan matanya untuk tertutup membuat kerutan dibagian mata,gadis itu perlahan mundur dan "huaaaa"


Sekuat tenaga Naya menggerakan kakinya yang sempat kaku untuk kabur dari dapur,bodo amat masalah haus yang penting ia selamat,kan tidak lucu jika aku haus malah aku dimakan setan.


Naya berlari tunggang-langgang sebari berteriak kencang membangunkan seisi rumah,geng algaskar yang berada di satu ruangan yaitu di ruang tamu,ruang paling luas yang dirobak dadakan menjadi kamar tamu untuk mereka,karna terlalu banyak kamar tamu asli tidak bisa menampung.


Naya berlari menaiki tangga yang kebetulan melewati ruang tamu,tatapan bingung menyorot gadis itu dari geng algaskar namun tidak ada yang berniat mencegatnya,biarlah diakan taun rumah jadi bebas mau kayangpun bukan masalah selama dirumah sendiri!.


"Tuh bocah napa,tengah malam gini lari-lari ga jelas?" tanya Rezaldi dengan tatapan bingung.


Tidak ada yang menjawab sebab tidak ada yang memiliki jawaban,geng algaskar dan Jastin diijinkan menginap karna pertengahan acara terjadi hujan deras entah sampai jam berapa,niat ingin mereka segera pergi Rangga dengan terpaksa mengijinkan mereka menginap beserta Danis.


Padahal rumah Danis satu komplek jika pulang pun tidak akan mendapat masalah tidak seperti geng algaskar maupun Jastin yang rumahnya entah dimana bisa membahayakan diperjalanan,emang dasarnya aja Danis kutukupret.


Jastin hanya bisa menatap cengo kepergian Naya, padahal saat melihat siluet Naya tadi ia pikir bisa mengobrol walau sebentar makanya ia mengikuti gadis itu kedapur,tapi sial naya malah menganggapnya setan!.


"Huh huh" Naya ngosngosan dengan memegangi kedua pahanya sebari jongkok didepan pintu kamar,"Ya allah cape"


"Setan gatau diri!,udah numpang malah nakutin!" rutuk Naya masih dengan napas ngos-ngosan.


"Setannnn!" sentak Naya saat melihat pintu kamar didepannya terbuka.


"Aaaaaa" teriak orang di depannya kaget.


"Hmmm" Naya menutup mulut naila dengan kesal sebari celingak-celinguk menatap sekitar.


"Ini kakak Naila,diem disini gaada setan teriakan kamu bisa ngundang setan!" ujar Naya melanjutkan,naila mengangguk sebari menatap wajah Naya dengan selidik.


"Kakak asli kan bukan jajadian?" selidik Naila ia masih takut kepada mba kunkun pohon pak Selamat yang belum ia kasih sate seratus tusuk sesuai keinginan setan satu itu.


"Asli lah" dengus Naya sebari melepas bekapan tangannya,"Tadi kakak ketemu yang asli di dapur "sambungnya bergidig ngeri.


Mendengar itu membuat Naila takut hingga menempeli tubuh kakak nya," Kakak ga lagi boongin Naila kan?"selidik Naila.


"Engga,tadi kakak kan haus mau ambil air didapur,eh pas didapur ada yang tepok pundak kakak dong kalo bukan setan siapa lagi coba?"


"Iya juga pasti itu mba kunkun pohon mangganya pak Selamat yang ngambek gara-gara aku sama kak ita belum beliin dia sate seratus tusuk sesuai kesepakatan!" jawab Naila semakin merapatkan diri pada Naya.


"Astagfirullah,istighfar ila, istigfar,astagfirullah hal azim,gitu,kesepakatan apa yang kamu bikin sama setan itu pamali naila,mau kamu maksud neraka hah?!" sentak Naya sebari berkaca pinggang.


"Bukan gitu kak,magsudnya aku sama kak ita mau me-re-lo-kasikan mba kunkun dari pohon mangga pak selamat ketempat lain,sesuai permintaan terakhir beliau ingin seratus tusuk sate,gitu" jawab Naila menjelaskan.


"Ouh  awas aja kamu sampe berbuat muskrik kakak ruqiah sampai ke akar-akarnya!" ancam Naya,"Terus ngapain jam segini keluar kamar?,mau minum juga?"sambung Naya bertanya padahal ia tidak jadi minum dan rasa hausnya masih terasa ditenggorokan.


Mendengar pertanyaan kakaknya Naila menundukan kepala tak lama setelah itu terdengar isakan darinya membuat naya tersentak,"Heh kutu kampret kamu ga kesurupan kan?"selidik Naya takut-takut bahkan menabok lengan Naila agar sadar dari kesurupan dadakan adiknya itu.


"Sakit kak" gerutus Naila mengelus tangannya yang sempat ditabok naya tak berperasaan,"Aku ga kesurupan ko,aku cuma jadi sedih gara-gara tadi mimpi"


"Emang mimpi apa?"


"Tadi aku mimpi kak Nirbita ninggalin kita dan ketemu sama ayah Candra sama ibu Selin,aku takut kak,aku gamau kehilangan kak ita,walau kak ita nyebelin tapi aku sayang sama kak ita" isak Naila memikirkan bunga tidur yang melintas dalam tidurnya sangat menyedihkan bahkan layaknya nyata bukan mimpi,hingga Naila menangis dalam tidurnya.


Naila dan Nirbita adalah dua orang yang sulit dipisahkan dimana ada Nirbita disana ada Naila dan begitupun sebaliknya,walau terkadang berselisih tapi keduanya bisa kembali akur tanpa mengungkit masalah yang membuat mereka sempat renggang,seolah tidak pernah ada masalah diantara mereka,dan jangan ditanya mereka tentu saja kompak dalam membuat masalah dan keributan,jika Nirbita meninggal Naila tidak akan sanggung rasanya menjalani dunia yang akan hampa jika tidak ada kakak sepupunya itu.


Sodara sekaligus sahabat.


Mendengar cerita Naila tentang memimpikan kematian Nirbita,Naya ikut sedih dan tidak bisa membayangkan kehidupannya selanjutnya yang sudah pasti akan sangat sulit dijalani,mereka itu bersatu kita teguh bercerai maka runtuh begitulah mereka walau selalu dilencengkan Naila hanya untuk sekedar bercanda,namun mereka tidak akan sanggup jika harus kehilangan salah satu dari mereka.


Jika salah satu dari mereka tiada maka tidak akan ada triplet disini,semua sudah usai!.


"Mimpi itu cuma bunga tidur gausah dipikirin,kalo kata orang tua sih gini,kalo kita mimpiin seseorang meninggal itu artinya orang didalam mimpi kita bakal panjang umur,,,Naila gausah sedih arti mimpi Naila bagus kok artinya Nirbita ingsa allah panjang umur,kita berdoa aja ya" ujar Naya dewasa sebari merangkul Naila untuk menenangkan gadis itu.


Naila mengangguk patuh,ia juga pernah mendengar arti mimpi kematian yang katanya mengartikan orang yang diimpikan panjang umur,"Amin,,semoga cuma mimpi buruk ya kak"


Naya mengangguk pasti.


"Aku mau tidur sama kak ita" rengek Naila disetujui Naya.


"Yaudah ayo"


. . . . ............................. . ......


kami keluarga author dan juga keluarga diary triplet n mengatakan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin🙏

__ADS_1


Aku dobel up ya hari ini🥰


__ADS_2